APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terapis Pijat Laktasi

Terapis Pijat Laktasi

Diawali dengan ajakan sang sahabat untuk mengunjungi sebuah pusat terapi laktasi, perjalanan ini membawa sang protagonis pada situasi yang sama sekali tidak terduga. Di sana, ia mendapati bahwa terapis yang bertugas adalah seorang pria. Metode perawatan yang diberikan pun sangat tidak biasa, tidak hanya mengandalkan pijatan tangan tetapi juga sentuhan mulut. Alih-alih merasa terganggu, ia justru terjerat dalam sensasi intim tersebut dan mulai jatuh cinta pada kehangatan luar biasa yang ia rasakan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah pulang ke rumah, suamiku masih menunggu aku memasak. Padahal aku sudah merasa sangat lelah.

Saat memasak bubur, pikiranku sudah melayang ke tiga hari ke depan. Setelah menyusui anak, menidurkannya dan akhirnya baru bisa punya waktu sendiri.

Aku pun mandi sendirian. Rumah kami punya dua kamar tidur dan satu ruang kerja kecil. Suamiku lebih memilih tidur di ruang kerja daripada kembali ke kamar utama.

Sejak aku hamil, dia sudah mulai tidur di kamar terpisah, katanya demi kebaikan bayi.

Namun, aku tahu alasannya bukan itu, dia sudah kehilangan ketertarikan padaku. Air dari shower mengalir perlahan melewati tubuhku. Saat menyentuh putingku, tanpa sadar aku bergetar pelan. Tanganku reflek menirukan teknik pijatan terapis tadi dan entah kenapa itu sedikit menghiburku.

Hari yang kutunggu akhirnya tiba. Kali ini aku pergi sendirian. Ruangan pijat dan orangnya masih sama.

Dengan luwes aku melepaskan pakaian dan berbaring di atas ranjang pijat. Suara terapis masih selembut dulu, dipadu dengan wajahnya yang tenang dan berwibawa, membuat jantungku perlahan berdebar semakin cepat.

“Kali ini kita akan masuk ke tahap berikutnya, sudah siap?” tanyanya. Aku mengangguk pelan dan menutup mata, mencoba rileks.

Terapis menggenggam lembut bagian tubuhku yang lunak. Telapak tangannya sangat hangat, membuatku merasa seolah melayang di atas awan. Sentuhannya menekan lembut lalu perlahan melepaskan, disusul gerakan naik turun yang teratur. Tanpa melihat pun, aku tahu bagian tubuhku bergelombang seperti riak air yang dipermainkan angin.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar terapis memanggil namaku. Belum sempat menjawab, aku sudah mendengar dia berkata, “Kamu tertidur, ya?”

Aku bisa merasakan hembusan napasnya mengenai buah dada lembutku. Entah kenapa, aku tak menjawabnya. Dalam hati, aku justru seperti sedang menantikan sesuatu.

Awalnya, dia mendekat dan mencium perlahan. Lalu ujung lidahnya yang lembap menyentuh sisi kiri payudaraku.

“Lembut dan halus sekali,” gumamnya pelan, terdengar begitu puas. Tubuhku langsung bereaksi, muncul sensasi aneh yang sulit dijelaskan.

Aku tak ingin membuka mata, memilih pura-pura tidur dan berharap dia melangkah lebih jauh. Lidahnya mulai bergerak memutar di sekitar buah dadaku, perlahan naik hingga menyentuh bagian puncaknya. Aku bisa merasakan ASI mulai keluar, membuatku mengeluarkan suara lirih. Tapi, aku tetap memejamkan mata.

Gerakannya sempat terhenti saat mendengar suaraku, tapi karena melihatku tak bereaksi, dia kembali melanjutkan. Kali ini, mulutnya menyedot kuat, menutupi hampir seluruh puting. Rasanya sangat berbeda dengan saat menyusui anakku.

Aku menginginkannya lebih jauh lagi, tapi tiba-tiba dia berhenti. Tidak ada gerakan lanjutan. Aku membuka mata sedikit dan melihatnya menatapku dengan senyuman yang sulit diartikan.

“Bu Lily, sesi pijat hari ini cukup sampai di sini. Kita sudah berhasil setengah jalan. Sesi berikutnya dijadwalkan dua hari lagi.”

Aku merasa pipiku sedikit panas, “Terima kasih Pak Jason.”

Kemudian, aku cepat-cepat membereskan pakaianku, seolah ingin melarikan diri dari ruangan itu.

Sinar matahari sore tidak lagi menyengat. Sinar-sinar lembut menembus sela-sela dedaunan. Langkahku terasa ringan saat berjalan pulang ke rumah.

Begitu membuka pintu, suara ibu mertua langsung menyambut dengan sindiran pedas, “Tak hanya melahirkan anak perempuan, sekarang bahkan ASI saja nggak ada, asik minum susu formula terus-terusan, emangnya uang Indra itu dipetik dari pohon?”

Sudah muak mendengar ocehannya, aku pun membalas, “Bella itu segalanya bagiku, dia pantas dapat yang terbaik. Lagipula, aku sudah berusaha keras supaya ASI-ku bisa lebih banyak.”

Namun, ibu mertua masih belum puas dan membantah, “Anak perempuan itu hanya perlu makan seadanya saja, yang penting nggak mati kelaparan. Nggak perlu sok-sokan butuh gizi segala.”

Aku malas menanggapinya, segera menggendong putriku dan masuk ke kamar. Tanpa sadar, air mata sudah membasahi pipiku.

Perasaan benciku pada ibu mertua semakin menjadi-jadi. Suami yang sekarang enggan tidur sekamar denganku, aku curiga jangan-jangan juga karena hasutan ibunya.

Menatap wajah polos putriku yang sedang tertidur, pikiranku mulai kembali ke semua yang sudah kulakukan belakangan ini.

Setelah merenung, akhirnya aku memutuskan untuk tidak pergi lagi ke tempat pijat itu. ASI-ku sekarang sudah jauh lebih banyak. Lebih baik aku fokus di rumah untuk menemani putriku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam : Kembalinya Sang Miliarder
8.0
Di rumah sakit mewah Chicago, kebahagiaan Florence melahirkan putra kandungnya hancur seketika. Nelson Gonzales, sang presiden sekaligus ayah dari bayi itu, justru menunjukkan kebencian mendalam. Nelson menolak mengakui darah dagingnya sendiri dan tega menghina Florence. Konflik memuncak saat Nelson mengancam akan membuang bayi malang tersebut. Saat Florence berusaha menenangkan bayinya dengan menyusui, Nelson malah menuduhnya melakukan tindakan keji itu demi merayunya.
Sampul Novel FATED (Tuan Mafia dan Nona Badut)
9.5
Dua kali gagal melangkah ke pelaminan membuat Raline merasa hidupnya dirundung kemalangan. Aksa dan Heru, para mantan kekasih yang lama mendampinginya, justru memilih menikahi perempuan lain. Namun, di tengah keputusasaan itu, takdir mempertemukannya dengan Axel Delacroix Adams. Kakak dari rivalnya yang merupakan seorang mafia itu tiba-tiba melamarnya hanya dalam waktu empat menit. Apakah ini jawaban atas penantiannya, atau justru awal dari prahara baru?
Sampul Novel Neraka di Matanya, Surga dalam Ciumannya
8.3
Setelah dikhianati sang kekasih, Gabriela melarikan diri dan melewati malam penuh gairah bersama pria asing yang ia duga seorang playboy. Saat subuh tiba, ia langsung menghilang. Siapa sangka, pria itu adalah Wesley, bos barunya yang dikenal sebagai CEO berdarah dingin. Di kantor, Wesley tampak bersikap tenang dan profesional. Namun di balik topengnya, ia menyimpan kecemburuan yang sangat posesif karena mengira Gabriela masih menyimpan rasa pada mantan kekasihnya yang tidak setia.
Sampul Novel Obsesi Kencan Buta Sang Pewaris
8.0
Niat Livia menolong sahabatnya dengan menggantikan posisi di kencan buta malah berujung petaka. Kepribadiannya yang ceria justru memicu obsesi mendalam pada diri Damien Remington, sang pewaris tunggal konglomerat yang dingin dan misterius. Keadaan kian pelik ketika Livia menghilangkan jam tangan mewah milik Damien. Kini ia terseret dalam jerat kekuasaan sang miliarder, berjuang keras melepaskan diri dari kungkungan obsesi Damien yang kian gelap dan mengikatnya.
Sampul Novel REKENING SUAMIKU
9.4
Yasa, suamiku, kerap dihina oleh ayahku sendiri sebagai pengangguran tak berguna yang cuma modal tampang. Di balik kamera dan sikap santainya, ayah tidak pernah tahu bahwa suamiku tengah berjuang keras demi masa depan kami. Aku pun memilih bungkam walau batin ini lelah melihat sisa daganganku dibuang begitu saja saat ayah mengamuk. Aku sangat percaya, suatu hari nanti ayah pasti akan menyesal telah meremehkan kegigihan pria yang tulus mendampingiku ini.
Sampul Novel WHEN A SPY FELL IN LOVE
8.1
Suri Stoka menghadapi dilema besar setelah melanggar hukum utama agen rahasia, yaitu jatuh cinta pada target intaiannya. Pesona pria tersebut membuatnya tak berdaya saat diajak bertemu kembali, sesuatu yang tak pernah diajarkan dalam pelatihan mata-matanya. Situasi kian rumit ketika sahabat lama Suri, yang memendam rasa sekian lama, mulai menuntut kejelasan hubungan karena merasa terancam. Kini, ia terjebak di antara tuntutan misi, jalinan asmara baru, dan kesetiaan persahabatan.