
Terlahir Kembali: Suamiku Merasakan Sakitnya Melahirkan
Bab 2
Senyuman Derrick sontak membeku. "Kamu punya orang tua? Kenapa aku nggak pernah tahu?"
Ini karena orang tuaku bukan manusia. Kami sekeluarga adalah siluman kuda laut.
Kuda laut jantan yang melahirkan anak. Jadi, ketika mendengar aku akan menikah dengan manusia, bahkan melahirkan anak untuk manusia, orang tuaku langsung mengusirku.
Aku berkata, "Aku punya terlalu banyak saudara. Orang tuaku nggak pernah menghiraukan kami. Nggak usah split bill begini."
Derrick menyahut, "Leah, aku nggak ingin kita bertengkar karena masalah uang. Aku rasa bagus juga kalau split bill. Kita putuskan seperti itu saja."
Setelah merenung sejenak, aku berujar, "Ya sudah. Tapi, sebaiknya kita buat surat perjanjian supaya ada bukti."
Derrick langsung mengambil kertas dan pena, lalu menulis semuanya dengan jelas dan cepat karena takut aku berubah pikiran.
Lima menit kemudian, Derrick menyerahkan surat perjanjian itu kepadaku. Setelah melihatnya, aku bertanya, "Kamu cuma tulis tentang pengeluaran sehari-hari dan pekerjaan rumah. Nggak ada soal biaya lahiran."
Derrick menimpali, "Kita bagi dua biaya persalinan, termasuk pemeriksaan dan operasi. Tenang saja, aku nggak bakal membuatmu rugi."
"Tapi, melahirkan sangat melelahkan bagi wanita lho."
Ekspresi Derrick berubah. "Kamu nggak mungkin minta aku tanggung semua, 'kan? Anak itu bukan cuma anakku."
"Benar, bukan cuma anakku juga. Kenapa aku yang harus mengandungnya selama 10 bulan? Kamu malah enak-enakan. Seharusnya aku mengandungnya 5 bulan, lalu kamu mengandungnya 5 bulan, 'kan?"
Derrick tertegun sesaat sebelum tertawa terbahak-bahak. "Kalau aku bisa, aku pasti membantumu mengandungnya selama 5 bulan."
"Oke. Kalau begitu, kamu tulis di surat perjanjian. Aku hamil 5 bulan, kamu juga hamil 5 bulan."
Derrick mengira aku cuma merajuk karena sedang hamil. Kemudian, kami menandatangani surat itu bersama, bahkan membubuhi sidik jari kami.
Setelah semuanya beres, aku merasa sangat puas. Aku berkata, "Sayang, tenang saja. Kelak aku pasti akan menjagamu saat kamu hamil."
Derrick tertawa terbahak-bahak. "Leah, kamu ini ada-ada saja. Mana mungkin pria bisa hamil."
Kenapa tidak mungkin? Kuda laut telah berevolusi sedemikian rupa. Bukan hanya bisa membuat diri sendiri hamil, tetapi juga membuat para pria hamil. Bahkan, kami bisa memindahkan janin ke perut pria.
Karena kamu yang meminta split bill, kita mainkan permainanmu ini.
Setelah surat perjanjian selesai dibuat, Derrick mulai menghitung biaya makan malam ini. "Malam ini kita makan pangsit dari ibuku. Kamu makan 12 buah. Harga satu pangsit 2.000, jadi totalnya 24.000. Transfer saja ke rekeningku."
Di kehidupan lampau juga seperti ini. Jika ibunya datang dan masak untuk kami, dia akan meminta bayaran dariku. Meskipun merasa kesal dulu, aku hanya bisa menahan emosiku karena telah menyetujuinya.
Aku lantas mentransfernya. Setelah melihat notifikasi di ponselnya, Derrick pun tersenyum lebar. "Kalau begitu, aku cuci piring, kamu buang sampah."
"Sebentar," ucapku.
Derrick menatapku dengan heran.
Aku terkekeh-kekeh. "Kamu sudah selesai berhitung, sekarang giliranku. Memang benar ibumu yang buat pangsit. Tapi, aku yang masak kasih matang. Aku harus dibayar untuk jasaku. Kuhitung 20.000 saja."
"Kemudian, timun yang kamu makan harganya 12.000. Cuka harganya 1.000 dan bawang putih harganya 1.500. Aku sama sekali nggak makan itu."
"Oh ya, aku juga mencuci kaus kakimu tadi. Kuhitung 24.000. Jadi, totalnya adalah 58.500. Transfer ke rekeningku saja."
Anda Mungkin Juga Suka





