APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Demi menutupi sebuah aib besar, pernikahan dengan karyawan ayahku terpaksa dilakukan. Awalnya perbedaan kasta membuatku enggan, tetapi sikap dingin pria itu malah memicu rasa penasaranku. Walau dia dikenal sangat setia pada wanita dari masa lalunya, aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku bertekad melakukan segala cara untuk memenangkan hatinya karena kini aku telah benar-benar jatuh cinta. Perjuanganku untuk mendapatkan cintanya baru saja dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 1

#SUAMI_BONEKA

"Maaf, aku tidak bisa menyentuhmu, pernikahan kita tidak sah, wanita hamil haram untuk dinikahi," ucap laki-laki yang baru saja resmi menjadi suamiku beberapa jam yang lalu.

Aku terhenyak mendengar ucapannya. Jangan ditanya bagaimana rasanya hatiku, sudah pasti kecewa dan terhina.

Sejak acara akad nikah dan resepsi digelar dia bersikap dingin, tersenyum pada semua orang, tapi tidak padaku. Dia bahkan lebih memilih untuk mengobrol dengan tamu, dari pada masuk kamar pengantin bersamaku.

Setelah lama menunggu, berusaha tampil cantik dan menggoda. Aku pikir akan menjalani ritual malam pengantin yang indah, yang terjadi justru sebaliknya, dia menolakku. Harga diriku terkoyak, aku wanita yang dipuja banyak pria, tapi diabaikan oleh suami sendiri dimalam pertama.

Memang kami menikah tanpa cinta, dia terpaksa menikahi aku yang hamil tiga bulan atas permintaan ayahku.

Namaku Adelia Soemantri, putri tunggal pemilik perusahaan properti besar. Aset ayahku trilyunan, semua model lelaki bisa dibeli kalau hanya untuk menutupi aibku. Tapi entah mengapa Papa justru memilih Abdi Negara sebagai menantunya.

"Apa nggak ada laki-laki yang lebih berkelas dari dia, Pa?" protesku, ketika Papa menunjukkan siapa laki-laki yang akan menjadi suami pura-puraku ini.

"Hhh!" Papa membuang nafas kasar. "Banyak, tapi yang tulus hanya dia. Bibit bobot dan bebetnya jelas, meski tak sepadan dengan kita, tapi dia berasal dari keluarga baik-baik," ucap Ayah datar.

"Kamu boleh menolak menikah dengan Abdi Negara, asal kamu bisa menunjukkan siapa laki-laki yang sudah menghamilimu." imbuh Ayah.

Kalau Ayah sudah berkata begitu, aku tidak bisa berkutik lagi. Aku sendiri tak tahu siapa laki-laki yang sudah menanam benihnya di rahimku. Masih untung Papa tidak melemparku ke jalan, masih mau menerima dan berusaha menutup aibku.

"Tapi dia kelihatan nggak asik kalau diajak hangout," ucapku kesal.

"Hangout? Justru Papa menikahkanmu dengan dia, karena ingin kamu menghentikan kebiasaan burukmu itu. Nongkrong-nongkrong nggak jelas, lihat hasilnya! Hamil tanpa tahu siapa ayahnya!" Suara Papa mulai meninggi.

"Huh! Kenapa Ayah malah mengungkit kesalahanku, ini kecelakaan Papa. Aku nggak sadar ketika melakukannya," sergahku tidak terima.

Aku memang penganut faham free se*, biasa melakukan HB tanpa ikatan yang sah. Tapi aku hanya melakukannya dengan pasangan, bukan dengan laki-laki sembarangan. Dan orang tuaku tidak tahu itu.

Malam itu aku sedang sial aja, ketika di club malam aku mabuk berat, entah siapa yang membawaku, tahu-tahu aku terbangun di kamar hotel. Dan sialnya laki-laki itu menggunakan KTPku untuk cek in, hingga aku tidak bisa melacak indentitasnya.

Aku sudah mencari tahu lewat CCTV, tapi sayang wajah pria itu menggunakan masker. Dan aku tak mengenali ciri pria itu, sial memang! Mana dia tidak sendirian, jadi kemungkinan malam itu aku digilir oleh mereka.

Aku benar-benar tidak tahu siapa laki-laki yang meniduriku, aku tidak ingat sama sekali. Yang ku tahu, ada bekas spe*ma di sprei, dan pakaianku sudah berhamburan di mana-mana.

Aku bisa saja melapor kepolisi, bahwa aku sudah diperkosa, tapi nama baik dan harga diri Papa dipertaruhkan. Bisa saja pelaku memutar balik fakta, kami melakukan atas dasar suka sama suka, tak ada paksaan. Lagi pula bukti yang ada kurang meyakinkan, terlihat dalam rekaman CCTV. kami jalan berpelukan, apa itu bisa disebut perkosaan?

Andai di dalam kamar ada CCTVnya, aku bisa menyeret mereka ke penjara. Tapi aku tidak tahu siapa mereka. Bagaimana aku bisa menunjuk salah seorang dari mereka, sebagai orang yang sudah menghamili ku?

Kalau saat itu aku punya pacar, atau sedang dekat dengan seseorang, aku bisa memintanya untuk menikahiku. Sayangnya aku baru saja putus dari Adrian, dan aku ke club untuk melupakan sakit hatiku.

"Adelia, kelakuanmu sudah mencoreng muka Papa. Mau tidak mau, suka tidak suka, kamu harus menikah dengan Abdi Negara. Meski dia bukan putra konglomerat, dia pria terhormat.

Terima dia, hargai dia sebagai suami, hanya satu tahun. Setelah itu terserah kalian kalau mau bercerai. Syukur-syukur kalau pernikahan kalian bertahan selamanya.

Papa bisa bernafas lega, karena kamu sudah mendapat suami yang baik dan bertanggung jawab," ucap Papa memuji calon menantunya itu.

Setelah berdamai dengan kenyataan, dan berusaha memenuhi permintaan Papa, untuk menerima dia sebagai suami, dia menolakku? Kurang ajar sekali dia? Dia pikir dia itu siapa?

"Kenapa? Apa ada wanita lain? Hingga kamu tidak tertarik padaku?"

Kutatap laki-laki berkulit sawo matang khas pria Indonesia ini, wajahnya memang tidak setampan Opa-Opa Korea, atau aktor Hollywood. Tapi wajahnya laki-laki banget, dan karismatik. Tatap matanya teduh, bisa membuat perempuan yang menatapnya meleleh seketika.

"Kamu lupa pernikahan kita ini hanya sandiwara?" tanyanya datar.

"Tentu saja aku ingat, Tuan Abdi negara. Tapi apa salahnya kita berusaha saling menerima?"

"Berfikir lah logis Adelia, jangan pakai perasaan," ucapnya, tanpa mau menatapku.

Teringat ucapan Papa, "Papa memilih Abdi Negara, karena dia sosok menantu yang Papa idamkan. Andai kamu tidak hamil duluan, Papa akan membujuknya untuk menjadi suamimu selamanya."

"Apa salahnya kita benar-benar menjalani pernikahan ini? Lupakan sandiwara itu, mari kita mencoba saling menerima satu sama lain," bujukku.

Aku mendekat ke arah Abdi yang berdiri terpaku, kubelai wajahnya dengan ujung jariku. Tapi tangan kekarnya menangkap pergelangan tanganku.

"Kenapa? Apa aku kurang cantik?" Abdi Negara membuang pandangannya ke arah lain.

"Apa ada wanita lain?"

"Adelia, pernikahan ini hanya sandiwara hanya pura-pura. Satu tahun lagi kita bercerai, aku tidak mau ada masalah dikemudian hari.

Sebaiknya kita hidup masing-masing, aku tidak akan mencampuri urusanmu, begitu juga sebaliknya. Harap kamu ingat itu?" ucapnya dingin membuatku semakin terhina, dan ingin membalas perlakuannya.

"Dasar munafik! Aku tahu kamu tidak tulus ingin membantu, tapi kamu melakukannya karena mendapat imbalan dari Papaku, jangan kamu pikir aku tidak tahu," tandasku.

Meski Papa tidak cerita padaku, aku mendengar sendiri percakapan mereka di ruang kerja Ayah.

"Saya akan mengangkat kamu, menjadi direktur PT Elok Building. Agar kamu punya posisi yang prestis, dan tidak dipandang sebelah mata oleh keluarga besar, dan para kolegaku.

Bagaimanapun juga kamu calon menantu keluarga Soemantri. Kamu harus punya jabatan yang membanggakan." ucap Ayah kala itu.

"Kalau kamu keberatan, aku akan mengundurkan diri dari perusahaan itu. Kita akhiri sandiwara ini sekarang juga," tantangnya.

Si*lan! Berani sekali dia. Jelas Papa akan marah padaku, kalau pernikahan ini berakhir sekarang. Mau ditaruh di mana muka Papa?

Tapi aku Adelia, aku tidak Terima dihina oleh seorang laki-laki bernama Abdi Negara. Baiklah, kamu menang sekarang. Tapi nanti aku akan membuatmu tergila-gila padaku, dan saat itu giliran aku mencampakkanmu.

Next gak ya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja
9.6
Hari pernikahan berubah kacau saat cinta pertama sang suami datang memakai gaun pengantin yang sama. Alih-alih marah melihat mereka menyambut tamu bersama, sang istri justru memuji keserasian mereka. Hal ini membuat wanita itu menangis lalu kabur, hingga sang suami memaki istrinya pelit. Setelah pesta usai, sang suami malah membawa cinta pertamanya pergi bulan madu. Tanpa memicu keributan, sang istri langsung mengambil keputusan dingin untuk menjadwalkan aborsi.
Sampul Novel Di Jual Suamiku
7.9
Bagaimana jadinya jika pernikahan impian yang Anda dambakan justru berubah menjadi realitas yang penuh kerumitan? Novel ini menyoroti perjuangan emosional seorang istri yang harus mengarungi pasang surut kehidupan rumah tangga yang tak terduga. Bukannya meraih kebahagiaan yang dinanti, ia malah terperangkap dalam kondisi sulit yang menguji batas kesabaran serta kesetiaannya di tengah gempuran berbagai konflik yang datang melanda.
Sampul Novel Dikhianati di Ranjang Pengantin
8.2
Pasca dijebak Sabrina, saudara tirinya, hingga hamil anak asing, hidup Aurora Valencia hancur. Demi kehormatan, Jenderal Wirya Atmaja tega mengusir putri kandungnya itu. Enam tahun berlalu, Aurora kembali ke Jakarta dengan kekuatan baru untuk membalas dendam. Ia bertekad mengoyak topeng busuk ibu serta saudari tirinya, sekaligus mengungkap identitas pria misterius yang merupakan ayah dari anak kembar jeniusnya.
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Dalam kisah romansa modern ini, Rangga menaruh obsesi yang sangat besar kepada Davina. Demi memikat hati wanita impiannya tersebut, ia rela melakukan berbagai upaya untuk menarik perhatiannya. Rangga menyusun setiap langkah secara matang agar Davina luluh dan membalas perasaannya. Perjuangan tanpa lelah terus ia lakukan untuk memancing simpati Davina demi meraih cinta yang diidamkan. Inilah kisah usaha keras seorang pria mengejar wanita pilihannya.
Sampul Novel Suamiku Suku Anak Dalam
9.8
Rajo, anggota TNI AL tangguh asal Suku Anak Dalam, menghadapi dilema rumit. Ia dijodohkan dengan anak Tumenggung, ayah angkatnya, meski hatinya milik Kinanti, seorang sosiolog. Konflik asmaranya kian pelik setelah terjebak cinta semalam dengan putri komandannya di Natuna, terpikat perempuan di Lebanon, dan terlibat cinta lokasi saat di Bali. Di antara deretan wanita ini, siapakah yang akan dipilih Rajo?
Sampul Novel Terjun Bebas Di Antara Api dan Cinta
8.0
Saat balon udara bocor di ketinggian seribu meter, seorang pilot justru menyelamatkan mantan kekasihnya, Erika, menggunakan parasut ganda. Ia mengabaikan tangisan calon istrinya yang sedang hamil dan menuduhnya berbohong karena cemburu. Setelah melepas paksa pegangan sang tunangan, pilot itu melompat pergi. Ia tidak tahu bahwa Erika telah melubangi parasut yang tersisa, membiarkan wanita hamil itu terjun bebas dalam bahaya maut.