APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Target Cinta Sang Pewaris

Target Cinta Sang Pewaris

Demi wasiat orang tua dan tekanan paman serta bibinya, Ardila terpaksa menikahi pria asing. Setelah menikah, ia mendapati suaminya sudah beristri. Meski dikhianati, Ardila bertahan demi amanah mendiang orang tuanya. Namun, keluarga suaminya malah bertindak semena-mena demi merebut hartanya. Curiga dengan motif mereka, Ardila mulai menyelidiki hingga berhasil membongkar sebuah rahasia gelap yang ternyata melibatkan keluarganya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Gila kamu, Naya! Nggak mungkinlah,” sanggah Ardila menggelengkan kepalanya.

“Mungkin aja, sepupuku lebih baik dari pada Firman. Aku yakin itu!”

“Dan lagi nggak mungkin orang tua kamu mau lihat kamu nggak bahagia Dila. Orang tua kamu pasti lebih memilih kebahagiaan kamu dari pada perjodohan itu!” lanjut Naya.

“Aku nggak tau harus gimana, Nay. Yang aku pikirkan sekarang mencoba untuk menjalaninya, jika aku udah nggak kuat. Aku bakal ikuti katamu, cerai.”

Naya menghembuskan napasnya panjang, “Baiklah, semua keputusan ada di tangan kamu. Kalau kamu butuh apa-apa bisa panggil aku.”

Ardila mengangguk, ia tersenyum haru karena memiliki sahabat seperti Naya yang selalu ada untuknya.

“Terima kasih sayangku,” ucap Ardila seraya memeluk Naya erat.

“Kamu itu udah aku anggap sebagai saudara, jadi kita harus saling bahu membahu, paham!” sahut Naya dengan tegas.

“Ay ay kapten!” kekeh Ardila di ikuti Naya.

***

Ardila yang baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, sudah di sambut dengan tatapan sinis Ningsih. Semua berkumpul di ruang tamu.

“Bagus ya, enak jalan-jalan di luar. Sedangkan yang di rumah di telantarkan,” sinis Ningsih.

“Maksudnya apa ya, Bu,” sahut Ardila yang tidak paham selalu saja di recoki oleh mertuanya.

“Dila, jangan lalaikan kewajiban kamu sebagai istri. Bagaimana pun Mas ini suami kamu, pergi juga gak izin,” ucap Firman tajam.

“Gimana aku mau izin Mas, aku baru keluar, Ibu udah ngomelin hal yang gak jelas,” sahut Ardila yang tidak terima di pojokan.

“Ibu begitu biar kamu jadi istri yang berbakti pada suami, bukannya istri pembangkang! Contoh itu Sinta, dia bakti sama Ibu dan suaminya!”

“Kalau Ibu gak terima, kenapa menjadikan aku menantu Ibu! Ibu bisa saja menggagalkan pernikahannya!” sentak Ardila yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.

“Lihat Firman! Kamu harus pandai menasehatinya agar tak berani melawan orang tua. Kalau bukan karena wasiat orang tuamu, aku juga nggak mau punya menantu pembangkang!” balas Ningsih berteriak, ia menunjuk-nunjuk Ardila dengan geram.

“Wasiat! Wasiat! Wasiat! Selalu begitu alasannya!” sahut Ardila seraya berjalan cepat ke arah kamarnya.

Hatinya sakit, seakan semua ini salah orang tuanya. Ardila segera menghapus air matanya setelah mendengar ketukan di balik pintu.

“Mas boleh masuk?” tanya Firman setelah Ardila membukakan pintunya.

“Ya.”

“Maafin Ibu ya, Dila. Ibu begitu juga demi kebaikan kamu, itu cara Ibu nunjukin kepeduliannya,” jelas Firman.

“Kepedulian apanya Mas! Dari sisi mananya kepedulian itu!” lantang Ardila yang terpancing lagi emosinya.

“Percuma Ardila kalau banyak harta tapi nggak pernah mengenyam pendidikan, ucapan Ibu saja kamu nggak paham!” sahut Firman yang juga tersulut emosi.

“Keluar sekarang juga!” ucap Ardila dengan penekanan.

“Kamu memang nggak bisa di ajak bicara,” ketus Firman keluar kamar dengan membanting pintunya keras.

Kedua jemarinya terkepal erat mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut suaminya. Ia benar-benar membenci keluarga ini, apa yang harus ia pertahankan.

***

Pagi sekali ponsel Ardila sudah berdering, ia menautkan alisnya kala melihat nama Naya yang tertera.

“Kenapa Nay?”

“Dila, kamu bisa tolongin aku nggak. Anterin aku ke bandara, baru aja ban mobil aku bocor. Hari ini aku mau jemput sepupu aku yang dari luar negeri. Tolong ya,” ucap Naya dengan memelas di seberang sana.

“Baiklah, baiklah. Aku siap-siap dulu.”

“Thank you, sayangku!”

Ardila segera keluar kamar setelah memutuskan panggil telfon. Ia menuju dapur, mengisi perut sebelum pergi pilihan terbaik.

“Bagus ya, tuan putri baru keluar kamar,” sindir Ningsih yang berkutat di dapur.

Mendengar suara Ibu mertuanya sudah membuat nafsu makan Ardila hilang. Ia hanya mengambil buah-buahan untuk makanannya di perjalanan.

Ardila menghiraukan panggilan dari Ibu mertuanya, ia terlalu malas meladeninya.

“Mau ke mana kamu Dila,” ucap Firman yang melihat Ardila keluar rumah.

“Mau ke rumah teman, lagi butuh pertolongan dia,” sahut Ardila seadanya.

“Kamu orang luar di tolongin, sedangkan keluarga sendiri di biarin. Benar-benar nggak punya hati kamu, Dila,” ucap Firman dengan marah.

“Udah, deh, Mas. Masih pagi nggak usah ngajak ribut.”

Setelah berucap, Ardila dengan cepat meninggalkan Firman yang terus memanggil namanya. Ia tidak peduli, Ardila tidak menganggap mereka sebagai keluarga.

“Bagaimana kalau kita paksa dia untuk mendatangani surat pemindahan harta, Mas,” ucap Sinta dari arah belakang Firman.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku
8.1
Niat seorang istri memberi kejutan intim untuk suaminya di asrama proyek konstruksi berubah menjadi situasi menegangkan. Setelah melepas pakaian dan bersembunyi di lemari, bukan suaminya yang datang, melainkan tiga rekan kerjanya. Ketiga pria itu justru terangsang oleh pakaian dalam yang tertinggal dan melampiaskannya pada bibi koki di sana. Menyaksikan adegan panas tersebut, sang istri ikut terangsang hingga tanpa sadar mendesah. Seketika, pandangan ketiga pria itu langsung tertuju ke arah lemarinya.
Sampul Novel Kembalinya Cinta Sang Mantan
9.0
Dibuang setelah tujuh tahun pacaran karena status sosialnya, Kalea berhasil bangkit menjadi pemilik butik sukses. Saat hendak menikahi seorang dokter bedah, mantan kekasihnya datang mengacaukan pernikahan dengan fitnah keji. Pria itu membawa seorang anak dan memaksa Kalea kembali demi membesarkan bocah tersebut. Benarkah itu darah daging Kalea? Di mana istri pria itu sebenarnya? Kini, Kalea terjebak di antara bayang-bayang masa lalu dan masa depannya.
Sampul Novel Mengandung Anak Dari Musuhku
9.7
Dylan Callahan bertekad menghancurkan hidup Alaina Sinclair yang ia tuduh sebagai penyebab runtuhnya keluarganya. Reputasi dan karier Alaina pun hancur akibat pembalasan kejam Dylan. Namun, situasi menjadi pelik ketika Alaina tiba-tiba mengandung setelah tak sadarkan diri akibat obat bius. Meski menjadi dalang penderitaan wanita itu, Dylan membantah keterlibatannya. Perlahan, rahasia masa lalu terungkap dan memaksa Dylan menyadari bahwa dendamnya salah alamat.
Sampul Novel Menikahi Lelaki Brengsek
8.9
Kehidupan indah Raden Roro Ayu, bangsawan berpendidikan tinggi, runtuh setelah mengandung anak dari Nanda, sahabat dari pacarnya sendiri. Pernikahan terpaksa ini membawa penderitaan bagi Ayu hingga memicu dendam membara, merusak kedamaian keluarga, dan melahirkan permusuhan besar. Sementara itu, Sonny yang tetap mencintai Ayu menolak merelakannya. Ayu pun kini berada di persimpangan jalan, terjebak antara pernikahan dinginnya atau pulang ke pelukan Sonny.
Sampul Novel Merebut Hati Suamiku
8.4
Pernikahan di lingkungan pesantren antara Kayshilla Chandra dan Aaraf Ibrahim terjadi karena perjodohan orang tua. Namun, Aaraf berterus terang belum bisa mencintai Kayshilla sebab masih mengharapkan wanita lain. Kenyataan pahit ini memaksa Kayshilla berjuang menghadapi bayang-bayang masa lalu sang suami. Di tengah badai ujian rumah tangga, sanggupkah ketulusan dan kesabaran Kayshilla mencairkan sikap dingin Aaraf demi meraih cinta seutuhnya?
Sampul Novel WARISAN CINTA DAN DENDAM DARI MASA LALU
8.1
Pengkhianatan memisahkan Suti dan Jodi Bimantara. Kini, Jodi memimpin Cartwright Corporation dengan dingin dan memaksa Suti menikahinya demi menuntaskan dendam masa lalu. Di tengah tekanan itu, kutukan siluman ular di tubuh Suti terancam bangkit kembali. Sementara itu, Peter Jansen menyamar sebagai Clark untuk menghancurkan klan Van Den Berg, yang kini mengancam keselamatan Laura. Hubungan mereka pun terjebak dalam pusaran benci dan takdir mistis.