APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terperangkap Dendam Bos Arogan

Terperangkap Dendam Bos Arogan

Galih menuduh Aziya sebagai penyebab kecelakaan tragis adik dan tunangannya. Didorong dendam, ia tega menghancurkan pernikahan Aziya hingga berujung perceraian. Namun, kebenaran terungkap saat para korban siuman dan membenarkan isu perselingkuhan yang sebenarnya terjadi. Meski Aziya telah menderita hebat akibat amarah buta Galih, takdir tak terduga justru mempersatukan mereka kembali dalam sebuah ikatan pernikahan baru.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah merasa lega dan kembali menuju pulang dengan motor miliknya, iapun teringat bahwa dompet miliknya tertinggal di kantor. Bagaimanapun ia harus mengambil dompet tersebut malam ini juga atau besok akan semakin kesusahan, karena tentu saja banyak hal penting di dalamnya.

Lalu ia melaju pelan, dan begitu juga air matanya terkadang masih merembes keluar tak bisa ditahan lagi. Ia menangis pilu sambil kembali berkendara dengan motornya di tengah malam yang dingin.

Suasana kantor sudah sangat sepi karena hanya beberapa staff saja yang masih lembur di sana, termasuk dirinya, hanya saja ia membatalkan niatnya sampai pagi.

Aziya memasuki kantornya langsung menuju meja kerjanya. Akan tetapi ia tak menyangka seseorang telah berada di sana.

"Kacau sekali," gerutu pria itu yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Sepertinya dia adalah orang yang memeriksa hasil laporan Aziya.

"Permisi, maaf...saya..."

"Heh, ini meja kerjamu? Apa nggak bisa rapi sedikit? Lihat, laporan kamu berantakan dan meja kerja kamu juga berantakan! Ada serpihan makanan di sana sini, kamu kira ini kafe?!" gertak pria itu garang.

Aziya bengong, masalah apa lagi yang menimpanya malam ini? Siapa pria ini? Sepertinya tidak asing baginya.

"Laporan ini harus selesai malam ini juga, kenapa masih juga santai?! Oh ya, lain kali jangan makan cemilan sembarangan ya, carilah cemilan yang tidak bikin kotor tempat kerja!"

Aziya tertunduk, ia tak lagi ingin beralasan karena suasana hatinya sangat buruk.

Ia membiarkan dirinya habis dimaki saja, mungkin bisa sedikit mengurangi rasa sakit yang berlebihan sebelumnya.

Setelah pria itu pergi, Fahita mendekati Aziya perlahan.

"Katanya izin, kenapa balik lagi?"

"Nggak tau, lagi apes banget aku malam ini. Habis liat setan alas sekarang malah dimaki orang asing," keluh Aziya serius, ia bahkan menitikkan air mata tanpa sadar. Tadinya ia mau bersiap pulang, tapi melihat situasi perusahaan masih genting, ia tak bisa mengabaikan begitu saja, setidaknya ia harus melupakan masalah pribadinya di saat seperti ini.

"Ssst, dia bukan orang asing, Zi," kata Fahita berusaha mengingatkan.

"Aah, masa bodo. Sekarang aku sakit banget rasanya, siapapun dia, hidupku makin buruk malam ini," desahnya kemudian sambil bersikap tak perduli apapun yang dikatakan Fahita.

Fahita melihat Aziya keheranan, sebab tak biasanya Aziya terlihat sangat serius dan murung seolah memikul beban yang sangat berat.

"Kamu beneran nggak lagi sakit, Zi?" tanya Fahita sekali lagi. "Kalau sakit ya udah pulang aja, aku yang akan tanggung jawab pekerjaan kamu."

Aziya melihat Fahita dengan termangu. Ingin rasanya ia menumpahkan beban pikirannya sekarang ini, akan tetapi apakah ia bisa? Selama ini Fahita melihat mereka sebagai pasangan yang paling serasi di kalangan teman-temannya, apa jadinya kalau semua tahu bahwa ia diselingkuhi seorang bajingan? Oh, betapa malangnya kamu, Aziya!

"Enggak Fa, enggak perlu. Aku mau selesaikan saja kerjaanku dan mungkin mau cuti beberapa hari ke depan. Aku capek."

"Cuti? Tumben...," Fahita tak melanjutkan ucapannya. Ia bisa melihat Aziya bersikap dingin dan aneh, iapun akhirnya hanya bisa mengangguk dan beringsut pergi.

Pukul dua malam, pekerjaan Aziya selesai juga akhirnya. Begitu juga Fahita yang berjalan ke arahnya dengan wajah yang kelelahan.

"Zi, aku pulang duluan ya. Gimana Reza, jam berapa dia jemput kamu?"

"Uhmm, aku pulang pagi kayaknya. Sekaligus mau persiapan cuti, jadi aku mau beresan meja kerjaku. Ya udah gih, pulang duluan sana."

"Hmm, oke kalau gitu. Bye." Fahita berpamitan, dan Aziya hanya melemparkan senyum tipis.

Suasana menjadi hening setelah beberapa lama kemudian. Aziya berpikir pastilah hanya tinggal dirinya yang berada di ruangan besar divisi administrasi saat ini. Iapun melepaskan blazer dan sepatu miliknya, merendahkan sandaran kursi sehingga ia bisa sedikit rebah di sana.

Sesaat kemudian pikirannya melayang pada kejadian di kamar kost Davina, dadanya seakan sesak karenanya.

Sebagai istri yang mendampingi Reza selama hampir sepuluh tahun, apakah ini pada akhirnya? batin Aziya sedih.

Dikhianati, diselingkuhi saat sudah memiliki dua orang anak, apakah yang harus ia lakukan? Apakah berpisah adalah satu-satunya jalan untuk semua permasalahan ini? Ia bahkan rela menikah muda demi kemauan mereka, dan ini balasannya?

Aziya mulai mengeluarkan air matanya, sampai akhirnya ia benar-benar terisak menyesali kejadian tersebut, menyesali bagaimana peristiwa dramatis menghampiri hidupnya saat ini.

Aziya tak menyadari, seseorang telah di sana melihat apa yang ia lakukan.

"Aku baru tahu kalau tempat kerja bisa jadi tempat pelarian orang frustasi," kata sebuah suara dari arah belakangnya.

Aziya terkejut, dari suaranya ia tahu kalau pria itu adalah pria yang mengritisi meja kantornya tadi.

Selagi mengusap air matanya, Aziya menatapnya kesal.

"Dari tadi kau terlalu ikut campur. Apa sih maumu?" kali ini Aziya bersuara sedikit geram karena marah.

"Hoho, tapi sebenarnya aku memang berhak ikut campur dengan semua urusan di sini. Termasuk menegur karyawan yang cuma tiduran dan pergi semaunya pada jam kerja. Oh ya, ini sudah malam, sebaiknya kamu pulang dulu, bukankah kau punya keluarga?"

Aziya makin kesal saja.

"Terserah aku! Pergi sana, dan jangan terlalu ikut campur dengan urusanku!"

Pria itu tersenyum miring, ia tak menyangka mendapatkan perlawanan keras dari Aziya, tapi sebenarnya dia hanya akan mengalah saja. Sengaja, karena apa yang ia lakukan saat ini adalah sesuatu yang ia nantikan. Ia mencari saat yang tepat untuk terlibat dengan wanita ini.

"Kenapa nggak pergi? Bukannya pergi malah melotot begitu?" cerca Aziya lagi. Suasana hatinya benar-benar buruk.

"Begini, tadi aku meletakkan dompet di situ, jadi di mana kamu menyimpannya? Apa kau mengambilnya?"

Mengambilnya? Apa itu tuduhan untuknya. Dengan kesal Aziya bangkit dan melihat-lihat, tapi tak ada dompet di mejanya.

Dan ternyata ia melihatnya ada di bawah meja.

"Tuh, ada di situ. Ambil sana sendiri dan cepat pergi dariku!" sergahnya.

"Baiklah tuan putri, tak masalah aku mengalah saat ini, tapi suatu hari nanti kita akan impas," jawab pria itu lalu mengambil dompet di bawah meja.

"Impas?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Bertahun-tahun aku membiayai hidup Mas Arya, termasuk menyokong ibu dan adiknya saat dia kesulitan uang. Namun, keputusannya untuk menikah lagi secara diam-diam menghancurkan segalanya. Ini saatnya aku melangkah pergi dan membiarkan dia menanggung seluruh beban finansial keluarganya sendirian. Biar dia sadar betapa berharganya diriku yang selalu diremehkannya. Aku menolak bertahan di pernikahan beracun ini; masa depanku berharga dan aku layak bahagia.
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Sebagai CEO sukses dan duda satu anak, Rehan Hadinata merindukan kehadiran sosok wanita di hidupnya. Di tengah banyaknya wanita yang mencoba mendekat, belum ada satu pun yang mampu memikat hatinya. Suatu ketika, Rehan mencoba peruntungan melalui aplikasi kencan daring dan terpikat oleh profil Nesya Cintia Ayu. Ia pun memutuskan berkirim pesan untuk memulai perkenalan. Akankah obrolan ini membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?
Sampul Novel Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
9.4
Bagi Pratama, Dewi cuma persinggahan sementara sebelum ia kembali pada kekasih lamanya. Usai dicampakkan begitu saja, Dewi dibiarkan hancur menghadapi hinaan keluarga Pratama. Di tengah kepedihan mendalam akibat janji-janji palsu tersebut, takdir mempertemukan Dewi dengan Reza. Kehadiran pria ini membawa ketulusan nyata yang jauh berbeda dari pengkhianatan masa lalu. Kini, Dewi harus memilih: tetap menutup diri atau berani membuka hati kembali di bawah bayang-bayang trauma.
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka menjalani hidup yang serbawanita namun hampa tanpa kehadiran orang tua. Di tengah kekhawatiran para pelayan setianya akan kelangsungan warisannya, sebuah perjalanan ke tempat penuh memori masa kecil mempertemukannya dengan seorang gadis misterius yang hendak bunuh diri. Kejadian tersebut mengorek kembali trauma masa lalu Dirka. Walau gadis itu memilih bungkam, Dirka tidak sanggup mengabaikannya dan memilih membawanya pergi guna menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel Kursi Panas di Kantor
8.9
Giselle Putri Natapradja, konsultan senior ambisius di The Converge, harus merelakan posisi partner impiannya direbut oleh Akira Hangga Aryanto, pria kompeten dari firma ternama. Keadaan kian pelik karena Akira adalah sosok dari masa lalu yang pernah terlibat cinta satu malam dengannya. Kini, di tengah rivalitas kerja yang sengit untuk membuktikan kapasitas diri, mereka juga harus berjuang keras menahan kembali gejolak asmara lama yang perlahan mulai membara.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita hanyalah gadis pemalas dan ceroboh yang memiliki banyak kekurangan. Di balik sifatnya itu, ia sangat beruntung memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat cerdas yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya. Namun, kedekatan mereka mulai diuji ketika Luna menyadari hadirnya benih cinta pertama di hatinya. Sialnya, perasaan itu tumbuh untuk Athala. Kini, persahabatan erat mereka terancam berubah total akibat munculnya perasaan rumit tersebut.