APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Jadi Ibu Surogasi

Terpaksa Jadi Ibu Surogasi

Karina terpuruk usai dikhianati Daniel, tunangannya yang berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Cobaan bertambah kala ia mengalami kecelakaan tragis. Sementara itu, Adrian harus segera memiliki ahli waris untuk mengamankan warisan sang kakek, tetapi istrinya enggan mengandung. Akibat kelalaian medis, Karina malah hamil anak Adrian melalui metode surogasi. Saat Karina bekerja di bawah pimpinan Adrian, rahasia besar tersebut mulai menguji hubungan mereka yang pelik.
Bab
Bagikan

Bab 3

Karina memandang pantulan wajahnya di cermin kamar mandi. Kulitnya tampak sedikit pucat, dan matanya menyimpan kelelahan yang sulit disembunyikan, meski ia sudah berusaha tegar sejak keluar dari rumah sakit. Namun, di balik kepenatan itu, ada percikan semangat yang membuatnya bertahan. Bagaimanapun, ada kehidupan di dalam dirinya yang menunggu untuk tumbuh, dan ia tidak ingin menyerah begitu saja.

Hari ini, ia harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa kondisinya benar-benar baik. Bayangan dokter yang mengatakan kondisi janinnya stabil memberikan sedikit kelegaan, namun ada kegelisahan yang tak bisa ia abaikan. Entah kenapa, perasaan bahwa sesuatu yang janggal sedang terjadi tak pernah benar-benar hilang dari pikirannya.

Pintu ruang praktik terbuka, dan dokter itu kembali masuk dengan ekspresi serius yang sulit diartikan.

"Selamat pagi, Nona Karina. Bagaimana perasaan Anda hari ini?" sapanya hangat.

Karina mencoba tersenyum, meski hatinya berdebar tak menentu. "Lebih baik, Dok."

Dokter mengangguk, namun sorot matanya masih serius. Ia lalu duduk di depan Karina dan membuka beberapa lembar hasil pemeriksaan.

"Saya ingin membicarakan sesuatu dengan Anda mengenai kondisi kandungan Anda," ucapnya perlahan.

Karina menggigit bibirnya, cemas menunggu penjelasan lebih lanjut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, kami mendapati bahwa ada perubahan pada kondisi janin Anda. Setelah kecelakaan itu, kami awalnya menduga bahwa janin Anda mungkin tidak dapat bertahan ... tapi, secara mengejutkan, kondisi kehamilan Anda tetap stabil." Dokter berhenti sejenak, seolah mencoba mencari kata yang tepat.

Karina hanya bisa menatap, bingung sekaligus resah. "Maksud Dokter ... ada sesuatu yang tidak beres?"

Dokter menggeleng pelan. "Tidak ada yang berbahaya sejauh ini. Namun, ada hal yang agak tidak biasa. Biasanya, dengan cedera yang Anda alami, kemungkinan untuk tetap hamil cukup kecil, namun kondisi Anda berbeda. Saya tak bisa menjelaskan lebih lanjut tanpa pemeriksaan yang lebih mendalam, namun sejauh ini, bayi Anda dalam kondisi sehat."

Karina merasakan denyut kuat di dadanya. Perasaan aneh yang menyelimuti pikirannya selama ini semakin kuat. Namun, ia memilih untuk mengabaikan rasa takut yang perlahan merayap. Bagaimanapun, hidupnya sudah cukup berantakan; ia tidak ingin menambah beban dengan mencurigai kehamilan ini.

"Apakah ini ... mungkin efek dari kecelakaan itu?" tanyanya pelan.

Dokter mengangguk ringan. "Bisa jadi. Tapi Anda tak perlu terlalu khawatir. Yang penting adalah menjaga kesehatan Anda dan bayi Anda. Jika ada hal lain yang mencurigakan, kami akan segera memberi tahu."

Karina mengangguk, meski hatinya masih dirundung kebingungan. Ia mengucapkan terima kasih kepada dokter, kemudian keluar dari ruangan dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, ia merasa lega bahwa bayinya baik-baik saja. Namun, di sisi lain, ada perasaan ganjil yang tak bisa ia abaikan.

---

Waktu berlalu, dan Karina mulai mencoba menjalani hidup baru. Ia mengalihkan fokusnya pada pekerjaan dan kehamilannya, berusaha melupakan segala hal buruk yang pernah terjadi dengan Daniel dan Vera. Namun, kenangan tentang mereka masih sering datang mengganggu, terutama ketika ia teringat betapa ia dulu sangat mempercayai Daniel.

Ketika tiba di kantornya hari itu, Karina merasa sedikit mual dan lelah, namun ia tetap berusaha tersenyum pada rekan-rekannya. Seorang kolega baru datang menyapanya dengan senyum ramah.

"Bagaimana kabar kamu, Karina? Apa semuanya berjalan lancar?" tanyanya dengan penuh perhatian.

Karina mengangguk pelan. "Lumayan, terima kasih. Aku hanya perlu sedikit waktu untuk menyesuaikan diri."

Obrolan mereka terputus saat sosok Adrian mendekat, membuat jantung Karina berdegup sedikit lebih cepat. Meski sikapnya dingin, ada sesuatu dalam sorot matanya yang selalu menarik perhatian Karina, membuatnya merasa seolah ia tak pernah benar-benar bisa menjauh.

Adrian berhenti di depan Karina dan rekan kerjanya, pandangannya tajam namun penuh wibawa.

"Nona Karina, saya ingin berbicara dengan Anda mengenai proyek yang sedang kita kerjakan," ujarnya dengan nada serius.

Karina mengangguk, mengikuti Adrian ke ruangan kerjanya. Suasana di dalam ruangan terasa hening ketika Adrian menutup pintu, membuat Karina semakin gugup. Ia berusaha menjaga ketenangannya, namun perasaan bahwa ia selalu merasakan kehangatan yang aneh di sekitar pria ini membuatnya semakin sulit berkonsentrasi.

"Silakan duduk," ucap Adrian, duduk di kursinya dan menatap Karina dengan pandangan serius.

Karina duduk dengan canggung, mencoba menenangkan debaran jantungnya yang semakin kencang.

"Ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan tentang progres proyek ini," ucap Adrian, membuka dokumen di meja. Namun, ketika ia mulai berbicara, pandangannya sekilas bertemu dengan mata Karina, dan untuk sejenak, Karina merasakan sesuatu yang berbeda dalam tatapan itu.

"Apakah semuanya baik-baik saja, Nona Karina?" tanya Adrian tiba-tiba, nadanya sedikit melunak.

Karina terdiam sejenak, kaget dengan perubahan nada bicara Adrian. "Ya, semuanya baik-baik saja, Pak Adrian. Hanya ... sedikit penyesuaian setelah keluar dari rumah sakit," jawabnya pelan.

Adrian mengangguk, namun ia tampak berpikir sejenak sebelum kembali menatap Karina. "Jika ada yang mengganggu atau Anda membutuhkan sesuatu, Anda bisa mengatakannya. Saya bisa mengatur agar pekerjaan Anda tidak terlalu membebani."

Karina tersenyum samar, merasa sedikit tersentuh. "Terima kasih, Tuan Adrian. Tapi saya baik-baik saja. Saya justru ingin fokus pada pekerjaan ini untuk membantu melupakan ... hal-hal yang terjadi."

Adrian menatapnya sejenak, matanya penuh sorot penasaran namun juga kehangatan yang samar.

"Baiklah, jika itu yang Anda inginkan," jawabnya akhirnya, mencoba menjaga profesionalisme meskipun Karina bisa merasakan ada sesuatu yang lebih dalam dalam nada bicaranya.

Pembicaraan mereka berlanjut dengan lebih serius, namun setiap kali pandangan mereka bertemu, ada sesuatu yang tak terucapkan, seolah masing-masing menyimpan rahasia yang tak bisa diungkapkan. Karina berusaha menjaga jarak, namun ada perasaan aneh yang semakin sulit ia abaikan setiap kali berada di dekat Adrian.

---

Hari itu berlalu dengan cepat. Ketika Karina pulang, ia merasa tubuhnya lelah namun hatinya sedikit lebih tenang. Keberadaan Adrian yang tenang namun penuh karisma sedikit banyak memberinya kekuatan untuk menjalani hari-harinya yang semakin berat.

Namun, di malam harinya, ketika ia berbaring di tempat tidur, bayangan masa lalunya kembali menghantui. Ingatan tentang pengkhianatan Daniel masih menyisakan luka yang belum sepenuhnya pulih. Bagaimana bisa ia begitu percaya pada seseorang yang ternyata begitu mudah mengkhianatinya? Rasa sakit itu terkadang begitu menyiksa hingga ia merasa seperti tak sanggup bernapas.

Karina mengelus perutnya yang mulai sedikit membesar, merasakan kehidupan kecil yang tumbuh di dalamnya. "Aku akan melindungi mu," bisiknya lembut. "Aku akan berjuang untukmu, meski aku harus melakukannya sendirian."

Namun, dalam hatinya, ada perasaan ragu yang tak bisa ia hilangkan. Apakah ia benar-benar bisa menghadapi semua ini sendiri? Apakah ia bisa menjadi ibu yang baik untuk anak ini, tanpa dukungan siapa pun?

Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar di pikirannya, mengantarkannya ke dalam tidur yang penuh dengan mimpi-mimpi tak menentu.

---

Keesokan harinya, Karina kembali ke kantor dengan semangat baru. Namun, saat berjalan menuju meja kerjanya, ia mendapati sosok Adrian berdiri di dekat jendela, memandang ke luar dengan tatapan kosong. Ada ekspresi muram di wajahnya yang tak biasa terlihat.

Karina merasa ragu sejenak, namun akhirnya mendekat. "Tuan Adrian, apakah Anda baik-baik saja?" tanyanya pelan.

Adrian menoleh, tampak sedikit kaget melihat Karina. Namun, ia segera tersenyum tipis, meski senyumnya terlihat dipaksakan. "Hanya ... memikirkan beberapa hal."

Karina mengangguk, mencoba memahami tanpa bertanya lebih lanjut. Namun, ada dorongan dalam hatinya untuk mengatakan sesuatu yang lebih, untuk menghiburnya.

"Kadang-kadang ... menghadapi masalah seorang diri memang tidak mudah," ujarnya, mencoba tersenyum.

Adrian menatapnya sejenak, tampak terkejut dengan pernyataan itu. "Anda benar, Nona Karina. Tapi terkadang, ada masalah yang tidak bisa diungkapkan kepada siapa pun."

Karina merasakan debaran di dadanya. "Jika ada sesuatu yang bisa saya bantu, saya ... saya siap mendengarkan."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jiwa Pengganti
8.5
Pasca tewas tragis akibat patah hati di usia 27 tahun, Amelia terbangun di tubuh Castarica, putri bangsawan kejam berjuluk iblis. Di kehidupan barunya ini, ia terjebak dalam pernikahan dengan seorang pria berhati dingin yang menyimpan ambisi rahasia. Kini, Amelia harus berjuang bertahan hidup di raga sang antagonis, sembari menghadapi suaminya yang penuh misteri dan rencana tersembunyi. Mampukah ia melaluinya?
Sampul Novel Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!
9.7
Malam sebelum pernikahan megah dua keluarga mafia, Jeny menemukan pesan mesum dari Via di ponsel Leo. Meski Leo berjanji setenang mungkin untuk memutuskan hubungan dengan adik mendiang wakilnya itu, pengkhianatan nyata terjadi di hari pernikahan mereka. Saat janji suci hampir diucapkan, Leo memilih pergi menyelamatkan Via yang mengancam bunuh diri. Ditinggal sendirian di altar, Jeny memutuskan mengakhiri hubungan mereka selamanya. Ia menghilang tanpa jejak, membawa pergi anak Leo yang sedang dikandungnya.
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik kedok persahabatan dan harapan baru, ada sosok manipulatif yang sangat lihai. Ia tampak suportif, padahal diam-diam mendominasi hidup orang-orang di sekitarnya lewat pesta mewah serta perjalanan jauh. Dengan menguasai festival dan hari libur kota, ia mengubah tatanan dunia demi ambisi pribadi. Bagi para mantan kriminal, ia adalah momok mengerikan yang memegang kendali mutlak atas nasib mereka secara kejam.
Sampul Novel Menikahi Lelaki Brengsek
8.9
Kehidupan indah Raden Roro Ayu, bangsawan berpendidikan tinggi, runtuh setelah mengandung anak dari Nanda, sahabat dari pacarnya sendiri. Pernikahan terpaksa ini membawa penderitaan bagi Ayu hingga memicu dendam membara, merusak kedamaian keluarga, dan melahirkan permusuhan besar. Sementara itu, Sonny yang tetap mencintai Ayu menolak merelakannya. Ayu pun kini berada di persimpangan jalan, terjebak antara pernikahan dinginnya atau pulang ke pelukan Sonny.
Sampul Novel Permainan Cinta Dokter Muda
8.1
Melihat penderitaan adiknya, Sonya Anastasya trauma dan tidak lagi memercayai laki-laki. Di matanya, pria hanyalah perayu, tak terkecuali Dokter Tomy Surya Atmaja. Walau Tomy sudah beristri dan anaknya adalah murid Sonya, sebuah peristiwa tak terduga dalam semalam menyulut gairah terlarang. Kini, Sonya terjebak konflik batin antara akal sehat dan hasrat membara yang sulit ia tepis, meski sadar hubungan ini adalah kekeliruan besar.
Sampul Novel The Devil's Gift
9.8
Saat menyelesaikan konflik di Philadelphia, bos mafia Italia yang kejam, Cerano Acheron, bertemu Raveena Hesper. Lama terperangkap di rumah bordil, Raveena memberanikan diri bersujud di depan sang 'iblis' demi bebas. Ia menyerahkan jiwa dan raganya sebagai imbalan agar Cerano meratakan tempat terkutuk itu. Terkesan oleh nyali Raveena yang siap mati, Cerano menyetujui kesepakatan tersebut. Kini, Raveena selamanya terikat dalam pelukan sang Underboss yang sangat berbahaya.