APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

Terjerat Hasrat Cinta Atasanku

Dalam dunia kerja modern, kisah cinta membara antara seorang bos dan karyawannya harus berhadapan dengan rintangan yang sangat besar. Ketertarikan yang begitu kuat di antara mereka terhalang oleh sebuah batas kokoh layaknya Tembok China yang mustahil diruntuhkan. Hubungan asmara kantor ini pun dipenuhi pergolakan hebat. Mampukah mereka memperjuangkan perasaan dan menembus dinding penghalang tersebut, atau justru harus menyerah pada keadaan?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Hey bisa gak berhenti klakson berisik tau." teriak Sintia di atas motor.

"Saya lagi terburu-buru," jawab Arseno dari dalam mobil.

Sintia merasa kesal dengan suara tersebut lalu memutuskan untuk turun dari sepedah.

"Kesempatan nih sudah lama aku gak marah-marah,udah pikiran banyak di tambah lagi suara bising lengkap sudah." gumamnya dalam hati jengkel.

Sintia pun melangkahkan kakinya ke arah mobil Arseno dengan nafas naik turun.

Mobil sedan dengan warna hitam dengan nomor plat yang cantik, menandakan sang pemiliknya bukan orang sembarangan.

"Keluar kamu, kamu kira hanya kamu saja yang terburu-buru?" tanya Sintia sambil mengetuk kaca mobil .

Sintia mengeluarkan sumpah serapah kepada Arseno sang pengendara mobil.

Arseno pun membuka kaca mobilnya,

Melihat Sintia yang marah-marah di jalan, menjadinya pusat perhatian para pengguna jalan lainnya yang tengah terjebak kemacetan.

Jalanan lagi macet di karena ada sebuah kecelakaan lalu lintas di tengah jam sibuk. Kecelakan tersebut membuat kemacetan panjang.

Melihat Sintia marah, ada segelintir orang yang memanfaatkan kejadian tersebut dengan mengambil video dan mengunggahnya ke laman media sosial.

Disisi lain polisi berusaha mengurai kemacetan dengan mengalihkan arus lalu lintas.

Sedangkan di tempat itu Arseno menatap tajam tanpa sepatah kata pun ke Sintia.

Sintia terkejut ternyata pengendara mobil itu sudah sedikit tua, namun tingkahnya seperti anak muda yang keren serta memakai baju yang sedikit fashionable.

dua pengendara itu yang sedang emosi sama-sama salah yang satu kurang sabar, yang satu lagi gampang emosi seperti itu lah gambarannya.

Tak terasa jalanan normal kembali. Arseno yang menyadari itu hendak melajukan mobilnya.

Sintia yang menyadari jalanan sudah normal dia melangkahkan kakinya untuk mengambil sepedanya yang terparkir di bahu jalan.

"Dasar orang sombong mentang-mentang kaya." teriaknya sambil menepikan sepedanya.

Di dalam mobil Arseno tersenyum sinis. Dia meluapkan emosinya dengan menekan klakson berulang kali sehingga Sintia bertambah kesal.

Arseno pun melajukan mobilnya dengan keadaan kesal. Kejadian tadi membuatnya malu karena dia jadi pusat perhatian, bahkan ada orang yang memvideokan dirinya tanpa seizinnya.

"Dasar perempuan kampungan." gumamnya dalam hati.

Arseno melihat jam yang ada di tangan kanannya. Jam yang berwarna hitam elegan nan mewah.

"Huu kurang 10 menit, jika aku telat bisa bahaya."

setelah beberapa menit kemudian sampailah Arseno di kantor. Kantor yang sangat luas, rapi dan bersih serta begitu banyak karyawan bekerja di bawah naungan keluarganya.

"Selamat pagi pak," sapa karyawannya dengan tersenyum.

Arseno pun hanya mengangguk tak menjawab. Dia berjalan dengan gagahnya menunjukan tampang yang identik tegas.

Arseno pun jarang terlihat bicara, dia akan banyak bicara ketika rapat saja, selain dari itu dia akan diam.

Meskipun Arseno bersifat Angkuh tapi dia mendedikasikan dirinya kepada kantor tersebut. Baginya banyak beban yang harus dia pikul untuk kesejahteraan karyawannya.

Arseno pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruang kerjanya.

Ruangan yang lumayan nyaman dengan dihiasi lukisan gunung di dindingnya.

Seperti biasanya Arseno mulai mengerjakan beberapa tugasnya.

Tok tok tok (suara mengetuk pintu).

"Masuk," ujar Arseno dari dalam.

"Selamat siang pak Arseno, rapat dilaksanakan 5 menit lagi di ruangan rapat no 1 depan." ujar karyawannya.

Arseno pun menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti.

Karyawan tersebut melangkahkan kakinya keluar dan Arseno mulai menyiapkan beberapa lembar kertas yang akan dibawanya.

Arseno pun keluar dari ruangannya, dia berjalan dengan sedikit tergesa-gesa sambil merapikan jasnya.

Dia berjalan dengan langkah tegap dan dengan wajah yang angkuh. Dia mengira kalau dirinya hebat dia merasa kecerdasannya tiada yang menandinginya apalagi ditambah dia adalah anak pemilik perusahan tersebut.

Arseno berjalan menuju lobby dengan melihat smartphonenya yang canggih dengan keluaran terbaru.

"Ahhhhh," teriak terkejut Sintia yang terpental hampir terjatuh bertabrakan dengan Arseno yang sedang menatap layar ponselnya itu.

Sintia mendongakan kepalanya keatas, betapa terkejutnya ketika dia menabrak seorang yang sedang berjalan keluar.

Seorang yang berpakaian rapi dengan setelan jas hitam dan bersepatu hitam mengkilap.

"Maaf, maafin saya, saya tidak sengaja," ujar Sintia dengan terbata-bata dengan nafas yang ngos-ngosan.

Arseno hanya menatapnya dan memasukan smartphonenya kedalam saku celana dengan wajah yang sedikit angkuh.

Sintia hanya menundukan kepalanya tanpa berani menatapnya,

"Mohon maaf saya pergi dulu, sekali lagi saya minta maaf." lanjut Sintia.

Sintia melangkahkan kakinya dengan sedikit berlari melewati Arseno yang tengah berdiri mematung dengan nafasnya naik turun ngos-ngosan.

"Berhenti," sahut Arseno.

Sintia pun tersentak kaget dia pun menghentikan langkahnya.

"Hadehh mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan laki-laki kaya yang angkuh nan sombong." gumamnya dalam hati.

Sintia pun membalikkan badannya dan membalas tatapan tajam Arseno.

"Ngapain kamu kesini ini bukan tempatmu." ujar Arseno merendahkan Sintia.

Arseno pun kembali menatap Sintia kali ini dia menatap Sintia dari atas ke bawah seperti tatapan yang jijik.

"Kamu kesini pakai baju yang sudah luntur, sepatu juga buluk, dan wajahmu kusam pula." lanjut hina Arseno.

Sintia memajukan 1 kali langkahnya mendekati Arseno.

"Terserah aku mau kemana bukan urusanmu laki-laki sombong." tukas Sintia dengan nada tegas dengan menatap tajam Arseno.

Sintia tak mengetahui jika Arseno adalah anak seorang pemilik perusahan yang terkenal di negeri ini.

Arseno pun tersenyum sinis melihat tingkah Sintia yang tak mengetahui siapa dirinya.

Arseno memalingkan pandangannya. "Ngapain aku meladeni perempuan gila," gumamnya dalam hati sambil merapikan jasnya.

Arseno langsung pergi meninggalkan Sintia yang berdiri dengan mata melotot.

"Kutandai mukamu," ujar Arseno sambil menunjukan jari telunjuk ke wajah Sintia.

Sintia pun tak menggubris dengan apa yang diucapkan Arseno, Sintia langsung berlari menuju lift.

"Maaf permisi, saya terburu-buru," ucap Sintia sambil masuk lift.

Semua orang dalam lift menatapnya dengan keheranan, mereka melihat Sintia yang berjalan setengah berlari sehingga di keningnya keluarlah butiran-butiran kecil keringat yang menetes.

Sampailah di lantai 11, Sintia melangkahkan kakinya menuju ruang pak Yandi, orang yang menghubunginya lewat telepon.

Sintia bertanya kepada salah satu karyawan dan karyawan itu memberi tahu ruangan pak Yandi.

Sintia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang yang dituju, banyak ruang di lantai tersebut, namun di setiap ruang ada nama di setiap pintunya untuk memudahkan dalam mencarinya.

"Suyandi," ucapnya dalam hati melihat ruangan yang bertulis nama suyandi.

Sintia merapikan bajunya dan rambutnya yang sedikit berantakan.

Lalu Sinta mengusap butiran keringat dengan punggung tangannya.

Setelah Sintia siap, Sintia pun langsung masuk dan memulai interview dengan pak Yandi.

Setelah beberapa lama akhirnya Sintia di terima kerja di kantor tersebut.

Saat Sintia di ruang pak Yandi tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menabraknya masuk ke ruangan pak Yandi.

Betapa terkejutnya laki-laki itu yang bernama Arseno itu.

"Kamu lagi, wanita kucel." hina Arseno dengan menyipitkan matanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Pernikahan Penuh Rahasia
8.2
Demi melunasi utang mendiang ayahnya, Nara terpaksa menjalani pernikahan kontrak selama 90 hari dengan Kieran, seorang pewaris kaya. Kieran yang dingin menganggap Nara hanya putri petani yang memalukan dan menegaskan pernikahan ini hanyalah tuntutan ayahnya. Meski Nara memendam perasaan, ia harus menghadapi kebencian dan rahasia di rumah mereka. Kini, Nara harus bertahan di tengah patah hati sambil mencari tahu apakah ada harapan tersisa dalam waktu mereka.
Sampul Novel Saat Lilin Menyala, Cinta Padam
8.7
Memasuki tahun keenam pernikahan, kehangatan sirna setelah sang suami tidak menyentuh istrinya selama tiga bulan dengan alasan lelah bekerja. Kepercayaan sang istri runtuh di hari ulang tahunnya saat mendengar suaminya berbicara dalam bahasa asing dengan temannya. Sang suami mengaku berselingkuh dengan wanita bernama Sallie yang kini hamil, dan berencana mengirimnya ke luar negeri. Menahan kepedihan mendalam karena memahami bahasa tersebut, sang istri hanya bisa menangis dalam diam sambil berpura-pura terharu.
Sampul Novel SALAH KIRIM KADO
9.5
Akibat kado yang salah kirim, Sarah mengetahui pernikahan siri suaminya, Indra, dengan Siska. Kecewa dan marah, Sarah merancang rencana mempermalukan mereka sebelum mengajukan cerai. Saat menghadapi badai hidup ini, Dareen muncul dan mengungkapkan perasaan cintanya yang telah lama disimpan. Ketika Indra bangkrut, Siska yang materialistis mulai menyebar fitnah untuk memisahkan Sarah dan Dareen. Mampukah Sarah meraih kebahagiaannya, atau ia akan hancur oleh dendam Siska?
Sampul Novel Suamiku adalah menantuku
8.0
Upaya tulus Hana meredakan konflik pernikahan putrinya justru berujung petaka. Ia malah terjebak skandal asmara terlarang dengan sang menantu, Romeo. Begitu hubungan rahasia ini terbongkar ke hadapan publik, Hana langsung menjadi sasaran kemarahan dan cemoohan masyarakat. Kini, di tengah hancurnya reputasi serta hidup yang porak-poranda, ia harus bertahan menghadapi berbagai konsekuensi menyakitkan demi cinta gelap tersebut.
Sampul Novel Terjebak Pesona Seuami Tanteku
8.4
Baru sebulan membina rumah tangga dengan Dion, Luna Valleryn justru didera kesepian akibat suaminya yang terlalu sibuk bekerja. Saat berkunjung dan menginap di kediaman tantenya, Maya, Luna merasa iri menyaksikan kehangatan hubungan sang tante dengan suaminya, Berend. Ia pun berharap bisa memiliki sosok suami seperti Berend. Tanpa diduga, Berend justru mulai mendekati dan menggoda Luna, hingga akhirnya membawa mereka terjerumus ke dalam jalinan perselingkuhan yang terlarang.
Sampul Novel Terjerat Cinta Mafia Kakak Beradik
9.5
Savana terpaksa diserahkan sang ibu kepada Luca Zeno demi melunasi utang. Bukannya takut, ia justru terpikat kebaikan Luca yang mengajaknya menikah kontrak dua tahun untuk donor sel telur. Namun, keadaan berantakan saat Savana mengandung. Terungkap bahwa ayah biologis bayi itu adalah adik kandung Luca, Ziv Zeno. Kini, dua bersaudara dari klan mafia tersebut saling bersaing ketat dan ekstrem demi merebut hati serta menguasai Savana sepenuhnya.