APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlalu Lelah Untuk Bertahan

Terlalu Lelah Untuk Bertahan

Demi menyambung hidup anaknya, Liana terpaksa mengais sisa makanan di pasar. Alih-alih dibantu, ia malah diberi nasi basi oleh Nina, sang mertua yang kejam. Penderitaannya kian lengkap akibat sikap dingin Damar, suaminya yang justru menuduhnya sebagai penyebab masalah keuangan keluarga. Di tengah kelaparan dan kepedihan mendalam, Liana sadar harus keluar dari lingkaran ini. Rasa lelahnya kini berubah menjadi tekad kuat untuk bangkit demi masa depan sang buah hati.
Bab
Bagikan

Bab 1

Liana duduk di sudut ruang tamu yang gelap, hanya diterangi cahaya redup dari lampu minyak yang mulai padam. Hembusan angin malam masuk melalui celah-celah jendela yang tak sempurna, membuat tubuhnya menggigil. Matanya menatap kosong ke depan, seakan-akan mencoba mencari makna dalam setiap bayangan yang tampak samar di dinding rumah kayu yang sudah rapuh. Hidupnya seperti kaca pecah-terpental ke mana-mana, tak bisa lagi disatukan.

Sejak beberapa bulan terakhir, setiap harinya terasa seperti pertempuran. Hidupnya yang dulu sederhana kini dipenuhi dengan kesulitan yang tak pernah ia bayangkan. Dulu, ketika ia menikah dengan Damar, ia membayangkan kehidupan yang bahagia, penuh cinta, dan penuh dengan harapan. Namun, kenyataan justru jauh berbeda. Seperti sebuah mimpi buruk yang tak bisa ia hindari.

Liana menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan pikirannya yang semakin kacau. Di luar sana, malam semakin larut. Namun, perutnya yang kosong seakan tak peduli dengan waktu. Anak kecilnya, Nadya, sudah tidur dengan nyenyak di kamarnya, tidak tahu bahwa ibunya tengah berjuang melawan rasa lapar dan frustasi.

Pagi tadi, seperti biasa, Liana pergi keluar untuk mencari makanan. Tak ada pilihan lain. Ia berjalan berkeliling pasar, mencari apa yang bisa dimakan untuk anaknya. Damar, suaminya, seakan menutup mata terhadap kenyataan yang dihadapi istrinya. Ia bekerja, memang, namun lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan ponselnya atau mengobrol dengan teman-temannya, sementara Liana berjuang dengan segala cara untuk menyelamatkan keluarga mereka dari kelaparan.

Ketika ia pulang dengan sedikit bahan makanan yang ia dapatkan dari seorang pedagang tua yang baik hati, ia berharap bisa memberi makan anaknya dengan makanan yang layak. Namun, yang ia temui justru kenyataan yang lebih pahit. Di dapur, mertuanya, Nina, duduk dengan tenang, seolah tak peduli dengan kedatangannya. Liana bisa merasakan tatapan Nina yang dingin, seolah-olah ia bukan bagian dari keluarga ini. Ibu mertuanya itu tidak pernah menyukainya, bahkan sejak hari pertama pernikahannya dengan Damar. Setiap langkah Liana selalu diawasi dengan penuh kecurigaan, dan setiap upaya yang ia lakukan untuk membantu rumah tangga ini selalu dianggap tidak cukup.

"Nasi itu cukup buatmu," ujar Nina, suaranya datar, bahkan cenderung sinis. Liana hanya bisa menelan ludah, menahan amarah yang hampir meledak. Nasi basi. Itu yang diberikan oleh mertuanya.

Liana mencoba menenangkan dirinya. Ia tahu, berbicara dengan Nina hanya akan membuat keadaan semakin buruk. Sudah cukup banyak kata-kata tajam yang pernah keluar dari mulut ibu mertuanya. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Rasa frustasi yang sudah lama terpendam akhirnya mencapai puncaknya. Ia merasa terjebak dalam sebuah hidup yang tak pernah ia pilih.

Liana berjalan menuju meja makan, di mana Damar sudah duduk, seperti biasa, dengan ponselnya di tangan. Suaminya itu tidak pernah sekalipun menanyakan kabarnya, apalagi tentang Nadya. Setiap kali ia merasa lapar atau lelah, Damar selalu mengabaikannya. Liana merasa dirinya semakin terasingkan, bahkan di rumahnya sendiri. Keberadaan Damar seakan tidak lebih dari bayangan yang melintas tanpa arti. Ia tahu Damar bekerja keras, tetapi apa gunanya jika suaminya itu hanya sibuk dengan dunia maya, tidak peduli dengan kenyataan yang dihadapi oleh keluarganya?

"Liana, kenapa kau lama sekali? Kau tidak membawa banyak bahan makanan hari ini?" tanya Damar tanpa menatapnya. Suaranya terdengar acuh tak acuh, seakan-akan ia sedang berbicara dengan seorang pelayan, bukan istrinya.

Liana menatapnya, matanya penuh dengan kecemasan dan keputusasaan. "Apa kau tidak melihat bagaimana susahnya aku mendapatkan makanan untuk kita? Kau pikir aku hanya bisa membeli bahan makanan dengan uang yang kau berikan begitu saja?" Ia merasakan kata-katanya semakin keras, namun seakan tak ada yang mendengarnya.

Damar mengangkat bahu, tetap fokus pada layar ponselnya. "Aku sudah memberi cukup uang untuk belanja. Kau yang tidak tahu mengelola keuangan dengan baik."

Liana merasa hatinya seperti diiris pisau. Setiap kata Damar seperti tusukan yang membuat luka semakin dalam. Apa lagi yang harus ia lakukan? Ia sudah berusaha semampunya. Tidak ada satu pun penghargaan yang ia terima. Tidak ada satu pun kata-kata yang bisa membuat suaminya merasa iba.

Liana meraih piring yang berisi nasi basi itu dan duduk di meja, menghadap suaminya yang tampak tidak peduli. Ia mencoba menahan tangis yang hampir saja tumpah. Rasanya ia sudah tidak bisa lagi bertahan dalam hubungan yang seperti ini. Tidak ada cinta, tidak ada perhatian, hanya keheningan yang semakin mencekik.

Malam itu, setelah makan dengan hati yang penuh kecewa, Liana berbaring di ranjang, mencoba untuk tidur meskipun perasaannya terus terbangun. Di sampingnya, Damar terlelap dengan tenang, tanpa mengetahui apa yang sedang dirasakan istrinya. Ia berbaring dengan tubuh yang kaku, menatap langit-langit yang gelap. Air mata perlahan mengalir di pipinya. Bukan karena dia lemah, tapi karena dia tahu dia tidak bisa terus hidup seperti ini. Liana merasakan dirinya kehilangan arah, terperangkap dalam kehidupan yang seolah tidak memberikan jalan keluar.

Namun, ada sesuatu dalam dirinya yang tidak bisa padam. Api kecil itu masih menyala, meskipun perlahan. Di tengah kegelapan, ada keyakinan yang perlahan tumbuh: ia tidak bisa terus hidup seperti ini. Ia harus keluar dari bayang-bayang yang membelenggu hidupnya. Suatu hari nanti, ia akan menemukan jalan, jalan untuk dirinya sendiri dan untuk Nadya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan bangkit, bahwa ia akan menemukan kekuatan untuk melawan ketidakadilan yang ada di hadapannya.

Liana menutup matanya, memeluk perutnya yang kosong, dan berdoa dalam hati. Besok, ia akan menghadapi dunia dengan cara yang berbeda. Ia akan menjadi lebih kuat, lebih berani. Meskipun ia tidak tahu bagaimana, ia yakin itu adalah langkah pertama untuk keluar dari kegelapan ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Demi mempertahankan cintanya pada Alya, seorang pemuda berani menentang dominasi sang ibu. Mirna, sang ibu, menuntut pernikahan bisnis guna menjaga kestabilan perusahaan mereka. Ia menolak keras Alya yang merupakan seorang yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan hanyalah alat demi keuntungan finansial. Namun, putranya menolak tunduk pada kendali keluarga dan memilih berjuang demi wanita pilihannya.
Sampul Novel Cewek kutu buku itu tunanganku
8.8
Di hari ulang tahunnya, Sevilla harus kehilangan sang ayah. Malapetaka tak berhenti di situ—perusahaan keluarga bangkrut gara-gara pamannya, sang ibu mengalami gangguan jiwa, dan seluruh aset mereka lenyap. Di usia 14 tahun, Sevilla banting tulang di sebuah rumah kontrakan sempit untuk bertahan hidup. Hidupnya berubah saat ia menabrak Verrel, siswa populer yang jenius dan tampan. Awalnya mereka bersaing sebagai musuh, namun benih perasaan mulai tumbuh. Mengetahui nasib Sevilla, keluarga Verrel yang ternyata sahabat almarhum ayahnya mengajak mereka tinggal bersama—dan mengungkap perjanjian perjodohan yang tak pernah Sevilla duga. Cinta mereka terhalang Alona dan Yusha yang menculik Sevilla untuk diperjualbelikan. Selamat, namun Verrel kehilangan jejaknya. Kabar mengejutkan datang: Sevilla di Amsterdam, dan di balik itu semua, terkuak rahasia bahwa mereka bersaudara tiri.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel Godaan Mas Duda Posesif
8.1
Demi mengatasi masalah finansial, Kaluna, seorang mahasiswi tingkat akhir, menerima tawaran pekerjaan dari duda kaya raya bernama Liam. Ia bersedia menjadi ibu susu bagi bayi Liam dengan bayaran lima puluh juta rupiah setiap bulannya, berbekal pengalamannya yang pernah melahirkan di luar nikah. Namun, tugas yang ia kira mudah ini justru berubah rumit ketika Kaluna mulai terjerat dalam pesona Liam. Sikap posesif sang majikan perlahan mengikatnya erat.
Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi membiayai pengobatan kanker sang ibu, Qarletta Averly yang berumur 21 tahun melamar sebagai fotografer di Heston Corporation. Namun, harapan Arlett pupus setelah berurusan dengan sang CEO, Carl Heston. Sebuah kecelakaan fatal justru menyeretnya ke dalam skandal besar yang telah direncanakan oleh Carl. Kini, Arlett terjebak dalam pusaran masalah rumit bersama pria berkuasa tersebut, yang membuat seluruh kehidupannya berubah total.
Sampul Novel Pesona Istri CE0
8.7
Dibuang oleh orang tuanya, Neysa Ayudia hanya dibesarkan oleh sang nenek. Takdirnya berubah drastis ketika ia dipaksa menikah dengan Alby Delano Prabu, CEO pewaris Prabu Group, guna memenuhi wasiat sahabat neneknya. Walau Alby berupaya keras membatalkan perjodohan tersebut, pernikahan mereka tetap terlaksana. Kini, Neysa harus menerima kenyataan pahit karena dibenci oleh suami serta keluarga besarnya. Sanggupkah Neysa bertahan hidup dan meluluhkan hati seluruh keluarga Prabu?