APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS

TERPAKSA MENIKAHI ANAK BOS

Michael Dharsono sangat anti pada orang berbadan gemuk. Namun, takdir justru menyeretnya ke dalam pernikahan kontrak dengan musuh masa SMA-nya, Regina Larasati. Hubungan mereka pun diwarnai perselisihan tiada akhir. Konflik memuncak ketika cinta pertama Mike datang meminta perceraian. Di sisi lain, sang kakak tiri, Darren, bersiap merebut Regina. Mike kini bimbang antara kembali pada masa lalu atau mempertahankan Regina.
Bab
Bagikan

Bab 1

Regina's POV

Mike...." panggilku saat dia melintas di depanku bersama segerombolan temannya. Mereka serempak berhenti dan menoleh padaku.

"Siapa kamu?"tanya Michael seraya memberikan tatapan penuh selidik ke arahku.

"Oh... aku anak kelas 1-b. Namaku Regina Larasati. Aku manggil kamu... untuk ngasih kamu ini,"jawabku sambil menyodorkan bingkisan berwarna merah padanya. Tapi alih-alih menerima bingkisan tersebut, dia malah memandangiku dari bawah sampai ke atas, seraya berkata,"Apa ini?"

Ditatap seperti itu, aku jadi gelagapan."Ini... cok...lat valentine."

"Aku tau ini coklat! Tapi kenapa kau ngasih ke aku?" Tampaknya dia mulai tak sabaran.

"A...ku suka sama kamu. Kamu mau jadi pacarku?"jawabku cepat-cepat. Selesai mengatakan itu rasanya wajahku panas sekali saking malunya. Ini pertama kalinya aku melakukan tindakan seberani ini. Kalau nggak gara-gara desakan teman-teman, aku nggak akan mungkin mau.

"Apa? Ulangi sekali lagi! Jangan-jangan aku salah dengar."

"Aku... suka kamu!"ulangku sambil lebih mendekatkan bingkisan itu ke arahnya.

"Hahahahahaha...... aduh perutku sampai sakit." Dia tertawa. Aku nggak menyangka dia akan tertawa. Tidak hanya dia, tapi juga teman-teman satu kelompoknya dan beberapa cewek yang melintas di tempat itu.

"Ke...napa tertawa? Ada yang salah dengan perkataanku?" Perasaanku mulai nggak enak.

"Hahahaha... gimana aku nggak tertawa, orang lucu banget gitu! Coba kamu pikir, pasteskah manusia tampan seperti aku ini, pacaran dengan... GAJAH seperti kamu? Nggak masuk akal kan?"cetusnya sambil menunjuk ke badanku yang gemuk. Mendengar itu, aku merasa bagaikan di tampar. Sakit sekali. Sayang rasa sakitnya tidak meradang di pipiku, tapi di hatiku.

"Tapi..."Bingkisan yang ku pegang mulai bergoyang-goyang, akibat dari tanganku yang gemetaran.

"Nggak usah tapi.. tapi.. Lebih baik kamu introspeksi diri dulu deh sana!"perintahnya sambil memimpin teman-temannya beranjak pergi dariku.

Cinta pertama. Ungkapan hati pertama. Hasilnya... hinaan dan patah hati.

***

Sepuluh tahun kemudian

"Gina... uda jam berapa ini? Ayo cepat sarapan! Nanti kamu terlambat kerja lho!"teriak mamaku dari luar.

"Iya ma... aku uda selesai kok,"jawabku seraya menghambur keluar dari kamar.

"Kamu ini hari pertama bekerja, kok malah bangun telat sih?"

"Aduh... gara-gara nonton drakor tuh tadi malam... sampai lupa aku hari ini harus bagun pagi,"seruku sambil menyendokkan nasi goreng cepat-cepat ke dalam mulutku. Saking cepatnya aku sampai hampir mati tersedak.

"Makanya... pelan-pelan kalau makan! Nih minum dulu!"

Setelah meneguk minumanku banyak-banyak, aku membereskan alat makanku dan membawanya ke tempat cuci piring.

"Lho, uda selesai? Kok dikit banget makannya?"

"Takut telat. Pergi dulu ya, ma!" Aku mencium pipi mamaku sekilas dan berlari menuju sepeda motorku.

Kurang lima belas menit lagi sudah jam delapan. Aku harus cepat-cepat. Kalau nggak, aku bisa dianggap 'tukang telat'. Tanpa peduli lagi dengan lalu lintas yang ramai dan susah dilewati, aku menyetir motorku sekencang-kencangnya. Untungnya pagi ini, tidak seperti biasanya, jalanan di Surabaya, walaupun ramai, tapi tidak diserang 'penyakit' macet, sehingga dalam waktu sepuluh menit saja aku sudah sampai di tempat kerjaku.

Hari ini memang hari pertamaku bekerja di tempat kerja yang baru. Sebelum ini, aku sudah bekerja sebagai sekertaris di tiga perusahaan swasta, yang pada akhirnya selalu memecatku saat ada pelamar lain yang jauh lebih cantik dan tentunya tidak gendut sepertiku. Karena itulah, aku menerima pekerjaan ini.

Memang sih kerjanya nggak di kantoran seperti dulu dan gajinya juga tidak terlalu besar. Tapi yang aku suka dari pekerjaan ini adalah aku nggak perlu takut lagi dipecat karna bentuk tubuhku. Itu semua karena, bosku kali ini adalah seorang penulis 'perempuan' dan sejak awal sudah menegaskan kalau dia hanya akan menghargaiku dari hasil kerjaku dan bukan dari penampilanku.

Dengan langkah yang penuh semangat, aku memasuki rumah mewah tiga lantai yang mulai hari ini jadi tempat kerjaku. Sesampainya di dalam, salah satu pembantu di rumah itu, segera menyuruhku masuk ke ruang makan untuk menemui bosku, ibu Amelia.

"Maaf ya, saya belum selesai sarapan. Mbak Regina, nggak keberatan kan menunggu? Atau mungkin mau bareng sarapan dengan saya?"ajaknya ramah sambil sesekali membuka mulut untuk menerima suapan dari perawatnya. Aku, yang heran melihat seorang wanita dewasa harus makan sambil disuapi, mengarahkan pandanganku ke arah tangannya. Tapi betapa terkejutnya aku, saat melihat kedua tangan di pangkuannya tersebut, bergetar sangat hebat.

"Makasih bu. Saya sudah sarapan tadi di rumah,"jawabku pelan dengan pandangan yang masih terarah pada kedua tangannya. Aku memang sudah diberitahu oleh sekretarisnya yang lama kalau bosku ini menderita penyakit yang serius, tapi aku mendengarkannya sambil lalu saja. Yang kupentingkan saat itu adalah secepatnya mendapatkan pekerjaan baru.

"Ya gini ini mbak, kalau uda kena parkinson. Tangan bisa tiba-tiba gemetaran nggak karuan,"serunya tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Rupanya dia tau aku memperhatikan tangannya sejak tadi. Wajahku langsung bersemu merah karena malu.

"Kenapa? Aneh ya mbak?"lanjutnya sambil tersenyum ke arahku.

"Oh maafkan saya, bu! Saya tidak bermaksud..."

"Nggak apa-apa kok, mbak. Saya sudah biasa. Setiap orang yang pertama kali melihat tangan saya yang gemetaran, ekspresinya pasti kayak mbak tadi."

Oh... perasaanku benar-benar nggak enak. Jangan-jangan aku menyinggung perasaannya. Bagus, Gina! Bagus sekali! Hari pertama bekerja kau sudah membuat masalah.

"Lho... masih dipikirin juga to? Saya kan bilang tadi, kalau saya nggak apa-apa."

"Saya benar-benar minta maaf, bu,"seruku sambil tertunduk malu.

"Iya mbak... nggak apa-apa."

Tiba-tiba terdengar suara pintu depan dibuka lalu ditutup dengan kasar.

"Itu pasti anak bungsu saya. Dia memang nggak bisa pelan kalau berurusan dengan pintu. Tapi jangan kuatir, anaknya lucu kok."

Mendengar itu aku langsung mendongakkan kepalaku dan membenarkan cara dudukku. Berharap tidak lagi membuat kesan buruk di mata bosku dan keluarganya.

"Mama..."panggil laki-laki yang di sebut anak bungsu oleh bosku tersebut, dari arah yang terdengar tidak begitu jauh dari tempat kami berada.

"Mama di ruang makan sayang..."sahut ibu Amelia seraya mengisyaratkan pada perawatnya untuk mengambilkan dia minum.

"Oh baguslah, mama di sini. Aku tadi juga belum sarapan,"serunya sambil mengitari tempatku duduk untuk mengambil piring. Tampaknya dia tidak menyadari... atau mungkin tidak terlalu peduli dengan kehadiranku. Sebenarnya aku berharap dia akan bersikap seperti itu seterusnya. Karena sejak dia masuk tadi, aku sampai hampir terkena serangan jantung saking kagetnya. Oh Tuhan, aku mohon semoga dia tidak mengenaliku!

"Hei... kamu kok nggak sopan gitu sih! Sapa dulu dong sekertaris mama yang baru. Masak kok di cuekin aja!"

Aduh... mati aku!

"Iya... iya... sorry. Abisnya aku laper banget. Hai... aku Mike, anak bung..." Dengan kasar, dia tiba-tiba meletakkan piringnya ke meja seraya berteriak ke arahku, "Apa yang kau lakukan di sini, gajah?!"

Akhirnya dia mengenaliku juga! Dia, Michael Dharsono, cinta pertama sekaligus musuh terbesarku saat SMA, kini memandangku dengan tatapan penuh kebencian. Dari semua pria di dunia ini, ironisnya harus dialah yang menjadi anak bosku. Tampaknya aku harus terancam di pecat lagi deh. Ahhhh... kenapa sih aku harus sesial ini!!!

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu
8.9
Hidupku berakhir tragis saat Arifin, suamiku, membiarkanku tewas dalam mobil yang terbakar demi menyelamatkan selingkuhannya. Tragisnya, itu adalah pembunuhan berencana demi menguasai warisanku. Namun, takdir berkata lain. Aku terbangun di masa kuliah dengan ingatan masa depan yang utuh. Menatap Arifin yang tampak tak berdosa, aku kini tahu kelicikan di balik wajah itu. Kesempatan kedua ini akan kugunakan untuk membalas dendam dan menghancurkan para pengkhianat.
Sampul Novel Cinta Kita Sudah Punah
8.8
Saat gempa bumi melanda ketika sedang makan bersama adik angkat suaminya, seorang istri yang hamil lima bulan menaruh harapan pada suaminya yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran. Namun, di tengah situasi kritis, sang suami memilih menyelamatkan adik angkatnya yang sakit-sakitan dan membiarkan istrinya tertimbun batu besar hingga kakinya patah. Meski sang istri memohon pertolongan, ia ditinggalkan hingga tewas. Penyesalan pun membuat sang suami kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Kornea Untuk Kekasih yang Mengkhianatiku
9.3
Setelah mendonorkan kornea matanya demi Joey, sang protagonis harus menghadapi kenyataan pahit dalam novel modern ini. Pernikahan mereka terus ditunda sejak mantan kekasih Joey kembali. Alih-alih dihargai, ia justru mendapat cemoohan dan tiket bioskop yang menghina kondisinya. Muak dengan sikap Joey dan selingkuhannya, ia merobek tiket tersebut dan pergi. Namun, keputusan itu memicu penyesalan mendalam bagi Joey yang akhirnya kehilangan akal saat menyadari pengantinnya telah pergi selamanya.
Sampul Novel Lentera Rindu
8.6
Menikah di usia 18 tahun, Rima harus menghadapi kenyataan pahit bersama suaminya, Bary. Di usianya yang tiga tahun lebih muda dari Rima, Bary menolak mentah-mentah saat sang istri mengajaknya tidur bersama. Penolakan dingin ini menyisakan tanda tanya besar mengenai perasaan serta komitmen pernikahan mereka. Pembaca akan diajak menyelami makna mendalam dari rasa rindu dan cinta sejati yang melampaui batas duniawi melalui lentera hati mereka.
Sampul Novel Mencintai ayah angkat ku
8.6
Adam memendam obsesi kelam pada Hana, anak angkat yang dirawatnya sejak kecil. Ketika Hana berniat menyudahi hubungan tabu ini agar Adam bisa bahagia bersama perempuan lain, kemarahan Adam memuncak hingga berujung kekerasan. Ia berjanji tak akan membiarkan lelaki lain memiliki Hana. Di tengah konflik batin dan penolakan moral, Adam tetap memaksakan perasaan egoisnya. Sanggupkah ikatan penuh derita ini bertahan dari tentangan dunia?
Sampul Novel Mysterious of Wedding
9.1
Alina Sallyandra, gadis 18 tahun, terpaksa melepas kekasihnya demi pernikahan kontrak dengan pria asing bernama Jonathan Mike Antonio. Di balik pernikahan ini, Mike yang berusia 27 tahun sebenarnya sangat mengenali Alina, namun ia sengaja menyembunyikan kenyataan tersebut. Misteri besar pun menyelimuti alasan utama Mike menikahi Alina. Akankah rumah tangga mereka bertahan saat rahasia masa lalu perlahan terkuak? Kisah romansa penuh pengorbanan dan teka-teki.