APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terperangkap Dendam Bos Arogan

Terperangkap Dendam Bos Arogan

Galih menuduh Aziya sebagai penyebab kecelakaan tragis adik dan tunangannya. Didorong dendam, ia tega menghancurkan pernikahan Aziya hingga berujung perceraian. Namun, kebenaran terungkap saat para korban siuman dan membenarkan isu perselingkuhan yang sebenarnya terjadi. Meski Aziya telah menderita hebat akibat amarah buta Galih, takdir tak terduga justru mempersatukan mereka kembali dalam sebuah ikatan pernikahan baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Makian tidak akan menyelesaikan masalah. Tamparan hanya sedikit memberikan pelajaran. Tapi apa yang harus ia lakukan untuk mengobati rasa sakit ini? batin Aziya saat menatap dua makhluk keji itu di hadapannya.

Aziya melihat, mereka berdua telah pasrah karena ketahuan selingkuh, mereka pasti menunggu apa yang akan diputuskan Aziya.

Lalu iapun berinisiatif mengirimkan pesan untuk orang tua Davina.

["Paman, Bibi, datang ke kost Davina sekarang juga. Sepertinya Davina sakit keras!"] Terkirim...

Sesaat kemudian ia menatap Davina dengan tatapan benci dan muak.

"Bagaimana denganmu Davina, sudah sejauh ini, apakah hidupmu baik-baik saja? Disaat menjadi orang munafik di hadapanku?" ujar Aziya.

"Kau bahkan saudara sepupuku, aku sungguh tidak habis fikir!"

Davina, gadis bersurai panjang itu hanya meremas jarinya, duduk di sebuah kursi plastik di sudut ruangan. Tentu saja ia sangat malu, karena Reza ketahuan mengunjungi kamarnya di malam hari.

"Bagaimana denganmu, Mas Reza? Apa yang harus kukatakan kepada kedua anakku nanti jika suatu saat mereka melihat kenyataan bahwa kelakuan ayahnya seperti ini?

Baiklah, kuharap besok pagi kita sudah menyelesaikan semua masalah ini. Aku ingin kau menjelaskan kepada kedua anakku apa sebabnya kita berpisah, kau bisa melakukannya bukan?"

Aziya berdiri, ia melepaskan pakaian Davina dan menggantinya dengan seragam kerjanya sendiri. Bagaimanapun suasana hatinya, ia hanya harus bersikap tenang saat ini. Ia masih harus menyembunyikan kelakuan Reza dan bibinya yang menjijikkan sampai waktu yang dibutuhkan.

Terbayang di pelupuk matanya gadis kecil sepuluh tahun dan putra kecilnya yang berusia delapan tahun itu, bagaimana ia bisa menjelaskan rasa sakit ini, ataukah ia akan tetap bungkam dan terlihat baik-baik saja?

Rasanya ia ingin menjerit dan menampar-nampar kedua orang itu, akan tetapi ia tak akan lagi menyentuh sedikitpun barang kotor di hadapannya ini. Ia harus bisa menganggap keduanya barang tak berguna lagi. Sampah!

"Sudah sejauh apa kalian, Mas? Jujurlah kepadaku," akhirnya Aziya memberanikan diri untuk berbicara lebih keras. "Jika kau berbohong, kau sama saja menyakiti aku untuk kedua kalinya," katanya lagi, kali ini dengan suara datar.

"Aziya... tidak terjadi apa-apa diantara kami...kami cuma...ah..." Reza gugup dan berusaha berkelit.

Aziya bangkit menuju kamar mandi Davina. Ia sempat mengorek isi sampah itu dan melihat sesuatu di sana. Dengan cepat Aziya mengangkat kotak sampah kecil itu dan menumpahkan isinya di hadapan mereka berdua.

"Apa itu, Davina? Apakah kamu menggunakan kontrasepsi pria? Sudahlah... jangan berkelit lagi, semuanya sudah berakhir. Akan tetapi, perlu kamu ketahui, Davina, kamu harus menanggung malu! Dan itu adalah pilihan!" hardik Aziya keras.

Davina mengangkat kepalanya, menatap marah pada Aziya. "Mas Reza yang merayuku, dia bilang Mbak Ziya tidak bisa memuaskan!" bantahnya dengan muka jahat.

Aziya mengernyit, alasan klasik yang biasa ia dengar dari cerita skandal perempuan penggoda suami orang, ia juga tak mengira punya adik sepupu akhlak bejat seperti ini.

"Benar, sekarang Mas Reza sudah mendapatkan kepuasan darimu, jadi jangan harap sekalipun untuk merasa tidak puas dengan keputusanku. Aku akan membuka kelakuan kalian di hadapan keluarga, dan semoga semua itu bisa memuaskan kalian!"

Sedetik setelah itu, dua orang tua Davina datang tergopoh-gopoh. Mereka menatap bingung pada semua orang yang ada di situ.

"Ada apa ini? Bukankah... bukankah tadi katanya Davina sakit keras?" tanya wanita dengan balutan dress ketat berwarna keperakan di gawang kamar kost Davina.

Ia melihat ke arah putrinya yang baik-baik saja.

"Dia sakit jiwa, Tante. Tolong ajari supaya tidak jadi pelakor," jawab Aziya santai.

"Apa maksudmu, Aziya?"

Bukan menjawab, Aziya hanya tersenyum pahit.

Aziya masih bisa duduk dengan tenang, meninggikan dagu kepalanya dan berbicara dengan santai. Iapun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

["Halo, Fahita. Tolong sampaikan pada Pak Arthur kalau aku nggak enak badan, jadi aku izin malam ini ya,"] ujarnya dengan sedikit mengulas senyum.

Suasana masih tegang, sementara Reza menunduk dalam sambil memijat pelipisnya. Sepertinya masalah ke depannya tidak lagi sederhana, batinnya. Ditambah lagi kedua orang tua Davina ada di tempat ini.

Setelah panggilan telepon, Aziya mengenakan high heels miliknya. Iapun masih bersikap elegan saat berdiri dengan sebuah hand bag berwarna hitam keemasan di tangannya. Menatap sejenak kedua manusia yang hanya bisa terdiam. Seharusnya ia bisa mencabik-cabik saja suasana itu dengan mencakar wajah mereka, tapi tidak, sekali lagi ia akan menahan diri dari bersikap melelahkan.

"Aku akan pulang, aku sangat kecewa, tapi aku hanya perlu menerima semua ini. Tanpa penyesalan! Dasar pengkhianat!"

Tiba-tiba Reza berdiri menghadang Aziya.

"Aziya! Kau sudah keterlaluan! Kita mau bicarakan ini baik-baik, dan semua ini memang salahku, tapi tidak perlu kamu bersikap merasa paling benar. Aziya, tidak perlu bawa-bawa Davina untuk masalah keluarga kita."

'Dasar otak kosong! Sudah salah masih juga saling membela!' ingin rasanya Aziya melontarkan semua kata-kata itu. Akan tetapi ini bukan ranah perdebatan, bukan ajang negoisasi.

Aziya hanya tersenyum miring, menerabas tubuh Reza hingga pria itu mundur selangkah, lalu iapun pergi tanpa permisi meninggalkan mereka di sana.

Aziya melangkah menguatkan langkahnya yang gemetaran. Rasa ngilu merambat dengan cepat ke relung dadanya. Iapun menepuk-nepuk dadanya dengan tangan kanannya untuk meredam rasa sakit yang menusuk.

"Hancur sudah...habis sudah... apakah aku kuat menjalaninya?" lirih Aziya dalam kepiluan saat berlalu dari hadapan mereka. Iapun berhenti dalam kegelapan untuk mengusap air matanya yang sejak tadi tertahan. Ia sangat berusaha keras untuk tidak terlihat lemah di hadapan kedua insan yang berkhianat itu.

Brakk!

Sayup terdengar keributan di sana, seperti seseorang telah mendapatkan hantaman keras. Tapi Aziya tak perduli lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Bertahun-tahun aku membiayai hidup Mas Arya, termasuk menyokong ibu dan adiknya saat dia kesulitan uang. Namun, keputusannya untuk menikah lagi secara diam-diam menghancurkan segalanya. Ini saatnya aku melangkah pergi dan membiarkan dia menanggung seluruh beban finansial keluarganya sendirian. Biar dia sadar betapa berharganya diriku yang selalu diremehkannya. Aku menolak bertahan di pernikahan beracun ini; masa depanku berharga dan aku layak bahagia.
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Sebagai CEO sukses dan duda satu anak, Rehan Hadinata merindukan kehadiran sosok wanita di hidupnya. Di tengah banyaknya wanita yang mencoba mendekat, belum ada satu pun yang mampu memikat hatinya. Suatu ketika, Rehan mencoba peruntungan melalui aplikasi kencan daring dan terpikat oleh profil Nesya Cintia Ayu. Ia pun memutuskan berkirim pesan untuk memulai perkenalan. Akankah obrolan ini membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?
Sampul Novel Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
9.4
Bagi Pratama, Dewi cuma persinggahan sementara sebelum ia kembali pada kekasih lamanya. Usai dicampakkan begitu saja, Dewi dibiarkan hancur menghadapi hinaan keluarga Pratama. Di tengah kepedihan mendalam akibat janji-janji palsu tersebut, takdir mempertemukan Dewi dengan Reza. Kehadiran pria ini membawa ketulusan nyata yang jauh berbeda dari pengkhianatan masa lalu. Kini, Dewi harus memilih: tetap menutup diri atau berani membuka hati kembali di bawah bayang-bayang trauma.
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka menjalani hidup yang serbawanita namun hampa tanpa kehadiran orang tua. Di tengah kekhawatiran para pelayan setianya akan kelangsungan warisannya, sebuah perjalanan ke tempat penuh memori masa kecil mempertemukannya dengan seorang gadis misterius yang hendak bunuh diri. Kejadian tersebut mengorek kembali trauma masa lalu Dirka. Walau gadis itu memilih bungkam, Dirka tidak sanggup mengabaikannya dan memilih membawanya pergi guna menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel Kursi Panas di Kantor
8.9
Giselle Putri Natapradja, konsultan senior ambisius di The Converge, harus merelakan posisi partner impiannya direbut oleh Akira Hangga Aryanto, pria kompeten dari firma ternama. Keadaan kian pelik karena Akira adalah sosok dari masa lalu yang pernah terlibat cinta satu malam dengannya. Kini, di tengah rivalitas kerja yang sengit untuk membuktikan kapasitas diri, mereka juga harus berjuang keras menahan kembali gejolak asmara lama yang perlahan mulai membara.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita hanyalah gadis pemalas dan ceroboh yang memiliki banyak kekurangan. Di balik sifatnya itu, ia sangat beruntung memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat cerdas yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya. Namun, kedekatan mereka mulai diuji ketika Luna menyadari hadirnya benih cinta pertama di hatinya. Sialnya, perasaan itu tumbuh untuk Athala. Kini, persahabatan erat mereka terancam berubah total akibat munculnya perasaan rumit tersebut.