APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Sang Arsitek

Terjerat Cinta Sang Arsitek

Hati Leticia hancur setelah mengetahui Daniel ternyata telah beristri. Kini, ia harus menemukan arsitek hebat demi menebus kesalahan masa lalunya kepada sang ayah. Sementara itu, Raymond, seorang arsitek andal, sedang terpuruk karena ditinggal menikah oleh Nikita. Pertemuan Leticia dan Raymond yang diwarnai salah paham akibat komunikasi buruk justru menyeret keduanya ke dalam situasi tak terduga. Akankah luka serupa menyatukan mereka, atau kisah ini hanya menjadi cinta satu malam?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tak terasa langit yang cerah berubah gelap. Namun, daun pintu bercat putih itu tak kunjung terbuka. Sebuah Maybach S560 hitam memasuki pelataran. David, sang Ayah baru saja tiba. Bahagia. Leticia tersenyum senang saat melepas sarung tangan yang berlumuran tanah. Wanita itu bergegas menghampiri mobil. Menyambut sang Ayah yang lama tak bertemu.

Ketika David baru saja turun, Leticia terkejut melihat perubahan drastis sang ayah. Pria berusia 56 tahun itu lebih kurus, garis-garis di keningnya terlihat. Namun, dia masih tampak gagah dengan setelan kerja berwarna hitam.

Air wajah David merah padam melihat Leticia berdiri di hadapannya. Tubuh pria itu gemetaran karena amarah yang memuncak, napasnya seolah bergemuruh.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Leticia.

"Masih ingat aku? Masih berani menampakkan wajahmu? Masih berani menginjakkan kaki di rumah ini? Di mana kau meletakkan rasa malu mu, hah?" Seolah tak merasa iba dengan kondisi Leticia yang babak belur, David menyerang dengan bertubi pertanyaan.

Leticia terkesiap, dia menyeka darah yang terasa asin di sudut bibir. Air matanya menetes. Sungguh, wanita itu menyadari, dirinya layak menerima tamparan sang Ayah.

"Ayah, maafkan aku," ucap Leticia lirih seraya menunduk.

Sang Ayah bergeming tak mengindahkan perkataan Leticia. Pria yang sudah lanjut usia itu mendelik lalu melewati Leticia dengan langkah cepat.

Leticia membalikkan badan mengejar David. Perhatiannya tersita kala melewati beberapa ruangan yang tampak sepi.

"Ayah, berhentilah. Kumohon ...," jerit Leticia sambil terisak. Langkah David terhenti.

"Ayah, tolong ampuni aku." Leticia menghampiri David yang mematung di dasar tangga.

"Apa aku harus memaafkan orang yang telah membuat malu dan membunuh keluargaku?" David melontarkan pertanyaan tegas.

Leticia menarik lengan sang Ayah agar menoleh. "Apa maksud Ayah?" tanya wanita itu saat menghapus air mata dengan punggung tangan. Namun, David enggan membalikkan badan.

"Kau tak hanya membuat keluarga malu! Istriku begitu tertekan karena kehilanganmu! Itu membuat Laura mengakhiri hidup, kau membunuh istri dan putriku, Leticia! Kau pembunuh! Kau menancapkan belati yang sangat dalam di hatiku! Kau menghancurkan keluargaku! Kau merampas orang-orang yang kucintai! Aku membencimu!" Sekali lagi David menyerang Leticia dengan ucapannya lalu dia menaiki tangga dengan cepat.

Dunia seakan runtuh. Leticia membekap mulut dengan kedua tangan, sekujur tubuh seketika menggigil.

Leticia ringkih dan terjatuh. Betapa besar dampak perbuatan bodohnya yang memilih pergi bersama Daniel.

Tak ingin David semakin membenci, dia bergegas mengejar. Hanya David satu-satunya keluarga yang dimiliki saat ini.

"Ayah ... kumohon. Maafkan Putrimu ini, Ayah." Leticia tak menyerah mengejar David hingga ke kamar.

Langkah David terhenti lalu mengembuskan napas kasar mendengar kata 'Putrimu'.

"Kenapa aku harus memaafkanmu?" David bertanya tanpa membalikkan badan.

Leticia gemetar mendengar pertanyaan itu. Dia bersimpuh di hadapannya. "Aku ditipu pria itu, dia sudah berkeluarga. Aku baru mengetahui semalam, aku bersumpah. Aku menyesal, maafkan aku, Ayah." Leticia terisak sambil memeluk kaki David.

"Kau mencoreng namamu sendiri. Kau bahkan tak mendengar nasehatku! Kenapa kau tak menyelidiki pria itu? Kenapa begitu mudah dirayu? Kenapa begitu murah? Terbuai dengan hartanya? Aku tak memberimu cukup uang, hah?" David terengah-engah menahan sesak. Leticia tak bisa menjawab, mulutnya seolah terkunci.

"Pergilah!" tutur David dengan tegas.

"Ayah ... kau boleh mengusirku. Tapi, kumohon sekali saja beri aku kesempatan menebus kesalahanku. Tolong ...." Tangan Leticia semakin erat memeluk kaki David.

"Tunjukkan jika kau layak dimaafkan!"

Leticia berdiri pelan lantas memeluk punggung tegap David. "Terima kasih, Ayah." Suara Leticia terisak.

"Aku belum memaafkanmu! Kecuali kau lakukan satu hal." David melangkah ke meja kerja.

"Akan kulakukan apa pun untuk Ayah," jawab Leticia penuh keyakinan.

"Temui seorang arsitek di Catania!" ucap David saat mengambil sebuah dokumen lalu memberikannya pada Leticia.

"Tuan Vanderson Raymondo adalah orang arogan dan angkuh!" tuturnya. David duduk bersandar di atas kursi kerja seraya memainkan kumis tebal.

Dahi Leticia mengerut mendengar kata arogan. Sejenak, mata sembap wanita itu terpejam. Apa dia akan menghadapi orang seperti Daniel? Terpikirkan hal itu membuat bulu kuduk Leticia meremang.

"Apa dia orang berkuasa? Kenapa terkenal arogan? Apa yang harus aku katakan pada orang itu?" Leticia membuka dokumen dan membaca sekilas. Namun, tak ada satu kata pun yang dia baca dari sederet huruf-huruf itu.

"Aku tak tahu kekuasaanya, yang aku tahu semua proyek yang ditanganinya selalu memuaskan," jawab David, "aku dan Alfonso akan membangun hotel, resort, dan perumahan. Aku ingin arsitek handal itu yang menangani proyek. Pastikan padanya berapapun nominal yang diinginkan, akan kuberikan."

Leticia mengangguk paham, berbaikan dengan sang Ayah adalah keharusan. Dia tidak akan ragu menerima syarat apapun.

"Kapan aku harus pergi?" Leticia duduk di sofa dekat pintu.

"Besok pagi. Dia orang yang sibuk, orang-orang ku tak berhasil meminta dia menangani proyekku," terang David.

"Sekarang dia menangani proyek milik Ayres putra surung Alfonso di Palermo. Entah hal apa yang membuat dia harus pergi ke Catania," tuturnya. Jemari David mengetuk-ngetuk meja, suaranya mulai terdengar lelah.

Leticia menggigit bibir semakin panik. Benaknya tak berhenti berpikir. Apa orang-orang arogan berasal dari Palermo? Dia baru saja melarikan diri dari kota itu, sekarang harus berhadapan dengan orang dari sana.

Leticia menggeleng mengenyahkan pikirian seraya mengembuskan napas berat. Wanita itu memiliki kendala lain untuk menjalankan tugas. Bagaimana mengutarakan pada David, tak mungkin dia berterus terang mengatakan Daniel telah merampas semua yang dia miliki.

"Ayah, aku ... aku mengalami perampokan. Semua tabunganku lenyap, bahkan aku tak memiliki ponsel untuk menghubungimu," ucap Leticia gelagapan, dia sangat berhati-hati mengatakan itu pada David.

"Pahlawanmu tak membantu?" sindir David dengan senyum mengintimidasi.

Leticia tertunduk, mulutnya seolah terkunci. Pahit. Hatinya semakin sakit.

Seringai senyum jijik tersirat dari David saat mengingat Leticia terbiasa hidup berkecukupan. Lelaki tua itu mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompet lalu mengambil ponsel di laci.

"Kurasa uang ini cukup untuk kebutuhanmu beberapa hari di sana. Kau bisa memakai ponsel mendiang adikmu, aku akan meminta orangku menyiapkan apartemen di mana arsitek itu berada."

Leticia berkali-kali menelan ludah, tenggorokannya bagai tersumbat. Mendapati David hanya memberi uang makan untuk beberapa hari. Dia berdiri lalu mengambil barang uang dan ponsel di atas meja. Kemudian berpamitan menyiapkan segala keperluan di Catania.

Setelah mandi dan mengemas pakaian, dia pergi ke dapur. Perutnya melilit, dia mengingat kapan terakhir kali dia makan. Di kafe malam kemarin saat di Palermon. Ckck. Pantas saja dia kelaparan.

Malam belum begitu larut, Leticia merebahkan tubuh di atas ranjang. Dia menatap potret keluarga yang terpasang di dinding. Air mata kembali menetes. Rindu. Sungguh, dia merindukan belaian sang ibu. "Maafkan aku, Ibu." Leticia menangis pilu.

Sementara di waktu yang sama di tempat yang berbeda. Vanderson Raymondo tengah menikmati sebatang rokok sambil melajukan BMW Hydrogen 7 silver di atas aspal hitam, membelah jalanan Kota Palermo. Begitu tiba di gedung serba putih, pemuda yang biasa dipanggil Ray itu memarkirkan mobil tak jauh dari lobi.

Detak sepatu Ray terdengar santai dan teratur. Dia melangkah menyusuri lorong dalam gedung yang berdinding kokoh.

Klik

Ray membuka salah satu pintu ruangan di rumah sakit.

"Kau sudah datang, Ray," sambut Maxwel. Dokter itu segera berdiri dari balik meja kerja lalu menghampiri Ray di ambang pintu.

"Sudah siap semua, Max?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Cinta di Jalur Cepat
7.8
Nayla rela menikahi Deddy yang koma demi balas budi masa lalu. Setelah sembuh, Deddy justru menceraikannya demi cinta pertamanya. Meski kerap dihina, Nayla sebenarnya sosok luar biasa: peretas jenius, pembalap tangguh, dan dokter ahli. Saat penyesalan datang dan Deddy memohonnya kembali, seorang CEO tampan tiba-tiba muncul dan mengklaim Nayla sebagai istrinya. Nayla pun terkejut di tengah perjuangan membuktikan jati dirinya.
Sampul Novel Gapai Mimpi di Usia Senja
9.5
Di hari ulang tahun Ryan yang ke-70, Elita pulang dalam kondisi basah kuyup hanya untuk mendapati rumahnya terkunci. Kabar mengejutkan datang dari tetangga yang menyebut Ryan telah menikah lagi dan sedang berada di hotel bersama istri barunya. Sebulan lalu, Elita menyetujui perceraian formal demi menyelamatkan diri dari klaim utang saham Ryan, bahkan putranya sendiri yang mengasingkannya ke rumah lama. Kini, Elita menyadari bahwa semua alasan itu hanyalah kebohongan besar untuk menyingkirkannya.
Sampul Novel Kembalilah, Cintaku: Merayu Mantan Istriku yang Terabaikan
9.0
Tiga tahun Joelle berjuang merebut hati Adrian, namun sia-sia karena sang suami mencintai wanita lain. Adrian bahkan hanya menjanjikan kebebasan setelah Joelle melahirkan anaknya. Saat persalinan tiba, Adrian malah pergi menemui kekasihnya. Setelah melahirkan, Joelle memutuskan pergi demi memutus semua hubungan. Ironisnya, Adrian baru menyadari kehilangannya dan kini bersujud memohon Joelle agar bersedia kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Kesemptan Kedua Juna
8.9
Penyesalan hebat melanda Juna tepat setelah resmi bercerai. Sebuah tragedi terjadi ketika Dara justru mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan Juna dari kematian. Peristiwa tragis tersebut menjadi kunci pembuka berbagai rahasia besar yang selama ini tersimpan rapat. Juna akhirnya berhasil mengungkap identitas asli di balik D'SecretAdmirer, sosok misterius yang kerap mengiriminya puisi cinta. Kini, lembaran kebenaran yang sesungguhnya mulai terbentang.
Sampul Novel Perceraian & Kesuksesan Amara
8.9
Tiga tahun Siska Amara terjebak pernikahan semu dengan Rafael Prabowo, mengorbankan keluarga dan kariernya demi cinta. Setelah resmi bercerai, ia memilih bangkit dan menata hidup baru. Siska berhasil membuktikan kekuatannya dengan menjadi desainer ternama sekaligus investor sukses yang disegani. Ketika Rafael kembali hadir membawa penyesalan dan memohon kesempatan kedua di saat dirinya berada di puncak kejayaan, Siska dengan tenang menganggap mantan suaminya itu tak lebih dari orang asing.