APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Papa Bujang

Terjerat Cinta Papa Bujang

Sera ditarik paksa oleh Sehan menuju balkon sesaat setelah mereka meninggalkan kamar Aydan. Meski Sera memohon agar dilepaskan dan bersedia gajinya dipotong untuk menyelesaikan persoalan, Sehan menolak keras solusi uang itu. Ia justru menuntut pelayanan pribadi dari Sera sebagai gantinya. Terkejut dengan tuntutan tersebut, Sera menolak dengan tegas dan menekankan bahwa ia bukanlah wanita simpanan. Ketegangan hebat pun kini menyelimuti keduanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malviya house

Rumah mewah dan megah, bercat putih, pagarnya pun menjulang tinggi selain itu keamanan nya pun sangat ketat. Ternyata benar dugaan Sera bu Rita itu orang kaya. Sera memasuki halaman rumah mewah itu setelah diizinkan masuk oleh satpam. Sera terus berdecak kagum, baru halamannya saja sudah sangat luas, dihiasi bunga-bunga yang cantik. Sera memencet bel rumah mewah itu.

Tak lama seorang asisten rumah tangga membukakan pintu.

"Selamat pagi, Mbak Sera ya? Silakan masuk," ucapnya.

Langkah Sera terasa ringan tapi canggung. Matanya menari-nari, mengagumi interior rumah. Langit-langit tinggi, lampu kristal menggantung indah, furniture serba elegan. Jantungnya berdegup lebih cepat.

"Eh nak Sera." Sapa Rita.

"Selamat pagi, bu." Sera tersenyum ramah.

"Ayo duduk dulu." Ucap Rita.

Sera merasa sedikit gugup duduk di sofa mewah ini.

"Santai aja Ser."

Rita memberitahu Sera bahwa cucunya itu berusia empat tahun. Rita juga memperkenalkan suaminya yang bernama Brata.

"Oma.. " Teriak anak kecil menghampiri Rita.

"Sayangnya oma."

"Nah anak ini yang akan kamu ajari, namanya Aydan Pratama Malviya."

"Hallo anak ganteng." Sapa Sera.

Aydan terus memperhatikan wajah Sera mungkin wajah yang baru ia lihat.

"Hallo, kaka namanya siapa?" Tanya Aydan.

"Nama kaka Sera." Ucap Sera gemas.

"Nah sayangnya oma kaka ini yang akan mengajari kamu berhitung, membaca dan mewarnai." Jelas Rita.

"Yey Aydan punya temen baru." Ucapnya Senang.

Rita tersenyum senang. "Aydan ini memang anaknya cepat akrab. Harusnya dia masuk PAUD, tapi Papahnya maunya privat aja dulu. Nanti umur lima tahun baru masuk TK."

Hari pertama les, Sera mulai mengajari Aydan menulis huruf abjad. Anak itu antusias, coretan tangannya memenuhi buku.

"Ini huruf A ya, Kak?"

"Iya, pintar! A buat...?"

"Aydan!" jawabnya mantap.

Tak terasa waktu berlalu. Seorang ART, Bi Wati, muncul di depan pintu.

"Aydan waktunya makan siang, kita ke bawah dulu yu." Ajak Bi Wati asisten rumah tangga.

"Tapi Aydan maunya sama kaka cantik." Ucap Aydan.

"Ayo kaka temenin." Putus Sera.

"Anak pintar." Ucap Sera sambil mengelus kepalanya gemas.

Ngomong-ngomong soal papah dan ibunya Aydan dari tadi Sera tidak melihatnya. Bu Rita juga tidak membahasnya. Tapi yasudahlah Sera kan kesini hanya untuk kerja.

Aydan nggak mau disuapin?"

"Nggak ah. Kata Papa, Aydan udah gede, bisa makan sendiri!"

Sera tersenyum bangga. "Wah, keren banget dong."

Setelah belajar selesai, Sera hendak pamit. Tapi Aydan menahan tangannya.

"Jangan pulang dulu, Kakak! Main sama Aydan dulu!"

Sera melirik Rita, ragu.

Rita mendekat. "Sera, boleh ya hari ini nemenin Aydan sebentar. Dia itu kalau udah suka sama orang, nempel banget. Kalau ditinggal, bisa ngambek sampai ngurung diri."

Sera tertawa canggung. "Ya sudah, nggak apa-apa Bu. Sekalian nemenin nonton kartun deh."

"Aydan jika sudah suka dengan seseorang seperti itu dan buruknya akibat papa nya selalu memanjakannya jika keinginannya tidak dituruti ia akan marah dan mengunci dirinya di kamar seharian tidak ada yang bisa membujuknya kecuali keinginannya dituruti."

Mereka duduk di ruang TV, menonton Spongebob dan Patrick. Aydan tertawa cekikikan, sesekali melirik Sera.

"Kak Sera, kamu suka Spongebob juga?"

"Dulu waktu kecil, Kakak nonton itu tiap pagi sebelum sekolah," jawab Sera.

"Berarti Kakak kayak Aydan dong!"

Beberapa menit kemudian, suara Aydan mulai menghilang. Sera menoleh, anak itu sudah tertidur pulas di sofa.

"Duh, tidur beneran..." gumam Sera.

Dengan hati-hati, ia menggendong Aydan ke kamarnya. Untung tubuhnya ringan. Setelah menyelimuti Aydan, Sera memperhatikan dekorasi kamar Aydan.

Warna putih abu yang bersih, penuh mainan. Tapi satu hal yang membuat Sera bertanya-tanya, tidak ada foto orangtua Aydan.

"Hm... aneh juga. Tapi bukan urusanku," batinnya

Sore menjelang. Aydan bangun, dan mereka kembali bermain ringan. Setelah Aydan mandi, Sera bersiap pulang.

Rita sempat menawarkan, "Kalau mau, kamu tinggal aja di sini. Lebih gampang."

Sera menggeleng halus. "Terima kasih Bu, tapi saya masih betah di kos."

Rita mengangguk mengerti. Sera melangkah ke pintu depan.

"Papah.. " Teriak Aydan menghampiri Papahnya yang baru pulang kerja.

Sera penasaran dengan papahnya Aydan, ia pun mendongak ke arah Aydan berlari. Mata Sera langsung melotot.

"Orang itu yang mobilnya gue tabrak?" Gumam Sera.

Ya dia adalah Aderlad Sehan Malviya. Jadi ternyata dia itu adalah papahnya Aydan sama saja dia adalah majikan Sera.

"Mampus gue." Ucap Sera menepok jidatnya.

Sera segera menutupi wajahnya dengan masker dan topi untung dia membawa masker dan topi.

Sehan segera menggendong putranya itu.

"Papah kenalin ini kaka cantik sekarang aku punya teman baru." Ucap Aydan polos.

"Huftt." Sedikit lega untung Aydan tidak menyebut nama Sera.

Sehan memang sudah diberitahu akan ada guru les privat yang mengajar Aydan sesuai permintaannya.

Sera menunduk saja.

"Kalo gitu saya pamit dulu." Ucap Sera.

Satu langkah

Dua langkah

Tiga langkah

"Tunggu." Perintah Sehan.

Sera diam mematung jantungnya berpacu dengan cepat.

"Ada apa?" Tanya Sera.

"Lain kali besok kesini nya lebih pagi." Ucap Sehan.

Sera hanya mengangguk lalu segera keluar dari rumah itu. Sera menunggu ojek online yang ia pesan karena tidak membawa motor.

Sehan yang melihat kepergian guru les anaknya itu hanya geleng-geleng kepala. Tidak mau tau urusannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A MAN IN A TUXEDO
9.7
Psikiater muda bernama Auristela Indira menghadapi tantangan besar saat merawat Vincent Oliver. CEO penyiaran ini menderita Anterograde Amnesia akibat kecelakaan tragis. Demi tugasnya, Stela menyamar sebagai sekretaris sekaligus pengawal pribadi. Situasi rumit saat ia diminta menikahi Vincent, pria yang ingatannya hanya bertahan satu hari. Di sisi lain, misteri kecelakaan Vincent dan hilangnya sang calon tunangan sebelum pernikahan masih menjadi teka-teki besar.
Sampul Novel Cintamu Seperti Uang Kecil
8.4
Tekanan hidup akibat lonjakan harga pangan membuat Rani frustrasi. Di tengah situasi sulit ini, Dimas, sang suami, hanya memberinya uang belanja harian sebesar 25 ribu rupiah untuk lauk-pauk, meski kebutuhan pokok lain sudah ia siapkan. Rani menganggap jatah tersebut sangat tidak masuk akal dan menilai suaminya teramat pelit. Saat menerima uang itu dengan ketus, ia merenung gusar bahwa nominal sekecil itu bahkan tidak cukup untuk membeli bedak, apalagi memenuhi gizi mereka.
Sampul Novel Dikhianati Di Hari Pernikahan
9.2
Hari tenang Aurelia Callista hancur seketika saat dipaksa menikahi Kaelan Castor. Mengira hanya menjadi tamu biasa, Rhea syok mendengar namanya disebut sang direktur muda dalam akad nikah. Dia baru menyadari dirinya dijadikan pengantin pengganti demi menutupi kelicikan keluarga Kaelan. Kini, Rhea terperangkap dalam pernikahan megah tanpa landasan cinta, sekaligus harus bertahan menghadapi berbagai konspirasi dan rahasia kelam di balik status barunya.
Sampul Novel Ibu Mertuaku, Godaanku
8.5
Kehidupan baru Nathan bersama sang istri, Elira Devina, di kota besar awalnya tampak sempurna. Namun, segalanya berubah sejak kehadiran Seraphine, ibu mertuanya yang berstatus janda dan sangat memikat. Ketegangan mulai menyelimuti rumah tangga mereka saat Nathan merasakan getaran terlarang dari interaksi yang tak disengaja. Di balik pernikahan yang terlihat bahagia, sebuah rahasia gelap perlahan tumbuh dan mengancam mereka ketika batas hubungan menantu dan mertua mulai terkikis.
Sampul Novel Istri Yang Dilupakan CEO
8.1
Noel menganggap pernikahannya dengan Bianca tak lebih dari sekadar alat pelancar bisnis perusahaan. Sejak awal, ia mengabaikan sang istri dan bersiap menceraikannya begitu ada kesempatan. Namun, saat momen perpisahan itu akhirnya tiba, perubahan besar terjadi pada sikap Noel. Ia secara mengejutkan menolak melepaskan Bianca. Di tengah dinginnya pernikahan mereka, Noel justru berkeras mempertahankan hubungan yang dahulu dianggapnya tidak berharga.
Sampul Novel Menikahi Ayahnya Setelah Terlahir Kembali
8.1
Setelah tewas mengenaskan bersama kedua anaknya akibat tabrakan maut yang disebabkan oleh suaminya yang mabuk, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun di masa lalu, tepat saat pria yang dicintainya dan ayah pria tersebut sedang terpengaruh obat perangsang. Di kehidupan sebelumnya, ia memilih sang pria pujaan hingga berujung pada pernikahan dingin yang penuh kebencian. Kini, ia bertekad mengubah takdirnya dengan menolong sang ayah dan memilih menjadi ibu tiri mantan suaminya.