APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Pesonamu

Terjerat Pesonamu

Sekembalinya dari kuliah di Amerika, Anita langsung memegang kendali bisnis keluarganya. Di tengah kesibukan baru itu, ia dipertemukan dengan Aldo, seorang pebisnis sukses yang jatuh hati padanya. Hubungan mereka pun mendapat restu penuh keluarga. Sayangnya, keharmonisan itu mulai goyah sejak Alexander, sosok terdekat Aldo, hadir. Konflik cinta segitiga yang rumit kini menguji mereka. Mampukah Anita menemukan kebahagiaan sejatinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sesuai dengan janji Anita tempo hari, dia akan mulai bekerja di Wijaya Corporation Built Group, perusahaan milik Wijaya, ayahanda Anita. Hari pertamanya, Anita bahkan tidak datang bersama sang papa. Dia datang sendiri ke kantor dan mengkonfirmasi dirinya sendiri ke HRD. Anita tidak tahu posisi apa yang papanya berikan kepadanya. Dia lupa menanyakan hal itu.

Anita mengetuk pintu kantor HRD untuk meminta izin kepada orang yang ada di dalam. Setelah mendapatkan izin, Anita kemudian masuk ke dalam. Tanpa dia duga, papanya ternyata menempatkannya menjadi sekretaris. Agak sedikit mengejutkan bagi Anita sendiri, karena Anita belum memiliki pengalaman sedikit pun. Bahkan walaupun Anita lulusan terbaik Havard University sekalipun, itu bukan jaminan dia mampu melakukan tugasnya dengan baik.

HRD kemudian mengarahkan Anita ke ruangan Wijaya, untuk tugas pertamanya. Dengan langkah cepat Anita langsung bergegas ke ruangan papa Wijaya. Dia mengetuk pintu ruangan tiga kali lalu langsung masuk tanpa instruksi dari pemilik ruangan.

“Pa! Kenapa ....” Belum sempat Anita menyelesaikan kalimatnya, dia menyadari ada orang lain di dalam ruangan tersebut selain papa Wijaya.

Dia segera menyesali perbuatannya saat melihat papa Wijaya sedang tidak sendiri di dalam sana. Seorang pria muda yang belakangan entah kenapa selalu bertemu dengannya sedang berada di dalam ruangan papa Wijaya bersama beberapa orang yang tidak Anita kenali. Ingin sekali Anita menghilang saat ini juga. Dia tersenyum kepada semua orang tersebut, lalu menutup pintu pelan-pelan, sembari Anita melangkah mundur perlahan dengan kikuk.

Di luar ruangan papa Wijaya, Anita menjambak rambutnya sendiri karena malu. Dia meruntuki kebiasaannya yang masuk sesuka hati ke ruangan orang yang dia kenal seperti itu. Anita berdiri di luar ruangan sang papa, menunggu orang yang ada di sana keluar.

Sementara itu, Aldo sedikit terkejut dengan kemunculan wanita yang merusak ponselnya di mall tiba-tiba. Namun, Aldo segera menyingkirkan semua keterkejutannya itu dan kembali fokus dengan apa yang sedang mereka diskusikan. Memang tidak biasanya mereka berdiskusi di ruangan direktur utama. Namun, karena Aldo sedang buru-buru jadi dia langsung membahasnya begitu saja saat bertemu dengan Aldo di ruangannya.

“Kalau begitu saya permisi dulu, Pak,” ucap Aldo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Wijaya. Wijaya menerima jabat tangan Aldo. Beberapa orang lainnya membereskan dokumen yang tadi mereka diskusikan. Baru setelah itu mereka keluar dari ruangan Wijaya.

Mata Aldo dan Anita sempat bertemu saat pria itu keluar dari ruangan Wijaya. Anita hanya bisa tersenyum kikuk kepada pria itu. Sedangkan papa Wijaya berlalu begitu saja dari sana. Anita kembali mengacak-acak rambutnya karena rasa malu. Setelah Aldo menjauh, sedangkan Anita buru-buru masuk kembali ke ruangan papa Wijaya.

Anita yang awalnya hanya sedikit kesal kepada Papanya sekarang semakin kesal. Dia menekuk wajahnya saat berhadapan dengan papanya yang masih terlihat keren itu.

“Papa kenapa nggak bilang kalau ada orang!” seru Anita saat dia sudah berada di ruangan sang papa.

“Ya mana Papa tahu kalau kamu mau masuk,” ucap papa Wijaya singkat. Bahkan papa Wijaya tidak menatap Anita dan hanya fokus kepada berkas yang ada di tangannya. Tentu saja Anita mendengkus kesal dengan Papanya itu.

“Pa, kenapa aku dikasi posisi sekretaris?” tanya Anita dengan nada yang sedikit ketus. “Aku kira aku cuma jadi karyawan biasa? Kenapa malah tiba-tiba jadi sekretaris, Pa? Aku kan belum punya pengalaman!” lanjut Anita melakukan aksi protes terhadap jabatan yang diberikan kepadanya.

“Makanya karena kamu tidak punya pengalaman, Papa kasi jabatan yang dekat dengan Papa. Biar Papa bisa bimbing kamu langsung. Kamu tidak perlu mengganggu pekerjaan karyawan lain.” Penjelasan papa wijaya memang masuk akal, tetapi sedikit meragukan. Maksudnya, Anita tidak bisa diandalkan, begitu?

Anita tidak menanggapi lebih jauh dan lebih baik menerima saja apa yang sudah papa Wijaya tentukan. Menjadi sekretaris juga bukan pekerjaan untuk orang dengan kinerja buruk. Kalau dia berbuat salah, maka papa Wijaya yang langsung bisa merasakan akibatnya. Lagi pula pria itu yang meletakkannya di posisi ini.

“Perusahaan kita ada proyek bersama Aldo’s Group. Kita berencana membangun resort di Bali. Kami sudah menetapkan tempatnya, tinggal pelaksanaannya saja. Ini tugas pertama kamu.” Papa Wijaya meletakkan berkas di atas meja untuk di tunjukan kepada Anita, putrinya. Anita meraih berkas yang ada atas meja lalu membacanya dengan teliti.

“Buat kerja sama dengan tim di perusahaan. Hubungi tim hukum lebih dahulu. Lalu kamu bisa atur janji dengan Aldo’s Group untuk hal lebih lanjut.” Papa Wijaya menjelaskan dengan teliti pekerjaan yang harus dikerjakan oleh Anita. Gadis itu mengangguk mengerti lalu keluar dari ruangan papa Wijaya dengan berkas tadi di tangannya.

Di hari pertamanya, tugas yang papa berikan terasa terlalu banyak untuk Anita. Gadis itu tidak mengeluh sama sekali dengan tugas yang diberikan kepadanya. Seperti yang papa Wijaya perintahkan, Anita pun langsung menghubungi tim hukum dan merencanakan rapat untuk satu jam kemudian. Anita perlu mempelajari berkas proyek lebih dahulu sebelumnya. Selain tim hukum, Anita sudah menghubungi manajer dari tim lain untuk ikut dalam rapat hari ini.

***

Sesuai dengan janji yang telah dibuat, Anita menuju ruang rapat bersama dengan papa Wijaya. Di sana sudah banyak orang yang menunggu. Setelah papa Wijaya duduk, tanpa basa-basi, Anita pun langsung mempresentasikan proyek tersebut di depan orang-orang yang ada di sana. Tidak ada masalah saat Anita melakukan tugasnya. Dia dapat menyelesaikan semua hal dengan lancar. Walaupun sebenarnya, Anita agak sedikit gugup di hari pertamanya. Namun, dia bisa menangani hal itu.

Waktu yang dia habiskan di ruang rapat terasa sangat lama. Hingga rapat selesai, tangan Anita berkeringat. Dia kembali ke tempatnya yang berada persis di depan ruangan papa Wijaya . Karena itu, dia berjalan bersama dengan sang direktur.

“Tingkatkan Anita, saya rasa kinerja kamu sudah bagus. Hanya perlu sedikit pembiasaan aja.” Papa Wijaya memuji Anita saat mereka sedang berada di dalam lift. Anita pun tersenyum kecil menanggapi pujian dari papanya itu.

Seperti yang pria itu katakan, mereka bukan ayah dan anak saat ini. Mereka hanya sebatas atasan dan bawahan. Jadi, sebisa mungkin Anita bersikap formal kepada papa Wijaya saat masih berada di lingkungan kantor.

Saat rapat selesai tadi, waktu makan siang juga sudah tiba. Papa Wijaya mengajak Anita ke kantin perusahaan untuk beristirahat sejenak.

Itu merupakan hal baru bagi karyawan di sana. Karena itu, Anita menolak dengan keras dan memilih mengorder makanan saja untuk dimakan bersama papa Wijaya di sana. Anita hanya tidak ingin karyawan di sana melihatnya berbeda. Anita ingin dilihat hanya karena kinerjanya. Bukan karena dia putri dari pak direktur. Papa Wijaya menyetujui tindakan Anita.

Sementara menunggu makanan mereka tiba, Anita menyelesaikan tugasnya yang lain. Seperti menyusun jadwal papa Wijaya dan mengurus beberapa dokumen untuk proyek ini. Tidak lama, makanan yang Anita order datang. Anita memanggil Papanya untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kembali pekerjaannya. Mereka berdua kemudian makan bersama di sofa panjang yang ada di ruangan papa Wijaya. Bahkan saat itu, mereka masih membicarakan tentang pekerjaan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
8.9
Aryan Mada Kusumo, pewaris Kusumo Grup yang tampan dan berjiwa bebas, terdesak oleh tuntutan pernikahan melalui perjodohan dari orang tuanya. Sementara itu, Nur Callia Maharani, seorang chef profesional, hanya ingin fokus pada kariernya. Siapa sangka, calon suami pilihan keluarganya adalah musuh bebuyutan masa kecil yang sangat ia benci. Akankah pernikahan antara wanita serius dan pria playboy ini berhasil di tengah bayang-bayang konflik masa lalu mereka?
Sampul Novel Istriku Bukan Selingkuhanku
8.1
Satu dekade membina rumah tangga, bara cinta antara aku dan Mas Bram tak pernah padam. Sebagai bos sibuk yang kerap mengurus cabang di luar kota, ia selalu punya cara cerdik untuk menemuiku secara sembunyi-sembunyi dari ibunya. Pagi ini, kehangatan itu kembali terasa lewat pelukan manja dan kecupan mesra di leher saat aku sibuk di dapur. Sikap romantisnya selalu berhasil memanjakan diriku, membuatku tak berdaya dan hanyut dalam pesona gairah suami tercinta.
Sampul Novel Jangan Cintai Bosmu!
9.5
Insiden tumpahan iced latte pada jas Arga Narendra Wijaya menjadi awal petaka bagi Naura, staf pemasaran di Jakarta. Arga yang angkuh ternyata CEO barunya, dan ia sengaja menekan Naura dengan menyuruhnya mencuci jas tersebut demi menunjukkan kuasa. Enggan tunduk begitu saja, Naura memilih melawan. Di tengah benturan ego mereka, misteri masa lalu kelam sang bos perlahan terkuak. Kini, Naura dilematis antara menjaga harga dirinya atau menyingkap tabir rahasia Arga.
Sampul Novel JENUH
8.0
Rumah tangga Lisa dan Toni bergelimang harta dan jauh dari pertikaian. Namun, kesempurnaan hidup bersama suaminya yang tampan serta royal itu justru membuat Lisa didera rasa bosan yang luar biasa. Di tengah kehampaan tersebut, muncul sosok pria lajang yang memikat hatinya hingga menyeret Lisa ke dalam jurang perselingkuhan. Apakah aksi serong ini akan menghancurkan pernikahannya, atau malah menjadi jawaban atas kejenuhan yang ia rasakan?
Sampul Novel MINE
8.9
MINE
Pertikaian Ana dengan pengusaha dingin yang menjadi pembicara tamu di kampusnya mengubah segalanya. Meski muak, takdir terus mengikat mereka bersama. Siapa sangka, pria menyebalkan itu adalah sosok yang selama ini dinanti Ana. Sikap sang miliarder yang perlahan berubah membuat Ana terjebak di antara benci dan cinta. Namun, saat perasaan mulai tumbuh, teror berbahaya datang mengancam mereka. Mampukah hubungan penuh rintangan ini bertahan?
Sampul Novel Of Love Trilogy
8.9
Hidup Ayana Ranisya hancur akibat beban utang yang ditinggalkan suaminya, Ares Adiswara. Namun, takdir mempertemukannya dengan Arga Arkhilendra, seorang miliarder yang sebenarnya telah bertunangan dengan Sheryl Claudia Wibowo demi bisnis. Sebuah ketidaksengajaan satu malam menumbuhkan benih cinta di hati Arga yang dingin. Kini, sang pengusaha dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan aliansi kekuasaan bersama Sheryl atau mengejar ketulusan cintanya pada Ayana.