APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Obsesi CEO Arogan

Terjerat Obsesi CEO Arogan

Pengkhianatan sang suami meninggalkan luka mendalam bagi Elena. Di tengah kepedihan, takdir mempertemukannya kembali dengan Karl, pria masa lalu yang kini menjadi CEO dingin. Hubungan satu malam di bar memicu obsesi posesif Karl, yang menuntut Elena segera bercerai agar bisa ia miliki sepenuhnya. Kini, Elena terjebak dalam dilema besar: menolak dominasi Karl yang berbahaya atau justru menyerah pada gairah penuh risiko yang menguji batas kewarasannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ah! Aku memang bodoh. Aku sangat ceroboh!" keluh Elena sembari mengikat rambutnya yang berantakan.

"Mengapa aku harus bertemu dengannya?" gumam Elena pada dirinya sendiri, suaranya pelan namun penuh penyesalan. "Sudah lima tahun berlalu, bahkan aku telah menikah."

Langkahnya membawa dia ke depan sebuah gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, mencakar awan seperti simbol dari ambisi dan kekuasaan. Gedung itu adalah tujuan pertemuannya hari ini, tempat ia harus bertemu dengan seorang klien penting.

Setelah memilih sebuah gaun hitam sederhana yang elegan, Elena menggantinya di ruang ganti dengan tergesa. Ia menatap pantulan dirinya di cermin, memperbaiki riasan seadanya, dan menyisir rambutnya yang sempat berantakan.

Ketika pintu lift terbuka, Elena berjalan cepat menuju ruang rapat. Napasnya sedikit memburu saat ia mendorong pintu dan masuk. "Selamat pagi. Maaf, karena saya datang terlambat-"

"Selamat datang, Nona Elena."

Senyum tersungging di wajah Karl-senyum yang tidak hanya sekadar ramah, tetapi penuh arti, seperti rahasia yang disembunyikan di baliknya.

Sorot matanya yang tajam menelisik Elena dari ujung kepala hingga ujung kaki, membuat wanita itu menelan ludah dengan berat.

Elena berdiri di ambang pintu, mencoba menjaga postur tubuhnya agar tetap terlihat tenang, meski perasaan di dalam dirinya berkecamuk hebat. "Kenapa dunia sempit sekali," gumamnya pelan, tapi cukup jelas untuk Karl mendengarnya.

"Aku membiarkanmu pergi karena asistenku memberitahu bahwa kau akan datang menemuiku," jelasnya memberitahu Elena yang tampak terkejut melihat keberadaannya di sana.

"Dunia selalu sempit untuk mereka yang memiliki urusan yang belum selesai," lanjutnya kemudian, suaranya rendah namun sarat dengan makna.

Dengan langkah hati-hati, Elena berjalan ke arah meja besar di tengah ruangan dan duduk di hadapan Karl. Ia meletakkan tasnya di pangkuan, tangannya meremas-remas tali tas itu, berusaha menenangkan diri.

"Aku rasa urusan kita semalam sudah selesai, Karl. Jangan membahasnya lagi," pinta Elena dengan nada memohon.

"Tapi, aku tidak bisa melupakannya. Kau sendiri yang menggodaku, Elena. Lalu, kini kau meminta melupakannya?" Senyum miring tersungging di bibir Karl. "Aku tidak akan melakukannya, Elena!"

Hening. Elena tidak bisa mengatakan apa pun selain hanya menatap Karl yang kini sedang mengambil proposal yang sudah diletakkan di mejanya. Di sampul proposal itu tertulis nama restoran milik Elena: Elena's F&B.

Karl membukanya perlahan, matanya menyisir setiap halaman dengan cermat. Waktu seolah melambat di ruangan itu, suara detik jam menjadi satu-satunya hal yang terdengar selain napas Elena yang mulai memburu.

"Kau sangat membutuhkan dana dariku, hm?" tanya Karl akhirnya, suaranya tenang tetapi menusuk.

Elena terdiam sejenak. Pandangannya jatuh pada proposal itu, lalu beralih ke mata Karl yang tajam seperti mata elang, penuh dengan intimidasi yang tidak terucapkan.

"Iya," jawabnya pelan. "Aku sangat membutuhkan dana darimu," sambungnya seraya menatap wajah Karl yang tengah menatapnya dengan mata hazelnya itu.

"Baiklah. Bukankah setelah bekerja sama denganmu, itu artinya kita bisa bertemu setiap saat? For information, aku senang membuatmu menggila seperti semalam."

Tangan Elena berkeringat mendengar ucapan Karl tadi. "Apakah kau tidak bisa melupakan kejadian itu, Karl? Kenapa kau selalu membahasnya terus menerus?" tanyanya.

"Never, Elena. Kau sendiri yang memintaku untuk tidak melupakannya. Kau ingin disentuh lagi dan lagi."

Elena menelan ludah. Jujur saja dia tidak ingat apa saja yang dia katakan saat bercinta dengan Karl semalam. Dia mabuk parah sampai membuatnya lupa segalanya.

Elena berharap Karl mau melupakan kejadian itu. Namun, nyatanya tidak semudah itu, Karl tidak mau melupakannya.

"Baiklah, terserah padamu saja. Tapi, apa pun itu, sebaiknya segera beri aku penjelasan. Kau menerima proposal dariku?"

Karl tersenyum kecil, tetapi senyum itu tidak memiliki kehangatan sama sekali. "Ya," jawabnya singkat, sebelum menghela napas panjang. Ia bersandar di kursinya, lalu berkata tanpa ragu, "Dengan syarat yang harus kau terima tentunya."

Mata Karl kembali menatap Elena. "Uang yang kau minta tidak sedikit, Elena. Tidak mungkin aku memberimu secara cuma-cuma, bukan?"

"Apa itu?" tanyanya dengan nada penasaran yang melingkup di dalam hatinya.

Tatapan datar Karl membuat Elena semakin penasaran. Lantas, pria itu dengan cepat mengatakan, "Ceraikan suami gilamu itu dan jadilah patner-ku di atas ranjang. Aku bisa memuaskanmu setiap hari, seperti yang kau inginkan, Elena!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gemintang
8.8
Hati Gemintang Farhana hancur setelah dicampakkan oleh Bachdim, cinta pertamanya. Demi memulihkan diri, ia beralih pekerjaan dan justru jatuh hati pada Amar Dwirangga, atasan sekaligus seniornya. Kehadiran Amar yang penuh perhatian perlahan memulihkan lukanya. Namun, takdir berkata lain saat restu semesta menghalangi hubungan indah mereka hingga harus berpisah. Kini, keduanya terjebak dalam kerinduan mendalam tanpa bisa bersama, menyisakan memori manis yang tidak berujung bahagia.
Sampul Novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
9.5
Sejak balita, Naura dibesarkan oleh asisten ayahnya yang bernama Gilbert Louise Tom dan memanggilnya Daddy. Kini, sosok duda berumur empat puluh tahun dengan tubuh kekar itu justru tampak kian menawan di matanya. Hubungan dekat yang terjalin lama di antara mereka perlahan berubah menjadi rasa tertarik yang begitu kuat. Naura pun mulai kesulitan untuk menjauhkan dirinya dari pesona memikat yang dimiliki oleh pria matang tersebut.
Sampul Novel Intuition
9.4
Hanna dituduh membunuh orang tuanya pada usia sembilan tahun dan dipenjara. Sepuluh tahun kemudian, ia kabur dan bertahan di jalanan. Pertemuan dengan teman lama membawanya bergabung dalam komplotan untuk membalas dendam masa lalu. Namun, rencana itu goyah saat Hanna jatuh cinta pada putra dari orang yang menghancurkan keluarganya.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Rasa Sakitku, Kesalahanmu
8.4
Kehidupan Rafaela runtuh seketika saat anak laki-lakinya meninggal dunia. Tragisnya, di momen krusial tersebut, Naren sang suami malah pergi demi menyambut cinta masa lalunya. Kepergian sang buah hati pun menjadi penutup kelam bagi kisah cinta sepuluh tahun dan pernikahan tiga tahun mereka. Kini, Rafaela tidak lagi memiliki air mata. Di tengah kehampaan yang dingin, ia memilih menyerah dan tenggelam dalam kesunyian yang menyiksa akibat pengkhianatan Naren.
Sampul Novel When We Were In Love
8.2
Alice Reeves didera kepedihan akibat cinta tak berbalas kepada Douglas Handerson, saudara tiri sekaligus sahabatnya yang memutuskan pergi. Di tengah luka hati tersebut, Maximilliam Callyps datang menawarkan kesembuhan dan mencoba merebut hati Alice. Saat Alice mulai mempertanyakan arti kebahagiaan sejatinya, Douglas justru dilingkupi penyesalan atas keras kepalanya dahulu. Akankah babak baru bersama Maximilliam terwujud, ataukah bayang-bayang masa lalu Douglas tetap tak tergantikan?