APKDock Logo
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin

Jodohku Ceo Dingin

8.1 / 10.0
Vivi Raminta tak punya pilihan saat sang ibu memaksanya menikahi Devo, seorang CEO dingin yang sangat ia benci. Di tengah keputusasaan akibat dikhianati kekasihnya yang berpaling pada wanita kaya, Vivi harus menjalani pernikahan ini. Devo sendiri setuju menikah demi meredam skandal perselingkuhannya dengan artis Karen. Meski berawal dari motif berbeda, benih cinta perlahan tumbuh. Akankah Devo rela melepas Karen demi Vivi saat ego mereka mulai diuji cinta sejati?

Jodohku Ceo Dingin Bab 1

Suara jam weker membangunkannya dan Vivi terbangun dia segera mematikan jam weker di meja. Vivi kembali tidur lagi dan dia mengambil selimut sambil kembali tidur. Ketukan pintu terdengar dalam hati Vivi mamanya pasti ingin membangunkannya padahal dia itu ingin tidur lagi malas jika harus bangun pagi.

“Vivi ayo bangun ini sudah jam berapa?” ucap Mama.

Vivi masih malas-malasan dalam hatinya dia sangat kesal jika harus bangun Pagi. Dia menutup kupingnya dengan selimut. Mama tahu kalau Vivi masih tidur padahal ini adalah hari yang penting buat Vivi.

“Vivi ayo bangun kamu lupa kalau hari ini kamu ada wawancara kerja,” ucap Mama.

Vivi terkejut dia segera membuka mata, dia terbangun dan melihat kalender. Sekarang dia ada wawancara kerja yang penting. Dia segera berlari membuka pintu, dia, dia melihat mama dengan wajah kesal.

“Vivi kamu itu harus tahu kalau sekarang sudah jam berapa kenapa baru bangun sekarang?” tanya Mama dengan marah.

“Iya Mama ini aku juga lagi bangun, aku mau mandi dulu,” ucap Vivi sambil memegang handuk.

“Kamu itu jangan sampai kamu telat wawancara kerja,” ucap Mama.

“Iya mama,” ucap Vivi.

Vivi pergi meninggalkan mamanya dan dia pergi ke kamar mandi. Mama hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Vivi. Setelah mandi Vivi tidak sarapan dia segera pergi ke halte bus. Di dalam Bus dia segera belajar dia tahu untuk masuk ke perusahaan ini sangat sulit dan saingannya juga banyak. Bus sampai di depan kantor dan dia segera turun. Ketika turun dari bus dia terjatuh sehingga membuat bajunya kotor. Dia sangat marah namun dia urungkan niatnya dia harus segera ke perusahaan itu tidak ada waktu lagi. Di dalam kantor dia melihat sudah banyak orang yang duduk menunggu giliran wawancara. Vivi duduk di sebelah perempuan yang cantik dan rapi selain itu wanita itu berbau wangi.

“Peserta selanjutnya Vivi Raminta,” ucap karyawan wanita.

Vivi segera berjalan dan masuk ke dalam ruangan. Di dalam ruangan sudah ada tiga orang pria dan satu orang wanita. Vivi terlihat gugup dan cemas berhadapan dengan mereka. Salah satu pria memakai kaca mata menatap Vivi dengan tajam”Silahkan kamu perkenalkan diri kamu,” ucap Pria itu.

Vivi menarik nafas panjang sambil berkata”Nama saya Vivi Araminta, usia saya 25 tahun,” ucap Vivi.

Pria berkacamata itu berkata”Saya ingin kamu memperkenalkan diri yang tidak ada di cv ini, apakah kamu paham?” tanya Pria itu dengan ketus sambil memegang cv milik Vivi.

Vivi makin gugup dalam hatinya dia tidak tahu harus berbuat apa, apa lagi dia tidak ada persiapan. Vivi memejamkan mata dalam hatinya dia harus bisa walaupun dia merasa kecemasan sampai berkeringat.

“Maksud bapak bagaimana saya tidak paham?” tanya Vivi.

Pria itu menatap Vivi dengan sinis dengan tatapan mata tajam dalam hatinya pria itu wanita itu sepertinya ceroboh lagi pula bajunya ada kotoran dan penampilannya kurang rapi.

“Oke apa kelebihan dan kekurangan kamu?” tanya Pria itu.

“Kelebihan saya saya orang pekerja keras dan kekurangan saya yaitu saya kurang rapi,” ucap Vivi dengan suara lirih sambil gemetaran.

Pria itu meletakkan Cv punya Vivi di meja dengan wajah ketus dan malas.

“Silahkan anda keluar dulu saja,” ucap Pria itu.

Vivi segera keluar dari ruang wawancara dalam hatinya dia merasa sedih tidak bisa menjawab pertanyaan untuk wawancara kerja. Dia berjalan dengan lemas tatapan matanya kecewa. Dia keluar dari kantor dengan perasaan marah dengan pria kacamata itu. Perut Vivi keroncongan dan dia pergi ke restoran dekat kantor. Dia memesan ayam goreng dan es teh tanpa sengaja dia bertabrakan dengan pria itu sampai membuat baju pria itu kotor. Pria itu sangat kesal hingga dia menatap Vivi dengan tatapan mata tajam.

“Kamu itu kalau jalan hati-hati, ini baju kamu aku kotor,” ucap pria itu.

“Maaf aku tidak sengaja lagipula aku tidak tahu kalau kamu di depanku,” ucap Vivi.

Pria itu segera pergi meninggalkan Vivi tanpa sengaja Vivi melihat sebuah flashdisk dari kantong celananya. Dia mengejar pria itu namun pria itu sudah pergi naik mobil. Vivi menyimpan flashdisk itu di tasnya. Dia akan mengembalikan flashdisk ke pria itu lain waktu. Vivi segera membayar makanan dan pulang ke rumah. Sampai di rumah mamanya menatap Vivi dengan kebingungan sambil berkata”Vivi kamu berantakan sekali,” ucap Mama sambil geleng-geleng kepala.

“Nanti aja mama aku akan cerita sekarang aku ingin istirahat dulu,” ucap Vivi.

Vivi masuk ke dalam kamar dengan perasaan marah dia membanting tasnya ke kasur dalam hatinya dia tidak menyangka kalau dia akan gagal wawancara. Dia penasaran dengan pria itu sebenarnya dia itu siapa, dia tahu kalau pria itu tampan, tinggi namun kenapa sangat menyebalkan. Dia ingat flashdisk itu dan dia mengambilnya dan meletakkan di laci. Sekarang dia mandi sore dulu lagi pula badannya sudah bau.

Pria itu merapikan laporan di dia akan pulang namun dia terkejut ketika dia tidak menemukan flashdisk di kantong celananya. Dalam hatinya kemana flashdisk itu, dia segera mencari ke lacinya namun dia tidak menemukan. Dia mencari di bawah kursi namun tidak menemukannya. Dia ingat kalau dia tadi siang bertabrakan dengan wanita itu apakah mungkin wanita itu menemukan flashdisk itu. Pria itu segera mencari cv milik Vivi di tumpukan berkas. Sesudah mandi Vivi penasaran dengan isi flashdisk itu, dia merasa terkejut ketika melihat isi flashdisk itu ternyata foto liburan Pria itu dengan artis terkenal. Dia tahu kalau artis itu sudah punya tunangan dalam hatinya apakah mungkin Pria itu selingkuhan artis itu. Vivi melihat lagi foto itu dia yakin kalau pria itu adalah artis terkenal itu. Dalam hatinya dia tidak menyangka kalau Pria itu menjalin hubungan dengan wanita yang sudah bertunangan. Vivi mencari nama pria itu di kolom pencarian internet betapa terkejutnya kalau Pria itu adalah Ceo perusahaan terkenal. Dia hanya bisa menghela nafas melihat itu, ponselnya berdering dan Vivi melihat ponselnya ada telepon dari orang yang tidak di kenal, dia ragu ingin mengangkat teleponnya. Ponsel itu terus berdering dan dia mengangkat telepon itu.

[“Halo apakah ini Vivi Raminta,” ucap Pria itu.

“Iya ini saya dan ini siapa?” tanya Vivi.

“Saya Devo Armando, apakah kamu tadi siang bertabrakan dengan saya di restoran?” tanya Devo.

“Iya apakah kamu ingin menanyakan flashdisk ini,” ucap Vivi.

Devo terkejut dengan ucapan Vivi dan dia berkata”Kamu menemukan flashdisk milikku dan apakah kita bisa bertemu?” tanya Devo.

“Iya kita bisa bertemu di mana?” tanya Vivi.

“Kita bertemu di café dan aku akan kirim alamatnya, aku harap kamu kembalikan flashdisk ku,” ucap Devo.

“Iya aku tahu lagi pula tidak mungkin aku ambil milik kamu,” ucap Vivi dengan kesal.

Suara jam weker membangunkannya dan Vivi terbangun dia segera mematikan jam weker di meja. Vivi kembali tidur lagi dan dia mengambil selimut sambil kembali tidur. Ketukan pintu terdengar dalam hati Vivi mamanya pasti ingin membangunkannya padahal dia itu ingin tidur lagi malas jika harus bangun pagi.

“Vivi ayo bangun ini sudah jam berapa?” ucap Mama.

Vivi masih malas-malasan dalam hatinya dia sangat kesal jika harus bangun Pagi. Dia menutup kupingnya dengan selimut. Mama tahu kalau Vivi masih tidur padahal ini adalah hari yang penting buat Vivi.

“Vivi ayo bangun kamu lupa kalau hari ini kamu ada wawancara kerja,” ucap Mama.

Vivi terkejut dia segera membuka mata, dia terbangun dan melihat kalender. Sekarang dia ada wawancara kerja yang penting. Dia segera berlari membuka pintu, dia, dia melihat mama dengan wajah kesal.

“Vivi kamu itu harus tahu kalau sekarang sudah jam berapa kenapa baru bangun sekarang?” tanya Mama dengan marah.

“Iya Mama ini aku juga lagi bangun, aku mau mandi dulu,” ucap Vivi sambil memegang handuk.

“Kamu itu jangan sampai kamu telat wawancara kerja,” ucap Mama.

“Iya mama,” ucap Vivi.

Vivi pergi meninggalkan mamanya dan dia pergi ke kamar mandi. Mama hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Vivi. Setelah mandi Vivi tidak sarapan dia segera pergi ke halte bus. Di dalam Bus dia segera belajar dia tahu untuk masuk ke perusahaan ini sangat sulit dan saingannya juga banyak. Bus sampai di depan kantor dan dia segera turun. Ketika turun dari bus dia terjatuh sehingga membuat bajunya kotor. Dia sangat marah namun dia urungkan niatnya dia harus segera ke perusahaan itu tidak ada waktu lagi. Di dalam kantor dia melihat sudah banyak orang yang duduk menunggu giliran wawancara. Vivi duduk di sebelah perempuan yang cantik dan rapi selain itu wanita itu berbau wangi.

“Peserta selanjutnya Vivi Raminta,” ucap karyawan wanita.

Vivi segera berjalan dan masuk ke dalam ruangan. Di dalam ruangan sudah ada tiga orang pria dan satu orang wanita. Vivi terlihat gugup dan cemas berhadapan dengan mereka. Salah satu pria memakai kaca mata menatap Vivi dengan tajam”Silahkan kamu perkenalkan diri kamu,” ucap Pria itu.

Vivi menarik nafas panjang sambil berkata”Nama saya Vivi Araminta, usia saya 25 tahun,” ucap Vivi.

Pria berkacamata itu berkata”Saya ingin kamu memperkenalkan diri yang tidak ada di cv ini, apakah kamu paham?” tanya Pria itu dengan ketus sambil memegang cv milik Vivi.

Vivi makin gugup dalam hatinya dia tidak tahu harus berbuat apa, apa lagi dia tidak ada persiapan. Vivi memejamkan mata dalam hatinya dia harus bisa walaupun dia merasa kecemasan sampai berkeringat.

“Maksud bapak bagaimana saya tidak paham?” tanya Vivi.

Pria itu menatap Vivi dengan sinis dengan tatapan mata tajam dalam hatinya pria itu wanita itu sepertinya ceroboh lagi pula bajunya ada kotoran dan penampilannya kurang rapi.

“Oke apa kelebihan dan kekurangan kamu?” tanya Pria itu.

“Kelebihan saya saya orang pekerja keras dan kekurangan saya yaitu saya kurang rapi,” ucap Vivi dengan suara lirih sambil gemetaran.

Pria itu meletakkan Cv punya Vivi di meja dengan wajah ketus dan malas.

“Silahkan anda keluar dulu saja,” ucap Pria itu.

Vivi segera keluar dari ruang wawancara dalam hatinya dia merasa sedih tidak bisa menjawab pertanyaan untuk wawancara kerja. Dia berjalan dengan lemas tatapan matanya kecewa. Dia keluar dari kantor dengan perasaan marah dengan pria kacamata itu. Perut Vivi keroncongan dan dia pergi ke restoran dekat kantor. Dia memesan ayam goreng dan es teh tanpa sengaja dia bertabrakan dengan pria itu sampai membuat baju pria itu kotor. Pria itu sangat kesal hingga dia menatap Vivi dengan tatapan mata tajam.

“Kamu itu kalau jalan hati-hati, ini baju kamu aku kotor,” ucap pria itu.

“Maaf aku tidak sengaja lagipula aku tidak tahu kalau kamu di depanku,” ucap Vivi.

Pria itu segera pergi meninggalkan Vivi tanpa sengaja Vivi melihat sebuah flashdisk dari kantong celananya. Dia mengejar pria itu namun pria itu sudah pergi naik mobil. Vivi menyimpan flashdisk itu di tasnya. Dia akan mengembalikan flashdisk ke pria itu lain waktu. Vivi segera membayar makanan dan pulang ke rumah. Sampai di rumah mamanya menatap Vivi dengan kebingungan sambil berkata”Vivi kamu berantakan sekali,” ucap Mama sambil geleng-geleng kepala.

“Nanti aja mama aku akan cerita sekarang aku ingin istirahat dulu,” ucap Vivi.

Vivi masuk ke dalam kamar dengan perasaan marah dia membanting tasnya ke kasur dalam hatinya dia tidak menyangka kalau dia akan gagal wawancara. Dia penasaran dengan pria itu sebenarnya dia itu siapa, dia tahu kalau pria itu tampan, tinggi namun kenapa sangat menyebalkan. Dia ingat flashdisk itu dan dia mengambilnya dan meletakkan di laci. Sekarang dia mandi sore dulu lagi pula badannya sudah bau.

Pria itu merapikan laporan di dia akan pulang namun dia terkejut ketika dia tidak menemukan flashdisk di kantong celananya. Dalam hatinya kemana flashdisk itu, dia segera mencari ke lacinya namun dia tidak menemukan. Dia mencari di bawah kursi namun tidak menemukannya. Dia ingat kalau dia tadi siang bertabrakan dengan wanita itu apakah mungkin wanita itu menemukan flashdisk itu. Pria itu segera mencari cv milik Vivi di tumpukan berkas. Sesudah mandi Vivi penasaran dengan isi flashdisk itu, dia merasa terkejut ketika melihat isi flashdisk itu ternyata foto liburan Pria itu dengan artis terkenal. Dia tahu kalau artis itu sudah punya tunangan dalam hatinya apakah mungkin Pria itu selingkuhan artis itu. Vivi melihat lagi foto itu dia yakin kalau pria itu adalah artis terkenal itu. Dalam hatinya dia tidak menyangka kalau Pria itu menjalin hubungan dengan wanita yang sudah bertunangan. Vivi mencari nama pria itu di kolom pencarian internet betapa terkejutnya kalau Pria itu adalah Ceo perusahaan terkenal. Dia hanya bisa menghela nafas melihat itu, ponselnya berdering dan Vivi melihat ponselnya ada telepon dari orang yang tidak di kenal, dia ragu ingin mengangkat teleponnya. Ponsel itu terus berdering dan dia mengangkat telepon itu.

[“Halo apakah ini Vivi Raminta,” ucap Pria itu.

“Iya ini saya dan ini siapa?” tanya Vivi.

“Saya Devo Armando, apakah kamu tadi siang bertabrakan dengan saya di restoran?” tanya Devo.

“Iya apakah kamu ingin menanyakan flashdisk ini,” ucap Vivi.

Devo terkejut dengan ucapan Vivi dan dia berkata”Kamu menemukan flashdisk milikku dan apakah kita bisa bertemu?” tanya Devo.

“Iya kita bisa bertemu di mana?” tanya Vivi.

“Kita bertemu di café dan aku akan kirim alamatnya, aku harap kamu kembalikan flashdisk ku,” ucap Devo.

“Iya aku tahu lagi pula tidak mungkin aku ambil milik kamu,” ucap Vivi dengan kesal.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jodohku Ceo Dingin

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin
7.9
Nia terbiasa ditinggalkan sendirian oleh orang tuanya demi uang lembur, bahkan menjelang tahun baru. Enggan kesepian, ia membawa Siomay untuk menyusul mereka. Namun, Nia justru menyaksikan kenyataan pahit saat melihat kedua orang tuanya turun dari mobil mewah dan memasuki hotel bintang lima bersama seorang pemuda sebayanya. Mendengar percakapan yang meremehkan dirinya, Nia sadar bahwa kemiskinan keluarganya hanyalah kebohongan belaka. Kecewa dengan kepura-puraan mereka, ia pun memilih pergi.
Sampul Novel Dokter Cantik Spesialis Andrologi
9.3
Sebagai dokter spesialis andrologi, protagonis wanita dihadapkan pada situasi tidak terduga saat menangani seorang pasien pria. Pasien tersebut mengaku memiliki stamina yang terlalu besar dalam urusan intim dan menuntut sang dokter untuk memeriksa kondisinya secara langsung menggunakan tubuhnya sendiri. Permintaan provokatif ini seketika mengubah dinamika profesional mereka, membuat sang dokter kewalahan dan tidak berdaya menghadapi dominasi sang pasien dalam pertemuan medis yang tidak biasa ini.
Sampul Novel Dosa Yang Indah - Zina
8.8
Zina terlahir dari masa lalu kelam sang ibu yang penuh noda. Sebagai anak hasil hubungan terlarang, hidupnya dilingkupi penderitaan tanpa akhir. Sang ibu yang menyimpan trauma mendalam akibat kekejaman seorang pria, bertekad membalas dendam dengan cara apa pun. Dalam romansa modern ini, Zina menjadi lambang dosa yang indah sekaligus alat utama ibunya untuk menuntaskan amarah terhadap sosok yang telah menghancurkan hidup mereka.
Sampul Novel MENYUSUI TUYUL
7.8
Tuduhan pesugihan kerap menyasar warga desa yang sukses. Hal ini dialami pasangan Alisha dan Bintang setelah mereka menetap di Jawa Timur demi pekerjaan Bintang sebagai polisi. Akibat berbagai kejadian aneh di lingkungan sekitar, warga setempat menuduh mereka memelihara dan menyusui tuyul. Kecurigaan masyarakat kian memuncak ketika keduanya membeli rumah baru di luar area desa. Kini, mereka harus berjuang mengungkap kebenaran demi membersihkan nama dari fitnah mistis tersebut.
Sampul Novel Pertemuan Tak Terduga: Kukira Kau Seorang Gigolo?!
8.3
Vanessa membatalkan pertunangannya setelah memergoki sang tunangan berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi membalas dendam, ia menyewa pria yang dikira gigolo di sebuah klub untuk menghabiskan malam bersama. Vanessa pergi begitu saja setelah meninggalkan selembar cek besar, tanpa peduli pada kemarahan pria tersebut. Namun, dunianya seketika terguncang saat ia harus menemui Tuan Fuller, pengusaha sangat berpengaruh yang ternyata adalah miliarder yang pernah ia bayar.
Sampul Novel Sebatas Harapan
8.9
Bagi saya yang berusia dua puluh satu tahun, hidup adalah tentang merayakan kebebasan mutlak. Saya menikmati kesenangan tanpa memedulikan gender, usia, ataupun status sosial pasangan. Walau gaya hidup bebas ini kerap menuai pandangan negatif, saya menganggapnya sebagai bentuk tertinggi dalam mencintai diri sendiri. Setiap kepuasan duniawi yang dirasakan menjadi energi yang memulihkan jiwa, bukan sekadar pemuas nafsu. Inilah kisah saya mengejar arti kebahagiaan yang sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan