APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Takdir Yang Tertunda

Takdir Yang Tertunda

Move Herdianata, janda mandiri yang bekerja di perusahaan logistik, terjebak dalam konspirasi rumit. Setelah hubungan dengan kekasih virtualnya, Farhan, kandas, ia menjadi incaran skenario dingin dari CEO arogan bernama Ray Dianata. Demi melindungi Move dari ancaman besar, Ray berkolaborasi dengan Feronika Alfarest untuk mengusirnya. Namun, sebuah rahasia besar terkuak ketika identitas asli Farhan ternyata berhubungan erat dengan Ray. Mampukah Move bertahan di tengah skema berbahaya ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

5 menit kemudian. Aku sudah berada di ruang direktur. Dengan tangan sedikit gemetar, aku menaruh kopi itu di atas meja kerja direktur.

"Kopinya, Pak," ucapku sambil menarik tanganku dari meja kerja itu. Sempat bingung harus kembali ke meja kerjaku apa menunggu laki-laki itu bicara sama aku. Dalam kebingungan seperti itu. Tiba-tiba,

"Bisa kamu jelaskan, kenapa kamu bisa main peluk-pelukan dengan Dattan di ruang pantry?" suaranya membuat aku susah menelan ludah.

"I-itu, hanya -,

"Jawab yang benar, Move!" teriaknya membuatku terkejut bukan main. Sebegitu berpengaruhkah kejadian tadi sampai membuat dia semarah itu? aku memberanikan diri menatap matanya. Ada kemarahan yang luar biasa di sana. Kemarahan yang lebih berkesan cemburu. Apa iya dia cemburu?

"Apa yang kamu lihat, cepat jelaskan!" sekali lagi aku terkejut. Kutarik mukaku kebelakang.

"Saya sama Dattan,

"Sebegitu dekatnya kamu sama dia, sampai kamu terbiasa memanggilnya tanpa sebutan formal! Ingat, dia adalah manager HRD!" Lagi-lagi aku menelan ludahku dengan susah payah mendengar ucapannya menyambar kata-kataku.

"Saya sama Pak Dattan, tidak terjadi apa-apa, Pak. Dia hanya bersimpati atas kejadian yang menimpa saya." aku menjelaskan dengan susah payah.

"Mau tebar pesona terus kamu sama laki-laki?" Mataku membulat mendengar kalimat terakhirnya.

*******

Dengan lunglai aku menaiki tangga tempat kostku. Capek ... banget rasanya.Pikiranku terus berputar-putar tiada henti. Rasa cemas dan takut mengelilingi otakku.

"Kalau sampai tidak bisa membuktikan bahwa aku tidak bersalah, aku pasti dipecat dan mengganti rugi uang perusahaan." gumamku dalam hati. Kepalaku berdenyut-denyut sakit.Belum ketemu solusi dan jalan keluarnya.Sambil melepas sepatu kutaruh tas kerjaku, rasanya pengen cepat tidur saja. Biar penat di kepalaku hilang.

Tanpa beranjak dari sofa aku membaringkan badanku. Aku terlelap beberapa saat. Terhenyak kaget ketika tiba-tiba kudengar pintu kamar kostku diketuk.

"Tok, tok, tok." suaranya lembut.Masih belum tersadar juga, sesaat mataku mengerjap.

"Tok ..." terdengar kembali ketukan itu. "Aku datang," jawabku tergesa menghampiri pintu dan membukanya.

Aku tertegun melihat sosok di depanku. Seolah tidak percaya dengan penglihatanku. Keterdiamanku membuat sosok itu bereaksi.

"Saya boleh masuk, tidak? Kok dari tadi tidak dipersilahkan masuk?" ucapnya membuyarkan semua keterdiamanku. Kembali aku menatapnya. Banyak sekali saat ini yang ada dipikiranku.

"Oh maaf, silahkan masuk," ucapku sambari memberi jalan masuk pada sosok yang sudah tak asing itu. "Bapak mau minum apa?" tanyaku dengan perasaan tak karuan. Entah setan apa yang bisa membuat manusia arogant ini sampe di tempat kostku. Apa mau membahas kasus yang sedang terjadi di perusahaan tadi? "Sial!" hatiku merutuk kesal.

Dia adalah Ray Dinata, direktur perusahaan yang angkuhnya minta ampun. Sampai detik inipun aku juga tidak mengerti angin apa yang membawanya datang ketempat kostku. Aku memperhatikan sosok yang duduk di di sofa tempatku berbaring tadi. Dengan perasaan yang masih penasaran aku tuang air putih ke dalam gelas.

"Airnya sudah penuh!" ucapnya dari belakang badanku. Aku kaget sekaligus gugup ketika kusadari sosok itu sudah berdiri begitu dekat di belakangku.

"Eh, i- iya, Pak!" ucapku gugup dan mencoba menetralisir keadaan. Tapi tiba-tiba dia membalikkan badanku dan menekanku kemeja.

"Maaf, Pak-k! Apa yang Bapak lakukan?" Sumpah aku gemetaran, gugup tidak bisa mengontrol jantungku. Tidak mungkin aku secepat ini punya perasaan sama dia ( orang yang begitu arogant), apalagi dia bosku sendiri, yang galaknya minta ampun. Tapi ada hal yang baru aku sadari, ternyata aku begitu nyaman diperlakukan seperti ini, seolah-olah ini sudah sering aku rasakan setiap hari. Aku merasa begitu dekat dan begitu mengenalnya.

"Kenapa, kamu gugup?" tanyanya sambil tersenyum puas dan menatapku dalam. Aku membuang muka, menghindari tatapannya yang tajam menghujam. Seolah-olah ingin menembus ke relung hatiku.

"Ti-tidak, Pak!" jawabku berusaha melepaskan diri tapi tiba-tiba dia mencengkram pundakku. Aku meringis menahan sakit. Terlihat jelas dia meradang. Ada amarah yang hebat jelas terlihat dari air mukanya. Hatiku menciut. Menelan ludah perlahan.

"Apa yang mau dia lakukan?" gumamku lirih. Keringat dingin mulai mengembun di keningku. Telapak tanganku mulai basah. Tapi laki-laki itu tetap tenang dengan sikapnya. Semakin mendekatkan mukanyakea arah wajahku bahkan meraih mukaku dan menatapku begitu dekat. "

"Sebenarnya, Bapak ada perlu apa datang ke tempat, Saya?" Dengan mulut gemetar aku bertanya. Kuberanikan menatap matanya. Mata itu tajam tapi berwibawa. Sangat tenang tapi tegas. Wajahnya mempesona dan memikat. Membuat jantungku berdetak bebas dan netral.

Aku mati kutu , sudah tidak bisa menghindar lagi ketika tiba-tiba bibir itu mengecup bibirku dan melumatnya lembut dengan mata terpejam. Terkejut tapi tak bisa berbuat apa-apa. Semakin dalam aku rasakan lumatan bibirnya dan akhirnya aku mulai terbawa dengan suasana itu. Aku membalas lumatan bibir itu dengan mata terpejam. Sungguh tak menyangka reaksi manusia arogant ini, menyadari ciumannya terbalas, dia semakin menjadi. Menekan kepalaku agar bibirku tidak bisa lepas dari lumatannya.

Kurasakan lidahnya yang panas semakin dalam mempermainkan lidahku. Nafas kamisemakinm memburu. Aku lupa siapa diriku. Kunikmati cumbuan itu. Semakin dalam semakin menjadi, seolah-olah setiap sentuhannya adalah sentuhan Farhan, laki-laki yang 6 tahun menjadi kekasih virtualku.

"Ahhh," aku meringis merasakan pedihdib bibirku. Dia menyeka bibirku. Di sudut bibir kananku, kurasakan pedih. Ada darah yang keluar karena gigitannya. Dia kembali mengecup bibirku dan menghisapnya. Aku melenguh sambil memejamkan mata.

"Lagi ...?" bisiknya lembut.Ku buka mataku dan menatapnya dengan sendu. Kulihat senyum di bibirnya. Wajah lembutnya menatapku seolah-olah dia begitu sangat mencintaiku.

Dengan lembut dia membelai wajahku, menyentuh bibirku. Sebenarnya ini ada apa? Kenapa tiba-tiba ada kejadian seperti ini?

Hubungan kami sudah tidak wajar. Aku merasa ada yang aneh dengan laki- laki ini. Kenapa seolah- olah dia sudah begitu sangat mengenalku? Bahkan tak sejengkalpun merasa bahwa aku adalah bawahannya?

Wajah yang begitu dingin dan arogant itu, sekrang berubah menjadi wajah yang begitu tampan lembut dan teduh. Menatapku dan membelaiku setiap jengkal kulitku. Aku semakin menikmati setiap sentuhannya. Sesekali bibir itu menyentuh bibirku. Tidak munafik sosok ini begitu mirip dengan sosok Farhan. Setiap kecupannya dan sentuhannya, sama persis dengan Farhan.

"Jangan bahas apa -apa, aku hanya ingin bermesraan dengan kamu malam ini ..." ucapnya lembut di telingaku sambil menjilat belakang telingaku dengan lidahnya yang panas.Akum melenguh.

"Akh..." Terdengar suara erangan dari bibirku.

Dia semakin menjadi. Aku semakin terbuai. Semakin kutekan kepalanya kedadaku. Aku mengelinjang.

Terdengar desahan dari bibirku. Kupejamkn mata, kunikmati setiap sentuhannya. Dan kudengar desahannya yang begitu panjang.

"Akh ...!" Erangnnya panjang menuntaskan sesuatu yang dari tadi menggebu. Aku menjerit sambil menggigit bibirnya kuat kuat.

"I love you sayang," bisiknya lembut mengecup bibirku. Ucapan ini tidak asing lagi. Sering aku dengar kalau Farhan mengakhiri teriakannya. Kenapa semua sama?

Aku terkulai dalam pelukannya. Jari-jari kokohnya menelusup disetiap helai rambutku. Membelainya dan sesekali mengusap-usap penuh kasih sayang.

Rasanya begitu nyaman ada dalam pelukannya. Dadanya yang bidang mampu memberikan perlindungan yang selama ini aku impikan.

"Hari sudah larut, sebaiknya bersiap untuk pulang." bisikku. Tanpa reaksi, laki- laki itu semakin mengeratkan pelukannya. Memberikan kecupan lembut di keningku. Tangannya mengusap punggungku yang telanjang.

Kalau boleh jujur, kejadian yang tiba-tiba ini diluar kendaliku. Aku lupa siapa diriku. Dan anehnya begitu mudahnya aku jatuh ke pelukannya. Aku begitu sangat menikmati setiap sentuhan yang dia berikan. Sentuhan yang sama aku rasaksn ketika Farhan masih bersamaku.

"Merasa bingung, kenapa tiba-tiba kita bisa melakukan ini?" suaranya memecah kesunyian. Kutengadahkan mukaku. Terlihat begitu tenang sikap itu.

"Suatu saat kamu akan menemukan jawabannya." lanjutnya tanpa meminta jawaban dariku. Kembali dia memberikan kecupan lembut di keningku. Diraihnya tubuhku. Dipeluknya erat-erat seakan-akan takut kehilanganku.

Semakin berkecamuk pikiranku. Sampai detik ini tidak paham sama sekali apa yang terjadi. Rasanya mengalir begitu saja. Tapi jauhdid dalam hatiku aku sudah menempatkan namanya.

Bukan sebagai pelampiasan kesakitanku terhadap Farhan tapi sebagai pahlawan yang mampu mengobati hancur leburnya perasaanku.

BERSAMBUNG

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFTER THAT NIGHT (CEO)
8.8
CEO teknologi New York, Darren Hawk, ingin melamar Angela Rawllies yang merupakan desainer top Paris. Namun, rencana ini terhalang niat ibunya menjodohkannya dengan model elite, Xavia Price. Darren berupaya menjauh, tetapi satu malam tak terduga mengubah segalanya dan menyeretnya ke dilema rumit. Kini ia terjebak di antara kesetiaan cintanya pada Angela atau tanggung jawab mendesak yang harus ia penuhi terhadap Xavia.
Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana mendadak berubah setelah sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria kaya itu merasa hanya Ana yang selalu setia mendampinginya, bahkan hanya masakan buatannya yang cocok di lidahnya. Di tengah kesibukan Bella, pria itu justru memilih melamar asisten rumah tangganya sendiri. Namun, Ana didera kebimbangan besar karena statusnya yang masih seorang siswi sekolah. Akankah ia menerima pinangan tersebut demi masa depan yang penuh ketidakpastian?
Sampul Novel Dikira Miskin Oleh Keluarga
9.6
Gaya hidup Gunawan yang tampak biasa saja membuat orang tuanya keliru dan mengira dirinya jatuh miskin. Padahal, di balik kesederhanaan tersebut, ia menyembunyikan identitas aslinya yang sangat mengejutkan. Anggota keluarga yang kerap meremehkannya sama sekali tidak menyadari bahwa pria ini sebenarnya adalah seorang miliarder luar biasa dengan kekayaan yang sangat melimpah ruah.
Sampul Novel Direktur Iblis Takut Kehilangan
8.4
Kehidupan Lia Adelia runtuh setelah suaminya tiada dan ia didepak dari kediamannya. Kini, sebagai janda dua anak, ia harus bersusah payah mencari nafkah di tengah berbagai hinaan fisik serta status sosialnya. Di saat sulit, takdir mempertemukannya dengan Bagas Samudra, seorang pimpinan bank yang berwatak dingin sekaligus menjengkelkan. Walau Lia telah berjanji setia pada mendiang suaminya untuk tidak menikah lagi, perilaku Bagas perlahan melembut. Apakah niat terselubung sang direktur?
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Kepergian Ara Valeria tanpa kabar demi mengobati HIV yang dideritanya membuat Aldy Fathee, CEO arogan Fathee Grup, tumbuh menjadi sosok yang kian kejam. Takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy mencoba mendekat, Ara kini bersikap sangat dingin. Setelah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad membongkar rahasia di balik sikap dinginnya itu. Akankah cinta mereka bersatu kembali?