APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Memasuki tahun kelima pernikahan, Julia Trevon curiga pada rasa pahit vitamin C pemberian suaminya, Victor Camden. Saat botol itu diperiksa di rumah sakit tempat Victor bekerja, hasilnya mengejutkan: isinya adalah mifepristone yang memicu kemandulan. Julia mencoba menjelaskan bahwa Victor adalah suaminya, tetapi dokter di sana malah menyuruhnya menemui psikiater. Bagi mereka, istri sah Victor baru saja melahirkan bayi dua bulan lalu, membuat keberadaan Julia dianggap sebagai khayalan belaka.
Bab
Bagikan

Bab 4

Kaca jendela mobil memantulkan dua bayangan yang saling tumpang tindih, hanya menyisakan celah selebar jari.

Victor menindih Mandy di kursi pengemudi, ujung jarinya membelai dahi wanita itu. "Apa dahimu sakit terkena lemparan tadi?"

Mandy mendongakkan kepala perlahan, menempelkan bibirnya ke bibir Victor, sementara matanya berkilat dengan rayuan.

"Nggak sakit. Seharusnya aku nggak mengganggumu dan Kak Julia, Aku pantas dilempar," kata Mandy.

Victor mengerutkan kening, menggigit pipi Mandy perlahan.

"Jangan bicara sembarangan. Kamu dan dia sama-sama kesayanganku," balas Victor.

Victor mencubit pinggangnya, nadanya terdengar sedikit nakal, "Kamu masih bisa bicara omong kosong, berarti kamu belum cukup dilempari."

Sebelum Victor selesai berbicara, satu tangannya mencubit pinggang Mandy, sementara tangan lainnya memegang dagunya, langsung mencium wanita itu dengan kasar.

Mandy meronta dua kali, lalu mendorong Victor. Nadanya berisi kecemburuan ketika dia berujar, "Ini adalah mobil yang kamu berikan padanya. Aku nggak mau melakukannya di sini ...."

"Lagi pula, Kak Julia masih menunggumu di ruang istirahat. Kamu mengatakan akan kembali dalam beberapa menit."

Victor menjepit pergelangan tangan Mandy di atas kepala dengan satu tangan, sementara tangan lainnya meluncur turun mengikuti garis pinggangnya. Suaranya terdengar serak dan dalam, "Sekarang kamu masih bisa memikirkan orang lain? Beberapa menit saja sudah cukup untuk mengurusmu."

Tidak lama kemudian, napas Mandy menjadi terengah-engah. Dia merangkul bahu Victor dengan lembut.

Suara-suara ambigu itu terbawa angin hingga keluar. Julia seperti dipaku di tempat, seluruh darah di tubuhnya membeku. Kakinya lemas, hingga dia hampir jatuh berlutut. Dadanya seperti dilubangi dengan paksa, terasa sakit sampai dia tidak bisa melihat dengan jelas.

Julia tiba-tiba teringat hari berdirinya klub. Victor seperti anak kecil yang meminta permen, menunggu pujian darinya. Namun, karena Julia merasa terlalu terharu, dia hanya bisa menangis, tidak bisa berbicara.

Victor langsung menggendong Julia masuk ke kursi belakang mobil balap, menarik baju wanita itu dengan napasnya yang panas. Julia juga sangat tergoda, tetapi dia tetap mendorong pria itu menjauh sambil menggertakkan gigi.

"Victor, mobil balap adalah cita-cita tertinggiku. Aku ingin menjaganya tetap murni," ujar Julia.

Saat itu Victor terdiam. Julia mengira pria itu akan marah, tetapi dia tiba-tiba merapikan pakaian mereka berdua. Pria itu duduk tegak sambil mengangkat tiga jarinya, sementara matanya bersinar dengan cerah.

"Aku bersumpah, mulai sekarang ini juga akan menjadi cita-citaku. Selamanya, aku akan selalu bersikap hormat pada mobil balap, nggak akan pernah melakukannya di dalam mobil ...."

Victor membisikkan kata-kata terakhir itu di telinga Julia dengan napas panasnya, membuat wajah Julia serasa terbakar.

Hanya dengan janji itu, Julia memutuskan bahwa Victor akan menjadi satu-satunya pria di hidupnya.

Namun, sekarang pria itu sedang bersama wanita lain di dalam mobil balapnya, menginjak-injak hal yang paling Julia sayangi.

Julia merasa kesakitan sampai tidak bisa berdiri. Kunci mobil di tangannya menimbulkan bunyi dentingan ketika terjatuh ke tanah. Julia tersadar, ingin berbalik untuk lari. Namun, dia menyadari bahwa kedua orang di dalam mobil itu sama sekali tidak menyadari gerakan di luar.

Julia memaksakan senyuman yang tampak lebih buruk dari tangisan, menggigit buku jarinya dengan keras, menahan semua isakan di tenggorokan.

Pada saat itu, hujan mulai turun, sementara celah di jendela mobil pun tertutup rapat.

Julia memandang mobil yang masih bergoyang ringan untuk terakhir kalinya, membungkuk untuk memungut kuncinya, lalu berbalik sambil melemparkannya ke dalam selokan di samping.

Mandy yang ada di kursi belakang kebetulan mendongakkan kepala. Dia melihat punggung Julia yang menjauh melalui kaca spion. Sudut mulutnya menunjukkan senyuman bangga.

Hujan deras datang dan pergi dengan cepat.

Ketika Victor mendorong pintu ruang istirahat terbuka, Julia masih duduk dengan posisi yang sama.

Victor menghela napas lega, menarik kerah bajunya, lalu berjongkok di depan Julia. "Julia, ayo kita pulang."

Saat Julia menundukkan kepala, dia bisa melihat tanda merah yang masih baru di sisi leher pria itu.

Anehnya, tidak ada riak sedikit pun di hati Julia.

Dia tidak membiarkan Victor menggendongnya, langsung bersandar di dinding, berjalan dengan tertatih-tatih ke tepi mobil. Saat membuka pintu penumpang, dia melihat Mandy sedang duduk di kursi pengemudi.

Victor segera menyusul, lalu menjelaskan, "Mandy mendaftar untuk sebuah lomba kecil. Kita akan membiarkannya berlatih di sepanjang rute ini. Julia, bisakah kamu membantu membimbingnya?"

Julia tertegun sejenak, lalu mengangguk.

Meskipun Julia membenci Mandy, dia menghormati setiap orang yang benar-benar mencintai mobil balap.

Namun, andai saja Julia sejak awal mengetahui bahwa Mandy bahkan tidak memiliki SIM, dia tidak akan pernah membuka pintu mobil itu.

Ketika mobil tiba-tiba oleng dan meluncur keluar, jantung Julia seakan melonjak ke tenggorokannya dalam sekejap. Dia mengulurkan tangan untuk merebut kemudi, tetapi Mandy dengan kasar mendorongnya menjauh.

"Kalau nggak mau mati, lepaskan tanganmu!" Julia memperingatkan dengan mata memerah.

Namun, Mandy benar-benar tidak melonggarkan cengkeramannya sedikit pun. Kakinya juga menginjak pedal gas hingga dalam.

Suara ledakan yang keras dan suara Victor datang bersamaan.

"Julia!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Don't Leave Me
9.5
Amel, seorang mahasiswi polos, tak menyangka akan dilamar oleh Barry, yang merupakan kakak ipar dari dosen pembimbingnya. Rupanya, Barry telah lama memendam rasa dan mengincar Amel secara senyap. Harapan Amel untuk membangun biduk rumah tangga yang indah seketika sirna begitu perselingkuhan suaminya terbongkar. Barry bermain api dengan sekretaris pribadinya, yang juga teman lama keluarganya. Amel kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau mengakhiri pernikahan yang menyakitkan ini.
Sampul Novel Ibu Sambung Anak Mafia
9.2
Hidup Natalia Smith berubah drastis setelah insiden tabrakan di mall dengan Jenifer Audey. Gadis remaja berusia 17 tahun itu justru meminta Natalia menjadi ibu tirinya sebagai ganti rugi. Kini, Natalia yang baru berumur 23 tahun harus menghadapi rencana perjodohan yang dirancang Jenifer. Targetnya adalah sang ayah, Aaron Audey, seorang bos mafia kejam asal Inggris berusia 30 tahun. Mampukah taktik Jenifer menyatukan Natalia dengan sang ayah yang sangat ditakuti?
Sampul Novel Istri sang Tuan Muda Lumpuh
8.4
Fyorin menghadapi situasi penuh ketegangan saat terjebak dalam momen intim bersama Tuan Muda Sooya. Meski sempat ragu, ia memantapkan hati untuk menyerahkan segalanya. Namun, kepolosan Fyorin tak terbendung saat ia merasa terintimidasi oleh realitas fisik sang tuan muda. Di tengah rasa takut yang mulai melingkupi pikirannya, Sooya dengan lembut memintanya memejamkan mata untuk meredakan kecemasan. Inilah kisah romansa dewasa sarat intrik keluarga yang menguji keberanian Fyorin.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Sampul Novel Rahasia Dibalik Kepergian Istriku
9.7
Kemarahan mendalam melanda seorang suami setelah rahasia besar terbongkar pasca empat tahun lamanya. Ia merasa dikhianati karena dijauhkan dari putra kandungnya sendiri tanpa kejelasan. Meski sang istri berdalih bahwa suaminya sejak awal tidak menginginkan kehadiran anak tersebut, tuduhan itu justru menyulut perseteruan hukum yang sengit. Sang suami kini bertekad membawa kasus ini ke meja hijau demi merebut hak asuh dan memperjuangkan keadilan baginya.