APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terperangkap Dendam Bos Arogan

Terperangkap Dendam Bos Arogan

Galih menuduh Aziya sebagai penyebab kecelakaan tragis adik dan tunangannya. Didorong dendam, ia tega menghancurkan pernikahan Aziya hingga berujung perceraian. Namun, kebenaran terungkap saat para korban siuman dan membenarkan isu perselingkuhan yang sebenarnya terjadi. Meski Aziya telah menderita hebat akibat amarah buta Galih, takdir tak terduga justru mempersatukan mereka kembali dalam sebuah ikatan pernikahan baru.
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam ini Aziya merasa letih, ia harus menghubungi Davina untuk menumpang istirahat di kamar kost milik sepupunya itu.

["Vin, malam ini aku mau numpang tidur di kostan mu ya. Kebetulan malam ini aku lembur, jadi aku mau numpang istirahat sebentar," kata Aziya, sudah lama ia tidak menumpang istirahat di kamar kost milik Davina.]

["Oh, iya Zi, ambil aja kuncinya ya, kebetulan aku lembur juga, jadi nanti aku pulang lebih malam."]

"Oke, aku mau numpang tidur malam ini ya. Di mana kamu taruh kunci? Aku harus ambil di mana?," kata Aziya menanyakan letak kunci kamar Davina sepupunya.

["Ambil saja di atas pintu di lubang angin. Nanti pas kamu mau tidur, letakkan lagi di atas pintu biar aku bisa masuk tanpa ngebangunin kamu," jawab Davina, sementara ia sedang meneruskan pekerjaannya.]

["Okelah Vin, aku meluncur sekarang ya."]

Obrolan singkat lewat telepon antara Aziya dan Davina yang terlihat akrab itulah sebenarnya awal dari terkuaknya sebuah kenyataan paling pahit dan mengejutkan Aziya malam itu.

Akan tetapi, haruskah Aziya menyesal mengetahui kenyataan itu?

***

Aziya menguap beberapa kali saat melangkah melalui lorong sepi rumah kost Davina, dirinya sungguh sangat letih saat ini. Melihat ke sekeliling rumah kost, di tempat itu memang selalu sepi karena hanya ada tiga kamar kost dan semuanya pegawai perusahaan yang memiliki sift siang dan malam. Sepertinya ketiganya saat ini memiliki sift yang sama, yaitu sift malam.

Sedikit limbung, iapun melangkah sampai depan pintu kamar Davina. Lalu meraba atas pintu kamar tersebut untuk mengambil kuncinya.

Ceklek!

Aziya membuka pintu lalu menguncinya kembali, meletakkan kunci tersebut di atas pintu lagi supaya Davina bisa masuk setelah pulang kerja tanpa membangunkan dirinya.

Aziya melempar tas kerja miliknya sembarangan lalu melepaskan high heels miliknya. Hari ini dia sangat lelah karena harus lembur sampai pagi. Perusahaan sedang tutup buku akhir tahun sehingga ia harus juga berjuang merapikan laporannya.

"Aku akan tidur tiga puluh menit saja," gumamnya sembari memasang alarm di ponselnya lalu menepuk kasur di sampingnya.

"Akhirnya aku bisa menempel denganmu," lirih Aziya sambil menepuk bantal empuk yang hendak ia tiduri.

"Ah, aku lupa matikan lampunya," katanya lagi lalu beranjak turun mematikan lampu supaya lebih bisa tidur nyenyak. Tak lupa iapun menenggelamkan dirinya di dalam selimut yang tebal dan lembut milik Davina sehingga lebih nyaman.

Tak lama kemudian Aziya benar-benar tertidur. Akan tetapi dua puluh menit kemudian, Aziya dikejutkan dengan pelukan seorang pria. Iapun berusaha melepaskan dirinya, akan tetapi tangan pria itu menahannya dengan kuat.

"Diam Davina, aku masih sangat mengantuk. Biarkan aku peluk kamu dulu, hmm..." suara berat dan pelan itu mengusik alam bawah sadarnya. Ia belum sepenuhnya sadar, tapi insting di tubuhnya menghentakkan kesadarannya.

Seketika Aziya terkejut bukan main. Ia sungguh terkejut mendengar suara pria yang baru saja berbicara begitu lembut di belakangnya dan menahan pinggangnya. Kali ini dadanya berdegup kencang, memikirkan apa dan siapa yang sebenarnya ia hadapi. Iapun mencoba menangkap tangan lelaki itu dan merabanya. Tentu saja, ia sungguh mengenali siapa sebenarnya pria itu bahkan dari aromanya saja.

Aziya semakin tak tahan dan merasa jijik. Pria itu pasti mengira bahwa dirinya adalah Davina?! Ini sangat menakutkan!!

Dengan cepat Aziya melepaskan diri dari pelukan pria itu. Ia harus meyakinkan dirinya, tapi apa? Apa yang harus ia lakukan setelah ini?

Dengan tangan gemetar, Aziya menekan saklar lampu di kamar Davina.

Klek!

Seperti dugaannya, pria itu adalah Reza, suaminya sendiri. Air mata Aziya berderai jatuh perlahan, menatap bingung pada pria yang terbaring di tempat tidur Davina tanpa menyadari apa yang terjadi. Aziya bingung, galau tak menentu. Akan tetapi terbersit di kepalanya untuk melakukan sesuatu. Iapun meraih salah satu pakaian Davina dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tersebut.

Meskipun hatinya sangat sakit dan benci, ia penasaran, apakah semua itu seperti apa yang dipikirkannya sekarang ini? Dia butuh bukti!

Setelah selesai iapun kembali mematikan lampu masuk ke dalam selimut dengan hati-hati.

Kali ini ia memeluk erat Reza secara berhadapan.

"Davina, kamu sudah bangun ya..." lirih pria itu dalam kegelapan. Sepertinya pria itu belum menyadari siapa wanita di hadapannya.

Sangat mengejutkan, pria itu sungguh berusaha mencumbunya dengan mencium leher dengan agresif.

Hanya air mata yang keluar dari pelupuk matanya. Dia sungguh ingin memakinya habis-habisan, akan tetapi hanya isakan yang keluar dari bibirnya.

"Hei...kok menangis, sayang. Tumben, biasanya kamu melawanku dengan baik, hmm," kata Reza menghentikan aktivitasnya.

"Mas Reza! Bangun!" pekik Aziya, membuat pria berselimut itu membuka lebar-lebar matanya. Dan saat itu juga Aziya menyalakan lampu kamar.

"Aziya? Ka-kau di-sini?" terlihat wajah kebingungan masih di atas pembaringan. Ia menatap Aziya tak berdaya.

"Kau selalu melakukan ini, Mas?" lirih Aziya tak tahan lagi.

Pada saat bersamaan, Davina yang baru saja tiba juga ikut terkejut melihat apa yang ada di depannya, tapi Aziya langsung mengatakan sesuatu untuknya.

"Davina...teganya kamu..." isak Aziya menyedihkan. "Apa yang harus kukatakan pada kalian? Apakah umpatan kotor dariku akan cukup buat kalian?"

Reza tertunduk kebingungan, sesekali menatap Davina kalut. Ia tak menyangka wanita yang dipeluk dan diciumnya tadi adalah istrinya sendiri bukan Davina pacar gelapnya yang merupakan sepupu Aziya. Padahal ia juga merayu dengan menyebut-nyebut Davina, sepupu istrinya itu.

Sebenarnya Davina tak tahu apa yang sedang terjadi sebelum ia tiba di kamarnya, akan tetapi sudah dipastikan mereka sudah ketahuan Aziya. Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga.

Apa boleh buat, akhirnya Aziya harus menelan kenyataan pahit, tak ubahnya seperti dirinya saat ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Bertahun-tahun aku membiayai hidup Mas Arya, termasuk menyokong ibu dan adiknya saat dia kesulitan uang. Namun, keputusannya untuk menikah lagi secara diam-diam menghancurkan segalanya. Ini saatnya aku melangkah pergi dan membiarkan dia menanggung seluruh beban finansial keluarganya sendirian. Biar dia sadar betapa berharganya diriku yang selalu diremehkannya. Aku menolak bertahan di pernikahan beracun ini; masa depanku berharga dan aku layak bahagia.
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Sebagai CEO sukses dan duda satu anak, Rehan Hadinata merindukan kehadiran sosok wanita di hidupnya. Di tengah banyaknya wanita yang mencoba mendekat, belum ada satu pun yang mampu memikat hatinya. Suatu ketika, Rehan mencoba peruntungan melalui aplikasi kencan daring dan terpikat oleh profil Nesya Cintia Ayu. Ia pun memutuskan berkirim pesan untuk memulai perkenalan. Akankah obrolan ini membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?
Sampul Novel Cinta Palsumu Menghancurkan Hidupku
9.4
Bagi Pratama, Dewi cuma persinggahan sementara sebelum ia kembali pada kekasih lamanya. Usai dicampakkan begitu saja, Dewi dibiarkan hancur menghadapi hinaan keluarga Pratama. Di tengah kepedihan mendalam akibat janji-janji palsu tersebut, takdir mempertemukan Dewi dengan Reza. Kehadiran pria ini membawa ketulusan nyata yang jauh berbeda dari pengkhianatan masa lalu. Kini, Dewi harus memilih: tetap menutup diri atau berani membuka hati kembali di bawah bayang-bayang trauma.
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka menjalani hidup yang serbawanita namun hampa tanpa kehadiran orang tua. Di tengah kekhawatiran para pelayan setianya akan kelangsungan warisannya, sebuah perjalanan ke tempat penuh memori masa kecil mempertemukannya dengan seorang gadis misterius yang hendak bunuh diri. Kejadian tersebut mengorek kembali trauma masa lalu Dirka. Walau gadis itu memilih bungkam, Dirka tidak sanggup mengabaikannya dan memilih membawanya pergi guna menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel Kursi Panas di Kantor
8.9
Giselle Putri Natapradja, konsultan senior ambisius di The Converge, harus merelakan posisi partner impiannya direbut oleh Akira Hangga Aryanto, pria kompeten dari firma ternama. Keadaan kian pelik karena Akira adalah sosok dari masa lalu yang pernah terlibat cinta satu malam dengannya. Kini, di tengah rivalitas kerja yang sengit untuk membuktikan kapasitas diri, mereka juga harus berjuang keras menahan kembali gejolak asmara lama yang perlahan mulai membara.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita hanyalah gadis pemalas dan ceroboh yang memiliki banyak kekurangan. Di balik sifatnya itu, ia sangat beruntung memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat cerdas yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya. Namun, kedekatan mereka mulai diuji ketika Luna menyadari hadirnya benih cinta pertama di hatinya. Sialnya, perasaan itu tumbuh untuk Athala. Kini, persahabatan erat mereka terancam berubah total akibat munculnya perasaan rumit tersebut.