APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Ternyata Kau Injak Dua Perahu

Memasuki tahun kelima pernikahan, Julia Trevon curiga pada rasa pahit vitamin C pemberian suaminya, Victor Camden. Saat botol itu diperiksa di rumah sakit tempat Victor bekerja, hasilnya mengejutkan: isinya adalah mifepristone yang memicu kemandulan. Julia mencoba menjelaskan bahwa Victor adalah suaminya, tetapi dokter di sana malah menyuruhnya menemui psikiater. Bagi mereka, istri sah Victor baru saja melahirkan bayi dua bulan lalu, membuat keberadaan Julia dianggap sebagai khayalan belaka.
Bab
Bagikan

Bab 5

Julia menahan rasa sakit yang menusuk di kakinya, berusaha keras untuk menanggapi teriakan itu.

"Victor ... aku …."

Namun, tidak ada seorang pun yang menjawab.

Julia membuka mata dengan paksa, penglihatannya kabur karena darah. Dia hanya melihat bagian dalam mobil yang kosong.

Hanya tersisa dirinya seorang.

Orang yang tadi meneriakkan namanya tidak menolongnya.

Saat kesadarannya mulai menghilang, Julia terjatuh ke dalam mimpi.

Dia bermimpi Victor mengejarnya ke Loswana pada tahun itu.

Pada saat itu, klub menahan Julia dan tidak bersedia melepaskannya. Dengan mata yang memerah, Victor ingin bertaruh mobil dengan anggota klub. Jika dia menang, dia akan membawa Julia pergi.

Waktu itu, Victor baru saja mengambil lisensi balap profesional demi Julia. Ini adalah pertama kalinya pria itu menyentuh mobil balap, tetapi dia sudah berani naik ke jalan pegunungan yang berliku. Julia duduk di kursi penumpang sebagai navigator, tetapi tetap saja terjadi kecelakaan. Saat Victor melakukan drift, dia kehilangan kendali. Mobilnya menabrak pembatas, langsung terjun berguling ke bawah tebing.

Dalam kekacauan, Victor mati-matian melindungi Julia dalam pelukan, bahkan tidak melepaskan wanita itu meski kepalanya berdara. Pada akhirnya, pria itu menggunakan seluruh tenaganya untuk mengangkat Julia ke atas batu yang menonjol di atap mobil, lalu berteriak dengan suara serak, "Pegang erat-erat."

Sementara itu, Victor sendiri meluncur ke bawah bersama dengan mobil yang hancur. Setengah tubuhnya sudah tergantung di luar tebing, hampir hancur berkeping-keping.

Setelah diselamatkan, Victor berbaring dengan lemah di pelukan Julia. Dia tidak sadarkan diri, tetapi masih tidak lupa bahwa Julia akan kembali.

"Julia, mereka hanya ingin kamu menghasilkan uang. Aku ingin kamu aman .... Mulai sekarang, nggak peduli seberapa berbahayanya, aku akan ... akan melindungimu. Ikutlah denganku, oke?" ujar Victor.

Julia hendak menjawab, tetapi pandangannya menjadi gelap. Dia pun terbangun dari mimpi itu.

Kali ini, pria itu tidak melindunginya.

Bulu mata Julia bergetar. Ketika membuka mata, setetes air mata mengalir jatuh ke sarung bantalnya.

Orang yang ada di tepi tempat tidur langsung menjadi bersemangat. "Julia, kamu akhirnya sadar!"

Perawat yang mengganti perban juga ikut tersenyum. "Akhirnya kamu sadar. Dokter Victor menjagamu siang dan malam, matanya sampai merah. Aku juga ingin menjadi adiknya untuk bisa ikut merasakan kebaikan ini."

Julia belum pulih sepenuhnya. Dia bertanya dengan kebingungan, "Adik?"

"Ya. Bukankah kamu Adik Dokter Victor?" Perawat itu berkata sambil membereskan barang, "Pagi tadi istri Dokter Victor, Kak Mandy, juga datang menjengukmu. Dia menangis sampai sesak napas. Dia secara khusus berpesan agar aku meneleponnya ketika kamu tersadar."

Gelas kaca yang ada di tangan Victor terjatuh ke lantai dengan suara keras, hancur hingga berkeping-keping.

Perawat itu terkejut, menutup mulut dengan canggung, lalu segera memanggil petugas kebersihan.

Julia juga terkejut oleh suara ini sampai benar-benar tersadar. Serpihan ingatan yang hancur tiba-tiba menyatu.

Julia mengingat punggung Victor yang menggendong Mandy pergi menjauh. Saat dia sekarat, mengulurkan tangan untuk meminta pertolongan, pria itu menganggapnya tidak ada, meninggalkan dirinya dalam keputusasaan.

Julia mendongak untuk menatap Victor. Kepanikan di mata pria itu tidak bisa disembunyikan.

Julia menyeringai, sementara suaranya terdengar dingin ketika berkata, "Jelaskan."

Victor tertegun sejenak, lalu segera memegang tangannya dengan panik. "Mereka bicara omong kosong! Pasti ini karena kita terlihat akrab, jadi mereka salah mengira kalau kamu adalah adikku …."

"Baiklah, aku percaya padamu."

Julia memotongnya, tidak ada emosi sedikit pun yang terdengar dalam nadanya.

Sisa kata-kata Victor tersangkut di tenggorokannya.

Ada yang tidak benar. Julia seharusnya tidak seperti ini.

Wanita ini seharusnya menangis, mengamuk, menanyakan kenapa dia menyelamatkan Mandy terlebih dulu. Seharusnya dia juga marah karena Victor membiarkan orang lain salah paham dengan hubungan mereka.

Namun, Julia tidak melakukannya. Wanita ini setenang genangan air.

Kepanikan menjalar naik di sepanjang tulang belakangnya. Victor masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi Julia sudah menutup mata. "Aku mengantuk."

Rasa bersalah yang menghantui hati Victor tak menemukan tempat untuk berlabuh.

"Julia, ini semua salahku. Aku nggak seharusnya membiarkan Mandy menyetir. Aku sudah memarahinya. Kalau kamu marah, kamu bisa memukul atau memarahiku. Jangan menyimpannya di dalam hati," kata Victor.

Julia menarik kembali tangannya. Saat membuka matanya lagi, hanya tersisa kesunyian di sana.

"Aku benar-benar mengantuk."

Ada sesuatu yang salah.

Kepanikan menyergap Victor. Rasa kehilangan yang tak terelakkan itu bagaikan lubang hitam yang hendak menyeret dirinya ke dalam kehampaan.

Namun, sebelum Victor sempat mengucapkan penyesalan yang layak, dia sudah dipanggil keluar oleh dokter yang datang untuk memeriksa.

Begitu pria itu berbalik, mata Julia langsung memerah.

Namun, tak peduli betapa perih hatinya kali ini, tak ada lagi air mata yang tersisa untuk mengalir.

Ketika Victor berbalik untuk pergi, hati Julia sudah benar-benar mati.

Julia mengangkat tangan untuk menyeka sudut matanya yang kering. Dia hanya ingin tidur dengan nyenyak, lalu langsung meninggalkan pria ini begitu terbangun nanti.

Namun, begitu kelopak matanya terpejam, keributan dari ranjang sebelah langsung memecah keheningan.

"Berhentilah menangis!" Suara seorang wanita terdengar memarahi, "Kakak di ranjang sebelah itu pembalap. Sekarang kakinya patah, dia nggak bisa menyetir lagi, tapi dia nggak menangis. Pergelangan kakimu hanya terkilir saja, apa yang perlu kamu tangisi?"

"Ah! Aku nggak mau kakiku patah. Aku nggak mau!"

Tangisan bocah itu bergema di seluruh ruang perawatan, hingga sampai ke telinga Julia.

Kakinya patah?

Dalam sekejap, di kepala Julia seakan terdengar suara ledakan yang keras.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Don't Leave Me
9.5
Amel, seorang mahasiswi polos, tak menyangka akan dilamar oleh Barry, yang merupakan kakak ipar dari dosen pembimbingnya. Rupanya, Barry telah lama memendam rasa dan mengincar Amel secara senyap. Harapan Amel untuk membangun biduk rumah tangga yang indah seketika sirna begitu perselingkuhan suaminya terbongkar. Barry bermain api dengan sekretaris pribadinya, yang juga teman lama keluarganya. Amel kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau mengakhiri pernikahan yang menyakitkan ini.
Sampul Novel Ibu Sambung Anak Mafia
9.2
Hidup Natalia Smith berubah drastis setelah insiden tabrakan di mall dengan Jenifer Audey. Gadis remaja berusia 17 tahun itu justru meminta Natalia menjadi ibu tirinya sebagai ganti rugi. Kini, Natalia yang baru berumur 23 tahun harus menghadapi rencana perjodohan yang dirancang Jenifer. Targetnya adalah sang ayah, Aaron Audey, seorang bos mafia kejam asal Inggris berusia 30 tahun. Mampukah taktik Jenifer menyatukan Natalia dengan sang ayah yang sangat ditakuti?
Sampul Novel Istri sang Tuan Muda Lumpuh
8.4
Fyorin menghadapi situasi penuh ketegangan saat terjebak dalam momen intim bersama Tuan Muda Sooya. Meski sempat ragu, ia memantapkan hati untuk menyerahkan segalanya. Namun, kepolosan Fyorin tak terbendung saat ia merasa terintimidasi oleh realitas fisik sang tuan muda. Di tengah rasa takut yang mulai melingkupi pikirannya, Sooya dengan lembut memintanya memejamkan mata untuk meredakan kecemasan. Inilah kisah romansa dewasa sarat intrik keluarga yang menguji keberanian Fyorin.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Sampul Novel Rahasia Dibalik Kepergian Istriku
9.7
Kemarahan mendalam melanda seorang suami setelah rahasia besar terbongkar pasca empat tahun lamanya. Ia merasa dikhianati karena dijauhkan dari putra kandungnya sendiri tanpa kejelasan. Meski sang istri berdalih bahwa suaminya sejak awal tidak menginginkan kehadiran anak tersebut, tuduhan itu justru menyulut perseteruan hukum yang sengit. Sang suami kini bertekad membawa kasus ini ke meja hijau demi merebut hak asuh dan memperjuangkan keadilan baginya.