APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Birahi Direktur Dingin

Terjerat Birahi Direktur Dingin

Dikhianati sang tunangan hingga tewas tertabrak truk, Raisa Anastasya bangkit kembali dalam tubuh baru beridentitas sama. Berbekal paras menawannya, ia bertekad melakukan balas dendam. Namun, takdir berubah rumit ketika Zefan, direktur dingin yang mabuk, merenggut kesuciannya akibat salah orang. Terjerat dalam gairah malam yang adiktif dengan bosnya, Raisa kini dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya atau menyerah pada takdir baru.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kejadian yang dialaminya kemarin membuat Raisa sulit untuk fokus kerja. Rasa sakit terus menyerang kepalanya. Mungkin karena dia susah tidur dan sengaja menunda-nunda makan. Memang, cara satu-satunya untuk menghapus segala keresahan dan ingatan buruk adalah dengan menyibukkan diri. Itu yang Raisa lakukan sekarang.

"Ini dokumen yang sudah ditandatangani pihak penanggung jawab," ucap Anjani dan memberikan mapnya pada Raisa.

Raisa menerima map itu setelah menghela napas berat. "Anjani," panggil Raisa.

"Ya?"

"Buat 100 referensi dari data yang perusahaan punya dan rangkum bagian-bagian penting untuk dibahas di rapat nanti. Kirim semuanya lewat surel padaku," ucap Raisa dengan tegas. Dari tadi pandangannya selalu terjebak pada bibir tebal Anjani.

"Ma--maaf? 100 video?" tanya Anjani yang baru pertama kali diberikan tugas lebih berat.

"Ya, apa kamu nggak bisa? Apa perlu aku lemparkan tugas ini ke yang lain?" Nada bicara Raisa yang lebih tegas dan dingin membuat karyawan divisi perencanaan langsung bertukar pandang. Mereka menduga telah terjadi sesuatu di antara Raisa dan Anjani.

"Bi--bisa kok! Aku bisa! Akan aku selesaikan," kata Anjani yang langsung kembali ke tempat duduknya. Rapat resmi akan diadakan besok pagi. Jadi kalau ingin selesai tepat waktu, Anjani harus lembur untuk menyelesaikannya.

"Baiklah."

Raisa melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. "Sudah waktunya makan siang. Mari," ajak Raisa pada para rekan kerjanya. Mereka pun bangkit dan bergantian ke luar dari ruangan, kecuali Anjani.

Di jalan menuju kantin perusahaan, Raisa melihat Arzan yang berjalan ke arah ruang divisi perencanaan. Raisa tau betul kalau yang akan pria itu temui adalah Anjani. Maka lebih baik untuknya tidak menyapa dan bersembunyi di balik tubuh Linda.

"Hei? Hei? Kamu kenapa?" tanya Linda yang bingung dengan tingkah Raisa.

Raisa menggeleng. "Jangan tanya apa-apa, Nda."

Setelah malam tiba, seluruh karyawan akan pulang seperti biasa. Tapi berbeda dengan Anjani yang masih harus menyelesaikan semua pekerjaannya. Merasa bahwa tugas itu bahkan bukan apa-apa dari rasa sakitnya, Raisa pun berjalan angkuh ke luar ruangan lebih dulu. Tapi dia tidak pulang. Dia masih tetap di dalam gedung sembari menunggu hujan reda.

"Aku bantuin, ya?"

Raisa yang sedang duduk di dekat jendela ruang divisi perencanaan tak sengaja mendengar semua percakapan yang ada di dalam. Tentang bagaimana manisnya Arzan memperlakukan Anjani, tentang bagaimana Arzan membantu pekerjaan yang harus dituntaskan Anjani, dan ....

Tubuh Raisa membeku di tempat saat mendengar bahwa Arzan dan Anjani bercerita tentang pengalaman mereka menghabiskan malam bersama beberapa waktu lalu.

Sepertinya ini sudah di luar batas. Raisa tak bisa mentoleransinya lagi. Kalau Arzan memang menginginkan Anjani, maka tidak perlu mempertahankan Raisa lagi, kan?

Raisa bangkit dan berjalan kembali ke ruang divisi. Di ambang pintu dia berucap, "Kalau kamu cinta dia, kenapa nggak bilang sama aku?"

"CACA?!" Spontan Arzan bangkit dari tempatnya dan menatap lekat Raisa. Tubuhnya sudah kaku sejak tau kalau Raisa mendengar semua percakapan mereka.

"Kenapa kamu nggak bilang apa-apa dan tetap berhubungan di belakangku? Padahal kalau ...." Air mata Raisa jatuh. Apalagi dia bisa melihat jelas bibir Anjani yang tersenyum puas. "... kalau kamu bilang masih mencintainya, aku nggak akan nahan kamu."

"Nggak kayak gitu!" Arzan berjalan mendekati Raisa. Dia mengambil kedua tangan gadis itu. "Kamu salah paham. Aku nggak akan pisah dari kamu! Aku akan menikahi kamu!"

Raisa langsung menghempas tangan Arzan darinya. "Jangan konyol!"

"Kumohon, Ca! Aku nggak mau orang tuaku kecewa. Mereka suka sama kamu!"

"Harusnya dari awal kamu mikirin perasaan mereka sebelum melakukan itu!" bentak Raisa yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.

"Ini semua juga salah kamu! Kenapa kamu kalah cantik sama Anjani dan membuatku tergoda padanya?!" Bentakan Arzan kali ini benar-benar membuat Raisa terluka. Jadi maksudnya ... sekarang Arzan menyalahkan Raisa? Menyalahkan fisik Raisa?

"Kalah ... cantik?"

"Ya! Kamu nggak ada apa-apanya dari Anjani! Dia selalu bisa menyenangkan aku, menyenangkan hasratku sebagai pria, juga bersikap manis seperti sangat-sangat membutuhkanku. Setidaknya kalau mau terjebak dalam pernikahan seumur hidup sama kamu, biarkan aku menikmati masa lajangku dengan perempuan yang kumau! Apa kamu mengerti, Ca?!" kata Arzan yang di telinga Raisa semakin terdengar tidak karuan.

Sepertinya di mata Arzan, Raisa adalah gadis sok independen yang perlu digertak sedikit agar menurut.

"Udah, Zan!" seru Anjani yang tiba-tiba sudah berada di antara Raisa dan Arzan. Dia memeluk lengan Arzan agar pria itu berhenti marah. "Jangan marah lagi, ya? Tenangin diri kamu."

Padahal jelas sekali siapa biang masalah di sini, tapi tampaknya Arzan sudah dibutakan oleh tubuh seksi Anjani. Lantas Raisa mengangguk berulangkali sembari berusaha mengusap air matanya.

"Jadi gitu?" Raisa berbalik dan berlari pergi dari pandangan Arzan.

"Raisa!" Setelah melihat kepergian Raisa yang diiringi air mata, tanpa sadar Arzan ingin mengejarnya. Apalagi sekarang sedang hujan deras. Bahaya kalau gadis itu pulang sekarang. Arzan takut Raisa mengadu pada orang tua dan membuat semuanya berantakan. "Raisa!"

Raisa tak mengindahkan panggilan Arzan. Bahkan hujan deras langsung dia terjang. Petir yang terus menyambar tak menghalangi langkah Raisa sedikit pun. Saat merasa jalanan sepi, Raisa langsung menyebrang. Tanpa menyadari bahwa dari arah kanan ada truk bermuatan besar yang mulai hilang kendali. Rem yang harusnya langsung berhenti ketika diinjak tak berefek apa-apa. Supir pun semakin panik ketika melihat seorang perempuan di depannya.

"CACA!"

Tubuh Raisa langsung terhempas jauh dan berguling di atas aspal. Dia menubruk tiang lampu jalan sampai seluruh tubuhnya terasa patah.

Apa aku mati hari ini?

Malah itu yang Raisa pikirkan.

Satu-satunya yang dia benci di akhir hidupnya adalah suara teriakan Arzan yang berlari menyebut namanya. Raisa tak suka.

Ketika kesadarannya mulai hilang perlahan-lahan, Raisa menyebut sebuah permohonan.

Yaitu, untuk terlahir kembali dan diberi kesempatan balas dendam.

Seluruh pandangan Raisa berubah gelap. Dia tau betul kalau mungkin saja kematian sedang menyelimuti dirinya. Hanya saja, dia merasa sedikit tidak adil. Mengapa kematian datang di situasi yang tidak tepat? Setelah ini, Raisa hanya akan terlihat semakin menyedihkan.

Bagaimana kalau sampai beredar kabar seorang perempuan berlari menerjang truk karena sakit hati diselingkuhi pacar? Itu pasti akan sangat memalukan.

Raisa menghela napas berat. Dia mengusap keningnya untuk menetralkan emosi.

Eh!

Tapi, tunggu!

Kenapa tangannya bisa digerakkan?

Spontan Raisa membuka kedua matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah langit kamar berwarna biru muda. Saat mengedarkan pandangan, Raisa juga melihat benda dan barang-barang asing yang bukan miliknya. Kalau dia bukan berada di kamarnya, harusnya dia ada di rumah sakit, kan? Tapi apa ini?

Bunyi ketukan pintu terdengar yang kemudian dibuka. "Raisa! Ayo turun dan sarapan!"

"Siapa ...," gumam Raisa yang tidak kenal siapa wanita yang menyuruhnya sarapan ini.

"Kenapa masih bengong gitu? Mama udah selesai masak. Nanti kamu yang cuci piring, ya?" Wanita paruh baya itu masuk dan mulai membuka tirai-tirai jendela kamar. "Atau mandi dulu sana terus turun. Jangan bengong begitu."

Mama? Kenapa wanita asing ini adalah mamanya? Raisa masih ingat betul wajah mamanya yang berbeda.

Lantas dia mulai bangkit dan menurunkan kakinya ke atas lantai.

Rasanya aneh. Seperti baru belajar berjalan. Kakinya terasa kesemutan dan canggung. Perasaan lega ini juga tidak familiar bagi Raisa.

Hingga akhirnya Raisa melirik ke arah cermin tegak yang ada di dekat lemari. Di sana, dia melihat wajah orang lain tengah menatap dirinya. Saat mendekat, orang itu juga ikut mendekat.

Tunggu!

Raisa memicingkan kedua matanya. Jangan bilang, ini adalah tubuhnya? Jangan bilang, Raisa memasuki tubuh perempuan ini?

Sebenarnya, apa yang terjadi?!

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Boss Dingin
9.7
Zahra Aiza Naadhira awalnya ditolak bekerja di Perusahaan Haidar karena gaya busana Muslimahnya. Meski begitu, sang pemilik yang bernama Alvino Daffa Haidar akhirnya luluh setelah menyadari bakat besar Zahra dalam mengembangkan bisnis. Alvino sendiri merupakan miliarder paling kaya di Indonesia yang memiliki kepribadian sangat dingin kepada kaum hawa. Situasi kian rumit ketika terungkap bahwa ayah Alvino dan ayah Zahra rupanya telah menjalin sebuah kemitraan bisnis.
Sampul Novel Gairah Istri yang Tersembunyi
8.9
Demi wasiat kakeknya, Abigail Putri terjebak dalam pernikahan paksa. Di balik penampilan biasanya, ia merahasiakan karier profesional yang sangat bergairah. Sang suami, seorang CEO penerbitan dan psikolog berkarakter dingin, justru sangat terobsesi dengan penulis misterius yang sebenarnya adalah Abigail sendiri. Begitu rahasia besarnya terancam tersingkap, ia terpaksa bernegosiasi dengan suaminya, meski perlindungan itu menuntut tebusan yang sangat mahal.
Sampul Novel Janda Dua Anak Untuk Arjuna
9.6
Dibuang oleh Ricky dalam kondisi mengandung, Raisa berjuang menghidupi bayi kembarnya sendirian. Nasib membawanya bekerja sebagai sekretaris Samuel Tirta. Meski sempat ditolak, kepolosan Raisa berhasil memikat Samuel, sebelum pria itu berpaling pada Lidya—sosok yang dahulu merusak pernikahan Raisa. Kini, Raisa berpindah tugas mendampingi Arjuna, adik Samuel. Lamaran Arjuna membuatnya bimbang karena bayang-bayang Lidya kembali mengintai. Namun, Raisa akhirnya mantap menikahi Arjuna Desta Mahendra Tirta.
Sampul Novel Kelahiran yang Menghancurkan
9.2
Dalam novel modern bernuansa mafia ini, Alexander Santoso tega menyekap istrinya yang hamil tua, Alana, di ruang bawah tanah steril. Demi mengamankan warisan Teluk Barat Jaya untuk anak mendiang kakaknya, Alexander menyuntikkan obat penunda kontraksi pada Alana agar anak Elisa lahir lebih dulu. Meski Alana memohon demi keselamatan bayinya dan membantah tuduhan mementingkan harta, Alexander tetap mengabaikannya. Penyesalan mendalam baru datang setelah Alexander mendapati Alana dan anak mereka telah tiada akibat keputusannya yang kejam.
Sampul Novel My Possessive Husband Book 1
9.7
Aleina Xavinzo lelah menghadapi Richard, mantan kekasihnya yang sangat obsesif. Demi melarikan diri dari kejaran itu, ia tidak sengaja terlibat cinta satu malam dengan pria asing, Adrianus James Verona, akibat insiden mabuk di kelab malam. Siapa sangka, sebulan kemudian mereka dipertemukan kembali dalam sebuah perjodohan oleh orang tua mereka. Kini, Aleina harus menjalani takdir baru bersama Adrianus lewat pernikahan kontrak yang penuh misteri dan benih cinta.
Sampul Novel Tahan Nafsumu Tuan Jenderal
7.9
Fang Ru Lan, perampok gunung berhati mulia dari Dinasti Tang, tewas dikhianati sahabatnya sendiri. Di saat terakhir, musuh bebuyutannya, Jenderal Song Kwan Xin yang jujur, justru mencoba menolongnya. Terungkap bahwa sang jenderal selalu sengaja mengalah saat mereka bertarung. Demi membalas budi dan menepati janjinya, Ru Lan bereinkarnasi ke abad 21 dalam raga seorang gadis muda. Di dunia modern yang asing ini, ia memulai pencarian panjang nan sulit untuk menemukan kembali sosok sang jenderal.