APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tawanan Sang Penguasa "Terbelenggu Takdir, Terikat oleh Cinta"

Tawanan Sang Penguasa "Terbelenggu Takdir, Terikat oleh Cinta"

Keyra terperangkap dalam konspirasi politik rumit dan menjadi tawanan Aditya. Sang penguasa dingin yang menyimpan luka rahasia itu ternyata memendam perasaan mendalam. Di tengah kepungan dendam serta pengkhianatan yang mengancam, hubungan mereka justru mulai tumbuh. Ketika kekuasaan kian membebani, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit antara ambisi takhta atau perasaan cinta. Akankah ikatan hati mereka mampu bertahan dan menjadi penyelamat di tengah badai takdir?
Bab
Bagikan

Bab 2

Keyra terbangun dengan kepala berdenyut hebat. Matanya terasa perih seperti habis menangis semalaman. Ruangan di sekelilingnya sunyi, dindingnya berwarna abu gelap dengan cahaya lembut dari lampu gantung yang berpendar hangat. Aroma samar parfum maskulin menyelimuti udara, berpadu dengan wangi kayu dari furniture mahal.

Ia mengerjap pelan, mencoba mengenali tempat itu. Bukan kamarnya. Bukan hotel tempat biasanya menginap. Ini... terlalu mewah. Sofa kulit mahal, rak buku berisi deretan koleksi klasik, dan jam antik berdetak lambat di sudut ruangan, semuanya terasa asing dan mencekam.

"Di mana aku?" bisiknya lirih, lebih pada dirinya sendiri.

Ia bangkit perlahan dari sofa, mendapati tubuhnya masih dibalut gaun pesta yang semalam ia kenakan, bernodakan anggur dan debu. Tumit kakinya sakit karena tidur dalam posisi tak nyaman. Di bahunya tergantung selembar jaket hitam, bukan miliknya. Ia celingukan, panik saat menyadari sesuatu.

Dompetnya hilang. Ponsel pun tak ada. Bahkan gelang kecil di tangan kanannya, pemberian almarhum ayahnya, juga tak tampak. Keringat dingin mulai membasahi pelipis. Jantungnya berdetak lebih cepat.

Tiba-tiba, pintu kayu ganda terbuka perlahan.

Sosok lelaki masuk dengan langkah tenang. Tubuhnya tegap, mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung hingga siku, memperlihatkan urat tangan yang menonjol dan jam tangan hitam yang tampak sangat mahal. Rambutnya rapi, wajahnya tak berubah sejak semalam, tenang, dingin, dan sulit ditebak.

"Kau sudah bangun. Minumlah ini," ucapnya sembari menyodorkan segelas air lemon hangat.

Keyra menatapnya dengan sorot mata penuh waspada. "Siapa kamu?" suaranya pelan, serak.

Lelaki itu tersenyum samar, seperti seseorang yang sudah terlalu sering menerima pertanyaan itu. "Aditya. Aditya Maheswara."

Jantung Keyra seketika berhenti berdetak selama satu detik. Nama itu... familiar. Sangat familiar. Ia menatap wajah pria itu lebih seksama. Rahang tegas. Sorot mata tajam. Aura kekuasaan yang menguar dari cara duduknya.

Aditya Maheswara. Nama itu tertera di banyak media bisnis. Pemilik Maheswara Corp-konglomerasi multinasional yang mencakup properti, teknologi, dan energi. Salah satu pria paling berpengaruh di Asia Tenggara. Dan... kabarnya juga tokoh bayangan di balik banyak isu politik nasional. Banyak yang bilang dia berbahaya, karena terlalu pintar dan terlalu berkuasa.

"Kau... yang punya Maheswara Tower itu?" bisik Keyra tak percaya.

Adit, nama panggilannya, rupanya hanya mengangguk. "Aku yang mendesain menaranya sendiri."

Keyra merasa napasnya sesak. Ia menelan ludah. Apa yang ia lakukan semalam? Menginap di tempat orang seperti dia?

"Tenang saja. Tidak terjadi apa-apa padamu yang tidak kau inginkan," ujarnya pelan, seolah bisa membaca pikirannya. "Kau butuh tempat aman. Dan semalam, aku memberikannya."

Keyra memejamkan mata sejenak. Memutar ulang adegan di kepalanya. Restoran. Rio. Perempuan berseragam ASN. Wine. Bar. Suara Aditya. Tawaran pelarian.

Sial. Semuanya terasa seperti mimpi buruk yang nyata.

"Aku harus pulang," katanya seraya berdiri.

"Kau tidak punya ponsel," kata Aditya cepat. "Atau uang. Kau pingsan setelah minum terlalu banyak. Aku tidak berniat menyentuhmu tanpa izinmu, dan tidak akan. Tapi aku menyimpan semua barangmu untuk alasan keamanan."

Keyra menatapnya tajam. "Kau mencurinya?"

"Tidak. Menjaganya. Agar tidak digunakan untuk menjatuhkanmu."

"Menjatuhkanku? Aku bukan siapa-siapa."

Aditya berdiri perlahan, menyilangkan tangan di dada. "Tapi kau bisa jadi seseorang. Dan aku bisa membantumu."

Nada suaranya berubah. Lebih serius. Lebih dalam. Tatapan matanya menusuk, seperti sedang membaca jiwa Keyra yang rapuh.

"Aku lihat sorot di matamu semalam. Itu bukan sekadar luka karena patah hati. Itu adalah amarah. Kekecewaan. Dan keinginan untuk membalas."

Keyra menggeleng. "Aku tidak sekejam itu."

"Kau tidak perlu kejam. Kau hanya perlu punya keberanian."

Diam. Keyra tak menjawab. Ia hanya memandang ke arah jendela besar di belakang pria itu. Kota Jakarta pagi hari terlihat dari balik tirai. Mobil-mobil kecil seperti semut. Dunia tetap berjalan, sementara hidupnya hancur total.

"Aku punya tawaran," lanjut Aditya. "Satu pekerjaan. Satu peluang. Untukmu. Tidak ada paksaan. Tapi jika kau setuju, hidupmu tak akan pernah sama lagi."

Keyra mendengus pelan. "Aku bukan mata-mata. Bukan agen rahasia."

Aditya tertawa ringan. "Aku juga bukan mafia. Aku hanya... pemain di dunia yang tidak semua orang bisa pahami. Dan aku tahu kau memiliki sesuatu yang bisa berguna."

"Apa itu?"

Aditya berjalan mendekat, lalu menyodorkan secarik foto.

Itu foto Rio. Tapi tidak sendirian. Di foto itu, Rio sedang masuk ke sebuah ruangan dengan pejabat tinggi daerah, seorang pengusaha besar, dan... wanita berseragam ASN yang dilihat Keyra semalam.

Keyra menatapnya dengan dahi berkerut. "Apa ini?"

"Bukti permainan kotor. Korupsi. Manipulasi tender."

Matanya membulat. "Apa hubungannya denganku?"

Aditya menarik napas, lalu menatapnya dalam. "Kau dekat dengan Rio selama dua tahun. Kau tahu kebiasaannya, kelemahannya. Dan aku tahu dia masih menyimpan sesuatu tentangmu. Sesuatu yang bisa membuatmu jatuh... atau bangkit."

Keyra terdiam. Otaknya menolak, tapi hatinya... tergoda.

"Aku tidak butuh balas dendam," gumamnya.

"Bukan dendam. Ini kesempatan. Untuk mengubah hidupmu. Kau hanya perlu satu hal."

Keyra mengangkat alis. "Apa?"

Aditya tersenyum tipis. "Keberanian."

Suasana hening. Detak jam antik di sudut ruangan kembali terdengar jelas. Keyra memejamkan mata. Mencoba berpikir jernih.

Tapi hidupnya sudah tak jernih sejak kemarin.

Dan mungkin... sudah waktunya berhenti menjadi korban.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amnesia Palsu, Tapi Melepaskannya Sungguh-sungguh
9.5
Niat awal berpura-pura amnesia setelah kecelakaan demi menggoda suami dan anaknya justru berujung pada kenyataan pahit bagi wanita ini. Saat ia melontarkan pertanyaan tentang identitas mereka, sang putra justru tampak gembira. Bocah itu segera membawa masuk seorang wanita asing yang menunggu di luar ruang perawatan, lalu memperkenalkannya sebagai bagian dari keluarga yang datang menjenguk. Sang suami hanya berdiri membisu, membiarkan kebohongan kejam itu terjadi di depan matanya.
Sampul Novel Balapan Terakhir Sebelum Dijodohkan
8.6
Raina, pembalap jalanan legendaris berjaket kulit hitam di Jakarta, baru saja menaklukkan Melia dalam adu balap. Namun, kemenangan itu hancur seketika saat sang ayah menelepon dan memberi ultimatum keras. Raina dipaksa pulang untuk dijodohkan dengan anak sahabat keluarganya. Sambil menangis dan bimbang, ia dengan tegas menolak dikendalikan oleh orang tuanya demi mempertahankan kebebasan yang sangat ia cintai.
Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Sebagai lulusan terbaik yang ambisius, Nina mendapati jalan kariernya terhambat oleh Nathan, atasannya yang terkenal kejam di kantor. Namun, sebuah momen lembur malam mengubah segalanya dan mengungkap kehangatan tersembunyi sang bos. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka, memaksa keduanya menjalin hubungan asmara secara rahasia. Kini, Nina harus menghadapi dilema besar di tengah persaingan kantor, intrik pekerjaan, dan rahasia hubungan mereka.
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Kisah cinta tumbuh di antara Lintar, pemuda yang ulet, dan Dewi, seorang janda yang sukses menjabat sebagai CEO. Walau awalnya terasa canggung, perasaan tulus mulai menyatukan mereka. Rintangan besar menghadang saat paman Lintar menentang keras hubungan ini. Demi mempertahankan cintanya pada janda kaya tersebut, Lintar berjuang keras meyakinkan orang tuanya. Simak perjuangan emosional Lintar dalam meraih kesuksesan sekaligus kebahagiaan sejati bersama wanita dambaannya.
Sampul Novel Permainan Cinta Hartawan Misterius
9.1
Sejak kecil dibuang, Celia Kane dipaksa keluarga sang ayah menjadi pengantin pengganti untuk Tyson Shaw. Menolak takdir ini, Celia kabur dan melewati cinta satu malam dengan pria asing, meski akhirnya ia tetap tertangkap lalu dipaksa menikah. Siapa sangka, Tyson justru memperlakukannya dengan sangat manis. Namun, di balik kehangatan itu, ada rahasia besar yang tersembunyi: Tyson adalah miliarder misterius sekaligus pria asing di malam pelariannya.
Sampul Novel Sindiran Pedas Istri Kedua
8.9
Kehidupan Tiara hancur setelah mengizinkan suaminya menikah lagi. Kesabaran dan sikap mengalahnya tidak membuahkan kedamaian. Istri kedua sang suami justru terus mengusik ketenangannya dengan sindiran pedas, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Terjebak dalam situasi yang menyakitkan ini, Tiara kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi pernikahannya, atau mengumpulkan keberanian untuk melangkah pergi?