APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tamu Selepas Subuh

Tamu Selepas Subuh

Pascasubuh, ketukan pintu dari wanita tak dikenal mengubah hidup Dewi saat ia dititipkan seorang bayi. Kejadian itu menjadi awal misteri kelam karena beberapa jam setelahnya, wanita misterius tersebut ditemukan tewas dengan mulut berbusa di kampung sebelah. Kini, Dewi harus menghadapi teka-teki mematikan yang mengaitkan bayi dalam asuhannya dengan kematian tragis sang ibu yang terjadi di pagi buta.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Astaghfirullahaladzim!" ucapku sembari menghirup nafas dalam-dalam.

"Ma...Mama nggak apa-apa 'kan? Alu ambilin minum dulu ya!"

Fika segera berlari ke luar kamar, dan sepertinya dia tahu apa yang kini tengah kurasakan.

Apalagi ini, ya Allah? Pagi ini, Engkau sungguh memberiku banyak sekali kejutan.

"Ini, Ma. Diminum dulu airnya," ucap Fika, sambil mengangsurkan segelas air putih padaku, "yang sabar ya, Ma. Jangan berfikiran buruk pada Papa, bisa saja 'kan, wanita itu hanya berbohing."

"Iya, Fik. Mama nggak apa-apa kok. Coba cari lagi, siapa tahu di dalam tas itu, kita bisa menemukan petunjuk lagi," perintahku.

Fika kemudian kembali mencari dalam tas itu, di saku samping, ada sebuah dompet koin kecil, dan tentu saja langsung dibukannya.

"Isinya, ternyata perhiasan Ma. Ada kalung, empat cincin dan dua gelang," ucap Fika sambil menunjukkan perhiasan berwarna emas itu.

"Sepertinya, ini perhiasan emas murni. Ada surat penjualannya nggak, Fik?"

"Nggak ada, Ma. Cuman perhiasan itu saja."

"Ya sudah, kembalikan. Lalu kamu cari lagi."

Dalam saku rahasia di kantung utama, Fika menemukan sebuah dompet besar, berwarna marun. Dan beberapa lembar kertas, sepertunya itu hasil print.

"Itu kertas apa, Fik?" tanyaku.

"Ini hasil tangkapan layar, Ma. Dan sepertinya, si Adelia ingin mengabadikannya, dan mungkin tujuan utamanya, adalah menunjukkan hal ini pada , Mama."

"Coba lihat..."

Fika pun memberikan beberapa kertas itu padaku. Dalam satu kertas berisi tangkapan layar, dan isi chat menunjukkan pesan dari seorang dengan kontak 'Om Tajir', sepertinya yang dimaksud di sini adalah suamiku.

Mataku terbelalak, saat melihat beberapa isi chat itu. Rata-rata isinya adalah chat yang tak pantas, dan sepertinya suamiku itu, memang seperti singa yang lapar ketiak di luar rumah. Benar-benar menjijikkan.

Ada sebuah chat, yang benar-benar membuat emosiku naik. Tak kusangka. Mas Hasan, bisa berkata seperti itu. Sepertinya, itu adalah chat awal-awal mereka berhubungan dulu.

Adelia : [gimana, Om! Service Delia Ok, Kan?]

Om Tajir : [tentu dong, mangkanya Om ke*agihan, hahaha.]

Adelia : [ih...masak sih. Beda nggak sama istrimu di rumah?]

Om Tajir : [tentu amat jauh berbeda dong, Sayang. Nenek lampir itu, sudah nggak bertenaga, sudah turun mesin. Melihatnya saja, aku sudah jijik!]

Adelia : [masak sih, Om? Tapi kok, Om masih mempertahankannya sih? Apa nggak mending dibuang saja wanita itu, dan kita nikah. Janji deh, aku akan melayani Om dengan sepenuh hati.]

Om Tajir : [aku nggak bisa menceraikan nenek lampir itu, karena kami punya anak. Jadi, kita tetap begini saja, ya. Yang penting aku p*as dan kamu kuberi limpahan materi. Sabar ya, Sayang. Pasti nggak lama lagi, nenek lampir itu akan mati kok!]

Selama ini, jika di depanku, Mas Hasan memang sangat sabar menghadapiku yang cerewet ini. Namun, ternyata di belakangku dia bersikap seperti itu.

"Ma...lihat ini. Ini sepertinya chat terakhir kali mereka," ucap Fika sembari mengangsurkan satu kertas lagi.

Aku pun segera membaca isi, tangakapan layar itu.

Adelia : [Om, bagaimana dengan kehamilanku ini? Om juga lama sekali nggak main ke kost ku.]

Om Tajir : [sudah kubilang 'kan, gugurkan bayi itu! Aku tak mau punya resiko di kemudian hari. Apalagi sampai istri dan anakku tahu semua perbuatanku. Jika kamu masih mau kuperhatikan dan kuberi uang, cepat gugurkan kandunganmu!]

Adelia : [ tapi ini 'kan darah dagingmu sendiri, masak kamu tega menggugurkannya, Om?]

Om Tajir: [hahaha...sok tahu kamu! Aku saja sama sekali tak percaya jika itu anakku! Perempuan bisa pakai macam kamu itu, pasti sudah sering di t**** laki-laki lain. Nggak usah sok ngaku-ngaku deh! ]

Adelia: [jahat sekali mulutmu, Om. Aku tak pernah melakukan hubungan ini dengan pria lain! Dan kamu juga kan, yang telah membeli mahkotaku. Ini anakmu, dan aku ini setia hanya padamu, meski aku hanya wanita simpanan!]

Om Tajir : [hahaha...mana ada yang percaya dengan mulutmu itu! Demi uang, kamu pasti melakukan segalanya. Sudah...jika masih ingin denganku, segera gugurkan kandunganmu. Hubungi aku lagi, setelah bayi itu hilang!]

Sungguh tega sekali Mas Hasan, tapi aku juga tak tahu, apa benar Lio ini anak biologis suamiku.

"Ma, ini juga ada beberapa foto Papa dan Adelia itu." Fika memberikan beberapa foto padaku.

Dalam foto-foto mesra itu, tampak sekali Mas Hasan sangat bahagia. Tak hanya itu, ada juga beberapa foto mesra suamiku dengan beberapa wanita berbeda, dalam dompet itu.

Kini, aku sangat yakin, jika apa yang dituliskan Adelia, tentang suamiku itu benar adanya. Pintar sekali kamu berlakon, Mas. Dihadapan kami, kamu seolah bersikap seorang Family Man. Tapi diluaran sana, kau tebar na**u pada banyak gadis muda, dengan mengandalkan kekayaanmu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Back To School
9.7
Geng Prit..Prit..Can yang beranggotakan Diwi, Tari, Lani, dan Emily adalah detektif hiperaktif di SMA Siliwangi yang gemar mengusut kejanggalan. Mereka memiliki janji bersama untuk tidak jatuh cinta pada kakak kelas. Namun, komitmen tersebut mulai goyah saat perasaan cinta tumbuh dan memicu konflik besar. Keadaan menjadi kian rumit ketika mereka menyadari telah menyukai cowok yang sama. Kini, persahabatan erat serta perasaan mereka dipertaruhkan dalam pilihan yang sulit.
Sampul Novel Cincin Kawin Berukir Nama Lain
8.6
Tujuh tahun lamanya aku dipaksa menjadi penulis bayangan untuk Zara, adik angkatku, demi menuruti keinginan suamiku, Permadi. Puncak pengkhianatan terjadi saat Permadi merebut penghargaan milikku demi Zara yang sedang mengandung. Kenyataan pahit terungkap ketika aku menemukan nama Zara terukir di cincin kawinku. Sadar hanya dimanfaatkan, aku memalsukan kematian dalam kecelakaan pesawat untuk membalas dendam. Kini, aku siap menghancurkan mereka lewat bukti plagiarisme Zara.
Sampul Novel Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
9.1
Setelah dikhianati sahabat masa kecilnya, Monica dinikahi oleh Simon, seorang miliarder terpandang yang tampak sangat mencintainya selama lima tahun. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Monica mengetahui kebenaran pahit: Simon hanya memanfaatkannya sebagai pelindung untuk menjaga wanita bernama Cita. Menyadari suaminya diam-diam memuja wanita lain dalam doa-doanya, Monica yang hancur memutuskan untuk memalsukan identitasnya dan merekayasa sebuah insiden tenggelam demi menghilang selamanya.
Sampul Novel Kelakuan Papa Mertua
9.6
Hidup Riana berubah drastis setelah ia dipaksa memikul akibat dari kecerobohan papa mertuanya. Situasi kian membingungkan saat ia menyadari sikap mencurigakan orang tuanya sendiri, yang tampak menyetujui masalah tersebut. Riana pun terjebak dalam misteri besar mengenai motif asli di balik tindakan mereka. Apakah ada konspirasi tersembunyi yang sengaja dirancang untuk menjatuhkannya? Kini, ia harus berjuang mengungkap kebenaran di balik semua drama ini.
Sampul Novel Misteri di Balik Senyummu
9.7
Ardi, pemuda pemalu yang gemar dunia detektif, terlibat misteri sungguhan sejak bertemu Nia. Rasa penasaran membawanya membuntuti Nia ke rumah kuno terbengkalai milik sang nenek. Di tempat itulah masalah finansial keluarga Nia terbongkar. Kini, mereka harus segera menemukan barang berharga di sana sebelum direbut pihak jahat. Misi ini tidak hanya menyelamatkan warisan menjadi museum, tapi juga menumbuhkan benih asmara di antara keduanya.
Sampul Novel my first love is paman
8.5
Pascatragedi berdarah yang menewaskan orang tuanya, Heira Attaya, siswi SMA dengan kepribadian ganda, kini tinggal bersama pria yang sangat ia cintai. Namun, hidupnya terguncang saat ia menemukan bukti bahwa sang pujaan hati terlibat dalam kematian keluarganya. Di tengah kenyataan pahit tersebut, sebuah peristiwa besar terjadi dan mengubah segalanya, hingga akhirnya Heira menghilang secara misterius tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.