APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Skandal Playboy Tampan

Terjebak Skandal Playboy Tampan

Mimpi Hafsah Laila Azzahra hancur setelah bersinggungan dengan Praditya Albara Arseano, pemuda kasar yang gemar mempermainkan perempuan. Sebuah insiden tragis di kampus nyaris merenggut kesucian Laila oleh ulah Bara. Demi menjauhi zina, Laila terpaksa menawarkan pernikahan sebagai solusi walau mengorbankan kebahagiaan sendiri. Namun, pilihan tersebut justru menyeret Laila ke dalam pusaran misteri saat semesta perlahan mengungkap berbagai rahasia yang tersembunyi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hafsah Laila Azzahra. Gadis tulen dengan segala kesederhanaan yang dimiliknya. Gadis bermanik mata hitam dengan pakaian yang selalu menutup tubuhnya menjadikannya terkesan anggun dan menawan. Tak lupa memiliki gingsul di bagian kanannya.

Hidup dengan kekayaan yang sangat sederhana menjadikan seorang Laila mensyukuri atas setiap pemberian dari sang Maha Pencipta. Bahkan sekolah pun ia lakukan hanya karena mendapat beasiswa akan prestasinya. Dan semua itu ia berhasil sampai dirinya menginjak di fakultas kampus terkenal.

Menginjak semester 3, Laila semakin difokuskan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di kampusnya. Hal itu ia lakukan untuk mencapai cita-cita. Lagian, sebentar lagi ia akan menginjak semester 4, menjadikan ia harus lebih bersemangat dalam hal apapun lagi.

Namun, sampai pada tragedi malam itu, malam di mana Laila yang akan dilecehkan ditukar dengan sebuah pernikahan yang tidak ia harapkan sama sekali. Apalagi dengan lelaki itu, yang tak lain ialah Praditya Albara, seorang lelaki yang dikenal badboy di kampusnya dengan kenakalan yang super duper menjengkelkan.

Laila terus menangis di dalam kamarnya, memikirkan mimpi, dan harapannya yang akan pupus dengan sia-sia.

Beberapa kali Laila menyeka air mata, namun tak urung air matanya selalu jatuh dan jatuh tanpa diminta.

Teringat kembali saat acara malam itu. Di mana seseorang memberikannya sebuah minuman yang tidak lain berisi wine. Membuat Laila harus merasakan perasaan gejolak yang malah berakhir dijebak oleh Bara.

"Ya Allah ... bagaimana Laila akan menghadapi Abi dan Umi setelah ini?" ucapnya pelan dalam ringkukan lutut.

Drrtt... Drrtt...

Suara ponsel Laila terus bergetar menandakan tengah ada yang menelfonnya. Dengan malas Laila menyeka terlebih dahulu tangisnya dan mengambil ponsel yang berada di atas nakas.

083889xxxxxx

Is Calling

Alis Laila berkerut saat mendapati nomer yang tidak dikenal menelfonnya. Dengan ragu Laila mengangkat telfon itu sebelum menyeka air matanya terlebih dahulu.

"Assalamu'alaikum..."

"Wa'alaikumussalam warahmatullah, " jawab Laila.

"Laila, gue harap lo nepatin janji lo kan?" tanya seseorang di sebrang sana. Walau terkesan bengis dia tidak lupa untuk mengucapkan salam.

"Bara..." Laila melirihkan namanya saat tahu suara itu, ia menjauhkan sedikit ponsel untuk menetralkan rasa takutnya terlebih dahulu.

"Ya, gue Bara. Inget, lo yang pertama kali melamar gue! Dan gue harap lo segera bicarain hal ini kepada keluarga lo, ngerti?" peringat Bara di sebrang sana. Ternyata pendengarannya sangat tajam sampai bisa mendengar lirihan Laila menyebut namanya.

Laila hanya diam, jujur hatinya tidak menginginkan ini. Melamarnya? Yang benar saja! Seharusnya dia sadar bahwa itu tidak akan pernah terjadi kalau saja dia tidak memulainya! pikir Laila marah.

"Laila?! Lo denger kan?" Sepertinya Bara tengah menahan emosinya, terlihat dari nada bicaranya yang mulai meninggi.

"Bara, a- aku..."

"Gue gak butuh penjelasan apapun! Dan ya, gue minta satu hal lagi yang harus lo tepatin janji!"

Dengan ragu, Laila menjawa "A-apa?"

"Setelah pernikahan itu terjadi, lo harus siap memberi hak itu ke gue. Kalo enggak, hari ini gue bakal paksa rebut kesucian lo itu!"

Deg!

Layaknya petir di siang hari Laila langsung melebarkan pupil matanya dan meneguk salivanya susah payah.

"Gue gak mau lama-lama, jadi secepatnya lo beritahu niat baik ini ke orang tua lo!" tukasnya yang langsung memutuskan sambungan.

Laila mengigit bibirnya tak kuat dengan rasa sesak yang tiba-tiba menyerangnya. Dengan bibir yang begetar Laila menjatuhkan kembali cairan bening di pupil matanya.

"Ya Allah..." Laila semakin terisak. "A-apa ini jalan pilihan Laila..." Laila menggelengkan kepalannya pelan. Mengingat seorang Bara yang dikenal nakal dan kasar di kampusnya membuat hati Laila menciut takut.

Dengan sesenggukan nafas Laila tertahankan. "Aku tidak mengerti takdir ini Ya Allah... aku menginginkan seseorang yang baik hati, mampu menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab dengan agamanya. Tapi--" ucapan gemetar Laila tercekat, ia tidak bisa melanjutkan ucapannya yang begitu menyesakkan. Menikahi seorang yang dikenal bengis menjadikan setiap harapannya pupus sudah.

Laila terus berkecamuk dengan pikirannya. Sungguh, ditempatkan pada dua pilihan yang sama-sama merusak mental dan hatinya adalah pilihan terberat baginya. Jika ia menolak dan menghindar, tentu kesuciannya yang akan menjadi taruhannya.

Laila menggeleng keras, melakukan hubungan tanpa status suami istri adalah dosa besar dan akan menjadi sebuah hutang. Tentu melakukan zina adalah hutang yang akan turun-temurun sampai anak dan cucunya, ia tidak ingin hal itu terjadi. Ia ingin menciptakan keturunan yang baik dan diterima oleh agama.

Maka mungkin dengan berat hati, Laila lebih memilih menikahi Bara daripada harus melakukan dosa zina. Ya, walaupun dirinya tahu bahwa menikah dengan Bara itu, sama seperti menjebloskan dirinya sendiri ke sarang buaya.

Namun didetik yang sama di tempat yang berbeda.

"Bara, lo kenapa sih pengen banget nikah sama tuh, cewe?" tanya Jay menatap Bara heran.

"Iyaa, lho Bar. Yang dikatakan Jay bener. Padahal cewe itu biasa aja," timpal Bagas membenarkan ucapan Jay. Ah iya, Bagas Arlan. Salah satu sahabat Bara yang suka menggoda kaum hawa, hanya saja kepribadiannya yang sengklek menjadikan para gadis enggan kepada nya. Sifatnya yang ceplas ceplos sebelas dua belas dengan Jay.

"Terserah gue lah," sinis Bara,  "lagian gue bosen ngelajang mulu. Emang lo pada enggak mau nikah napa? Umur udah pada tua juga!"

"Eeehh si bos, kan kalo kita lagi ikhtiar dulu bos. Nyari yang lebih," seru Jay dengan tatapan menggoda.

"Heh! Jangkrik. Lo ajak kali, gue mah kagak. Sory-sory ya! Lo nyari yang lebih maka gue nyari yang jauh lebih !"

Tuk!

"Otak lo pada itu kenapa sih cuman dipenuhi cewe ... mulu!" Bukan Bara, melainkan Revan yang berucap dengan menjitak kening Bagas.

Revan Carvin Aydn, seorang lelaki dingin namun selalu menampilkan wajah kalem. Sifatnya yang tidak terlalu bar-bar menjadikan para gadis tergoda akan kepribadiannya. Dan mungkin ... sepertinya dialah yang paling waras diantara yang lain.

"Kalo Bara mau nikah, ya udah nggak pa-pa. Apalagi kalau cewenya juga udah baik gitu," tutur Revan menepuk pundak Bara.

"Halah! Si bos mah cuman mau ekhem, ekhem nya aja, ya kan bos?" ledek Jay dengan tampang menyebalkan.

Bara tertawa kecil menanggapi. "Lo emang paling bener dah,Jay."

Tuh kan, sepertinya mereka memang pada tidak waras semua, kecuali Revan yang kini menggeleng sebagai tanggapan.

"Eh Bos! Bukannya lo punya tunangan ya? Kenapa enggak nikah sama dia aja sih? Padahal dia itu ..." Jay sudah mulai berpikir k0tor kembali.

Bara dengan cepat menyentil kening Jay dengan sedikit keras, menjadikan sang empu meringis mengusap keningnya.

"Sekali aja lo mikir tentang tunangan gue. Gue jamin lidah lo itu gak bakal bisa berucap lagi!" tekan Bara membuat Jay bergidik ngeri. Bos nya itu jika sudah berkata tegas penuh penekanan, maka ia sedang dalam mode marahnya.

"Hehe." Jay mulai cengengesan, hal itu tentu membuat jijik bagi yang melihat. "Gue cuman bercanda kali, Bos."

"Tapi, yang dikatakan Jay bener." Kini Revan ikut membenarkan. "Bara, gimana ceritanya lo nikah dengan cewe lain padahal posisi lo saat ini sedang bertunangan?" Revan menatap Bara heran. Jay dan Bagas juga ikut menatap Bara karena penasaran.

"Heh! Asal kalian tau aja, selagi suami bisa mencukupi keperluan istrinya, kenapa harus satu coba?" Sontak hal itu membuat seisi ruangan kini digelak tawa yang menggelegar.

"Astaga..." Revan menggeleng terkekeh, "Dahlah, emang omongan lo itu selalu yang paling bener Bar."

"Yoi, Bro. Malah enak kan kalau setiap hari beda-beda masukin lubang?" Dengan polosnya Jay berucap seperti itu. Tentu membuat seisi yang tadinya digelak tawa kini berubah menatap horror Jay.

Yang ditatap lagi-lagi hanya cengengesan dengan menampilkan deretan gigi yang bewarna sedikit kuning. Bukan sedikit kuning, lebih tepatnya memang kuning.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asa di Ujung Sajadah#bukuke-2
9.2
Dalam sekuel Women Power Series, Jihan Khairiyah harus menghadapi cobaan berat saat hamil tua. Rumah tangganya hancur setelah sang suami, Tommy Wiranata, terjebak cinta lama bersemi kembali dengan Diana, tetangga dekat yang sudah dianggap saudari sendiri. Walau Tommy berkilah itu cuma kekhilafan, Jihan menganggap pengkhianatan batin tersebut sebagai perselingkuhan nyata. Jihan pun bimbang untuk bertahan demi materi atau melangkah pergi mempertahankan martabatnya.
Sampul Novel DIARY_LIANA
8.4
Liana Salsabila, mahasiswi pintar asal Medan, harus kehilangan rahimnya akibat dipaksa keguguran dengan minuman beracun oleh kekasihnya. Trauma mendalam ini kian berat karena hubungan asmara rahasia tersebut dijalani tanpa restu dari orang tuanya, Arbi dan Fitri, yang merupakan pengusaha saham terpandang. Kini, setelah ditinggalkan begitu saja dalam kondisi terpuruk, Liana harus bersiap menghadapi kemarahan besar keluarganya saat rahasia kelam ini akhirnya terbongkar.
Sampul Novel OBSESI CINTA UNTUK NADEEVA
8.6
Rheno jatuh cinta pada Nadeeva, ibu tiri sahabatnya yang dilingkupi masa lalu kelam. Nadeeva kini bimbang memilih masa depan baru bersama Rheno atau bertahan dengan Aiman, suami yang menikahinya demi melindungi nyawa dan hartanya. Meski sepuluh tahun berumah tangga, pernikahan mereka tanpa kemesraan karena sebuah kesepakatan. Di bawah ancaman pembunuh misterius, sanggupkah Rheno membujuk Aiman agar bersedia melepaskan Nadeeva?
Sampul Novel Pijatan Pria Perkasa
8.1
Sesi terapi biasa berubah menjadi momen penuh ketegangan bagi seorang wanita yang berbaring dengan mata tertutup. Di bawah pijatan terapis pria, ia berusaha menahan gejolak yang muncul. Bisikan sensual tentang alat pijat khusus berukuran tiga puluh sentimeter memicu rasa penasaran yang tak terbendung. Meski sempat kehilangan kendali akibat sentuhan tak sengaja pada paha pria itu, ia tetap bersikap keras kepala dan menantang untuk membuktikan kebenaran klaim tersebut.
Sampul Novel Suamiku Duda Muda
8.8
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya yang nyaris bangkrut, Lisa terpaksa menerima pernikahan kontrak dengan seorang duda muda bernama Gionino. Pernikahan kedua bagi Gio ini didasari oleh kesepakatan rahasia antar-keluarga. Di tengah keterpaksaan tersebut, Lisa dirundung keraguan akan sifat asli sang suami serta alasan perceraiannya terdahulu. Mampukah Lisa bertahan dalam mahligai rumah tangga ini sekaligus mengungkap misteri kelam di balik status duda yang disandang Gio?
Sampul Novel Wanita Malam
8.7
Kehidupan Ervina Rahma berubah drastis sejak sang ayah hilang. Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai Nona Bintang di dunia malam. Namun, rahasia Ervina terancam terbongkar setelah ia bertemu Rayhan Bagaskara, pria angkuh yang memaksa untuk menikahinya. Meski Ervina berupaya keras menolak, ia tak mampu melawan kuasa Rayhan. Situasi kian rumit saat ia mengetahui bahwa Rayhan terlibat atas hilangnya sang ayah. Bisakah Ervina lolos, atau ia akan terikat selamanya?