APKDock Logo
Sampul Novel Terjebak Skandal Playboy Tampan

Terjebak Skandal Playboy Tampan

8.0 / 10.0
Mimpi Hafsah Laila Azzahra hancur setelah bersinggungan dengan Praditya Albara Arseano, pemuda kasar yang gemar mempermainkan perempuan. Sebuah insiden tragis di kampus nyaris merenggut kesucian Laila oleh ulah Bara. Demi menjauhi zina, Laila terpaksa menawarkan pernikahan sebagai solusi walau mengorbankan kebahagiaan sendiri. Namun, pilihan tersebut justru menyeret Laila ke dalam pusaran misteri saat semesta perlahan mengungkap berbagai rahasia yang tersembunyi.

Terjebak Skandal Playboy Tampan Bab 1

"A-apa ya-ng k--au lakukan Ba--ra." Dengan susah payah Laila menelan salivanya saat Bara semakin mendekat. Tatapannya menatap tajam dengan seringaian yang tercetak jelas di bibir.

Bara semakin berjalan sembari membuka satu persatu kancing bajunya. Menatap sang wanita yang baru saja ia hempaskan ke atas ranjang.

Dengan kesadaran yang masih ada, Laila turun dari ranjang dan memundurkan langkahnya takut. Ia harus bisa kabur dari sini. Ya, mau bagaimanapun dia harus bisa keluar dari kegilaan seorang Bara.

"Jangan mendekat!" teriak Laila saat Bara mendekatinya dengan kameja yang sudah terlepas dari tubuhnya. Hanya menampilkan kaos polos yang menampakkan tubuh atlesnya.

Tangis Laila pecah dengan tubuh yang masih bergerak mundur. "Bara, aku bilang berhenti di sana!?!"

Laila, si gadis berhijab itu kini tidak bisa kemana-mana lagi saat tangan Bara mengukungnya di sudut tembok dengan sangat kasar.

Laila terus saja memberontak ingin dikeluarkan, matanya semakin merembes jatuh saat tangan kekar itu semakin mencengkram lengannya.

"Jangan berani kamu sentuh saya, brengsek!" teriak Laila marah saat tangan Bara ingin membelai pipinya.

Bara terkekeh mendengar gaya Laila yang mulai kasar padanya. Namun apa masalahnya? Dia malah ingin menyentuh Laila kembali.

"Gue suka sama lo," ucap Bara menatap lekat wajah Laila. "Karena itu ..." Bara menggantung ucapannya. Sedangkan Laila masih menangis dengan tubuh yang gemetar, takut, itulah yang Laila rasakan.

"Gue mau lo jadi milik gue! Paham?!" tegas Bara mencoba kembali menyentuh Laila. Namun dengan sigap Laila langsung menepis tangan kasar Bara.

"Sampai di 7 keabadian pun, aku gak pernah mau sama lelaki brengsek kaya kamu!" Laila mengusap air matanya dengan kasar. Untuk saat ini menangis tidak akan mengubah suasana.

Dengan keberanian penuh dan hati yang terus meminta pertolongan-Nya, Laila mendorong tubuh Bara cukup keras, menjadikan tubuh Bara terdorong ke belakang.

Namun tidak sampai disitu, Bara dengan gesit langsung mencekal kedua tangan Laila dan menjatuhkan kembali tubuhnya di atas ranjang dengan kasar.

"Kau tidak akn bisa lari ke mana-mana, Laila?!"

Laila semakin panik dan takut, tak memperdulikan pakaiannya yang sudah sangat lusuh dengan kerudung yang dikatakan tidak teratur namun masih tertutup. Dia terus menghindar saat Bara semakin gesit ingin mencekal lengannya.

"Sudah cukup permainan ini Laila!" murka Bara dengan sorot mata tajam. Dia berhasil meraih tubuh Laila dan segera menghempaskannya ke atas ranjang.

"Sekarang nikmati syurga dunia bersama," seringainya yang langsung menindih tubuh Laila.

"Lepaskan ... kumohon ..." Berontak Laila dengan tangis yang mulai kembali deras.

"No, no—setelah ini kau akan menjadi milikku!" ujar Bara yang bersiap membuka kerudung Laila. Namun tangannya terhenti saat Laila menahannya langsung.

"Kalau begitu..." Dalam tangisnya, Laila memejamkan matanya terlebih dahulu sebelum menghela nafas panjang dan mengatakan. "Nikahi aku!"

Dengan refleks Bara menghentikan pergerakan tangannya yang ingin melecehkan Laila. Mata Bara melebar mendengar penuturan tersebut. Tangis Laila yang semakin merembes jatuh membuat bibir Bara terkatup rapat-rapat.

"Kumohon nikahi aku terlebih dahulu Bara... a-aku lebih ba-baik mati... daripada harus mengorbankan harga diriku sebagai seorang perempuan. " Isakan Laila semakin parau.

Bara masih menatap intens Laila sebelum ia mulai bangkit dan menjauhkan tubuhnya dari Laila.

Dengan nafas tersengal-sengal karena isakan akhirnya Laila lega saat badan berat itu sudah tidak berada di atas tubuhnya.

Laila menatap langit-langit kamar dengan menahan sakit didada yang begitu menyesakkan. Air matanya terus jatuh tanpa mau dicegah.

"Laila..."

Suara bariton itu membuyarkan lamunan Laila, dengan sigap Laila langsung bangun dan kembali menjauh dari Bara. Dia mundur kembali dengan tubuh gemetar.

"Kumohon..." isak Laila menggeleng takut. Ia menautkan kedua tangannya di depan dada.

"Demi Allah a-aku lebih baik kehilangan mimpi daripada harus kehilangan kesucian disaat statusku masih belum menikah." Ia mengigit bibir bawahnya menahan rasa sesak dan takut. Menunduk dalam-dalam.

Bara menghela nafas dalam-dalam. Menatap Laila dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kalau begitu ..." Bara menggantungkan ucapannya, tangannya mengambil kameja terlebih dahulu dan mulai memakainya kembali.

"Beritahu keluargamu secepatnya dan kita akan menikah!" pungkas Bara mengalihkan tatapannya. "Jika itu tidak terjadi--" tatapannya kini menyorot tajam Laila.

"Bersiaplah dengan kegilaanku nantinya!" tegas Bara.

Bara membuka sebuah laci dan mengambil benda pipih bermerek Apple, menaruhnya di gendang telinga.

"Kamar nomer 505," kata Bara saat telepon tersambung.

"...."

"Ya. Aku tidak ingin menunggu lama!" tukasnya yang langsung mematikan sabungannya secara sepihak.

"Cepat rapikan kembali pakaianmu!"

Dengan cepat Laila mengusap pipinya yang basah dan merapikan pakaiannya yang berantakan.

Tok! Tok! Tok!

"Masuk!"

Pintu langsung terbuka menampilkan seorang wanita yang dibilang cantik dan seksi.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan muda?" ujar wanita itu dengan senyum lebarnya.

"Tolong antarkan gadis ini ke rumahnya," tutur Bara dengan aura dinginnya.

Mata wanita itu melirik sekilas Laila yang hanya termenung, sebelum kemudian ia tersenyum lebar.

"Laksanakan,tuan," ucap wanita itu ramah.

"Ayo!" perintah wanita itu kepada Laila. Ia berbalik dan langsung pergi begitu saja.

Laila, dengan wajah yang sembab menoleh sekilas ke arah Bara yang malah dibalas tatapan datar olehnya. Dengan rasa takut, Laila hanya menunduk dan melangkahkan kakinya dengan perasaan sedikit lega. Setidaknya kesuciannya masih terjaga, tapi tidak dengan mimpinya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terjebak Skandal Playboy Tampan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, Gadis rela menjadi pengantin pengganti. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan buruk. Tidak tinggal diam, Gadis berani melawan kekejaman tersebut sambil terus menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan luapan emosi mereka selengkapnya di Bakisah.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
Pelajar muda bernama Lea dikejutkan oleh tawaran tidak masuk akal dari bos mafia, El Zibrano Elemanus. El bersedia memberikan kekayaan melimpah asalkan Lea mau menyusui putranya. Tentu saja Lea menolak keras demi masa depannya. Sayangnya, El tidak menerima kata tidak dan siap memakai caranya sendiri untuk memaksa Lea. Kini, ia terjebak dalam situasi intim yang mengancam harga diri serta masa depannya akibat obsesi sang mafia.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun pernikahan rahasia dengan seorang direktur menyisakan luka bagi sang istri, terutama karena suaminya menolak dipanggil ayah oleh putra mereka. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretaris wanitanya, ia memutuskan pergi membawa putranya dan mengajukan cerai. Kehilangan ini membuat sang suami yang biasanya tenang menjadi lepas kendali dan mencarinya ke mana-mana bagai orang gila. Namun, kali ini sang istri dan putranya benar-benar tidak akan pernah kembali lagi.
Sampul Novel Penguasa Abadi Sepuluh Ribu Binatang
8.3
Suasana khidmat menyelimuti Puncak Lundao di Pulau Sepuluh Ribu Binatang saat puluhan ribu anak belia berkumpul. Para murid baru yang baru mendeteksi akar spiritual ini menyimak dengan saksama petuah tetua berjubah hijau. Sang tetua mengisahkan awal mula sekte yang dirintis oleh Wan Beast Immortal Li. Tokoh legendaris itu awalnya hanya kultivator biasa asal Kerajaan Qin di Alam Qianyang sebelum akhirnya berhasil meraih keabadian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan