APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Majikan Duda

Terpaksa Menikahi Majikan Duda

Dunia Hanum runtuh setelah mendapati kekasihnya, Bara, berkhianat. Kemalangan kembali menimpa saat ia dijebak sahabatnya sendiri, meski beruntung Arya, seorang duda kaya raya, datang menolongnya. Hanum lalu bekerja merawat anak Arya. Ketika sang ayah butuh biaya operasi besar, Hanum terpaksa memohon bantuan sang majikan. Arya bersedia menolong dengan syarat Hanum mau melakukan pernikahan kontrak dengannya. Akankah pernikahan tanpa cinta ini berubah menjadi abadi?
Bab
Bagikan

Bab 1

Hanum yang baru pulang dari kuliahnya singgah di apartemen pacarnya yang bernama Bara. Mereka sudah menjalin hubungan selama 4 tahun di saat mereka masih SMA dulu. Bara 2 tahun lebih tua dibandingkan dengan Hanum yang berusia 22 tahun.

Gadis cantik, berambut pirang sepanjang pinggang itu memarkirkan motornya. Kakinya bergegas melangkah menaiki anak tangga menuju apartemen kekasih tercintanya . Namun, baru saja tiba di depan pintu Hanum mendengarkan suara-suara aneh yang membuat hatinya hancur, renyah, retak tak bisa diperbaiki.

“Oh baby..come on Sayang…mantap…gass kan…!’’ suara seorang wanita yang sepertinya sedang menikmati permainannya. Hanum tidak tahu pasti itu suara siapa. Yang paling membuatnya hancur, dia juga mendengar sahutan dari pria yang ia sangat kenal itu.

“Sebentar lagi sayang….aku mau nyampe nih, punya kamu enak juga yah…humm…”

Bak di sambar petir di siang bolong Hanum mendengar suara dari pria yang sangat ia cintai itu. Hanum yang sudah tak tahan untuk melihat langsung pertunjukkan yang sedang mereka mainkan langsung memutar handel pintu dengan kasar.

Bar!

Bunyi pintu yang dibuka kasar sampai terbanting ke dinding.

Betapa pemandangan yang merobek hati, sepasang kekasih tampak sedang bermalam pertama sebelum menjadi pengantin. Bara dan wanita itu sedang bergumul di atas ranjang tanpa sehelai pakaian pun.

Bara yang belum mencapai puncaknya langsung menarik tongkat saktinya itu dari wanita murahan yang memberikan kehormatannya sebelum waktunya tiba. Hanum berdiri, mematung, menatap tajam ke arah mereka dengan mata yang tampak berkaca-kaca.

Bara pun terkejut dengan kehadiran wanita yang ia cintai itu di sana. Dia lupa bahwa Hanum memiliki akses bebas masuk ke apartemen nya. Dia juga memegang kunci apartemen milik Bara.

Bara hendak menghampiri Hanum dan meminta maaf tapi, Amel si wanita murahan itu menarik lengan Bara ke dalam pelukannya.

“Kita lanjut ya Sayang…tanggung nih…” godanya dengan bahasa yang lembut. Namun, Bara sudah tidak mood lagi untuk melakukannya. Dia lebih mementingkan Hanum yang telah mendapatinya berkhianat.

Hanum berlari secepat mungkin meninggalkan apartemen sambil berderaian air mata. Dia tidak habis pikir kalau pria yang selama ini dia cintai, baik, pengertian ternyata memiliki sifat seperti binatang di belakangnya.

Bara memunguti pakaian yang berserakan di atas lantai lalu memakainya. Dia juga memberikan pakaian Amel.

“Nah, pakai bajumu. Kamu naik taksi aja aku lagi ada urusan.”

“Kamu antar aku pulang yah…” pinta Amel.

“Plis, ngerti aku. Aku harus mengejar Hanum dan meminta maaf padanya.”

“Shiit! Jadi aku bagaimana? Kamu mau membiarkan aku begitu saja?’’ Amel berontak dan ngotot supaya di antar pulang oleh Bara.

Bara yang bekerja sebagai manajer di perusahaan milik abangnya Amel terpaksa setuju untuk mengantar nya pulang. Amel pun memakai pakaiannya setelah Bara bersedia untuk mengantarkannya pulang.

*** 

Sepanjang perjalanan menuju kost an nya, Hanum tampak bersedih dan tidak berhenti menangis. Kenangan tentang mereka terbayang-bayang di benaknya di tambah penampakan yang baru saja ia lihat sangat menusuk jantung dan hatinya.

“Kenapa kau setega ini padaku Bara, kenapa?! Apa salahku? Apa kurangku untukmu? Hikss…hiksss…”

Hanum terus menangis sembari mengemudi motornya. Sesekali dia mengambil tissue dan mengeluarkan ingusnya lalu melemparnya begitu saja di jalanan. Entah sudah berapa tisu yang ia habiskan untuk menyeka air mata dan juga ingusnya.

Beberapa menit kemudian, Hanum sampai di kostnya. Dia memarkirkan motorlnya di tempat biasa kemudian berlari masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar Hanum terus menangis. Masalah yang ia hadapi hari ini bertubi-tubi datang di saat bersamaan.

Hanum seorang gadis dari kota M yang melanjutkan pendidikannya di kota besar ini. Awalnya dia tidak ingin kuliah di kota besar ini yang jauh dari kota kecilnya. Namun, karena ada Bara yang menjaga dan membantu biaya kuliahnya membuat Hanum setuju untuk kuliah di kota ini.

Hanum dan Bara sudah pacaran sejak mereka masih duduk di bangku SMA. Hanum dan Bara satu sekolahan akan tetapi Bara dulu adalah kakak kelasnya Hanum. Dia sangat baik dan mencintai Hanum bahkan rela menanggung biaya kuliah Hanum sampai tamat.

Mereka juga berjanji akan ke jenjang yang lebih serius setelah Hanum tamat kuliah. Awalnya Hanum tidak ingin kuliah, dia memilih di kotanya saja untuk mencari pekerjaan. Berbeda dengan Bara yang selesai tamat SMA langsung nyambung kuliah untuk menjadi orang sukses tentunya dulu ia ingin sekali menjadi kerja kantoran.

Berkat kerja kerasnya ia pun berhasil menggapai mimpinya sebagai manajer di salah satu perusahaan swasta di kota besar itu. Dia pun membujuk Hanum agar mau kuliah demi masa depannya yang cemerlang. Berkat bujukan darinya, hati Hanum pun luluh. Dia ikut ke kota J untuk melanjutkan kuliah meninggalkan bapak, ibu dan satu adik laki-laki nya yang masih bersekolah di kampung.

Hanum yang berasal dari keluarga sederhana tidak memiliki cita-cita yang tinggi seperti Bara. Baginya bisa tamat SMA sudah Alhamdulillah. Selain itu dia juga pernah ikut kursus desain untuk menambah keterampilannya. Sekarang, Hanum sangat menyesal setelah melihat di depan matanya sendiri penghianatan yang diberikan oleh Bara untuknya.

Kedua orang tuanya rela menjual sawah mereka agar Hanum bisa membeli motor untuk kendaraan nya di sana karena kalau naik angkutan umum Hanum merasa tidak nyaman saja bahkan bisa sampai muntah-muntah. Sekarang orang yang ia banggakan dan andalkan sudah menduakan cintanya. Hanum bingung harus bagaimana lagi, di sisi lain dia masih butuh biaya untuk kuliah. Di sisi lain, dia sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan si pengkhianat itu.

Hanum menyandarkan punggungnya di dipan sambil meratapi nasibnya saat ini. Untuk memaafkan kekasihnya dia merasa tidak mampu dan untuk berhenti kuliah pun dia merasa nggak sanggup karena sebentar lagi juga dia akan wisuda. Hanum terus memikirkan semuanya.

Di saat bersamaan ponselnya berdering, tampak panggilan dari orang tuanya di kampung. Hanum menyeka air matanya lalu mengangkat telpon itu.

“Assalamualaikum Bu….”

“Waalaikumsalam Nak…apa kabar, sehat?’’ terdengar suara ibunya Hanum dari seberang sana.

“Ibu ingin mengabarkan kalau ayahmu sedang sakit Nak…”

Mendengar ucapan ibunya yang mengatakan bahwa ayahnya sakit membuat Hanum harus menyimpan apa yang mau ia katakan pada ibunya tentang hubungannya dengan Bara yang hampir kandas. Dia ingin menjerit, bercerita panjang lebar pada ibunya tapi, kondisinya lagi tidak memungkinkan.

Selama ini Hanum berbohong pada ibunya bahwa ia punya pekerjaan di sana bukan hanya mengandalkan Bara saja. Namun, Bara tidak memperbolehkannya bekerja dan menanggung semua kebutuhannya di kota besar ini.

“Ayah sakit Bu? Ya Allah…terus bagaimana keadaannya sekarang Bu?’’ tanya Hanum penuh khawatir.

“Tadi sudah dibawa ke bidan, katanya ayah kamu harus rawat inap karena terkena penyakit tipes. Ibu tidak punya uang Nak untuk biaya pengobatan ayah kamu nanti selama di rumah sakit. Kamu udah gajian belum?’’

Blep!

Jantung Hanum tersentak pilu. Dia tidak tahu harus jawab apa sama ibunya karena sebenarnya dia tidak bekerja. Jika dia ada kesulitan ekonomi dia selalu memintanya pada Bara. Namun, kali ini dia tidak mau berurusan lagi dengan pria itu. Tadinya Hanum juga ingin menceritakan tentang pengkhianatan Bara terhadap  dirinya namun, setelah mendengar kabar buruk dari ibunya Hanum pun mengurungkan niatnya itu. Dia tidak mau orang tuanya di sana bertambah beban pikiran.

Hanum terdiam tidak menjawab pertanyaan ibunya. Pikirannya hampa, tatapannya kosong, mulutnya enggan untuk berucap. Kesedihan yang ia rasakan hari ini sangat luar biasa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kei's Three Children
8.8
Keina diusir akibat tuduhan palsu mengkhianati kekasih saudara tirinya. Di tengah kemalangan, ia hamil dan harus membesarkan tiga anak jenius—Anna, Alice, dan Andre—dalam keterbatasan ekonomi. Nasibnya berubah saat Andre mulai berakting. Keina dipertemukan dengan Jeremy, seorang CEO industri perfilman yang ternyata adalah ayah kandung anak-anaknya. Pertemuan tak terduga ini membalikkan jalan hidup Keina sepenuhnya.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Sampul Novel My Sweet Wife
9.4
Kehidupan Riko Alfian Firmansyah, pria berumur 28 tahun, berubah drastis setelah tertangkap basah sedang berciuman dengan Tiffani Mita Winata oleh ibu gadis itu saat pernikahan adiknya. Demi menuruti tuntutan orang tua, Riko terpaksa menikahi mahasiswi berusia 21 tahun yang juga sahabat dari adiknya tersebut. Kini, Mita harus mengarungi kehidupan rumah tangga yang bergelimang kemewahan bersama Riko tanpa adanya rasa cinta. Dapatkah pernikahan tanpa landasan asmara ini berujung manis?
Sampul Novel Patah
9.8
Prisha Nayara, editor pemberontak di platform Papyrus, dipertemukan takdir dengan sang pemilik yang berhati dingin, Manggala Abipraya Sastradinata. Di balik sifat keras kepala Prisha dan sikap tidak acuh Manggala, keduanya memendam trauma masa lalu yang mendalam. Saat mulai saling menyembuhkan luka batin, rintangan dunia menguji hubungan mereka. Ini adalah kisah romansa unik tanpa kata tentang perjuangan belajar mencintai diri sendiri demi orang terkasih.
Sampul Novel Suami Mandul Menghamili Wanita Lain
9.1
Setelah lima tahun mengarungi bahtera rumah tangga, kehamilan yang saya nantikan akhirnya datang juga. Namun, kebahagiaan itu seketika terusik ketika seorang adik kelas menemui saya dalam kondisi mengandung. Perempuan itu tanpa ragu mengklaim bahwa janin di rahimnya adalah darah daging suami saya, bahkan memohon izin untuk melahirkannya. Menghadapi pengakuan mengejutkan tersebut, saya justru tertawa puas lalu menyodorkan selembar surat pemeriksaan medis yang membuktikan bahwa suami saya sebenarnya mandul.
Sampul Novel Suamiku dan Selingkuhannya
8.5
Tiga hari setelah perayaan satu bulan anak mereka, Raka pamit melakukan perjalanan dinas dan meninggalkan istrinya mengurus bayi mereka sendirian. Namun, kebenaran pahit terungkap saat Indah, teman masa kecil Raka, mengunggah foto liburan keluarga bersama Raka. Alih-alih merasa bersalah, Raka justru memarahi istrinya karena mempertanyakan foto tersebut dengan dalih kasihan pada Indah yang merupakan ibu tunggal. Puncaknya, Indah memamerkan hadiah kalung emas dari Raka, memicu sang istri untuk mantap mengambil keputusan pergi.