APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Thankyou My Angel

Thankyou My Angel

Di usia 25 tahun, Pricillia Amerta yang sukses dipaksa menerima perjodohan dengan CEO kaya, Adrian Askara Biru. Walau awalnya menolak, hubungan mereka berubah manis saat rahasia masa lalu terkuak. Sayangnya, jalinan asmara ini diuji oleh kemunculan wanita dari masa lalu Adrian serta perebutan warisan yang berujung pada percobaan pembunuhan. Menghadapi tekanan rekan kerja dan ancaman maut, sanggupkah cinta keduanya bertahan hingga ke pernikahan?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Cil, barusan sekretarisnya Adrian telpon tuh! Besok pagi ngajak meeting katanya."

"M3 ngajak meeting? Tumben, Wa. Ya udah, lo aja yang dateng. Males gue lihat Adrian."

"Ehh, pamali lo ngomong gitu. Ntar jatuh cinta beneran sama Adrian baru tahu rasa. Lagian besok pagi gue izin. Nganter nyokap cek up dulu, Bos."

"Hih, brengsek lo, Wa. Girang banget lo gue ketemu Adrian."

"Udahlah, Cil. Trima aja lo dijodohin sama Adrian. Ganteng kok dia. Noh, bayangin aja gue yang cowok bisa bilang dia ganteng. Ya meskipun masih gantengan gue sih."

"Makin brengsek lo ya. Udah ah, ganti topik kek."

"Babay, Nona Pricillia. Gue mau jemput Lulu dulu ya. Mau makan siang."

"Lah gue lo tinggal gitu? Wa ... Dewa. Awas lo macem-macem sama adek gue, gue bunuh lo"

Dewa melenggang pergi meninggalkan Cilla tanpa menghiraukan perkataan Cilla. Tak hentinya Cilla mengumpat Dewa dalam hati melihat perlakuan Dewa terhadapnya. Jika tidak sadar bahwa sedang di kantor mungkin dia sudah meneriakkan umpatan itu sekeras-kerasnya.

Cilla hampir saja menjatuhkan ponselnya karena kaget saat ia membuka chat ajakan makan siang yang didalam chat itu terdapat nama Adrian. Duh malas sekali rasanya Cilla menerima tawaran Adrian karena dia sudah membayangkan suasana sekaku apa yang akan ia hadapi. Tapi tidak enak juga dia menolak ajakan Adrian. Bagaimanapun juga saat ini perusahaannya memiliki ikatan dengan perusahaan Adrian yang harus ia jaga.

Cilla berjalan dengan anggun memasuki restoran yang telah ia sepakati bersama Adrian. Okelah tak ada salahnya di coba, pikirnya.

"Hallo, Pak Adrian," sapa Cilla berbasa-basi.

"Hai Cilla."

Adrian langsung bangkit dari tempat duduknya lalu menarik kursi arah depan mejanya dan mempersilahkan Cilla untuk duduk. Adrian tersenyum pada Cilla. Senyum yang mampu menyihir Cilla untuk beberapa detik.

Tidak Cilla pungkiri bahwa ucapan Dewa ada benarnya. Adrian itu lelaki tampan dan tampak berwibawa.

Jantung Cilla berdebar sangat hebat. Memang sudah sangat lama sekali dia tidak sedekat ini dengan pria selain Dewa yang sudah pasti tidak ada getaran apapun meski sudah bertahun-tahun berada didekatnya. Hei, apa ini? Perasaan macam apa ini Cilla?.

Adrian dan Cilla sudah duduk berhadapan."Cilla, are you ok? Kok bengong?" Adrian mengibaskan tangannya di depan wajah Cilla.

"Hehehe, enggak kok. Kamu juga ngapain senyum terus dari tadi?"

"Nggak papa." Adrian menyodorkan buku menu pada Cilla.

Setelah peristiwa terhipnotis senyuman manis tadi, Cilla memang lebih banyak diam. Dia takut Adrian mengetahui ritme jantungnya yang mulai berdebar tak terkendali ini. Sampai dia memilih menu makanan tanpa mempedulikan selera, asal sebut aja yang terlihat di depan matanya.

Sementara Adrian, dia juga terhipnotis dengan kecantikan Cilla. Sejujurnya dia mulai setuju dengan apa yang papanya rencanakan. Bukan, bukan hanya perkara wajah ayu Cilla yang menjadi pertimbangan Adrian, tapi diam-diam Adrian telah menyelidiki latar belakang Cilla dan dia mengagumi Cilla yang sebenarnya.

"Mau saya antar?" tawar Adrian saat Adrian dan Cilla sudah berada di depan restoran setelah makan siang usai.

"Aku bawa mobil kok, Yan."

"Oh ya sudah kalau begitu." Adrian melangkah pergi meninggalkan Cilla.

Cilla menatap Adrian dengan heran. "Ini manusia bodoh apa gimana sih? Say bye kek atau apa gitu," gerutu Cilla.

Tak lama mobil sport berwarna hitam berhenti tepat di depan Cilla. Adrian keluar dari mobil itu dan membuka pintu penumpang depan.

"Ayo, saya antar."

"Ha? Gue bawa mobil, Yan. Kurang jelas?"

"Pak Imam baru saja pergi. Saya bilang biar saya yang antar kamu."

"Wah, mulai main sabotase ya lo."

"Hahaha, mungkin. Ayo." Cilla memasuki mobil itu.

***

Adrian melangkah memasuki apartemennya dengan lelah. Tumpukan pekerjaan di meja kerjanya baru bisa dia selesaikan sore hari ini. Seharian dia tampak hanya memainkan pulpen di atas meja kerjanya.

Seharian ini ingatan tentang wajah ayu Cilla menjadi penyebab kekacauan pekerjannya. Tiba-tiba dia merasakan kerinduan ingin bertemu Cilla setelah dia mendapat kabar bahwa meeting pagi ini dengan gadis itu dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Sekretaris Cilla hanya mengabarkan jika Cilla mendadak ada urusan keluarga. Itu saja.

Usai makan malam, Adrian mengambil benda pipih yang ada di dekatnya dan mendial nomor seseorang.

"Apa? Lo serius? Udah kroscek ulang. Gue nggak mau sampai salah orang ya," ucap Adrian pada lawan bicara di sambungan telpon.

"Serius, Yan. Udah gue cek semuanya. Bener dia orangnya."

"Oke deh, Ben. Thankyou bantuannya ya. Sisa bayaran buat anak buah lo gue transfer segera."

"Siap, Bos." Sambungan telpon terputus.

Adrian masih diam mendapati kenyataan yang baru saja dia dengar. Tapi dia sungguh bahagia luar biasa dengan berita itu. Syukurlah orang yang dia cari ternyata baik-baik saja selama ini. Ingatannya kembali melayang pada masa kecilnya. Adrian tersenyum sendiri. Tuhan memang sangat baik sudah mengirimnya masuk dalam keluarga Hartono dan sekarang dia diberi kesempatan untuk dapat mewujudkan janjinya dulu.

Memang setelah diadopsi keluarga Hartono Mandala ia sibuk untuk menata hidupnya sampai ia kurang fokus mencari informasi tentang orang di masa lalunya.

***

"Sayang, Mama boleh masuk?" tanya Bu Melisa dari balik pintu kamar Cilla.

"Iya Mama, boleh." Bu Melisa melangkah memasuki kamar Cilla dan duduk di dekat Cilla.

"Ada apa, Ma?"

"Gimana hubungan kamu sama Adrian?"

"So far so good sih, Ma. Adrian baik, cuma ya aku butuh lebih mengenal dia."

"Iya, Sayang. Mama ngerti banget. Mama bersyukur setidaknya kamu mau mengenal Adrian."

"Tapi Mama sama Papa harus siap yah apapun yang terjadi nanti."

"Iya, Sayang. Insya Allah Mama siap. Kalau gitu kamu istirahat, Mama pergi dulu ya."

Setelah kepergian Mamanya, Cilla membuka room chat Whatsappnya dengan Adrian. Cilla melihat foto profil Adrian dan dia tersenyum.

"Kok jadi deg-degan gini cuma lihat fotonya doang? Apa aku mulai pengen kenal lebih jauh beneran ya?" monolog Cilla. Tiba-tiba Lulu masuk kamar Cilla dan membuat Cilla salah tingkah.

"Ngapain, Kak? Kok kaget gitu?"

"Nggak sopan banget sih Dek. Ketuk dulu kenapa?"

"Maaf ya, Kak. Aku mau curhat."

"Ha? Apa?"

"Soal Kak Dewa."

"Kenapa? Kamu diapain sama Dewa? Ngomong sama Kakak biar Kakak yang kasih pelajaran."

"Nggak diapa-apain sih, Kak. Cuma dari tadi Kak Dewa nggak bales chat aku."

"Astagfirullahaladzim. Kakak pikir apa, Dek!"

"Aku kan bingung, Kak." Cilla menggaruk tengkuknya yang tidak gatal tanda ia tak tahu harus berbuat apa.

Dia memang bisa dibilang kurang pengalaman dalam hal percintaan seperti ini. Melihat Lulu yang tergila-gila dengan Dewa seperti ini membuat dia mulai berfikir apakah nanti jika ia benar-benar jatuh cinta dengan Adrian ia akan bersikap seperti Lulu pada Dewa. Tiba-tiba Cilla menggelengkan kepalanya.

"Kakak baik-baik aja?"

"Iya, baik. Kamu elegan dikit dong jadi perempuan. Jangan tunjukin kalo lagi bucin."

"Kakak nggak tahu sih rasanya. Makanya jatuh cinta, Kak!"

"Ye, dikasih tahu malah ngajarin. Keluar sana! Kakak mau istirahat."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
9.1
Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.
Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan, miliarder ramah namun ceroboh dalam asmara, kerap memicu pertikaian keluarga karena gemar merayu kekasih para sepupunya. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan. Kini, sang bujangan kaya harus berjuang keras membuktikan ketulusan hatinya. Sanggupkah Erhan meyakinkan wanita tersebut bahwa ia telah sepenuhnya menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Cinta Dalam Keheningan
9.3
Aria menjalani kehidupan yang sunyi sebagai seorang tunawicara yang terabaikan sejak lahir. Takdir membawanya menjadi nyonya di Keluarga Kurnia secara tidak sengaja, meski ia sadar sang suami, Ian, tidak pernah menaruh hati padanya. Situasi kian pelik ketika Letty, cinta pertama Ian, kembali dari luar negeri dan kembali dekat dengan suaminya. Menyadari posisinya yang kian tergeser, Aria memilih menyembunyikan kabar kehamilannya dan bersiap untuk mundur dari pernikahan tanpa cinta tersebut.
Sampul Novel Dendam Birahi Penakluk Hati
9.7
Demi membalas kematian sang adik, Dirham Assegaff tega merenggut kesucian Dinar Azalea. Namun, aksi balas dendam itu berbalik menjadi bumerang saat Dinar mengandung lalu lenyap demi menyembunyikan aibnya. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi. Dirham pun menawarkan pernikahan demi merebut anaknya. Sayang, hadirnya cinta pertama Dirham menjadi rintangan besar. Akankah kebencian terkikis oleh cinta, atau justru luka lama Dinar yang akan semakin perih?
Sampul Novel Mengungkap Rahasia Ibu Mertua
9.4
Niat tulus memberikan hadiah spesial pada Hari Ibu justru mengantarkan sang menantu pada sebuah kenyataan mengejutkan dalam novel Mengungkap Rahasia Ibu Mertua. Tanpa sengaja, ia memergoki ibu mertuanya membawa seorang pria berkulit gelap masuk ke dalam kamar secara sembunyi-sembunyi. Kecurigaan pun memuncak saat sang ibu mertua melangkah keluar setengah jam kemudian dengan wajah yang memerah. Kejadian tak terduga ini menjadi awal mula dari sebuah misteri domestik yang penuh tanda tanya besar.
Sampul Novel Saat Dia Menang, Aku Hilang
9.2
Selama sepuluh tahun, hubungan dengan Julian Jovan, grandmaster catur jenius dari Benua Nathan, tidak pernah berujung pada pernikahan. Julian menolak komitmen demi fokus pada target kariernya. Tanpa berdebat, kekasihnya diam-diam mempersiapkan keberangkatan Julian ke Kejuaraan Dunia. Di saat Julian berhasil meraih piala kemenangan di hadapan dunia, ia tidak menyadari bahwa pasangannya yang sedang sekarat tengah menandatangani surat persetujuan kematiannya sendiri.