APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan

Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan

Alin, janda satu anak, terpuruk akibat utang pinjol dan kehancuran bisnisnya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Sky Yuan lewat donor darah, yang kemudian menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi pelunasan utang. Namun, Seiji Matsuyama, sang mantan suami, kembali hadir demi menebus kesalahan masa lalu. Situasi kian rumit saat Sky hilang dalam kecelakaan helikopter. Dalam kondisi hamil anak Sky, Alin didampingi Seiji yang setia. Akankah ia memilih Sky yang hilang ingatan atau kembali pada Seiji?
Bab
Bagikan

Bab 3

Menjelang tengah malam, Sky pulang ke rumahnya. Daffa sudah menunggunya dari sore dan data serta laporan yang di perlukan juga sudah siap.

"Daf, perintahkan Mr. Philippe untuk menyiapkan makan malamku sebelum kita berangkat. Apakah kamu sudah makan malam?"

"Baik. Apakah kamu juga ingin memakan soup daging kuda untuk menambah staminamu?" sarkas Daffa.

"Jika ada, boleh. Kamu juga harus mencicipi soup daging kuda itu nanti" Sky masuk ke kamar mandinya langsung menuju shower.

Daffa sudah menemui Mr. Philippe yang langsung menghubungi bagian dapur, Ternyata hanya ada Zia, gadis muda yang bertugas di dapur malam itu yang kebetulan sedang membuat soup daging kuda yang dia beli dengan harga murah di pasar karena pembelinya memaksanya untuk membelinya.

Daffa hampir mau muntah saat di hadapannya ada mangkop soup daging kuda. Sky tertawa tanpa suara, sangat menikmati kekesalan Daffa di hadapannya.

"Cepatlah di makan, bukankah kamu meminta soup daging kuda tadi?" kekeh Sky menatap Daffa yang terpaksa memakan soup di hadapannya dengan mata terpejam.

"Zia, terima kasih atas bantuanmu. Istirahatlah, kami tidak akan mengganggumu lagi"

Zia mengangguk kemudian menyerahkan urusan di meja makan ke Mr. Philippe. Zia adalah salah satu pelayan di kediaman Sky bukan koki namun kedua orangtua gadis itu dulunya bekerja di rumah Sky dan mereka adalah koki yang sangat hebat di masa Thomas Yuan, Ayahnya Sky masih hidup. Zia bahkan lahir di rumah Sky.

Sky juga ingat seperti apa Zia sewaktu dia masih bayi merah, tahun ini dia baru berumur 15 tahun. Janette yang membantu biaya sekolahnya dan membuat Zia tetap tinggal di kediaman Sky. Tindakan Janette ini sangat berani karena mengingat Sky sangat menyukai gadis muda suci polos namun sangat lega mengetahui bahwa Sky masih manusia beradab, tidak sekalipun dia ingin menyakiti atau melecehkan Zia.

Siang itu matahari bersinar sangat terik. Setelah mencuci baju, Alin pergi menuju gerai PMI. Toko snacknya belum buka, Sean sedang sekolah.

"Halo kak Alin, apakah sehat hari ini?" sapa petugas PMI yang bernama Ardi, nama yang tersemat di baju seragam yang di pakainya.

"Sehat Mas, Alhamdulillah. Apakah HB ku sudah oke untuk donor kali ini?"

"Mari kita cek dulu. Semalam tidurnya minimal 6 jam kan kak?"

"Sepertinya begitu mas, saya tidur jam 10 bangunnya subuh tadi"

"Oke kak, HB kaka 12,6. Mepet banget sih tapi bisa untuk donor darah" ujar Ardi saat melihat hasil pengukuran HB Alin. Minimal HB 12,5 untuk bisa berdonor darah.

Tiba-tiba pintu ruangan PMI di dorong beberapa orang dari luar.

"Maaf, kami butuh golongan darah A plus. Pasien sangat urgent. Stok darah di rumah sakit kosong untuk A plus" tutur salah satu pria yang paling dulu bergerak maju ke arah Alin dan Ardi duduk.

"Nona ... Apakah Nona bergolongan darah A plus? Kami akan sangat berterima kasih pada Nona, tolong donor kan pada pasien kami" Pria yang tidak lain adalah Daffa, asisten Sky Yuan memohon pada Alin setelah melihat kartu donor darah Alin yang menjelaskan golongan darah Alin A plus.

Alin tercekat melihat wajah kusut di hadapannya namun tidak menghilangkan ketampanannya kemudian dia menatap Ardi yang sudah pulih dari kagetnya.

"Saya akan mendampingi kak Alin untuk donor darah di sana kalau kaka Alin tidak keberatan" ujar Ardi sopan dan Alin pun mengangguk.

"Terima kasih Nona. Terima kasih banyak" ucap Daffa penuh hormat pada Alin.

Alin merasa jengah di perlakukan seperti itu, jadi dia bertanya cepat pada pria di hadapannya.

"Rumah sakit mana?"

Daffa langsung membawa Alin dan Ardi masuk ke dalam mobilnya yang dia kemudikan sendiri melaju ke arah rumah sakit tempat Sky sedang di tangani. Di belakang mobil mereka di ikuti tiga mobil yang merupakan para pengawal pribadi Sky Yuan.

Alin berbisik pada Ardi "Sepertinya pasiennya orang penting, apakah dia akan menghisap darahku sampai habis?"

"Itu adalah tindakan kejahatan serius. Jangan kuatir, Saya akan memastikan kak Alin hanya donor darah, tidak akan sampai menghabiskan stok darah di tubuh kak Alin" Ardi tersenyum melirik Alin. Setiap Alin berdonor darah, kebetulan Ardi yang sering bertugas membantu jadi sudah sedikit mengenal wanita itu yang terkadang melontarkan lelucon konyol seperti Vampire itu ada darahnya ga sih? Trus dia minum darah buat apa ya? kalau vampire minum darahnya dengan cara transfusi bisa ga yah?.

Mobil yang di kemudikan Daffa sudah sampai, dia langsung membawa Alin dan Ardi menuju ruangan operasi dimana Sky Yuan sedang di lakukan tindakan operasi mengeluarkan peluru dari tubuhnya dan masih belum sadarkan diri. Luka tempak di perut dan dadanya sudah banyak mengeluarkan darah. Sedikit saja peluru itu bergeser ke arah jantungnya, mungkin Sky sudah tidak bisa di selamatkan.

Petugas membawa Alin dan Ardi ke dalam ruangan operasi meninggalkan Daffa di luar ruangan bersama para pengawal yang baru saja sampai dari menyusul mereka.

Ardi melayani langsung bagian transfusi darah Alin untuk pasien yang mereka tidak tahu namanya dan operasi mengeluarkan peluru dari tubuhnya masih berlangsung sangat ketat.

Daffa menggigil pucat tidak bisa duduk dengan tenang, berjalan mondar-mandir di depan ruangan operasi. Masih jelas di ingatannya saat Sky mengemudikan mobil mereka menuju proyek dengan Daffa yang duduk di kursi penumpang. Tiba-tiba terdengar bunyi berdesing dan saat itu juga Sky langsung menginjak rem mendadak, dada dan perutnya sudah bersimbah darah. Begitu cepat dan tidak bisa di hindari.

Para pengawal yang berada di mobil di belakang mereka segera berhenti membantu memindahkan tubuh Sky ke kursi penumpang yang perlahan melemah dan kesadarannya hilang, sebagian mencari sumber peluru di tembakkan. Daffa mengambil alih kemudi dan melajukan secepat kilat mobilnya menuju rumah sakit terdekat.

Dokter segera melakukan tindakan dan mengatakan Sky harus di operasi namun Sky sudah kehilangan banyak darah, Darahnya bergolongan darah A plus saat itu sedang kosong stoknya. Itulah awal Daffa bertemu Alin untuk menyelamatkan Sky.

Telp Daffa berbunyi dan segera dia menjawabnya yang ternyata dari Janette.

"Setelah operasi selesai, segera terbang ke sini. Saya sudah siapkan dokter terbaik" ucap Janette yang sudah mengetahui mengenai keadaan Sky.

"Baik Madam. Maafkan saya gagal melindungi Sky"

"Bukan salahmu. Nicholas sudah menemukan orangnya dan dia bunuh diri di tempat saat para pengawal kalian mengejarnya. Untuk sementara Nicholas akan menyelidiki siapa orang di belakang ini. Mengenai proyek, besok saya akan menemui pemerintah Indonesia untuk menutupnya. Tidak masalah rugi beberapa milyar asalkan anakku selamat" Janette berkata panjang lebar dan sangat berwibawa. Memang seorang Sky Yuan bisa sehebat sekarang itu tak terlepas dari didikan Janette yang sangat tegas dan ilmu bisnisnya luar biasa. Janette sudah lama ingin menutup proyek di jawa barat tersebut namun Sky menolak. Entah apa yang ada di pikiran Sky.

Alin sudah memberikan darahnya lebih banyak dari dia biasa berdonor darah. Wajahnya pucat dan tenaganya bahkan tidak sanggup untuk membuka kelopak matanya. Ardi sudah menghentikan darah keluar dari tubuh Alin dan menutup lengannya dengan plester khusus.

"Kak Alin, minumlah" Ardi memegang gelas air putih dan memasukkan sedotan ke mulut Alin.

Alin menyesapnya sedikit, kepalanya pusing luar biasa.

"Apakah aku baik-baik aja mas Ardi? Apakah pasiennya baik-baik aja?" tanya Alin yang terdengar seperti desisan, bahkan untuk berkata aja dia harus mengumpulkan banyak tenaga.

"Pasiennya sudah baik-baik aja. Operasinya berjalan sukses. Kak Alin juga tolong bersemangatlah. Maafkan saya, seharusnya saya tidak mengambil lebih dari seharusnya. Maaf kak Alin. Minumlah lagi"

"Alhamdulillah ... Tidak apa-apa mas. Memang saya yang mau tadi. Mas Ardi ... A—apakah saya bisa minta jus korma?" Alin berkata dengan matanya yang masih tetap tertutup.

"Saya akan membelinya" ujar Daffa yang melihat keadaan Alin sangat lemah. Entah kenapa dia merasa sangat bersimpati pada wanita itu.

Sementara Daffa membeli jus korma, Alin dan Sky di dorong keluar dari ruangan operasi menuju ruangan perawatan.

Daffa kembali segera setelah mendapatkan jus korma dan membeli beberapa makanan untuk memulihkan tenaga Alin langsung menuju ruangan perawatan.

Setelah menghabiskan satu gelas jus korma, Alin baru bisa membuka matanya namun masih sangat terlihat lemah.

"Terima kasih. Saya harus pulang sekarang. Semoga dia cepat sadar dan sembuh total" ucap Alin melirik ke arah Sky seraya bangkit dari brangkar namun kakinya masih lunglai, tidak bisa menapak dengan tegak.

"Aku akan mengantarmu pulang, tapi makanlah dulu selagi makanan itu hangat" Daffa memegang tangan Alin, menuntunnya duduk bersandar kepala brangkar.

"Saya Daffa, terima kasih atas bantuannya ... Mas Ardi" Daffa memperkenalkan dirinya dan membaca nama Ardi dari pakaiannya yang kembali memastikan detak jantung Alin sudah mulai normal.

"Nona Alin Musthofa, terima kasih" Daffa berterima kasih dan menyebut nama Alin setelah Ardi memberikan kartu donor darah Alin kepadanya.

"Saya akan mengantarkan Nona Alin sampai ke rumahnya. Mas Ardi bisa kembali melanjutkan pekerjaannya" Daffa juga memberikan kartu namanya pada Ardi yang kemudian Ardi mengangguk sambil menatap Alin yang sudah mulai terlihat pulih.

"Kak Alin harus banyak istirahat dan habiskan makanannya. Saya permisi dulu" Ardi berkata sopan sebelum undur diri dari hadapan Alin.

"Aku bisa menyuapimu, kalau Nona Alin tidak keberatan"

"Tidak, terima kasih" Alin mengelap kedua tangannya dengan tisu basah yang di sediakan Daffa dan mulai menyuap makanan di hadapannya sampai habis separohnya karena dia sudah sangat kekenyangan.

"Apakah aku sudah boleh pulang sekarang?" tanya Alin sambil tersenyum menatap Daffa yang gelagapan di tatap netra coklat hazel Alin.

Daffa berpesan pada semua pengawal pribadinya agar menjaga Sky dan tidak boleh lengah, sebelum dia pergi untuk mengantarkan Alin pulang kembali ke rumahnya.

"Berhenti di depan gang itu. Rumahku di dalam gang kecil itu, tidak jauh kok. Terimakasih Mas Daffa"

"Kami yang harus berterima kasih pada Nona. Terimalah ini untuk membeli banyak makanan, meskipun kami tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Nona" Daffa mengulurkan amplop ke hadapan Alin yang langsung di tolak oleh Alin.

"Saya ikhlas kok mas. Ga usah begini. Saya tidak apa-apa"

"Saya mohon, terimalah" Akhirnya Alin menerima amplop yang di paksa Daffa untuk dia terima. Daffa juga ikut menuntun tangan Alin agar bisa berjalan dengan pelan sampai ke rumahnya.

Setelah mengantarkan Alin sampai ke rumahnya, Daffa segera kembali ke rumah sakit dan membawa Sky Yuan yang masih di bawah pengaruh obat bius sehabis di operasi, kembali ke Singapura menggunakan jet pribadi mereka bersama para pengawal.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby Twins Billionaire
7.9
Kehidupan Freya Amalia hancur seketika akibat ulah seorang pria tak dikenal, meninggalkan luka mendalam saat ia mendapati dirinya hamil anak kembar. Sementara itu, Vero Brance Harison terus didera penyesalan besar atas kesalahan masa lalunya. Bertekad bertanggung jawab, Vero mencari wanita tersebut untuk dinikahi. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, sanggupkah Vero menebus dosanya, dan akankah Freya membuka hati untuk memaafkan ayah dari bayi-bayinya?
Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun kubangun CiptaKarya, tetapi Baskara mendepakku demi Saskia, anak magang baru, saat kontrak 800 miliar hampir diraih. Di tengah kehamilanku, ia tega bersikap dingin. Mereka tidak sadar bahwa secara hukum, algoritma inti perusahaan ada di tanganku. Aku pun memilih pergi dan menuntut hak penuh atas ciptaanku. Demi membalas pengkhianatan kejam ini, aku mendekati Revan Adriansyah, rival terbesar yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Demi menyelamatkan Asher Lambert lima tahun lalu, Bettina Rowe harus kehilangan kemampuan memiliki anak. Asher awalnya mengaku tidak ingin punya keturunan. Namun, Bettina sangat terkejut saat sang suami tiba-tiba berniat memakai jasa ibu pengganti demi mendapatkan ahli waris. Asher bahkan memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang mirip dengan Bettina. Di tengah rencana tersebut, Asher tidak menyadari bahwa Bettina telah mantap memutuskan untuk bercerai darinya.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Demi Lisna, Andika rela melepas statusnya sebagai putra konglomerat walau ditentang keluarga. Namun, pengorbanan itu berujung pilu saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi dalam situasi perih: Lisna kini telah bersama pria lain. Meski terluka, Andika menolak menyerah dan terus berjuang merebut kembali hatinya. Akankah cinta mereka berakhir bahagia, ataukah perpisahan ini selamanya?
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta tak punya pilihan saat sang ibu memaksanya menikahi Devo, seorang CEO dingin yang sangat ia benci. Di tengah keputusasaan akibat dikhianati kekasihnya yang berpaling pada wanita kaya, Vivi harus menjalani pernikahan ini. Devo sendiri setuju menikah demi meredam skandal perselingkuhannya dengan artis Karen. Meski berawal dari motif berbeda, benih cinta perlahan tumbuh. Akankah Devo rela melepas Karen demi Vivi saat ego mereka mulai diuji cinta sejati?