APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Jodoh Orang Lain

Terjebak Jodoh Orang Lain

Jiwa Elena dan Sarah tertukar akibat sebuah insiden, memaksa mereka berjanji untuk menjaga pasangan masing-masing, Danang dan Riko. Namun, setelah Elena berhasil kembali ke raga aslinya, ia justru merasa hampa. Selama hidup sebagai Sarah, hatinya telah terpikat oleh sosok Danang. Kini Elena terjebak dalam dilema besar: haruskah ia mengejar cinta sejatinya pada Danang, atau menyerah demi menjaga komitmen pernikahan dengan tunangan mereka masing-masing?
Bab
Bagikan

Bab 1

Part 1

"Aku menyukai tubuhmu! Namun, aku rindu  tubuhku" ucap Elena bimbang. Memang benar,dia menyukai tubuh yang sekarang. Namun, ia juga rindu dengan yang lama.

"Sama, aku pun juga! aku bisa merasakan menjadi orang kaya, bisa tiup lilin sesuka hati dan bebas mengenyam pendidikan, tetapi aku juga rindu tubuh lamaku" timpal Sarah mantap, namun sama dengan Elena, terbersit kebimbangan.

Hening, mereka berdua  bingung, harus bagaimana. Sama-sama menikmati hidup yang sekarang, Namun terhalang dengan apa yang seharusnya mereka perjuangkan.

Elena memecah keheningan, menyampaikan ide yang terbersit di otaknya kemarin.

"Mari kita kembali ke tubuh kita masing-masing!"

"Caranya?" 

Elena menunjuk kilatan petir di langit, memberi isyarat pada Sarah atas idenya yang baru saja terlintas kemarin,dia merutuki diri sendiri, kenapa tidak dari dulu pikiran itu terlintas.

"Gila ..." 

*****************

Tepat usia 23 tahun gadis cantik bernama Elena, Nanny, sang Oma Elena, mengadakan pesta besar bagi cucu tunggalnya. Betapa dirinya sangat bahagia, di usia yang sudah tak muda lagi, masih di beri kesempatan melihat cucunya bertunangan dengan cucu sahabatnya sendiri, sekaligus merayakan ulang tahun Elena yang ke 23 tahun.

Di sudut kamar yang berbeda, gadis cantik, tinggi, seksi dan semampai berdandan secantik mungkin di hari spesialnya itu. Bagaimana tidak, dia akan bertunangan dengan lelaki yang telah ia kagumi sejak lama. 

"Riko pasti akan terpesona melihat kecantikanku. Wajah kearab-araban, dengan hidung mancung ditambah tubuh bak gitar spanyol, hihihi," ujar Elena pada diri sendiri. Entah sudah berapa lama dia mematut diri di depan kaca, perasaan dirinya, dia belum seperfek biasanya. Hingga akhirnya di detik-detik acara dimulai, dia baru merasa puas dengan dandanannya.

Elena memang sangat kagum dengan Riko sejak lama, Riko bagia dia adalah sosok baik, tampan, menyenangkan, terlepas dari kaya dan banyak hartanya, namun sayang, dia lelaki playboy. Tapi hal itu tak menjadikan Elena ilfill dengannya. Justru hal itu menjadikan Elena sebagai tantangan untuk diri sendiri, dia akan menjadi satu-satunya bagi Riko. Apalagi, Riko adalah sosok cerdas, termasuk lulusan terbaik di bidang akademik yang dahulu ia ikuti.

"Cantik sekali cucu Oma! Oma yakin! pasti si Riko tergila-gila sama kamu!" Nanny dari arah belakang, berucap sambil kakinya melangkah ke arah cucunya.

"Iya, kah Oma?" tanya Elena hanya sekedar memastikan.

Nanny mengelus rambut cucunya, penuh kasih sayang dan cinta yang ia miliki. Berharap di hari indah ini, Cucunya tak terlalu perduli dengan kedua orang tuamya yang sengaja tak hadirkan diri pada acara.

Ada sesuatu yang sedari tadi Elena ingin katakan. Dia ingin bertanya, kemanakah mereka berdua, kedua orangtuanya pergi? apa tak ingat dengan acara ulang tahun putrinya?

"Mama? papa? kemana Oma? Tak jadikah pulang? Mengapa sampai jam segini belum datang juga?"

Nanny terlihat ragu, haruskah ia katakan sebenarnya. Dia terdiam cukup lama hingga terkesiap saat Elena memanggil.

"Oma ..."

"Emm ... sayang! Mama dan Papa udah kirim kado buat kamu. Pasti sangat bagus, secara mereka kirim dari singapura, ya, kan?"

Raut wajah Elena yang sedari tadi ceria, kini mendadak murung. Hadiah? dari siangpura? Elena pun tahu persis, pasti kado itu bukan dari kedua orang tuanya. Melainkan dari Asisten mereka, lalu di atas nama kan Papa dan Mamanya Elena. Kecewa? pasti, ditambah lagi ingatan saat mengetahui setiap tahun, kado itu murni bukan dari kedua orang tuanya. Rasa-rasanya memang Elena tak spesial bagi mereka.

"Jangan cemberut gitu. Papa-Mama kan kerja di Singapura juga buat kamu!"

"Tak bisakah mereka sehari aja libur mengurus pekerjaan. Bukankah ini acara penting? oh, atau mungkin, pekerjaan mereka lebih penting dari Elena, Oma!" ujar Elena dengan nada kecewa.

"Sudahlah! disana kan memang perusahaan baru, jadi Mama dan Papa sibuk menata perusahaan!"

"Itu yang selalu Oma katakan. Setelah singapur, Elena yakin mereka terbang ke jepang! mana mungkin mereka ingat, masih ada anak yang butuh kasih sayang di Indonesia. Ah, sudahlah Oma. Elena ini kayak anak yatim piatu!"

"Jangan bicara begitu. Sudah, lupakan saja. Mari ke bawah, Riko sudah datang. Yuk!"

Nanny menarik tangan Elena, butuh tenaga bagi Nanny untuk menarik sang cucu, karena nyatanya Elena terasa berat langkahnya, Elena masih kecewa dan malas hanya sekedar menggerakkan kaki. Tumben, kehadiran Riko tak bisa hilangkan rasa kecewa terhadap kedua orang tuanya.

"Selamat ulang tahun! kamu sangat cantik hari ini, hampir aja aku kaget. Ternyata ada gadis cantik yang melebihi cantiknya gadis jerman!" ucap Riko menggombal, usai di depan Elena. Dia memamerkan senyum termanis seperti pada gadis-gadis lainnya.

"Terimakasih Kak!" jawab Elena dengan pipi yang tersipu malu. Sesaat dia bisa melupakan masalahnya.

"Ayo kesana! acara udah mau mulai. Ini aku juga udah bawa cincin kita! tapi masih di Mama sih"

Mereka berdua berjalan ke area halaman  rumah, sengaja acara di desain di ruangan terbuka. Sesuai permintaan Elena.

Happy birthday to you, happy birth day to you nyanyian khas acara ulang tahun, terdengar kompak dari beberapa bibir para tamu undangan. Elena tersenyum bahagia, kehadirannya disambut suka cita oleh sahabat, kerabat dan kekasih hati.

"Selamat ulang tahun sayang! ini ada kado dari Om dan Tante!" ujar Selena, disamoing berdiri Robert, suaminya. Mereka berdua adalah orang tua Riky.

Selena menyodorkan kotak kecil beludru warna merah muda pada Elena.

"Untuk Elena, Tante?"

Selena mengangguk. Tak butuh waktu lama, Elena langsung membukanya. Matanya terbelalak setengah takjub dengan apa yang ia tatap sekarang ini.

"Cincin berlian?" tanya Elena terdengar memastikan

"Iya. Itu buat calon menantu Tante sama Om. Nanti dipasang saat pertunangan. Itu adalah cincin kelurga kita. Diberikan secara turun temurun. Tolong dijaga, ya!" Ucap Selena dengan nada seramah mungkin.

"

Mata Elena berkaca-kaca. Dia amat bahagia mendapati kejutan seistimewa ini. Walau di sisi lain, hatinya perih mendapati kedua orang tuanya yang lebih pentingkan pekerjaan dari pada acara penting hari ini.

Di luar gerbang, seorang gadis yang berumur sama dengan Elena, memandang penuh iri dengan apa yang ia lihat sekarang. Hari ini dia pun juga berulang tahun, sama halnya dengan Elena.

Dikedua tangannya, sedang menenteng tas besar berisi perlengkapan buat jualan, serta beberapa sayur mayur. Sarah namanya, dia iri melihat gadis cantik yang tak seberuntung dirinya bisa mengadakan acara ulang tahun, semegah dan semewah itu. Jangankan untuk acara semegah itu, buat makan sehari-hari saja, pas-pasan.

"Andai aku jadi dia, maka sangat beruntunglah aku! hari ini bisa tiup lilin dengan kue tart besar, dikelilingi barang mewah dan tentunya bisa sekolah tinggi-tinggi. Tak seperti sekarang, bahkan di ulang tahunku pun aku masih tetap harus bekerja!" Sedih Sarah melihat kenyataan yang kontras antara dirinya dengan gadis beruntung di dalam bernama Elena.

"Sarah ..." panggil wanita paruh baya di belakangnya.

Sarah menoleh, ternyata dia adalah Sayyida, ibu kandungnya. Sayyida langsung memeluk Sarah, sedari tadi berdiri dan samar-samar mendengar curahan anak perempuannya.

"Maafin Ibu,ya, Nak! ibu sampai sekarang nggak mampu berikan acara ulang tahun buat kamu!"

"Eh, Ibu. Nggak apa! lain kali pasti bisa. Asal kita terus kerja dan kerja, semangat!" ucap Sarah terdengar antusias, padahal dari hati kecilnya dia menyangkal. Sekeras apapun ia kerja jadi penjual nasi bungkus, siang-malam dan sedari dulu sampai sekarang, dia tetaplah begini-begini saja.

Sayyida menjauhkan tubuh putrinya, dia menatap dengan penuh sayang.

"Selamat ulang tahun putri Ibu yang paling cantik dan baik! semoga panjang umur dan jadi orang kaya raya, biar bisa rasakan tiup lilin pakai kue tart besar dan pastinya bisa sekolah tinggi-tinggi,"

Setelah berucap, Sayyida menghujani putrinya dengan ciuman kasih di kedua pipi. Tak lupa Sayyida juga mengecup kening Sarah cukup lama.

Sarah tak bisa menahan diri untuk tak meneteskan air mata. Mereka kemudian berpelukan bersama dalam tangis keharuan.

Tanpa Sarah dan Sayyida sadari, sepasang mata Elena menatap dengan penuh iri juga. iri, karena jarang sekali mendapat pelukan dari Mamanya, terlebih ciuman kasih sayang.

"Andai aku jadi dirinya. Beruntunglah diriku, setiap hari bisa mendapat pelukan Mama!"

"Ele! ayo segera buat permohonan lalu tiup lilinnya!" titah Nanny kepada Elena.

"Baik Oma!"

Elena memejamkan mata, tepat di depan lilin angka 23 yang menyala.

"Tuhan, aku ingin seperti dia. Bisa dapat pelukan tiap hari dari Mama!" 

"Tuhan! aku ingin sepertia dia. Tiap tahun bisa tiup lilin dengan kue tart besar"

Secara bersamaan, kedua gadis itu terpejam dan membuat permohonan dalam hati.

Secara tiba-tiba, mendung hitam bergelayut di langit, menandakan hujan akan segera turun.

Rintik-rintik hujan jatuh ke bumi pesta Elena, semua orang berhamburan. Termasuk Riko, Nanny dan tamu undangan. Sedangkan, Sayyida memutuskan untuk berteduh tak jauh dari putrinya berdiri. 

Tapi tidak bagi Sarah dan Elena, mereka tetap berdiri dengan mata tetap terpejam. Membayangkan permohonan nyata dalam kehidupan mereka.

Duarr ....

Petir menyambar di tengah-tengah antara keduanya, Elena dan Sarah. Petir dahsyat yang mampu membuat semua orang yang dengar akan menjerit ketakutan.

"Ele ..." teriak Nanny.

"Ele ..." Riko pun juga berteriak. Ia bergegas lari ke tubuh Elena yang tergeletak di atas tanah. Tubuhnya kotor dengan sisa sisa tart di wajah dan bajunya.

"Ele, bangun Sayang!" panggil Nanny amat khawatir.

Di lain sisi ...

Sayyida juga kebingungan,dia menepuk-nepuk pipi putrinya yang jatuh pingsan usai petir dahsyat itu.

"Sarah! bangun! jangan tinggalin Ibu sendirian! bangun sayang ..." parau Sayyida.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertahan Hidup di Dunia Komik
7.8
Delisha terbangun di zaman abad pertengahan sebagai putri bangsawan pasca kecelakaan tragis. Nahas, ia menjadi tokoh figuran yang baru menikah dan ditakdirkan mati di tangan suaminya sendiri. Sang suami rupanya merupakan sosok antagonis utama yang sangat licik dalam sebuah komik kerajaan. Demi menghindari ajal yang mengancam, Delisha harus berjuang bertahan hidup di dunia baru ini sembari menyusun rencana matang untuk menceraikan sang villain.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Iblis Itu Suamiku
9.3
Demi membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupku, aku bersekutu dengan sosok kegelapan. Ia adalah pria fana yang terikat perjanjian pernikahan bayangan bersamaku. Di luar dugaan, pesonanya justru membuatku jatuh cinta. Hubungan ini adalah dosa yang menyiksa fisikku, tetapi aku memilih bertahan demi dirinya. Ia bagai kutub utara di hatiku. Hingga kematian menjemput, ia tetap menjadi suami tercinta yang akan mendekap jiwaku dalam pelukan abadi yang gelap.
Sampul Novel Keabadian yang Tertunda Dendam
8.2
Setelah 300 tahun berlatih di bawah Master Sun, si kembar Wulan dan Mulan turun gunung demi mengejar keabadian dan mencari ayah kandung mereka yang ternyata masih hidup. Namun, saat sang ayah ditemukan, rahasia kelam masa lalu justru terkuak. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: membalaskan dendam sang ibu agar bisa meraih keabadian, atau melepaskan ambisi besar tersebut demi menjalani hidup sebagai manusia biasa di dunia fana.
Sampul Novel Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
9.4
Marcel kerap disiksa keluarga istrinya, bahkan dipaksa menyantap sisa makanan di lantai. Tak tahan dihina terus-menerus oleh Shirley dan kerabatnya, ia nekat meminum formula rahasia warisan orang tuanya untuk mengakhiri hidup. Namun, ramuan itu justru membangkitkan kekuatan dahsyat yang terpendam. Kini, sang ahli obat yang dahulu direndahkan telah bangkit kembali. Bersiaplah menyaksikan aksi balas dendamnya demi membuat mereka semua bersujud memohon ampun.
Sampul Novel Occidens
9.7
Akibat ketamakan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran hidup dalam kebencian dan kutukan. Perlahan, hatinya yang dingin mencair berkat Selena, gadis pencari kayu yang selalu ceria. Namun, takdir kejam menguji cinta mereka saat Edgar dinobatkan sebagai pemimpin kaum immortal sekaligus penguasa klan demon. Aturan mutlak melarang sang raja memiliki ratu. Bisakah hubungan mereka bertahan menghadapi hukum dunia immortal yang sangat mengikat?