APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tentang Cinta Rihanna

Tentang Cinta Rihanna

Rihanna harus menjalani kehidupan pernikahan yang dingin tanpa kehangatan cinta. Sang suami, yang hatinya telah dimiliki wanita lain, memperlakukannya dengan kasar dan penuh paksaan saat memenuhi kewajiban batin. Di tengah situasi yang serba terpaksa ini, Rihanna terus memendam luka mendalam. Ia tidak menuntut cinta yang sempurna, melainkan hanya mendambakan rasa hormat dan martabatnya sebagai seorang istri dihargai di dalam rumah tangga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kalau begitu, ayo kita lakukan sekarang!" Suara Mas Ammar terdengar seperti gemuruh petir yang tertahan di langit mendung. Wajahnya menegang, rahangnya mengeras, dan matanya menyala oleh bara yang tak kunjung padam.

Tangannya mencengkeram pergelangan tanganku, dingin dan kaku. Dia menarikku dengan paksa, menyeretku mendekati ranjang seolah aku tak lebih dari barang tak bernyawa. Bahunya menekan bahuku, kuat dan mengancam. Dalam sekejap, tubuhku terdorong ke belakang, kehilangan keseimbangan, lalu terhempas di atas tempat tidur dengan tubuh gemetar.

Aku tergugu, tak mampu bergerak. Seakan dunia berhenti berdetak. Nafasku sesak. Ketakutan menyergap seperti kabut yang pekat. Saat dia naik ke atas ranjang, hatiku mencelos. Tubuhku kaku. Satu-satunya hal yang mampu kulakukan hanyalah memejamkan mata-berharap semua ini hanyalah mimpi buruk yang segera berakhir.

"Bukankah ini yang kamu inginkan?" gumamnya, dengan suara yang lebih dingin dari angin malam. Jemarinya mencengkeram daguku, memaksa wajahku menengadah.

"Buka matamu dan tatap aku!" bentaknya. Aku bergetar. Kedua pipiku ditekan keras, hingga rasa nyeri menjalar ke rahang. Aku mencoba menggeleng, namun usahaku sia-sia.

"Sakit, Mas..." ucapku lirih. Namun suaraku tenggelam dalam kemarahan yang menutup telinganya. Seakan rasa sakitku adalah sesuatu yang pantas ia abaikan. Justru tekanan di wajahku semakin dalam, membuatku nyaris tak mampu bicara.

"Apakah kamu pikir aku akan memperlakukanmu dengan lembut? Dengan cinta? Jangan bermimpi!"

Dengan kasar, dia melepas cengkeramannya dari pipiku, membuat kepalaku terhuyung. Aku menahan perih dengan isakan tertahan. Air mata tak mampu kucegah. Mengalir seperti sungai di musim badai. Hati ini seperti ditampar berulang kali oleh kenyataan yang tak bisa kutolak: aku istri yang tak dianggap.

Setiap perkataannya adalah luka. Setiap tatapannya adalah cambuk bagi harga diriku sebagai perempuan. Sungguh, dia memperlakukanku seolah aku adalah beban, bukan pasangan hidup. Seolah aku hanyalah alat yang bisa dia gunakan untuk melampiaskan kekesalannya terhadap takdir.

Ketika dia akhirnya menjauh dariku, bukan kelegaan yang kurasa. Justru rasa hampa yang lebih menusuk. Aku mengusap pipi yang memerah karena tekanan. Tubuhku masih bergetar, dan hatiku jauh lebih remuk daripada ragaku. Tak ada yang bisa kulakukan selain menangis dalam diam, menanggung semua rasa sakit yang tak dapat kulukiskan.

"Jangan pernah meminta lagi kecuali aku yang menginginkan," ucapnya, dengan suara dingin yang mengiris lebih tajam dari belati.

Aku terdiam. Apa maksudnya? Apakah aku hanya pelengkap syarat semata dalam hidupnya? Tidakkah dia sadar, bahwa hubungan suami istri seharusnya dilandasi kasih dan ridha, bukan paksaan dan kebencian?

Ini bukan hanya tentang tubuh. Tapi tentang hati. Tentang luka yang dia ukir dalam-dalam di dalam batinku. Dia mengira semua akan selesai begitu saja, bahwa aku tak akan menyimpan apa-apa. Tapi nyatanya, setiap kata dan perbuatannya telah membekas. Mengendap di relung jiwa.

Sejak malam pertama kami, kamar ini sunyi. Bukan sunyi yang menenangkan. Tapi sunyi yang menyayat. Mas Ammar selalu datang larut malam, setelah semua energinya terkuras oleh berbagai alasan. Dia tidur di sofa, membelakangiku. Tidak pernah menyentuhku, apalagi menyapaku.

Di hadapan Abah dan Ummi, dia memerankan suami sempurna. Mencium keningku di pagi hari. Menggenggam tanganku dengan penuh kasih. Bahkan memuji masakanku di hadapan mereka. Tapi ketika pintu kamar tertutup dan hanya kami berdua, wajahnya berubah. Semua keramahan itu lenyap. Yang tersisa hanyalah kebisuan dan penolakan.

Apakah salah jika aku berharap dicintai oleh suamiku sendiri? Apakah aku terlalu naif menginginkan rumah tangga yang hangat dan penuh kasih?

Aku sudah mencoba segalanya. Belajar memasak makanan kesukaannya. Mencoba tampil cantik meski hati tak menentu. Menyapanya dengan lembut. Tapi dia tetap dingin, tetap menjauh. Seakan setiap usahaku hanyalah sia-sia.

Aku tahu, hatinya masih tertambat pada perempuan lain. Tapi tak bisakah dia sedikit saja membuka ruang untukku? Untuk cintaku? Atau setidaknya menghormati keberadaanku sebagai perempuan?

Setiap malam, aku bertanya pada Tuhan... untuk apa pernikahan ini jika hanya mendatangkan luka? Apakah rumah tangga ini hanyalah panggung sandiwara demi menyenangkan hati orang tua?

Masih jelas dalam ingatanku malam pertama itu. Saat aku menunggu dalam balutan harap dan degup bahagia. Tapi harapan itu diruntuhkan dengan satu kalimat yang menyayat:

"Pernikahan kita hanya sebatas di atas kertas. Jadi, jangan pernah berharap aku menganggapmu sebagai istri yang sesungguhnya."

Aku masih ingat suara hujan di luar jendela. Dentingnya bersahutan dengan degup jantungku yang meredup. Aku memeluk diriku sendiri di tengah malam yang dingin, meringkuk seperti anak kecil yang kehilangan rumah.

Sejak saat itu, aku tahu... cintaku akan terus diuji. Tapi aku tidak pernah menyangka, ujian itu akan sekejam ini.

Bukan hanya hatiku yang dia hancurkan. Tapi juga harapanku. Harga diriku. Dan kemanusiaanku.

Kini, yang tersisa hanyalah pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban.

Jika dia tak mencintaiku, mengapa dia menikahiku?

Jika dia tak menganggapku istri, mengapa dia memperlakukan tubuhku seperti miliknya?

Dan jika pernikahan ini hanya pura-pura, tidakkah dia sadar bahwa yang dia sakiti bukan hanya tubuhku... tapi seluruh jiwaku?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ace Tribes
9.5
Akibat kutukan dari perundungan kawanannya, Chryssant Elettra alias Ysee terlempar ke benua Earthalic. Ia hampir kehilangan nyawa saat dituduh oleh Putra Mahkota Remus Valez sebagai dalang penyerangan suku Ace. Begitu kebenaran terungkap, Ysee dipaksa bekerja sebagai pelayan pribadi di kediaman Remus. Namun, eksistensinya di sana justru membongkar rahasia-rahasia kelam yang terkubur. Mereka tidak menyadari bahwa keduanya hanyalah pion dalam rencana besar yang mengancam kehancuran.
Sampul Novel Gairang seorang pembantu penggoda
8.3
Demi menyokong keluarganya, Hana yang baru berumur dua puluh tahun nekat merantau dan bekerja jadi pelayan di rumah seorang triliuner rupawan. Terbuai oleh harta, ia sengaja memikat sang majikan hingga terseret dalam hubungan rahasia yang penuh gairah di dalam mansion mewah tersebut. Semua itu ia lakukan demi uang. Namun, rasa jenuh akhirnya datang dan ia ingin menyudahi segalanya. Sanggupkah Hana membebaskan diri dari jeratan materi dan kepuasan yang menggiurkan yang membelenggunya?
Sampul Novel Hakikat Cinta
9.5
Alan De Xavirio, pemuda blasteran Jawa-Italia, terpikat oleh pesona Latifah Nur Aisyah, gadis muslimah sederhana dari desa. Walau awalnya tidak mendapat respons, kegigihan Alan berhasil memikat hati Latifah. Mereka pun hanyut dalam asmara remaja yang menggebu, hingga mengabaikan perbedaan keyakinan di antara mereka. Kini, jurang perbedaan agama itu menjadi penghalang besar yang nyata. Sanggupkah mereka bertahan ketika cinta telah membutakan segalanya?
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Pernikahan karena utang membuat Leanna dikhianati suami dan mertuanya hingga terpaksa bercerai. Namun, perpisahan ini menjadi titik balik. Berbekal harta gono-gini dan kebebasan baru, ia bangkit menunjukkan jati diri aslinya yang luar biasa: peretas genius, pembalap, profesor medis, dan desainer perhiasan top. Gangguan dari simpanan mantan suaminya tak mampu menggoyahkannya. Di tengah pembuktian diri ini, Matthew datang menawarkan diri menjadi pendamping baru baginya.
Sampul Novel Pesona Gadis Camilan
9.4
Kehidupan keras Nathalie Benoit, primadona dunia malam Santa Marie di Los Angeles, berubah drastis setelah bertemu Adam Connor. Pertemuan dengan miliarder yang diisukan impoten tersebut memicu skandal luar biasa yang mengancam reputasinya. Di tengah pusaran rumor dan kekacauan media yang kian memanas, Nathalie kini dihadapkan pada pilihan sulit. Ia harus menentukan sikap: terus bertahan menghadapi badai sendirian atau menyerah pada takdirnya bersama Adam.
Sampul Novel The Confidential : Love And Ravange
9.3
Sejak menempati kediaman barunya, Keysia terus didera teror mengerikan dan rangkaian kematian misterius. Berbagai rahasia sengaja disembunyikan darinya, memaksa Keysia untuk memecahkan teka-teki rumit demi mengungkap kebenaran yang terkubur. Di tengah situasi yang mengancam nyawa, ia juga harus menghadapi pergulatan batin antara perasaan cinta dan hasrat menuntut dendam. Mampukah Keysia bertahan melewati perjalanan emosional yang penuh ketegangan ini?