APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Jodoh Orang Lain

Terjebak Jodoh Orang Lain

Jiwa Elena dan Sarah tertukar akibat sebuah insiden, memaksa mereka berjanji untuk menjaga pasangan masing-masing, Danang dan Riko. Namun, setelah Elena berhasil kembali ke raga aslinya, ia justru merasa hampa. Selama hidup sebagai Sarah, hatinya telah terpikat oleh sosok Danang. Kini Elena terjebak dalam dilema besar: haruskah ia mengejar cinta sejatinya pada Danang, atau menyerah demi menjaga komitmen pernikahan dengan tunangan mereka masing-masing?
Bab
Bagikan

Bab 2

Part 2

Sarah dan Elena dilarikan bersama-sama ke rumah sakit, hanya berbeda ruangan saja. Siang-malam mereka selalu dijaga keluarga masing-masing, hingga kesadaran itu datang.

''Di mana aku?'' ucap Elena saat pertama kali membuka kelopak matanya.

''Sarah ... kau sudah sadar sayang?'' tanya Sayyida setengah berlari menghampiri putrinya.

''Sarah? siapa dia?'' dan kamu siapa?'' tanya Elena dengan tangan memegang rambut, dia lupa dengan seseibu yang berada di luar gerbang saat acara ulang tahunnya. Elusan Elena mendadak berhenti, saat dia merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan rambutnya. Rambut yang biasanya halus, lembut dan wangi, tapi kenapa ini begitu kaku?

''Kamu kenapa, Nak? apa gara-gara petir itu? tunggu disini, ibu panggilkan dokter!'' Sayyida berjalan tergopoh-gopoh keluar ruangan. Hendak menemui dokter.

Degup jantung Elena terpacu sangat kuat, dia ingat wanita yang mengaku jika dirinya adalah ibu Elena atau entahlah itu. Elena tiba-tiba merasakan firasat buruk, dengan lemah dia berdiri, mencari apa saja yang bisa dijadikan berkaca.

''Ini bukan tubuhku, ini bukan tanganku, tanganku tak sekasar ini! apa yang terjadi sebenarnya padaku? '' ceracau Elena bingung.

Dia segera berlari keluar, dan sekarang matanya tertuju pada cermin di sudut tembok itu. Dia melangkah gontai ke arah cermin. Sesampainya di sana Elena terperanjat keget sampai tak sadar tubuhnya beringsut ke belakang.

''I-ini wajah siapa? ini bukan wajahku!'' ujarnya tergagap dengan membingkai kedua pipinya. Dia menggeleng-gelengkan kepala, tak percaya.

Elena ingat, itu wajah gadis dekil di depan gerbang rumahnya.

''Oh ...God!'' seloroh Elena.

''Tubuh siapa ini?''

''Di mana tubuhku?''

''Kenapa aku bisa ditubuh ini?''

"Tuhan ... kenapa aku bisa di tubuh ini!"ujar Elena lagi. Kali ini dia bertanya pada Tuhan.

Dia segera berlari, masuk ke kamar dengan langkah lesu dan bingung dengan langkah apa yang ia harus lakukan. 

''Kenapa aku bisa di tubuh ini?'' entah sudah sepersekian kali Elena bertanya. Dia pun bingung, harus cari jawab dan solusi kepada siapa

Warna langit yang mulai menggelap, diiringi dengan suara sahut-sahutan klakson kendaraan menambah kemelut hati Elena. Kota ini begitu ramai, bahkan malam hari pun masih ada kemacetan, mungkin juga karena ada perbaikan jalan, pembangunan, atau yang malah lebih parah adalah kecelakaan. Pikir Elena begitu.

''Kalau jiwaku di tubuh ini, lalu? siapa yang ada di tubuhku?'' tanya hati Elena, berpikir kuat. Dia segera berbalik, ingin segera mencari tahu. Terpaksa langkahnya harus terhenti...wanita yang mengaku sebagai Ibunya sudah berada di depan matanya.

''Sarah, ayo duduk Nak!biar pak dokter periksa'' suruh Sayyida, entah sejak kapan ia sudah di kamar milik jiwa Elena.

''Sepertinya ini normal semua, Bu, mungkin Nona Sarah jiwanya hanya terguncang,'' jelas dokter sambil merapikan stetoskopnya usai periksan Elena bertubuh Sarah.

Terguncang? dia salah kalau bilang aku hanya teguncang, bahkan lebih parah dari itu. Elena seperti orang gila. Mau berteriak, kalau dia bukan si pemilik tubuh ini, tapi rasa-rasanya sangat mustahil bagi orang laon mempercayainya.

Elena memutuskan pasrah sekarang, sampai dia  bisa bertemu dengan tubuhnya, Dia harus tahu tentang semua yang terjadi.

Perbincangan antara Sayyida dan dokter sepuh itu sudah usai. Elena memejamkan mata, dia menangis sejadi-jadinya  detik itu dalam hati.

''Kau sudah makan Anakku?'' Sayyida bertanya pada Elena sekali lagi yang bertubuhkan Sarah.

Elena membuka kelopak mata dan menggeleng lemah, memang pada kenyataannya, dia sangat lapar. Perut yang sedari tadi pagi sama sekali belum kemasukan makanan, ditambah serangan petir yang menghancurkan jiwa dan angannya, membuat perutnya terasa melilit sampai terdengar suara cukup keras dari dalam perut.

Sayyida meringis mendengar protes perut gadis yang ia yakini putrinya. Dia berjalan medekat ke nakas, mengambil jatah makan rumah sakit. Secara perlahan, ia menempatkan pantatnya ke atas kursi yang telah disediakan di dekat ranjang pasien.

"Buka mulutmu, Sarah!"

Elena terdiam menatap, dasar hatinya mengakui jika wanita di depannya adalah sosok yang baik dan pasti penyanyang. Hatinya terenyuh mendapat perlakuan manis seperti itu. Jarang-jarang Elena merasakan, kalau sakit pun kedua orang tuanya lebih memilij pekerjaan dibandingkan temani Elena yang lemah tak berdaya di atas kasur.

"Nanti nenek ke sini Ele, sementara waktu kamu ditemani ART dulu. Jangan lupa makan dan minum obat!" peringat Ibu Elena kala itu saat ia dengan tega meninggaljan putrinya yang terbaring lemas hanya dengan ART saja.

"Aku anak Mama! bukan anak ART!" protes Elena lemah.

"Ele! jangan manja begitu. Mama banyak kerjaan. Nanti siang Mama juga harus berangkat ke Singapura, ada relasi yang harus Mama temui!"

Elena tak membalas ucapan Mamanya, bukan hanya karena malas melainkan juga karena suara klakson dari bawah halaman sana sudah mendominasi pendengaran Elena, pun juga Mamanya.

"Sudah, Mama berangkat dulu. Papamu udah panggil! bye sayang! cepat sembuh!"

Kenangan itu terngiang-ngiang dalam memori Elena. Bagaimana dia bisa lupa atapun melupakan. Disaat setiap kebanyakan anak sakit akan mendapat penuh perhatian dari Mamanya tapi bagi Elena tidak.

"Aku bisa makan sendiri!" lirih Elena namun masih bisa terdengar oleh Sayyida.

"Tumben, biasanya kalau sakit mintanya disuapin sama Ibu. Udah nggak usah malu. Ibu suapin, ya!"

Elena bertubuhkan Sarah tak bisa menolak. Dia tak kuasa menolak niat sayang seseorang pada dirinya. Elena makan suapan Sayyida. Menu sederhana namun penuh cinta.

"Ibu sangat sedih waktu lihat kamu pingsan di gerbang mewah itu. Ibu pikir lebih baik ibu saja yang tersambar petir dari pada kamu. Kamu tahu, kan? hanya kamu yang paling ngerti Ibu!" Sayyida berucap dengan mata berkaca-kaca.

"Kita akan selalu sama-sama ya Sarah. Jangn tinggalin ibu sendirian," imbuh Sayyida. Kali ini air mata jatuh perlahan ke wajah yang sudah terlihat keriput di mana-mana.

Elena tak salah dengan dugannya, benar itu wanita yang ikut menyaksikan ulang tahunnya di depan gerbang. Melihat air mata tulus itu, Elena tak kuasa juga ikut menangis.

"Mengapa kamu ikut menangis sayang? jangan nangis, ya!" sanggah Sayyida sambil berdiri, lalu memeluk Elena bertubuhkan sarah itu.

Kali ini, tangis Elena makin pecah. Dia sangat berterimakasih pada Tuhan untuk hari ini. Akhirnya, setelah sekian lama menunggu akhirnya dia bisa merasakan pelukan seorang Ibu. Walau pada kenyataannya Elena tahu kalau Sayyida bukan ibunya.

Elena tetap bahagia.

"Ibu! bolehkah aku ke luar sebentar?"

Kening Sayyida berkernyit, dia menjauhkan diri dari tubuh Sarah.

"Ngapain?"

"Emm ... mau ke musolla. Solat, tadi kan Ele ... eh, maksudnya Sarah belum solat!" ucap Elena tak sepenuhnya berbohing.

"Baiklah ... Ibu tunggu disini saja. Tapi habiskan makanmu dulu!"

*********

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertahan Hidup di Dunia Komik
7.8
Delisha terbangun di zaman abad pertengahan sebagai putri bangsawan pasca kecelakaan tragis. Nahas, ia menjadi tokoh figuran yang baru menikah dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri. Sang suami rupanya merupakan sosok antagonis utama yang sangat licik dalam sebuah komik kerajaan. Demi menghindari ajal yang mengancam, Delisha harus berjuang bertahan hidup di dunia baru ini sembari menyusun rencana matang untuk menceraikan sang villain.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Iblis Itu Suamiku
9.3
Demi membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupku, aku bersekutu dengan sosok kegelapan. Ia adalah pria fana yang terikat perjanjian pernikahan bayangan bersamaku. Di luar dugaan, pesonanya justru membuatku jatuh cinta. Hubungan ini adalah dosa yang menyiksa fisikku, tetapi aku memilih bertahan demi dirinya. Ia bagai kutub utara di hatiku. Hingga kematian menjemput, ia tetap menjadi suami tercinta yang akan mendekap jiwaku dalam pelukan abadi yang gelap.
Sampul Novel Keabadian yang Tertunda Dendam
8.2
Setelah 300 tahun berlatih di bawah Master Sun, si kembar Wulan dan Mulan turun gunung demi mengejar keabadian dan mencari ayah kandung mereka yang ternyata masih hidup. Namun, saat sang ayah ditemukan, rahasia kelam masa lalu justru terkuak. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: membalaskan dendam sang ibu agar bisa meraih keabadian, atau melepaskan ambisi besar tersebut demi menjalani hidup sebagai manusia biasa di dunia fana.
Sampul Novel Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
9.4
Marcel kerap disiksa keluarga istrinya, bahkan dipaksa menyantap sisa makanan di lantai. Tak tahan dihina terus-menerus oleh Shirley dan kerabatnya, ia nekat meminum formula rahasia warisan orang tuanya untuk mengakhiri hidup. Namun, ramuan itu justru membangkitkan kekuatan dahsyat yang terpendam. Kini, sang ahli obat yang dahulu direndahkan telah bangkit kembali. Bersiaplah menyaksikan aksi balas dendamnya demi membuat mereka semua bersujud memohon ampun.
Sampul Novel Occidens
9.7
Akibat ketamakan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran hidup dalam kebencian dan kutukan. Perlahan, hatinya yang dingin mencair berkat Selena, gadis pencari kayu yang selalu ceria. Namun, takdir kejam menguji cinta mereka saat Edgar dinobatkan sebagai pemimpin kaum immortal sekaligus penguasa klan demon. Aturan mutlak melarang sang raja memiliki ratu. Bisakah hubungan mereka bertahan menghadapi hukum dunia immortal yang sangat mengikat?