APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Sang Arsitek

Terjerat Cinta Sang Arsitek

Hati Leticia hancur setelah mengetahui Daniel ternyata telah beristri. Kini, ia harus menemukan arsitek hebat demi menebus kesalahan masa lalunya kepada sang ayah. Sementara itu, Raymond, seorang arsitek andal, sedang terpuruk karena ditinggal menikah oleh Nikita. Pertemuan Leticia dan Raymond yang diwarnai salah paham akibat komunikasi buruk justru menyeret keduanya ke dalam situasi tak terduga. Akankah luka serupa menyatukan mereka, atau kisah ini hanya menjadi cinta satu malam?
Bab
Bagikan

Bab 2

Leticia memalingkan wajah dari tatapan Max. Seketika gambaran Daniel muncul dalam benak wanita itu, bagaimana mungkin dia tidak mengingat siapa yang telah menganiayanya begitu kejam.

"Aku tidak bisa mengingatnya, Max." Leticia menggigit bibir seraya menelan ludah.

"Di mana kau mengalaminya? Kita bisa melacak CCTV di sekitar kejadian," tuntut Max.

"Tidak perlu, biarkan saja," tolak Leticia, "Max, apa luka di dadaku sangat dalam?" Leticia menyentuh perban yang tersemat di dadanya. Hatinya begitu sakit kala mengingat kejadian semalam.

Max mengangguk seraya menggaruk kepala yang tak gatal. "Lumayan dalam dan cukup panjang," terangnya.

Hening. Leticia ragu untuk membuka mulut, dia belum lama mengenal Max. Namun, dia tak punya pilihan selain meminta bantuan pada pria berambut pirang itu. Leticia menarik napas membulatkan tekad.

"Max ... aku butuh bantuanmu." Leticia memecah keheningan.

"Cih, basa-basi macam apa itu? Cepat katakan! Kau ingin aku menghajar perampok itu?" Max menyipitkan sebelah mata seraya menyilangkan kedua tangan di depan dada.

"Enn, aku ... bolehkah aku meminjam uang? Aku ingin kembali ke kota asalku," ucap Leticia gelagapan. Dia memejamkan mata dan meremas baju begitu erat, wajahnya tiba-tiba bersemu merah. Sungguh, dia malu mengatakan itu pada Max.

Max menggeleng, tak habis pikir kenapa Leticia begitu sungkan padanya. Mengingat Leticia yang dermawan membuat dia bertanya-tanya. Apa dirinya pelit. Ah, tentu saja tidak!

"Bodoh! Tentu saja boleh. Tapi kau harus menunggu cairan itu habis!" Max melirik botol infusan yang menggantung di tiang besi.

__

Dua jam kemudian. Leticia merasa tubuhnya cukup pulih, dia bersiap-siap sebelum Daniel menemukan keberadaannya. Max membekali sejumlah uang dan tak lupa menyiapkan tiket untuk wanita itu.

Leticia tergesa-gesa keluar dari gedung. Tak menunggu lama, dia mendapatkan taksi yang baru saja menurunkan penumpang. Ketika akan masuk, Leticia teringat obat dan perban yang disiapkan Max tertinggal.

Leticia bergegas kembali ke ruangan Max. Setelah mendapatkan obat, dia berlari menuju taksi yang masih menunggu.

Bruk! Brak!

Leticia menabrak seorang pria yang berjalan sambil menelepon. Merasa terkejut, wanita itu spontan berteriak, "Hey! Pintu ini begitu lebar! Kenapa Anda menabrakku?" Tanpa tahu malu, Leticia memaki seraya mendongak. Menatap pria berusia sekitar 30 tahun yang bertubuh tinggi tak kurang 180 cm. Pandangan mereka terkunci beberapa saat.

Teriakan Leticia membuat semua mata tertuju ke arah mereka.

Pria itu menaikkan kedua alis tebal, menatap tajam mata Leticia. Dia hendak membalas perkataannya. Namun, dia mengurungkan niat saat melihat kondisi Leticia begitu kacau. Rambut kusut dan wajah penuh lebam. Kemeja putih sedikit robek dengan bercak darah yang mengering, terlihat seperti tunawisma.

Air muka pria itu kembali tenang. Mata hazelnya sangat memukau. "Begitukah, Nona?" balasnya dengan suara yang dalam. Pria itu mengatupkan bibir seraya mengulum senyum, membuat lesung dagunya kian melebar.

Suara pria itu terdengar lembut di telinga Leticia, tetapi ucapannya mampu membuat dia bungkam. Wanita itu menggigit bibir seraya menunduk, matanya terbelalak saat menyadari ponsel pria itu hancur.

Leticia panik. Matanya tiba-tiba menyipit, melirik pria itu yang hanya mengenakan celana jeans dan kaos hitam panjang. Sekali lihat saja dia tahu itu bukan pakaian mahal, tetapi benaknya tak berhenti berpikir. Bagaimana jika pria itu meminta ganti rugi ponselnya? Untuk ongkos pulang pun dia harus meminjam dari Max. Akhirnya, Leticia bertingkah seperti anak kucing.

"Tu-an, a-ku ...."

"Leticia, kau akan terlambat! Cepat pergi!" ujar Max yang tiba-tiba menghampiri mereka. Seketika ucapan Leticia tertahan di tenggorokan.

Leticia melirik pria bertubuh atletis itu dan Max bergantian. "Max, a-ku ... aku tidak sengaja," ucapnya gugup.

"Biar aku yang urus, pergilah!" Max menepuk bahu Leticia.

"Terima kasih banyak, Max." Mata Leticia memerah menatap Max. Sungguh, dokter bawel itu sudah banyak membantu.

Setelah Max meyakinkannya, Leticia bergegas pergi. Kembali berpacu dengan waktu, menjauh dari kehidupan Daniel sesegera mungkin.

Pria gagah itu membalikkan badan menatap lekat punggung Leticia yang kian menjauh. "Wanita ceroboh!" Tanpa disadari, bibirnya yang sexy menyunggingkan senyum tipis. Sebelah tangan pria itu terangkat dan mengusap bulu-bulu halus yang tertata rapi di rahang tegasnya.

Max menggeleng seraya terkekeh, "Ah ... itu sangat menarik! Senyumanmu sungguh manis, Vanderson Raymondo."

"Matanya indah," ujar Ray, "dia temanmu?" Raymond menoleh pada Max.

Dokter itu menggeleng. "Hanya beberapa kali bertemu di acara amal," jawab Max.

"Korban pengeroyokan?" tanya Ray lagi.

"Entahlah, dia tak mengatakan apa pun. Rasanya aku ingin menghajar orang yang menganiayanya!" geram Max.

Raymond, pria itu tak bisa menahan gelak tawa, dia menepuk-nepuk bahu Max. "Kau terdengar seperti ingin mengkhianati kekasihmu, Kawan!"

"Sial! Tutup mulutmu, berengsek!" sungut Max seraya mendelik.

"Ah ... kau membuatku takut, Max," kelakar Ray dengan suara yang terdengar lepas.

"Enyah kau, Ray!" Max membalikkan badan hendak masuk.

Ray menghentikan tawanya. "Max, malam ini kita berangkat ke Catania! Keluarga Marco pasti sangat khawatir," ujar Ray dengan wajah serius.

Langkah Max terhenti, dia membalikkan badan menghadap Ray. "Dasar keras kepala! Kau begitu lelah, Ray! Biar aku dan Alex yang mengantar Marco!" Max mendengkus kesal seraya memelototi Ray. Meskipun mereka sering bercekcok, tetapi keduanya saling memahami satu sama lain.

Max tahu betul karakter sahabatnya itu. Jika Raymond sudah mengambil keputusan, tentu dia dan ketiga sahabat lainnya tak bisa membantah. Bukan karena mereka takut, tetapi karena besarnya kepedulian Raymond. Sehingga, membuat mereka merasa segan.

Raymond menaikkan kedua bahu tegap, tak menanggapi perkataan Max. Mereka pergi mengunjungi Marco, sahabatnya yang masih dalam perawatan Max di rumah sakit.

*****

Leticia baru saja tiba di kota kelahirannya, Ragusa. Setahun lalu dia meninggalkan kota di mana keluarganya berada. Kini, dia kembali dengan sejuta luka dan penyesalan.

"Kau tak mendengar nasihatku? Kau bahkan belum lama mengenal pria itu, Putriku."

"Cia, Ibu mohon. Jangan mudah memercayai seseorang."

Ucapan kedua orangtuanya kini terngiang jelas dalam benak Leticia. Seketika hatinya bagai diremas, dadanya begitu sesak.

Leticia tiba di rumah. Setelah melewati gerbang besi yang menjulang, dia berjalan menuju rumah berdesain klasik Eropa bercat putih.

Ketika melewati empat pilar tinggi, langkah Leticia terhenti. Dia melihat bunga lily putih yang layu dan berantakan. Alis lurus Leticia mengerut terheran. Bunga kesayangan sang Ibu kenapa tampak tidak terawat?

Entah berapa kali dia menekan bell, kedua daun pintu yang bergandengan itu tak kunjung terbuka.

"Ibu ... Laura .... Kalian di dalam?" Leticia mendekatkan wajahnya ke kaca jendela yang tertutup tirai tipis. Sunyi. Rumah itu bagai tak berpenghuni, entah kemana keluarganya pergi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Nayla rela menikahi Deddy yang koma demi balas budi masa lalu. Setelah sembuh, Deddy justru menceraikannya demi cinta pertamanya. Meski kerap dihina, Nayla sebenarnya sosok luar biasa: peretas jenius, pembalap tangguh, dan dokter ahli. Saat penyesalan datang dan Deddy memohonnya kembali, seorang CEO tampan tiba-tiba muncul dan mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut di tengah perjuangan membuktikan jati dirinya.
Sampul Novel Gapai Mimpi di Usia Senja
9.5
Di hari ulang tahun Ryan yang ke-70, Elita pulang dalam kondisi basah kuyup hanya untuk mendapati rumahnya terkunci. Kabar mengejutkan datang dari tetangga yang menyebut Ryan telah menikah lagi dan sedang berada di hotel bersama istri barunya. Sebulan lalu, Elita menyetujui perceraian formal demi menyelamatkan diri dari klaim utang saham Ryan, bahkan putranya sendiri yang mengasingkannya ke rumah lama. Kini, Elita menyadari bahwa semua alasan itu hanyalah kebohongan besar untuk menyingkirkannya.
Sampul Novel Kembalilah, Cintaku: Merayu Mantan Istriku yang Terabaikan
9.0
Tiga tahun Joelle berjuang merebut hati Adrian, namun sia-sia karena sang suami mencintai wanita lain. Adrian bahkan hanya menjanjikan kebebasan setelah Joelle melahirkan anaknya. Saat persalinan tiba, Adrian malah pergi menemui kekasihnya. Setelah melahirkan, Joelle memutuskan pergi demi memutus semua hubungan. Ironisnya, Adrian baru menyadari kehilangannya dan kini bersujud memohon Joelle agar bersedia kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Kesemptan Kedua Juna
8.9
Penyesalan hebat melanda Juna tepat setelah resmi bercerai. Sebuah tragedi terjadi ketika Dara justru mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan Juna dari kematian. Peristiwa tragis tersebut menjadi kunci pembuka berbagai rahasia besar yang selama ini tersimpan rapat. Juna akhirnya berhasil mengungkap identitas asli di balik D'SecretAdmirer, sosok misterius yang kerap mengiriminya puisi cinta. Kini, lembaran kebenaran yang sesungguhnya mulai terbentang.
Sampul Novel Perceraian & Kesuksesan Amara
8.9
Tiga tahun Siska Amara terjebak pernikahan semu dengan Rafael Prabowo, mengorbankan keluarga dan kariernya demi cinta. Setelah resmi bercerai, ia memilih bangkit dan menata hidup baru. Siska berhasil membuktikan kekuatannya dengan menjadi desainer ternama sekaligus investor sukses yang disegani. Ketika Rafael kembali hadir membawa penyesalan dan memohon kesempatan kedua di saat dirinya berada di puncak kejayaan, Siska dengan tenang menganggap mantan suaminya itu tak lebih dari orang asing.