APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

Niat awal Riska hanya ingin menolong sahabatnya agar terlepas dari kejaran sang sekretaris. Namun, kedatangan kakeknya yang tiba-tiba malah menimbulkan kesalahpahaman fatal. Kondisi tersebut memaksa mereka berdua untuk segera menikah. Riska sama sekali tidak menduga akan membina rumah tangga dengan sahabat dekatnya sendiri. Kini, ia harus siap menjalani babak baru kehidupannya dan menghadapi dinamika pernikahan yang penuh dengan tantangan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Fajar memukuli Angga dengan bantal sofa. Fajar merasa marah dan kecewa dengan apa yang telah dilakukan Angga pada Riska. 

Fajar ingin sekali memukul Angga tetapi, walau bagaimanapun, mereka tumbuh besar bersama, membuat Fajar tidak tega jika harus membuat sahabatnya babak belur.

"Cukup Jar!" ucap Kakek.

Kini mereka berempat tengah duduk berhadap-hadapan. Angga dan Riska merasa takut dan tertekan dengan tatapan Kakek dan Fajar. 

Riska yang sangat takut, menundukkan kepalanya, tidak berani menatap mereka. 

"Jadi," ucap Kakek meminta penjelasan.

"Kakek, kan Angga sudah bilang tadi. Angga dan Riska tidak melakukan apa-apa. Sumpah," ucap Angga sambil mengangkat tangannya.

"Heh, tidak melakukan apa-apa? Terus maksudnya ini apa?" Fajar melempar alat kontrasepsi ke depan Angga.

Fajar benar-benar marah dan kecewa pada Angga. Mereka bertiga tumbuh besar bersama. Mereka juga berjanji akan menjaga Riska sampai dia menikah nanti. 

"Fajar, kita benar-benar tidak melakukan apa-apa," jelas Riska.

"Riska, kamu tahu kan, aku selama ini menjaga kamu. Tidak apa-apa jika kalian memang saling mencintai, tapi kenapa kamu biarkan Angga merusak kamu juga," kata Fajar kecewa.

Riska sadar selama ini, betapa Fajar dan Angga sangat menjaganya. Namun, ini sungguh hanya kesalah pahaman yang tidak bisa dijelaskannya. 

Perasaan Fajar sekarang seperti terkhianati. Yang paling membuat Fajar kecewa adalah, Angga yang melanggar janjinya untuk menjaga Riska. 

"Fajar!" panggil Riska. Melihat tatapan penuh kekecewaan di matanya. Riska tidak berani lagi mengatakan lebih jauh.

"Jadi, sudah berapa lama kalian bersama?" tanya Kakek yang sedari tadi diam, melihat pertengkaran cucu dan sahabatnya.

"Kakek, kita benar-benar tidak bersama," jelas Angga.

"Siapa yang akan percaya dengan penjelasan kalian, setelah apa yang kita lihat dari awal masuk apartemen?" tanya Kakek. 

"Angga, Kakek tidak pernah mengajarimu untuk tidak menghormati wanita." 

"Kakek akan sangat malu, saat nanti bertemu dengan Sofyan."

Sofyan adalah Kakek Riska yang sudah meninggal. Mereka dulu sangatlah dekat.

"Kakek, jangan ngomong sembarangan!" bantah Angga. Setiap kali Kakeknya menyinggung tentang kematian, Angga sangat tidak suka. 

"Kalian harus segera menikah!" putus Kakek.

Ucapan Kakek, sontak membuat ketiga orang lainnya terkejut. Mereka menatap Kakek untuk melihat, apakah Kakek bercanda atau serius.

"Kakek, aku nggak mau menikah sama Angga, Kek!" Riska menolak gagasan Kakek yang menyuruh mereka untuk menikah.

Kakek adalah satu-satunya sesepuh yang masih hidup diantara keluarga mereka bertiga, sehingga mereka sangat menghormatinya.

Keputusan Kakek kali ini, membuat mereka sangat dilema. Di satu sisi, mereka sangat menyayangi Kakek. Tetapi, untuk menuruti kemauan Kakek, mereka masih tidak yakin. 

"Kakek akan bicara dengan Rosyad." Kali ini, keputusan yang diambil Kakek tidak main-main. 

"Kakek, kita benar-benar jujur, kita tidak melakukan apa-apa Kakek. Ini semua salah paham." Riska masih mencoba untuk menolak gagasan menikah dengan Angga.

Dalam hidup Riska, tidak pernah terlintas sedikitpun pikiran, untuk menikahi salah satu sahabatnya. 

"Apa kalian akan terus begini? Lebih baik kalian segera menikah. Jadi apapun yang kalian lakukan nanti sudah tidak dosa," terang Kakek. 

"Akhirnya cucuku bisa menikah juga, apalagi Riska yang akan jadi cucu mantu ku," batin Kakek sangat bahagia.

Kakek sudah lama ingin Angga segera menikah, tapi cucunya itu benar-benar keras kepala. Setiap kali Kakek sudah mengungkit tentang pernikahan, Angga pasti akan segera mengalihkan pembicaraan atau kabur.

Kakek sebenarnya percaya dengan mereka. Tidak mungkin mereka melewati batas. Mereka dididik dengan ketat oleh orangtua mereka, jadi tidak diragukan lagi, mereka jujur. Sekarang ada kejadian seperti ini, Kakek dengan senang hati akan memanfaatkan kejadian ini, untuk memaksa Angga segera menikah. Bukan hal yang buruk, karena Riska tumbuh besar di bawah pengawasannya.

Fajar memikirkan ucapan Kakek. Ada benarnya juga menyuruh mereka untuk segera menikah. Hubungan Angga dan Riska sudah terlalu jauh.

Fajar mungkin akan percaya pada penjelasan mereka di awal, tetapi tidak, setelah Fajar menemukan alat kontrasepsi itu. 

Bagi Fajar, alat kontrasepsi itu adalah bukti nyata, dan penjelasan Angga hanyalah alasan untuk menyangkalnya. 

"Iya Kek, Fajar juga setuju mereka menikah," kata Fajar tiba-tiba.

Kata-kata Fajar membuat Riska ingin menangis. Riska seperti wanita yang teraniaya, karena tidak ada yang percaya padanya. 

Riska menatap Fajar dengan mata berkaca-kaca. Berharap Fajar akan merasa iba padanya, biasanya jika Riska sudah seperti ini, Fajar pasti akan menurutinya.

Fajar yang melihat mata Riska sudah berkaca-kaca, merasa tidak tega. Namun mengingat apa yang sudah mereka lakukan, Fajar akan tetap setuju untuk mereka menikah.

"Tidak perlu menunjukkan wajah seperti itu Ris, aku akan tetap mendukung keputusan Kakek, untuk kalian menikah." Fajar membuang muka, tidak tahan dengan tatapan tidak berdaya dari Riska. 

"Ayo Jar, kita kembali dulu, lalu kamu temani Kakek untuk menjelaskan situasinya pada Rosyad. Kamu akan menjadi saksi atas perbuatan mereka," ucap Kakek berpura-pura marah.

"Ayo Kek." Fajar berdiri mengikuti Kakek keluar dari apartemen Angga. 

Setelah kepergian Kakek dan Fajar. Dua sejoli itu, kini tengah terdiam duduk di sofa. Merenungi kejadian yang terjadi hari ini.

"Angga, kenapa bisa ada ini?" tanya Riska menunjukkan satu kotak alat kontrasepsi yang ditemukan Fajar tadi.

Angga melihat alat kontrasepsi itu. "Aku juga tidak tahu," jawab Angga bingung. 

Seumur hidupnya, Angga tidak pernah menyentuh barang itu, tapi tiba-tiba barang itu ada di apartemennya.

"Jangan-jangan kamu yang punya ya?" Riska melempar alat kontrasepsi itu ke lantai. 

"Jahat kamu Ga! Kalau kamu udah punya pacar, kenapa malah minta bantuan aku segala, sampai-sampai Kakek sama Fajar salah paham dengan kita." Riska meraung, memukuli badan Angga. 

"Sumpah Ris, itu bukan punya aku. Aku juga tidak tahu itu punya siapa," jelas Angga sambil menghindari pukulan Riska.

"Bohong! Itu pasti punya kamu," tuduh Riska.

"Bukan punyaku! Masa, kamu tidak mengenalku sih Ris," jawab Angga tidak terima dengan tuduhan Riska.

"Kalau bukan punyamu, terus kenapa bisa ada di sini?"

Angga mencoba mengingat-ingat, tidak mungkin dia yang punya, membelinya saja tidak pernah.

Melihat Angga diam, Riska berucap, "Jika bukan punyamu, berarti punya orang lain, siapa yang ke sini belakangan ini?"

Angga mengingat-ingat, siapa yang datang ke apartemennya belakangan ini. Angga kemudian ingat, kemarin malam Randy menginap di sini. Mengingat tabiat Randy yang sering main perempuan, barang itu pasti miliknya.

"Randy," teriak Angga menggebrak meja. 

"Ada apa dengan Kak Randy?" tanya Riska bingung.

"Itu milik Randy, kemarin malam dia menginap di sini," ucap Angga. 

"Jadi gara-gara Kak Randy, kita bakalan di nikahkan?" Riska berteriak tidak terima.

Riska yang memang sudah mengetahui tabiat Randy, percaya jika alat kontrasepsi itu miliknya. 

Jika bukan karena Fajar tadi menemukan benda terkutuk itu, mereka pasti percaya pada mereka, dan mereka tidak akan disuruh menikah. Angga juga bukan orang yang setiap hari akan membersihkan apartemen. Angga hanya akan membersihkannya seminggu dua kali.

"Angga, ini terus bagaimana? Aku belum mau menikah."

Riska ingin menyalahkan Angga atas semua ini, tapi Riska sadar, dia dengan sukarela mau membantu Angga.

Angga terkejut melihat Riska yang menangis, berjongkok sambil menyembunyikan wajahnya di lutut.

Angga memeluk Riska."Tidak apa-apa, apapun yang terjadi, aku pasti akan melindungi kamu," ucap Angga menenangkan Riska.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Sampul Novel Cinta Barunya Adalah Taipan Misterius
8.9
Charlee hancur setelah dikhianati tunangan dan saudara tirinya tepat di hari pernikahan. Di tengah rasa sakit, ia melewati malam penuh gairah dengan seorang pria asing yang misterius. Tak diduga, pria tampan nan kaya ini selalu pasang badan melindunginya sekaligus membantunya membalas dendam. Namun, saat cinta baru mulai tumbuh, sang mantan pacar datang lagi meminta balikan. Kini, sang taipan menuntut ketegasan Charlee untuk memilih siapa pria yang berhak memilikinya.
Sampul Novel Foto Bayi di Ponsel Suamiku
9.1
Kepercayaan Monalisa sebagai istri runtuh seketika saat menemukan foto bayi misterius di ponsel Bayu, suaminya. Alibi Bayu bahwa foto itu hanya dari internet tidak membuat Mona percaya. Penyelidikannya justru mengungkap fakta menyakitkan: sang suami telah memiliki anak dari perselingkuhan. Enggan tenggelam dalam duka akibat pengkhianatan ini, Mona memilih bangkit. Ia merancang pembalasan dendam yang rapi untuk menghancurkan hidup Bayu dan wanita simpanannya dengan rasa sakit yang setimpal.
Sampul Novel Gairah Liar Pembantu Lugu
7.9
Pasca-perceraian akibat hasrat yang tak terpenuhi, Valdi menjalani hidup yang terasa kosong. Kehadiran Mayang, gadis lugu anak mendiang pelayannya, menjadi celah bagi muslihat Valdi. Dengan memanfaatkan kepolosan Mayang, pria berpengalaman ini berniat memuaskan gairah terpendamnya. Mayang yang naif kini terjebak dalam manipulasi dan permainan dewasa yang penuh risiko. Akankah ia sanggup menyelamatkan diri, atau justru selamanya terbelenggu dalam jerat kendali Valdi?
Sampul Novel Hadiah yang Kusiapkan Untuk Suamiku
8.1
Di tengah acara kumpul bersama, pernikahan modern Jenny hancur seketika. Sambil mengupas udang untuk Jenny, suaminya, Charles Gunandi, diam-diam membahas kehamilan dua bulan selingkuhannya, Shinta, menggunakan bahasa Prancis. Charles berencana membesarkan anak itu di luar negeri sebagai ahli waris karena mengira Jenny membenci anak-anak. Jenny, yang sebenarnya paham bahasa Prancis, hanya bisa menangis dalam diam dan berbohong bahwa air matanya menetes akibat rasa pedas dari saus yang sebenarnya hanyalah kecap asin.
Sampul Novel Hari Pamermu, Hari Kematianku
8.9
Demi menyelamatkan diri dari kemiskinan dan kejaran musuh saat Andre bangkrut, tokoh utama memilih memutuskan hubungan dan berpaling ke pria kaya lain. Meski Andre memohon dan menyatakan tidak bisa hidup tanpanya, penolakan kejam dengan siraman wiski akhirnya mengusir pria itu pergi. Enam tahun berlalu, Andre kembali ke Jalan Wandara sebagai taipan keuangan sukses Kota Yorin. Berniat memamerkan tunangan barunya sebagai pembalasan dendam, Andre justru harus menghadapi kenyataan pahit bahwa wanita yang dicarinya telah meninggal dunia tepat di hari kepulangannya.