APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Cinta Tuan Arogan

Terjebak Cinta Tuan Arogan

Saat berusaha kabur, takdir membawa Maureen bertemu Max. Meski dikenal sebagai pebisnis dingin yang sulit didekati, daya tarik Maureen sanggup meruntuhkan pertahanan Max. Pertemuan tak terduga ini menjebak Maureen dalam hubungan dengan pria arogan yang punya cara unik dalam mencintai. Kehadiran Max yang sangat mendominasi pun seketika mengubah seluruh kehidupan Maureen untuk selamanya, mengikatnya dalam jerat asmara yang tak terelakkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tanpa Maureen sadari, kain bawah miliknya itu tepat mendarat di wajah Max. Saking ugal-ugalan nya gerakan tak sadarkan dirinya Maureen.

Max memicing tajam pada wanita itu. Dia terkejut sekaligus tidak percaya ada wanita sebar-bar dirinya.

Martin penasaran oleh suara teriakan tak karuan dari Maureen. Dia akan menoleh.

"Berani kau menoleh, aku tembak kepalamu!" ancaman Tuannya membuat nyali Martin menciut.

Dia urungkan kembali fokus menjalankan mobilnya pada tujuan.

Walaupun Max sangat ingin marah terhadapnya. Tapi, entah kenapa saat melihat wajahnya, dia seakan terhipnotis.

Biasanya untuk berdekatan dengan seorang wanita Max memiliki kriteria sangat ketat. Dan Maureen bukan salah satu kriteria wanita itu.

Maureen semakin menggila. Saat matanya melihat Max, dia langsung melompat ke pangkuannya.

"Hei, wanita, jaga sikapmu. Kalau kau terus bergerak seperti itu, aku tak berani menjamin bisa menahannya lagi!"

Jelas walau dia seorang laki-laki dingin dan keras hati, ketika mendapatkan serangan mendadak seperti itu, dia pun tak akan bisa menahannya.

"Aw, sa-sakit sekali, Nick!" ucap Maureen saat merasakan kedua tangannya dicengkram dengan kuat.

"Hah, dasar wanita gila. Bisa-bisanya dia menyebutkan nama pria lain ketika dia berada di atas tubuhku. Sudah bosan hidup rupanya." Rutuk Max dalam hati.

Max mendorong kasar tubuh Maureen hingga tubuhnya terhempas di kursi penumpang.

Gadis itu masih membuat gerakan yang membuat Max ikut tidak bisa mengontrol tubuhnya.

Maureen mengalungkan kedua tangannya di leher Max dan terus menarik kepala Max agar mendekati bibirnya.

"Martin! Keluar dan menjauhlah!" teriak Max.

Martin paham. Dia segera menghentikan mobil dan memberikan pengarahan untuk para mobil lain yang mengikuti mobilnya.

Para pengawalnya berjaga-jaga sedikit menjauh dari mobil tuannya.

"Kak Ni-Nick, sa-sakit!" pekik Maureen saat merasakan tangan seseorang mencengkram wajahnya dengan kasar.

Dia menekan kesadaran Maureen. Max, ingin memastikan gadis itu sadar.

"Buka mata dan lihat jelas siapa diriku!" delik Max penuh kemurkaan.

Suara laki-laki tadi membuat kesadaran Maureen sedikit pulih.

"Egh. Ka-kau? Siapa kau? Pe-pergi sana!"

Maureen berusaha keras menguasai tubuhnya yang sudah sangat kacau.

"Sudah terlambat. Berani kau membangunkannya. Kau harus bertanggung jawab dan rasakan sendiri akibatnya!" tangan Max tanpa ragu menyingkap gaunnya. Lalu meluncur mulus disana.

Maureen menjadi gelisah diantara di harus menolak atau meneruskan. Tangan dingin Max sedang menari indah dibawah sana.

Tubuhnya semakin panas. Perasaan yang mengalir sejak tadi membuatnya hilang kewarasan. Tubuh Maureen tak menolaknya.

Kedua tangan tangan Maureen malah meremas ujung kursi dengan sangat kuat.

"Ehem, rupanya kau sudah cukup basah!" seringai Max tanpa ragu membuka sarang miliknya dan menghujam masuk secara kasar pada kepemilikan Maureen yang sudah basah tersebut.

Mata Maureen mendelik. Dia merasakan sakit yang luar biasa ketika tubuhnya dihujani benda tumpul besar milik Max.

"Sa-sakit!" teriaknya.

Air mata Maureen tanpa sadar mengalir.

Dia kini sepenuhnya sadar saat benda itu mulai bergerak di tubuhnya dan lelehan mengeluarkan cairan amis sudah keluar di benda milik Max.

Dia sudah kehilangan mahkota yang selalu dijaganya.

"Rupanya Kau masih P3 R4 WAN!" dengus Max melihat ke bawah.

Dia menyadari sesuatu yang berbeda saat benda besar miliknya masuk dan merobek dengan paksa.

Maureen hanya mengangguk perlahan dengan deraian air matanya.

Ada sedikit rasa bersalah dalam hati Max. Dia tak menyangka Maureen masih tersegel dengan sangat rapi.

"Tenanglah, aku pasti akan membayarmu double untuk malam ini. Jadi, servicelah aku sampai puas. Oke!" ucapnya seakan menilai gadis itu sebagai gadis bar.

Dia sepertinya tak peduli dengan tangisan Maureen yang mengiba untuk berhenti.

Maureen dengan kesadaran yang sudah waras.

Dengan rasa perih yang masih sangat terasa di area sana, sekuat tenaga dia mencoba melawan.

Mendorong tubuh Max yang masih menghimpitnya dan sedang asik bergerak maju mundur diatas tubuh Maureen.

"Sa-sakit, Tu-Tuan, aku mohon berhenti!" dia tetap berusaha mengiba.

Berharap laki-laki yang sedang menggagahinya berhenti. Ataupun kasihan saat melihatnya.

"Kau gila, mana mungkin aku berhenti sekarang! Ini sangat enak dan nikmat. Aku masih menginginkan dan aku masih belum puas!" cetusnya dengan senyuman smirk dari wajahnya yang tampan.

Dia bahkan tak peduli wanita itu menangis meraung sangat keras.

Mungkin saja suara tangisan Maureen terdengar sampai keluar mobil. Dan malah membuat seluruh jiwa Max lebih membara.

Sedetik kemudian dia membuat ritmenya lebih cepat. Membuat mata Maureen tertutup.

Dia bukan merasakan enak dan nikmat, melainkan rasa sakit yang tak terhingga membakar bagian miliknya panas dan perih.

"Tahan sebentar lagi, aku akan keluar!" ucap Max, lalu sedetik kemudian dia pun menjadi menggila dengan lengkuhannya sendiri juga mengeluarkan beberapa kali didalam milik Maureen.

Dia menarik benda tumpulnya yang masih menegang secyperlahan dari area milik Maureen. Membuat gadis itu langsung menutupinya rapat-rapat.

Maureen masih dengan isak tangisnya.

Yaa ... sakitnya masih benar-benar sangat terasa. Membuat Maureen ingin membunuh dirinya.

Namun, perasaan itu dia buang jauh-jauh saat wajah ibunya melintas dalam bayangan. Dia, harus mencoba lebih tegar.

"Sudah jangan menangis lagi, aku kan sudah bilang akan membayarnya double!" ucap Max membuat seluruh hati Maureen terluka sambil dia merapikan kain miliknya.

Maureen hampir tiap percaya. Bagaimana seorang pria berpenampilan sempurna dapat melakukan hal gila dan berkata seolah-olah tak pernah terjadi apa-apa.

Bahkan sesuatu yang berharga milik Maureen pun sepertinya tak dipedulikan.

Maureen tetap diam. Dia membisu.

Namun, semua kesadarannya sudah pulih. Dia segera merapikan diri. Meraih tas miliknya yang tergolek lalu memakai sepatunya.

Dia dengan cepat membuka pintu mobil Max dan keluar.

Dia sudah tak ingin berlama-lama disana.

Setelah kakaknya menjebak secara tak terduga.

Dia berpikir sudah lolos dari nasib buruk, kini sebaliknya dia malah kehilangan semua yang sudah dijaganya.

"Maaf Nona, apa Tuan sudah membolehkan anda pergi?"

Martin bertanya dan menghalangi Maureen bersama para pengawal lainnya.

"Dia tak punya hak apapun melarangku. Apa perbuatannya barusan terhadapku masih belum membuatnya puas, hah!"

Maureen berteriak histeris menumpahkan seluruh amarah.

Dia benar-benar kesal. Hari ini dipenuhi dengan kesialan.

"Berani sekali kau berbicara seperti itu, apa kau tidak tahu siapa aku?" perkataan sama yang mengancamnya seperti dalam ruangan gelap tadi.

Perkataan dari laki-laki yang bahkan Maureen tak mengenalinya.

Max keluar dengan tubuhnya masih setengah telanjang dada dan mendengar Maureen berteriak pada Martin mencengkam lengannya dengan sangat kuat.

"AKU TIDAK PEDULI! LEPASKAN!!"

Maureen dengan tenaganya yang tersisa.

Menghempaskan tangan Max dan berteriak sekali lagi dengan sangat lantang di depan wajahnya.

Dia bahkan tak peduli lagi dengan kemarahan yang ditunjukkan oleh Max.

Dia, mendorong kasar tubuh Martin dan memecah kerumunan yang mengelilinginya.

"Hei, kau!" hardik Martin.

Berbalik dan menatap Maureen.

Sepersekian detik tadi dia sempat terkejut oleh sikap Maureen.

Gadis itu bahkan berani berteriak sangat keras di hadapan wajah tuannya secara langsung.

"Saya, akan urus dan lenyapkan wanita itu, Tuan!"

Martin meminta persetujuan terlebih dahulu sebelum memulai debutnya lagi.

Dia tak ingin ada kesalahan karena sebelumnya Tuannya sempat melarang.

"Tidak, jangan berani kau mengusik. Kita ikuti saja dia!"

Max berkata dengan sangat geram menatap kepergian Maureen.

Dia masih sangat kesal dengan sikap gadis itu.

Namun, Lagi-lagi setelah dia menatap wajah Maureen saat berteriak seperti tadi, hatinya entah kenapa menjadi tidak tega.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Ladyboy
8.4
Pesona Vanya sebagai ladyboy cantik kerap membuat wanita tulen merasa tersaingi. Di sebuah klub malam, ia jatuh hati pada Ricardo Esteban, meski ragu karena identitasnya. Daya tarik Vanya saat menari juga memicu obsesi dari miliarder New York, Peter Hallmark, dan bos mafia Italia, Don Salvatore. Namun, di balik profesinya sebagai MUA, ia justru terperangkap dalam sindikat perdagangan manusia. Sanggupkah Vanya bertahan dan meraih cinta sejati di tengah penderitaan ini?
Sampul Novel Dilema Cinta Penuh Nikmat
9.8
Endah nekat mengabaikan statusnya sebagai tunangan orang lain demi semalam bersama Aslan, lelaki yang sangat dicintainya. Didorong hasrat mendalam, ia menyerahkan diri sepenuhnya pada pelukan hangat Aslan di dalam kamar. Walau masih sangat minim pengalaman, gairah Endah tetap berkobar saat membalas sentuhan mesra Aslan. Meski harus merasakan perih di tengah desah napas yang memburu, ia tetap memilih pasrah menikmati momen intim tersebut demi memuaskan dahaga cintanya.
Sampul Novel Dinikahi Suami Majikan
9.6
Masa muda Laili harus berakhir secara tak terduga demi sebuah pernikahan sakral. Pria berambut putih yang selama ini menjadi majikannya dan selalu ia panggil 'Tuan', kini telah resmi menjadi suaminya melalui akad nikah secara agama. Tak pernah terlintas dalam benak Laili bahwa takdir akan membawanya ke posisi ini. Kini, ia harus beradaptasi menjadi seorang istri dari pria yang dulu ia layani, memicu konflik batin yang mendalam akibat perbedaan status sosial mereka.
Sampul Novel Diuber Janda
8.8
Amin, seorang montir, mendambakan cinta dari gadis perawan. Namun, takdir justru membawanya ke situasi kocak yang tak terduga. Bukannya mendapatkan wanita impian, ia malah menjadi target buruan para janda di lingkungannya. Mereka bersaing ketat demi memikat hatinya, membuat perjalanan asmara sang montir menjadi sangat rumit dan penuh dengan rintangan jenaka.
Sampul Novel Gairah Liar Istri Kecilku
8.5
Nasib buruk menimpa Maia Vandini saat kencan butanya berubah menjadi jebakan berbahaya. Lulusan SMA ini diberi obat bius oleh teman kencannya, namun ia berhasil kabur demi menyelamatkan diri. Di tengah kondisi kritis dan kesadaran yang kian menipis, Maia bertemu seorang CEO asing. Demi bertahan, ia memohon pertolongan hingga memicu malam yang penuh gairah. Sang pria pun menegaskan bahwa Maia yang harus bertanggung jawab atas awal pertemuan tak terduga ini.
Sampul Novel Hasrat Aneh Rahasiaku
9.4
Kehidupan biasaku runtuh seketika usai mengintip lewat jendela dan melihat rahasia kelam tetanggaku. Ada Dela yang tomboy kini menjelma jadi penggoda, Pak RW yang disegani memamerkan sisi liarnya, serta Rifan yang lugu justru larut dalam ritual penuh gairah itu. Walau cuma mengamati, hasrat ganjil mulai membayangi malam-malamku. Terperangkap rasa penasaran sekaligus ketegangan, aku terseret makin dalam ke dunia terlarang yang mereka tutupi rapat-rapat.