APKDock Logo
Sampul Novel Tergoda Suami Tetangga

Tergoda Suami Tetangga

8.0 / 10.0
Amanda kerap merasa nyaman dengan kesendiriannya, meski adakalanya kesunyian tetap melanda. Di tengah lamunannya, ia sering memperhatikan rumah Raka dan Laila yang terlihat begitu damai. Tetangga sekitar memandang mereka sebagai pasangan yang sangat serasi. Raka adalah pria tampan yang penuh wibawa, sedangkan Laila merupakan sosok istri menawan yang ramah. Keharmonisan hidup mereka pun menjadi tontonan harian bagi Amanda.

Tergoda Suami Tetangga Bab 1

Malam itu begitu tenang di kompleks perumahan yang biasanya penuh dengan hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Amanda sedang duduk di balkon rumahnya, menikmati angin malam yang sejuk sambil menyeruput secangkir teh hangat. Suaminya, Arif, sedang dalam perjalanan dinas ke luar kota, meninggalkannya sendirian untuk beberapa hari.

Amanda merasa sedikit kesepian, meskipun ia menikmati momen-momen sendirinya. Ia memandang ke arah rumah tetangganya yang tampak sepi. Rumah itu milik keluarga Raka dan Laila. Raka adalah seorang pria yang tampan dan karismatik, sementara Laila adalah wanita yang cantik dan ramah. Mereka adalah pasangan yang sempurna di mata orang-orang di sekitar mereka.

Namun, ada sesuatu tentang Raka yang selalu menarik perhatian Amanda. Setiap kali ia melihat Raka, hatinya berdegup kencang. Ia merasa ada ketertarikan yang tak bisa dijelaskan. Malam ini, saat suaminya tidak ada, pikiran tentang Raka kembali memenuhi benaknya.

Tiba-tiba, suara bel pintu mengejutkannya. Amanda bangkit dan berjalan ke pintu depan, membukanya perlahan. Di depan pintu berdiri Raka, dengan senyum menawan di wajahnya.

"Amanda, maaf mengganggu malam-malam begini," kata Raka dengan suara lembut. "Aku baru saja pulang dari kantor dan melihat lampu di balkonmu menyala. Apa kau sendirian?"

Amanda merasa jantungnya berdegup lebih cepat. "Iya, Arif sedang dinas luar kota. Ada apa, Raka?"

"Aku hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja," jawab Raka. "Kau tahu, kalau ada apa-apa, jangan ragu untuk menghubungi aku atau Laila."

Amanda mengangguk. "Terima kasih, Raka. Kau memang selalu perhatian."

Raka tersenyum dan menatap Amanda dengan tatapan yang sulit diartikan. "Ngomong-ngomong, aku membawa sedikit makanan. Laila membuat terlalu banyak, dan aku pikir kau mungkin suka."

"Oh, terima kasih banyak. Itu sangat baik dari kalian," kata Amanda, menerima bungkusan makanan dari tangan Raka. "Mau masuk sebentar?"

Raka tampak ragu sejenak sebelum akhirnya mengangguk. "Baiklah, mungkin sebentar saja."

Mereka berjalan masuk ke ruang tamu, dan Amanda meletakkan bungkusan makanan di meja. "Mau teh atau kopi?"

"Teh saja, terima kasih," jawab Raka.

Amanda pergi ke dapur untuk membuatkan teh, sementara Raka duduk di sofa, mengamati sekeliling ruangan. Setelah beberapa menit, Amanda kembali dengan dua cangkir teh.

"Ini tehnya," kata Amanda sambil menyerahkan cangkir kepada Raka.

"Terima kasih," balas Raka, mengambil cangkir dan menyeruput sedikit teh. "Enak sekali."

Mereka duduk dalam keheningan sejenak, sebelum akhirnya Raka berbicara lagi. "Amanda, kau tampak kesepian. Apakah semuanya baik-baik saja?"

Amanda terkejut dengan pertanyaan itu. "Oh, aku baik-baik saja. Hanya sedikit bosan karena Arif tidak ada di rumah."

Raka mengangguk mengerti. "Aku mengerti. Kadang kesepian bisa menjadi sangat menyiksa."

Amanda tersenyum tipis. "Ya, benar sekali."

Ada keheningan yang aneh di antara mereka, namun Amanda merasa ada sesuatu yang berbeda dalam tatapan Raka malam ini. Tatapan itu membuatnya merasa gugup sekaligus tertarik.

"Raka," Amanda berkata pelan, mencoba mengalihkan pikirannya dari perasaan yang mulai menguasainya. "Bagaimana dengan Laila? Dia tidak ikut denganmu?"

"Tidak, dia sedang mengurus beberapa hal di rumah. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja."

"Tentu saja, terima kasih," jawab Amanda, merasa sedikit canggung.

Namun, malam itu, setelah Raka pergi, Amanda tidak bisa menghapus bayangan wajah Raka dari pikirannya. Tatapan matanya, senyumnya yang memikat, semuanya membuatnya merasa tergoda. Amanda tahu bahwa perasaannya ini berbahaya, namun ada bagian dari dirinya yang tidak bisa menolak daya tarik Raka.

Keesokan harinya, Amanda mencoba mengalihkan pikirannya dengan bekerja dan mengurus rumah. Namun, bayangan Raka terus menghantuinya. Setiap kali ia melihat rumah tetangganya, hatinya berdebar kencang. Ia tahu bahwa perasaannya ini salah, namun ia tidak bisa mengendalikan dirinya.

Beberapa hari kemudian, saat Amanda sedang berjalan-jalan di kompleks perumahan, ia bertemu dengan Laila. Laila tersenyum ramah dan mereka berbincang-bincang sebentar. Amanda merasa bersalah karena menyimpan perasaan terhadap suami temannya, namun ia tidak bisa menahan perasaannya.

"Manda, maukah kau datang ke rumah malam ini? Kami mengadakan makan malam kecil-kecilan," ajak Laila.

Amanda merasa ragu sejenak, namun akhirnya mengangguk. "Tentu, aku akan datang."

Malam itu, Amanda datang ke rumah Raka dan Laila. Mereka menyambutnya dengan hangat dan makan malam berlangsung dengan suasana yang menyenangkan. Namun, Amanda tidak bisa mengabaikan perasaannya setiap kali melihat Raka. Tatapan matanya, senyumnya, semuanya membuatnya semakin tergoda.

Setelah makan malam, mereka duduk di ruang tamu, berbincang-bincang sambil menikmati minuman. Raka duduk di sebelah Amanda, dan mereka berbicara dengan akrab. Amanda merasa nyaman di dekatnya, namun juga merasa bersalah karena perasaannya.

"Raka, aku ingin mengucapkan terima kasih atas perhatiannya selama ini," kata Amanda pelan.

"Jangan disebut, Amanda. Kau adalah tetangga yang baik dan teman yang berharga," balas Raka dengan senyum.

Malam itu berakhir dengan Amanda merasa semakin tergoda oleh Raka. Ia tahu bahwa perasaannya ini salah, namun ia tidak bisa mengendalikannya. Ia merasa terjebak dalam perasaan yang rumit dan berbahaya.

Hari-hari berlalu, dan Amanda semakin sering bertemu dengan Raka. Setiap kali mereka bertemu, perasaannya semakin dalam. Ia tahu bahwa ia harus menjauh, namun hatinya berkata lain.

Suatu hari, saat Amanda sedang berjalan-jalan sendirian di taman, ia bertemu dengan Raka. Mereka berbicara sebentar, dan Amanda merasa hatinya berdebar kencang.

"Amanda, apakah kau punya waktu luang sore ini?" tanya Raka tiba-tiba.

"Ada apa, Raka?"

"Aku ingin mengajakmu minum kopi di kafe dekat sini. Hanya sekadar berbincang-bincang."

Amanda merasa ragu sejenak, namun akhirnya mengangguk. "Baiklah, aku akan ikut."

Mereka pergi ke kafe dan duduk di pojok yang sepi. Amanda merasa gugup, namun juga senang bisa menghabiskan waktu dengan Raka. Mereka berbicara tentang banyak hal, dari pekerjaan hingga hobi.

"Amanda, ada sesuatu yang ingin kukatakan," kata Raka tiba-tiba, membuat Amanda terkejut.

"Apa itu, Raka?"

"Sejak pertama kali aku bertemu denganmu, aku merasa ada sesuatu yang istimewa. Aku tahu ini salah, tapi aku tidak bisa menahan perasaanku."

Amanda terdiam, hatinya berdebar kencang. "Raka, aku juga merasakan hal yang sama. Tapi kita tidak bisa..."

Raka mengangguk. "Aku tahu. Tapi perasaan ini begitu kuat."

Amanda merasa bingung dan terombang-ambing. Ia tahu bahwa perasaannya terhadap Raka salah, namun hatinya tidak bisa berbohong. Mereka duduk dalam keheningan sejenak, mencoba memahami perasaan mereka.

"Amanda, kita harus berhati-hati. Aku tidak ingin menyakiti Laila atau Arif," kata Raka pelan.

Amanda mengangguk. "Ya, kita harus menjaga jarak."

Namun, meskipun mereka berusaha menjauh, perasaan itu tetap ada. Amanda merasa semakin terjebak dalam perasaannya terhadap Raka. Ia tahu bahwa ia harus membuat keputusan yang sulit, namun hatinya berkata lain.

Malam itu, Amanda tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan Raka dan perasaannya. Ia tahu bahwa perasaannya ini salah, namun ia tidak bisa mengendalikannya. Amanda merasa terjebak dalam perasaan yang rumit dan berbahaya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tergoda Suami Tetangga

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali bersama seorang wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menjanjikan pesta pernikahan formal sebagai ganti atas keputusannya menikahi perempuan itu. Statusku sebagai putri bangsawan dan menantu konglomerat membuatku menolak keras menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan, aku akan membuat hidupnya hancur hingga dia jatuh miskin.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang untuk Rania, tunangannya. Hubungan masa kecil kami berubah jadi kebencian akibat fitnah video asusila dari Rania. Baskara pun menyiksaku dan menculik orang tuaku hingga mereka tewas terjatuh dari gedung di depan mataku. Saat aku menyembunyikan penyakit parahku, Baskara malah memintaku mati. Tanpa ragu, kupenuhi permintaannya lalu melompat ke jurang maut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan