APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel THE BIG PRETTY

THE BIG PRETTY

Angel Wings bimbang saat Zeus Bima Anggara dan Frenzy Sakti Anggara menembaknya bersamaan. Di balik keinginan dicintai, tubuh berbobot 80 kg membuat Angel tidak percaya diri. Dilema ini kian pelik karena Agatha, sahabatnya, menaruh hati pada Zeus. Sementara itu, Thea Zenu Otis siap memusuhi Angel jika ia memilih Frenzy. Terjebak masalah berat badan dan konflik pertemanan, siapakah yang akhirnya akan Angel pilih?
Bab
Bagikan

Bab 3

Jika Zeus memiliki sifat yang liar dan tak pernah menghargai wanita. Lain hal dengan adiknya yang bernama Frenzy Sakti Anggara.

Dia pria tampan nan rupawan, memiliki tinggi yang semampai, dan pintar dalam banyak hal. Bukan hanya dari segi pendidikan yang bagus, tetapi sifat Frenzy juga bertolak belakang dengan Zeus.

Jika Zeus yang sangat suka bergonta ganti pasangan lebih dan sering mempermainkan wanita layaknya boneka, maka lain dengan Frenzy. Pemuda yang terpaut satu tahun usianya dari Zeus bahkan enggan mendekati seorang gadis. Sebab dirinya takut untuk bercinta.

Frenzy tidak percaya akan cinta pandangan pertama, atau cinta monyet yang sering menyasar pada remaja-remaja seusianya.

Dapat dikatakan Frenzy kutu buku. Di tangannya tidak pernah lepas sebuah buku. Entah buku pelajaran atau sejenisnya? Frenzy selalu menyertakan buku disetiap langkahnya.

"Aku pulang." Dia baru saja memasuki rumahnya. Frenzy langsung menghampiri wanita cantik, berkulit putih dan selalu terlihat muda yang sedang duduk santai di sofa. Tidak lupa Frenzy mencium punggung tangan kanan wanita itu yang tak lain adalah ibunya.

Kecupan hangat dipersembahkan wanita 45 tahun tadi kepada putra bungsunya Frenzy Sakti Anggara.

"Aku masuk kamar dulu. Aku mau ganti baju, sudah bau keringat," tutur Frenzy, sembari mencium aroma badannya yang sudah seperti bau terasi.

"Ya, pergi sana. Setelah itu kau turun dan kita akan makan malam bersama." Perkataan ibunya selalu membuat Frenzy tersenyum.

Mendengar makanan, maka Frenzy akan langsung membayangkan bagaimana nikmatnya masakan yang dibuat oleh Ibu. Tidak ada makanan yang enak, kecuali makanan yang dimasak dengan cinta, dan bercampur kasih sayang dari seorang Ibu.

Ibu tercinta. Wanita hebat yang sudah melahirkan Frenzy ke dunia. Jika bukan berkat wanita 45 tahun tersebut, maka tidak akan ada Frenzy Sakti Anggara.

Seperti katanya. Frenzy pun menaiki anak-anak tangga. Dia harus mengganti pakaiannya sebelum masuk ruang makan nantinya.

Sementara itu Sarah, Ibu dari Frenzy dan Zeus sedang mempersiapkan makan malam untuk kedua putranya. Dia merapikan sendiri meja makan dan menghidangkan setiap menu di atas meja seorang diri.

"Terima kasih. Aku bisa melakukan ini sendiri." Dia berujar kepada para pelayan untuk membiarkan dirinya saja yang merapikan meja makan sendiri.

Para pelayan mengikuti kemauan Sarah. Setelahnya mereka pergi sesuai yang Sarah perintahkan.

Bukan hanya memiliki paras ayu dan awet muda. Sarah juga seorang wanita yang mandiri. Kendati kehidupannya mapan dan bergelimang harta, Sarah tidak pernah melupakan tugasnya sebagai seorang Ibu.

"Frenzy, ayo turun Sayang! Kita makan malam bersama-sama!" Berteriak memanggil putranya yang masih berada di dalam kamar.

Sarah masih tampak merapikan meja makan. "Akhirnya selesai." Sarah tidak pernah meminta pelayan untuk membantunya, meski sesekali dia meminta bantuan itu pun jika sudah selesai makan.

Tugas pelayan hanya membereskan piring kotor, itu saja. Sebagian pekerjaan rumah tangga kerap Sarah selesaikan seorang diri.

"Frenzy, Sayang! Ayo, turun! Makan malam sudah siap, Sayang!"

Frenzy akhirnya menampakkan diri. Dia perlahan dengan langkah santai menuruni anak-anak tangga.

Keluarga Anggara terkenal akan kekayaan mereka. Bidang bisnis mereka maju dengan pesat, ditambah Frenzy yang sudah pintar akan teknologi sejak dini, membuat dirinya sering menuangkan ide-ide segar bagi perusahaan mereka.

"Ayo, duduk, Sayang!" Sarah mempersilakan Frenzy untuk duduk terlebih dahulu. Dia menarik kursi dan Frenzy mengikuti kemauan ibunya.

"Ibu, tidak usah repot-repot seperti ini. Aku bisa sendiri. Aku bukan lagi anak kecil yang harus dilayani oleh Ibu."

Bukan soalan malu, tapi apa pantas di usianya yang sekarang Frenzy masih harus dilayani?

Frenzy baru menginjak usia 17 tahun. Dirinya dengan Zeus hanya terpaut satu tahun saja. Maka seringkali tidak ada yang percaya jika Frenzy adalah adik Zeus.

Bukan hanya rupa mereka yang berbeda, namun sifat serta tingkah Frenzy sangat bertolak belakang dari Zeus.

"Ayo, dimakan, Sayang! Ibu sudah membuatkan makanan kesukaanmu ini. Ayo dihabiskan. Ibu ingin melihat putra Ibu yang ganteng ini sehat dan tumbuh menjadi pria yang kuat."

Pesan dari seorang Ibu yang sudah berjuang 9 bulan demi bisa melahirkan seorang putra yang kuat dan gagah.

Perjuangan Ibu tidak akan sia-sia ketika melihat buah hatinya tumbuh menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara. Guna mewujudkan harapannya Sarah terus berusaha menjadi Ibu terbaik bagi Zeus dan Frenzy.

"Sudahlah Ibu. Aku bisa mengambilnya sendiri. Ibu tidak usah memanjakan diriku seperti ini. Aku sekarang sudah besar dan bisa mengurus diriku sendiri."

"Benar yang Frenzy ucapkan. Ibu tidak perlu memanjakan dirinya lagi. Dia bukan lagi bayi yang perlu Ibu suapi makanan ketika dia lapar."

Zeus telah pulang setelah puas bermain-main dengan para gadis. Zeus mendekati Saran dan Frenzy.

"Waw. Mengapa Ibu tidak memberitahuku, jika ada salmon di rumah."

Zeus mencomot daging salmon dengan kentang balado yang dibuat dengan cinta dan bersiram kasih sayang itu.

"Ini 'kan bukan bukan hanya kesukaan Frenzy saja, tetapi aku juga sangat menyukainya," beber Zeus dengan mulut yang terisi beberapa potong salmon yang sudah dipotong kecil-kecil.

"Dasar anak nakal." Kedatangan Zeus membuat Sarah kesal. Dia memukul-mukul bahu Zeus sampai putranya memohon.

"Ibu. Cukup Ibu. Mengapa Ibu memukulku? Apa salahku, sampai dengan tega Ibu memukulku? Apa Ibu mau aku melaporkan perlakuan Ibu kepada polisi? Tidak, bukan polisi, aku akan melaporkannya kepada menteri perlindungan anak. Karena Ibu sudah melukai anak di bawah umur. Seperti aku ini."

Pandai sekali Zeus memutarkan keadaan. Perkataannya seolah dia benar. Sarah tak semudah itu ikut terbawa dalam candaan Zeus yang semata hanya untuk menggertak dirinya saja.

"Apa katamu? Kau ingin melaporkan Ibu kepada polisi! Kemari kau anak nakal."

Sarah semakin kesal. Tanpa ampun dia memukul Zeus. Sehingga Frenzy tertawa untuk kakaknya itu.

Zeus berusaha untuk pergi, tetapi Sarah tidak membiarkan Zeus melakukan itu. Belum puas hatinya memarahi Zeus.

"Kemari kau anak nakal. Kau berani menasehati Ibu, sedangkan dirimu saja masih sangat nakal."

"Maaf Ibu. Zeus tidak akan membuat Ibu marah lagi. Zeus janji setelah ini akan jadi anak yang baik. Ampuni Zeus, Ibu."

Permohonan maaf dengan sungguh-sungguh. Suara lirih terlantun dari bibir Zeus, kendati Sarah tidak mau percaya semudah itu.

"Ah, kau selalu berkata seperti itu. Ibu aku berjanji. Ibu aku berjanji. Ibu sudah sangat muak dan bosan mendengar janji kosongmu itu."

Sarah tak memberikan kesempatan Zeus untuk pergi. Zeus berlari ke kanan, maka Sarah mengikuti ke mana Zeus melangkah.

Frenzy yang duduk di sana, hanya menyaksikan saja. Dia terbahak-bahak melihat kakaknya dipukuli oleh Ibunya.

"Jangan hanya tertawa saja kau. Dirimu juga harus dihukum. Ibu, Frenzy juga harus dihukum. Mengapa Ibu hanya menghukum aku saja? Frenzy juga harus dihukum, Bu."

"Adikmu itu tidak salah. Dia anak yang baik. Tidak seperti dirimu yang selalu mengambil tindakan sesuka hati. Paham!" Teriakan keras di telinga Zeus. Parahnya Sarah menarik keras telinga Zeus sampai memerah.

"Maaf, Ibu, aku tidak akan mengulangi perbuatanku. Aku berjanji tidak akan mempermainkan para wanita lagi. Aku janji."

"Sungguh?"

Zeus diam untuk sesaat." Zeus!" bentak Sarah, bersuara keras sambil menarik telinga Zeus kuat-kuat.

"Ya. Aku berjanji."

"Ya, aku berjanji tidak akan mempermainkan perasaan wanita lagi."

Mendengar kesungguhan Zeus, Sarah pun memberikan maafnya kepada Zeus, kendati Sarah masih kesal pada putranya yang tidak pernah bisa menghormati para wanita.

Zeus menggosok-gosok telinga dia yang memerah. Frenzy mendekati kakak serta ibunya sembari tersenyum, Frenzy merasa puas melihat pertunjukan dari Ibu dan kakak pertamanya.

"Sudah pergi sana. Segera ganti pakaianmu itu dan kita akan makan malam bersama," perintah Sarah, tatapan kuat dan menguasai.

"Ya. Aku akan mengganti pakaian."

"Awas kau!" dengkus Zeus untuk Frenzy. Sayang itu tidak membuat Frenzy takut, sebaliknya terkesan lucu.

Hihihi ….

Frenzy ingin sekali tertawa, tetapi dia takut dosa. Sementara itu Zeus melenggang pergi dengan terus menaikan wajahnya dan bibirnya itu.

"Sudah pergi. Jangan ganggu adikmu!" Sarah terbilang lebih membela Frenzy daripada Zeus. Bukan dia tak adil, tetapi Zeus yang sering kali berbuat nakal itu selalu membuat Sarah pusing.

Zeus ini dan itu. Banyak sekali laporan tentang kenakalan dan tindakan Zeus yang tak bisa dimaafkan begitu saja.

Zeus sudah mulai naik menuju kamarnya. Kendati Zeus terus memandang kesal Frenzy yang ada di bawah.

"Ayo, Sayang. Kita makan."

"Baik, Bu."

Keduanya melenggang bersama menuju meja makan kembali. Membiarkan Zeus untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu.

Sarah kembali mempersilakan Frenzy untuk duduk terlebih dahulu. Ibu dengan dua putra itu menambahkan banyak lauk pauk di piring Frenzy, sampai Frenzy bingung harus memakan yang mana terlebih dahulu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Mantan Suami Ingin Aku Kembali
8.6
Tiga tahun Kirana bertahan dalam pernikahan penuh hinaan bersama Reza. Begitu cinta lama sang suami datang lagi, ia memilih mundur demi mencari kebahagiaan baru. Reza yang angkuh yakin mantan istrinya akan berlutut memohon rujuk. Dugaan itu meleset saat ia melihat Kirana justru asyik merayakan kebebasan dan dikelilingi banyak pria di bar. Sadar Kirana telah berpaling, kepanikan mulai melanda Reza. Kini giliran dirinya yang harus berjuang keras merebut kembali hati Kirana.
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dikhianati hingga tewas terbakar oleh keluarga Adhitama, aku menyadari hanya Gilang, sang paman yang dingin, yang tulus melindungiku. Saat terbangun seminggu sebelum tragedi itu, aku bertekad mengubah nasib. Demi merebut warisan triliunan rupiah dan membalas dendam pada tiga kakak yang culas, aku menolak rencana pernikahan dengan mereka. Di hadapan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Kini, pembalasan dendamku resmi dimulai.
Sampul Novel Dia Mengambil Rumah, Mobil, Dan Hatiku
8.4
Saat cinta lama Kevin kembali, ia memilih menceraikan Flora. Bukannya menangis, Flora justru menuntut vila, mobil mewah, serta setengah dari total harta mereka. Kevin terkejut dan baru menyadari bahwa sang istri adalah sosok genius yang selama ini mengatur kesuksesan finansialnya. Sadar telah kehilangan pilar penting dalam hidup dan bisnisnya, kini Kevin harus berjuang keras demi mendapatkan kembali hati Flora yang telah ia lepaskan.
Sampul Novel Never Ending Pleasure
8.3
Kehidupan biasa mahasiswi bernama Becca Willson berubah total setelah takdir mempertemukannya dengan Derren Lambert, CEO perdagangan besar di Chicago yang juga bos mafia ditakuti. Walau bahaya dari musuh-musuh Derren terus mengintai nyawanya, Becca menolak pergi. Ia memilih bertahan di sisi sang penguasa demi gairah membara yang mengikat mereka. Kisah penuh risiko dan hasrat dewasa ini menguji kesetiaan mendalam Becca di tengah dunia gelap.
Sampul Novel Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker
7.9
Saat ibu mertuanya didiagnosis kanker rahim dan memaksa tinggal bersama, sang protagonis dihadapkan pada tuntutan sepihak dari keluarganya. Suami yang egois mengabaikan luka masa lalu pasca melahirkan, sementara putra yang dibesarkannya dengan kasih sayang justru memihak sang nenek. Menolak ditekan atas nama kewajiban moral, ia memutuskan mundur dan membiarkan suami serta anaknya mengurus semuanya sendiri. Kisah rumah tangga modern yang penuh konflik emosional.
Sampul Novel Suamiku Konglomerat Bangkrut
8.5
Setahun berumah tangga, Ayu harus menerima kenyataan pahit bahwa keluarga suaminya, Wicaksono, jatuh miskin. Kemewahan yang dulu ia pamerkan kini berubah menjadi rasa malu di depan lingkungan sosialnya. Di tengah krisis keuangan dan keengganan Jovan untuk mencari nafkah, Ayu juga terus direndahkan oleh sang mertua karena hanya bekerja sebagai guru honorer. Saat pernikahan mereka di ambang kehancuran dan uang kian habis, seorang pria hadir menawarkan posisi sebagai selingkuhan.