APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaut Cinta Dua Pria

Terpaut Cinta Dua Pria

Setahun berpacaran, Mario berkeras menikahi Rhea. Namun, rencana ini ditentang keras keluarga konglomeratnya yang tak sudi menerima status Rhea sebagai ibu tunggal. Ayah Mario bahkan menyembunyikan identitas sang putra demi menggagalkan pernikahan. Konflik kian rumit saat masa lalu Rhea hadir kembali. Brandon menuntut penjelasan tentang Kaisan, anak yang selama ini dirahasiakan. Begitu Rhea jujur, Brandon pun syok mengetahui dirinya memiliki darah daging.
Bab
Bagikan

Bab 2

Mata itu lantas menatap nyalang wajah Brandon yang tengah menatap wajah Kaisan. Dari matanya terpancar darah yang mengalir darinya.

“Usianya pasti sudah tiga tahun. Seumuran dengan Gaftan karena mereka satu sekolah. Katakan dengan jujur, Rhea. Dia … anak aku, kan?” tanyanya dengan mata menatap lekat wajah Rhea.

Perempuan itu lantas tersenyum campah. “Bahkan, usia pernikahan kamu dengan Tari saja sudah memasuki empat tahun. Kapan, kita ketemunya? Apa pernah, kita bertemu setelah kamu menikahi perempuan pilihan orang tua kamu itu? Nggak pernah, Brandon.”

Rhea lalu menelan salivanya dengan pelan. “Aku tahu ini konyol. Tapi, sepertinya kamu telah salah menilaiku yang katanya baik. Orang tua kamu tidak salah memilih Tari yang mereka jadikan sebagai menantunya. Karena aku tidak sebaik dia.

“Aku … bukan hanya kamu hanya saja yang menjadi pacarku saat itu, Brandon. Karena aku tahu, hubungan kita nggak akan lancar setelah kamu memberi tahu ada yang harus kamu lakukan demi orang tua kamu itu. Ya. Saat itu juga aku mencari pengganti kamu, bermain gila di belakang kamu dan ini hasilnya.”

Rhea memilih untuk menjelekkan namanya daripada harus mengakui Kaisan sebagai anak Brandon. Ia lalu mengusap air mata yang turun tanpa diminta.

“Aku selingkuh dari kamu sebelum kita mengakhiri hubungan itu. Dia bukan anak kamu, tapi anak dari ayah yang selama ini selalu menemani aku. Jangan salah paham, Brandon. Dia bukan anak kamu. Jalani saja hidup kamu dengan istri juga anak kamu.”

Rhea kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Brandon juga anaknya itu. Berjalan dengan langkah lebarnya sembari menggendong anak semata wayangnya itu.

“Mami kenapa nangis?” tanya Kaisan dengan lembut.

“Heuh? Nggak kok, Nak. Mami kelilipan bulu mata Mami. Perih, makanya keluar air mata.” Rhea lalu mengusap air matanya sembari mengulas senyumnya.

Lagi, Brandon berhasil menarik tangan Rhea setelah memasukkan Gaftan ke dalam mobilnya.

“Brandon, cukup! Ak—“

“Aku tidak percaya dengan ucapan kamu tadi, Rhea. Kamu tidak akan pernah melakukan hal itu. Kamu pun tahu aku melakukan ini semu—“

“Brandon! Apa yang kamu tahu dari diri aku? Hanya karena selama dua tahun itu aku tidak pernah mengkhianati kamu, kamu tidak percaya dengan semua fakta yang sebenarnya?” Rhea menyela ucapan Brandon.

“Oke! Oke. Kalau memang saat itu kamu selingkuh di belakang aku, sekarang aku mau tanya. Kapan, waktu kosong kamu untuk mengkhianati aku saat itu?”

Rhea terdiam. Tidak mampu menjawab pertanyaan yang membuatnya merasa dijebak. Ia hanya bisa menelan salivanya dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari mantan kekasihnya itu

“Rhea. Siapa, orang yang sudah mengisi hidup kamu selama ini? Aku senang, kamu sudah mendapat pengganti aku, aku senang. Tapi, aku hanya minta, jawab pertanyaanku dengan jujur. Aku tidak butuh pengakuan, hanya ingin tahu saja.”

Brandon mengadahkan kepalanya menahan air mata yang ingin keluar dari sudut matanya. Melihat Rhea setelah empat tahun lamanya perempuan itu selalu bersembunyi, ada rasa rindu yang hadir dalam dirinya. Ingin memeluk perempuan itu, tapi tidak sanggup.

Dia sudah bukan siapa-siapanya lagi. Hanya sebatas kenangan yang pernah hadir dalam hidupnya saat itu. Hanya bisa mengingat kebahagiaan yang pernah lewati bersama kala itu.

“Tidak perlu pengakuan atau apa pun itu, itu artinya kamu tidak perlu tahu tentang semuanya, Brandon. Aku bukan wanita baik-baik. Aku bukan wanita yang bisa kamu jamin kalau aku tidak punya niat jahat kayak gitu.”

Brandon lalu meraih pundak Rhea dengan tangan bergetar. Menekan pundak itu dan meremasnya pelan. Menundukkan kepalanya sembari menyusut hidungnya dan mengusap air matanya.

“Om kenapa nangis?” tanya Kaisan yang tengah duduk di kursi mobil.

Brandon lalu menatap Kaisan dengan tatapan lekatnya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap Rhea kembali.

“Kamu masih berbohong, Rhea. Aku siap bertanggung jawab dan memberikan semua kebutuhan dia.”

Rhea terkekeh pelan lalu menatap Brandon lagi. “Hei! Kamu siapa, mau memberikan semua kebutuhan anak aku dan bertanggung jawab? Kita memang pernah melakukan itu. Tapi, dia bukan anak kamu. Jangan sembarangan memutuskan hanya karena kita pernah menjalin hubungan, Brandon. Dia … bukan anak kamu.”

Brandon menyunggingkan senyum tipis lalu membuang muka dengan pelan. Kembali menatap Rhea kembali dan menghela napasnya dengan panjang.

“Aku tidak pernah seyakin ini sebelumnya, Rhea. Kenapa harus kamu sembunyikan? Hanya karena tidak mau membuat aku merasa bersalah karena sudah memilih menikah dengan pilihan orang tuaku?”

Rhea menggeleng. “Nggak. Jangan kepedean, Brandon. Aku udah bilang ke kamu tadi. Dia bukan anak kamu! Sudah aku tegaskan sekali lagi. Dia, bukan anak kamu. Dia anak aku. Dia orang asing bagi kamu. Jangan pernah menemui aku lagi. Pertemuan kita cukup sampai di sini saja. Kaisan akan aku pindahkan sekolahnya.”

Brandon kembali menyunggingkan senyum lirih. “Kalau kamu tidak merasa, kenapa harus memindahkan dia dari sekolah ini? Karena sudah mencakar wajah Gaftan? Kurasa bukan itu alasannya.”

Rhea menelan saliva dengan pelan. Menundukkan kepalanya dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari mantan kekasihnya itu.

“Rhea ….”

“Hei!”

Mario yang sedari tadi menerbitkan senyumnya lantas memudar kala melihat Rhea yang rupanya tengah berbincang dengan Brandon.

“Daddy!” seru Kaisan lalu meraih bahu Mario. Memeluknya karena senang, Mario datang kemari.

Rhea menghela napasnya panjang. “Kamu dengar sendiri kan, dia memanggil Mario apa? Daddy! Kaisan … anaknya Mario, bukan anak kamu.” Dengan suara bergetar, perempuan itu memberi tahu ayah dari Kaisan.

Mario hanya tersenyum tipis mendengarnya. Ia lalu menggendong Kaisan yang sedari tadi memintanya untuk digendong.

“Nice to meet you, Brandon!” ucap Mario dengan pelan.

Brandon terdiam. Menatap Mario yang terlihat canggung saat bertemu dengannya.

“Sejak kapan, kalian menjalin hubungan?” tanya Brandon ingin tahu. Matanya menatap bergantian wajah Rhea dan Mario yang berdiri bersampingan.

Mario menoleh kepada Rhea yang tengah menatapnya. “Sejak … elo nikah, sama Tari,” jawabnya sembari mengulas senyum. "Apa kabar, Brandon?" tanya Mario basa basi sembari menerbitkan senyum kepada lelaki itu.

Brandon tersenyum campah. “Jawaban kalian berbeda. Dari sini aja udah ketahuan, kalau kalian emang menyembunyikan sesuatu, dari gue!"

Deg!

Jantung Mario langsung berdebar usai mendengar ucapan Brandon yang menyatakan jika jawabannya dengan Rhea tidak sama.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, terus menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Demi memisahkan Bastian dari bayang-bayang mantan istrinya, Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga. Sementara itu, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku
8.3
Muak dikhianati Agung serta ditindas oleh keluarga mertuanya, Serani Gunawan mantap mengambil keputusan untuk bercerai. Penyesalan mendalam segera menghampiri sang mantan suami ketika menyadari bahwa CEO baru di kantornya adalah Serani, yang selama ini menyembunyikan status miliardernya. Demi menguasai kekayaan Serani, Agung dan selingkuhannya menyusun berbagai rencana jahat. Beruntung, Serani tidak sendirian; dua pria kaya dan tampan siap mendampinginya menghadapi setiap ancaman demi menemukan cinta sejati.
Sampul Novel Hamil dengan Mantan Bosku
8.9
Tiga tahun mengabdi sebagai sekretaris dan kekasih Juan, Cynthia didepak begitu saja demi wanita lain. Dalam pelariannya, ia harus menghadapi kehamilan serta ketamakan ibunya yang menghancurkan hidupnya. Lima tahun berselang, Cynthia kembali menjadi wanita yang jauh lebih tangguh. Di sisi lain, Juan yang didera penyesalan mendalam dan hidupnya kacau, kini justru memohon agar Cynthia bersedia kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian
8.7
Becky didepak Rory Arsenio setelah tiga tahun pernikahan hambar akibat fitnah keguguran Berline. Menolak mengemis maaf, Becky mantap bercerai. Keluarga Arsenio gempar saat menyadari Becky sebenarnya pewaris kaya, bukan pemburu harta. Rory yang telanjur terpikat kini berbalik mengejar mantan istrinya. Namun, Becky telah bertransformasi menjadi wanita mandiri yang sulit didekati. Akankah hati Becky melunak pada penyesalan Rory, atau ia akan berpaling ke pria lain?
Sampul Novel KUSEMBUNYIKAN KEKAYAANKU DARI SUAMI DAN MERTUA
9.6
Mia lelah terus-menerus direndahkan oleh ibu mertuanya karena dinilai miskin dibanding menantu lain. Di balik hinaan kejam itu, Mia memilih diam dan menyimpan rahasia besar. Tak ada yang tahu bahwa ia sebenarnya sangat kaya raya, memiliki aset melimpah serta tumpukan emas dari hasil kerja kerasnya menulis online. Ia sengaja menyembunyikan kekayaan ini agar suami dan mertuanya yang serakah tidak bisa merampas harta tersebut.