APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Sang Pewaris

Terpaksa Menikahi Sang Pewaris

Kebahagiaan Rika membubung tinggi ketika pria yang baru dikenalnya langsung mengajukan lamaran pernikahan. Tanpa berpikir panjang, ia menerima ajakan cinta pandangan pertamanya itu. Namun, kenyataan pahit segera terungkap setelah mereka menikah. Ramon, sang suami yang ternyata pewaris kaya asal Bandung, hanya memanfaatkannya sebagai istri formalitas untuk mengamankan warisan keluarga. Sanggupkah Rika bertahan dalam pernikahan semu ini? Mampukah Ramon memberikan kebahagiaan sejati untuknya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Rika tunggu, dengarkan aku dulu!" seru Ramon yang terus meyakinkan calon istrinya itu jika apa yang dikatakan kedua orang tuanya itu hanya karena mereka belum bertemu dengannya.

"Tapi aku memang belum mengenalmu kah? Bagaimana kita bisa menikah?" Rika semakin tak yakin kepada Ramon.

"Kita memang butuh waktu, jadi tinggalah di sini sampai kau cukup yakin padaku!" pinta Ramon lagi dan lagi.

Rika terdiam dan tak tau harus berbuat apa lagi sekarang.

"Lagi pula, jika kau mau pergi tunggulah sampai besok. Bagaimana bisa aku tega melihatmu pergi di saat masih hujan begini dan seluruh tubuhmu basah!" rayu Ramon yang akhirnya meluluhkan hati Rika.

"Maafkan aku karena percaya kepada kedua orang tuaku kalau kau jahat!" Rika tertunduk malu.

Ramon menarik nafas panjang dan kemudian menarik tangan Rika untuk kembali masuk ke dalam rumah.

Sopiah yang tau rencana Tuannya kemudian ikut dalam perbincangan, dia kemudian meyakinkan Rika jika Ramon adalah orang yang baik, sama sekali tak seperti apa yang dia pikirkan. Sopiah juga mengatakan tak mungkin lah Ramon sampai menyentuhnya sebelum pernikahan yang terjadi antara dia dan Ramon.

Sungguh perkataan Pelayan Ramon itu semakin membuat Rika semakin yakin jika dia salah menilai tentang sikap Ramon kepadanya.

Ramon kemudian memeluk Rika dengan erat dan kembali meminta gadis polos itu untuk mempercepat saja rencana menikah mereka agar kejadian yang membuatnya berubah pikiran seperti ini tak lagi terulang dikemudian hari.

Rika tersenyum kemudian mengangguk tanda setuju dan akhirnya bersedia kembali ke kamarnya karena hari sudah malam.

Sesampai di kamarnya yang sudah di persiapkan oleh Ramon itu, Sopiah, Pelayan Ramon kemudian memberikan Rika sebuah baju ganti untuk Rika yang nampak basah kuyup.

"Gantilah bajumu, Nona, nanti kau masuk angin!" pinta Sopiah dengan sangat lembut sembari menyodorkan baju Nanda, Adik perempuan Ramon yang kebetulan tinggal serumah dengan Ramon.

"Terima kasih,Sopiah! Maafkan aku yang telah salah sangka kepada kalian semua. Ternyata kalian semua orang baik!" ujar Rika sambil menutup pintu kamarnya untuk segera berganti baju.

Rika kemudian bergegas mengganti bajunya yang basah tadi dengan baju milik Nanda dan bersiap untuk tidur.

Sepanjang malam gadis malang itu hanya bisa tertidur dengan perut lapar. Dia ingin sekali bergegas menuju Ramon untuk meminta makanan sekedarnya tapi entahlah rasa malunya membuatnya memilih untuk lebih baik tidur saja.

***

Di ruang tengah.

Sopiah kemudian bergegas menuju ruang tengah tempat Ramon yang sedang ketakutan sambil terus memandang halaman belakang rumahnya.

"Ah, hampir saja dia lepas, Tuan!" bisik Sopiah berharap Rika tak mendengar pembicaraannya dengan Ramon.

"Iya, aku benar-benar yakin gadis itu sangat labil. Aku harus segera menikah dengannya atau namaku akan di coret dari daftar warisan Ayahku yang pelit itu!" Ujar Ramon yang masih kesal.

"Benar, Tuan! Jangan sampai kita terusir dari rumah ini. Kita pasti bisa memperdaya gadis itu!" Ujar Sopiah dengan senyum sinis.

Ramon hanya bisa mengacak-acak rambutnya yang ikal dan terus berpikir bagaimana caranya agar pernikahannya dengan Rika bisa terjadi secepatnya kalau bisa besok pagi.

Ramon yang tak tau jalan keluar dari masalah itu akhirnya memilih untuk bergegas tidur.

"Ah! Sudahlah, aku mau tidur dulu. Besok kita pikirkan lagi bagaimana cara mempercepat pernikahanku dan ingat besok pagi sebelum dia bangaun siapkan sarapan untuknya. Awasi dia terus jangan sampai dia kabur. MENGERTI!" Perintah Ramon kepada Sopiah sambil bergegas menuju kamarnya.

"Baik, Tuan!" jawab Sopiah dengan tersenyum.

**

Keesokan Paginya.

Rika belum bangun dari tidurnya saat Sopiah sudah mempersiapkan sarapan pagi dan mengantarkannya ke kamar.

Sepiring nasi goreng lengkap dengan telur mata sapi dan segelas susu yang tertata di nampan kemudian diletakkannya di atas meja tak jauh dari tempat tidur Rika.

Saat terbangun Rika sangat senang melihat sarapannya sudah tersedia, karena sudah lapar dari kemarin dia kemudian segera menyantap semua makanan sajian yang ada.

Sepiring nasi goreng dan telur mata sapi ternyata tak cukup bagi perut Rika, karena masih kelaparan Rika kemudian keluar kamar dan menyelinap menuju dapur yang terletak tak jauh dari kamarnya.

"Nona!" Sapa Sopiah yang ternyata sedang mengawasinya.

"Ma-maaf, aku masih lapar. Adakah nasi lagi untukku?" pinta Rika sambil menunjukkan piring kosong yang di bawanya.

Sopiah kemudian mengantar Rika menuju dapur dan kemudian mengambilkan lagi satu porsi nasi goreng yang masih tersisa di wajan, tak lupa dia menambahkan telor mata sapi di atasnya dan membiarkan Rika makan dengan lahap di kursi dapur.

Sopiah yang melihat RIka makan begitu rakus kejadian itu hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum sinis.

"Pelayan!" terdengar teriakan Ramon dari ruang tengah.

"Iya, Tuan!" jawab Sopiah sambil bergegas menghampiri Ramon.

Ramon yang mengira Rika kabur kemudian menanyakan keberadaan calon istrinya itu kepada pelayannya dan Sopiah kemudian memberi tau Tuannya itu jika Rika ada di dapur dan sedang makan dengan lahap seperti orang yang sudah tiga hari belum makan.

Merasa lega dengan perkataan Sopiah, Ramon kemudian bergegas menuju dapur dan menyusul Rika.

"Rika! oh aku mohon. Jangan bikin aku cemas begini!" pinta Ramon yang kemudian memeluk lembut calon istrinya ini.

Rika kemudian menjelaskan kepada Ramon jika tadi perutnya sangat lapar dan Sopiah berbaik hati memberinya nasi goreng tambahan untuknya.

Ramon kemudian tersenyum dan mengajak Rika menuju taman belakang rumahnya agar bisa berbincang dengan Rika lebih intim.

Kreek...

Ramon membuka pintu kaca yang menuju ke arah taman, di sana nampak banyak terdapat bunga warna-warni yang bermekaran yang sengaja di tanam Ibu Ramon agar tempat itu terlihat lebih asri, Rika nampak sangat senang berada di sana.

Sopiah kemudian menghampiri mereka dan menyajikan secangkir teh hangat serta cemilan dalam toples agar Ramon dan Rika bisa berbincang dengan santai. Tak lupa Sopiah menuangkan teh kedalam cangkir mewah agar Ramon bisa segera meminumnya.

"Kau suka bunga apa?" tanya Ramon.

"Aku paling suka bunga Krisan seperti yang ada di pot itu!" ujar Rika sambil menunjuk ke sebuah pot berisi bunga krisan.

Ramon kemudian melangkah menuju bunga pot bunga krisan putih dan memetikkan satu batang bunga untuk calon istrinya yang lugu itu.

"Ini untukmu, cantik seperti kamu!"

Rayuan Ramon ini nampaknya semakin membuat Rika berbunga-bunga, dia sampai lupa akan permintaan orang tuanya untuk berhati-hati dengan Ramon yang baru di temuinya dan yang ada di pikiran Rika hanyalah tentang pernikahan yang indah yang akan menjadi pelabuah terakhir cinta pertama dan terakhirnya.

Ting... tong...

Terdengar bel pintu rumah berbunyi, Sopiah kemudian bergegas membuka pintu.

"Mana Ramon!" teriak seorang wanita yang memaksa masuk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dua Pilihan
8.2
Bagi Sabrina, jodoh sepenuhnya misteri Ilahi. Ia selalu konsisten mendoakan satu pria yang diimpikan jadi suaminya. Sayang, impian itu runtuh ketika sang ayah tiba-tiba menjodohkannya dengan Agam, sosok asing yang tak pernah ia ketahui. Kini, setelah terikat pernikahan yang dingin tanpa rasa cinta, Sabrina dihadapkan pada pilihan sulit. Mampukah ia melupakan sosok di masa lalunya dan belajar menerima serta mencintai Agam seutuhnya?
Sampul Novel BUKAN SUAMI RAHASIA
8.1
Dua tahun Ava dan Jay terjebak pernikahan paksa. Saat Jay asyik berselingkuh, Ava membalasnya lewat hubungan rahasia bersama pria kaya terpandang. Walau sama-sama ingin berpisah, perceraian mustahil dilakukan. Akhirnya, Jay mengizinkan Ava menjalin kasih dengan lelaki lain demi menjaga status mereka. Namun, mampukah rahasia besar ini terus tersimpan rapat? Akankah sandiwara pernikahan mereka bertahan selamanya tanpa pernah terbongkar?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Menjadi Bayang Cinta Pertamanya
9.2
Sedang hamil tiga bulan, Jessy dipaksa suaminya, Jasper, menyelam ke laut demi mengambil kalung peninggalan ibu dari cinta pertamanya, Viola. Meski memohon dengan air mata, Jessy justru disudutkan oleh teman Jasper karena hanya ia yang bisa berenang. Berharap ada belas kasih di mata sang suami, Jessy justru menerima penolakan dingin. Jasper menegaskan ia akan baik-baik saja karena pandai berenang sebelum dirinya didorong ke laut. Jessy akhirnya sadar ia hanyalah bayangan dalam hidup Jasper.
Sampul Novel Merebut Kekasih Selingkuhan
8.5
Sienna hancur melihat Miranda, kakak iparnya, bermain api dengan Alec yang merupakan musuh bisnis Damian. Demi menjaga perasaan kakaknya yang rapuh, Sienna memilih bungkam dan menyusun siasat nekat. Ia bertekad memikat Alec agar perselingkuhan itu berakhir. Namun, rencana balas dendam ini justru menjerat Sienna dalam pusaran rasa yang rumit. Kini, ia harus memilih antara menyelamatkan Damian atau ikut hancur dalam permainan emosi yang ia buat sendiri.
Sampul Novel Wanita Dambaan Sang Bilionaire
9.7
Caid Walton, miliarder rupawan berumur 26 tahun, terkenal dengan julukan Lady-Killer karena kekuasaannya. Ia kerap berganti pasangan dan tak pernah berpacaran lebih dari tiga bulan. Namun, reputasi tersebut runtuh seketika saat ia mengenal Relova Luvena. Bukannya ditinggalkan seperti para wanita terdahulu, Lova justru berhasil mengacaukan hidup Caid dan menguji batas kesabarannya. Kini, sang penakluk wanita itu malah dibuat tak berdaya olehnya.