APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Takdir Cinta Gigolo Kampung

Takdir Cinta Gigolo Kampung

Kisah perjuangan seorang pria penghibur asal desa yang berupaya keras lepas dari dunia hitam demi menebus masa lalunya. Langkah hijrahnya membawa ia pada sebuah cinta sejati yang ternyata sarat bahaya. Hubungan asmara ini tidak berjalan mulus, melainkan menjadi pertaruhan hidup dan mati yang membahayakan nyawa banyak orang. Dikemas penuh ketegangan dan emosi, drama romantis ini menyajikan kisah mendalam tentang arti pengorbanan dan pertobatan nyata.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Lu kenapa bangong aja kaya kebo di empang? Emang diapain sama Bu Yessy?” tegur Jay.

Setengah jam telah berlalu semenjak Rafael menemui atau lebih tepatnya diinterogasi oleh Bu Yessy. Namun sampai saat ini, sang Obe itu masih hanya duduk terbengong-bengong di pantry. Belum mengerti dengan beberapa pertanyaan dari Kepala Personalia cantik namun judes tiada saingan itu. Beberapa pertanyaan dirasa sangat janggal.

Sebagai atasan yang berkaitan langsung dengan sistem informasi sumber daya manusia di kantornya, menginterogasi atau bertanya kepada karyawannya tentang segala hal yang berkaitan dengan ke-personaliaan, terlebih lagi kepada karyawan berstatus magang seperti Rafael, adalah hal yang sangat biasa dan wajar. Tapi, benarkah harus sedetail dan se-privacy itu?

“Biasa aja, Raf!” jawab Jay ketika Rafael selesai menceritakan sekaligus mempertanyakan apa maksud dari pertanyaan-pertanyaan aneh Bu Yessy tersebut.

“Kok biasa sih, Bang? Emang karyawan di sini semuanya ditanyain sampai pada urusan begitu segala?”

“Bisa jadi.”

“Hah, jujur aja, kalau saya sih merasa agak gimana gitu.” Rafael masih sedikit tercengang dengan jawaban Jay yang menganggap biasa-biasa saja.

“Hehehe, tapi emang gak semua pertanyaan bernada samai. Intinya memang kadang yang menyangkut pribadi, keluaarga atau yang lainnya ditanyakan. Tergantung orang yang ditanyanya juga. Mungkin karena elu masih bujangan, jadi wajar juga kalau ditanya hal begitu. Beda dengan yang udah berkeluarga,” terang Jay panjang lebar.

“Justru karena saya masih bujangan, malah agak aneh kalau ditanyain sampai urusan ranjang. Kan bujangan belum ngalamin urusan yang gituan kali, Bang.”

“Sebenarnya itu hanya seni menginterogasi aja. Kalau bahasa awamnya, tes kejujuran.”

“Tes kejujuran, maksudnya?” Rafael makin bingung.

“Bu Yessy itu aslinya Sarjana Psikologi, jadi dia bisa tahu lawan bicaranya jujur atau bohong. Tadi waktu ngejawab lu jujur apa kagak?” Jay balik tanya lagi.

Rafael makin melongo dalam sejuta kecemasan dan kebimbangannya. Namun juga terselip rasa kagum pada Jay. Komandan Satpam yang satu ini dirasa sangat luar biasa. Terkesan berwawasan luas. Gaya bicaranya terstruktur dan intelek, saingan para calon legislatif yang sedang kampanye. Nyaris mendekati gaya bahasa Bu Yessy, saat sedang menginterogasi. Walau katanya dia hanya lulusan STM.

‘Jangan-jangan Bang Jay ini pejabat yang sedang menyamar jadi satpam!’ curiga Rafael dalam hati.

“Gimana, tadi waktu ditanya, jawaban lu banyak jujurnya apa bohongnya?” Kembali Jay membuyarkan lamunan Rafael.

“Masa sih urusan begituan harus dijawab jujur, Bang? Kan gak etis kali,” sangkal Rafael dengan perasaan yang makin bimbang. Dia segan untuk berbohong, tetapi jika menyangkut perkara pribadi apalagi sebuah aib, tentu saja harus disembunyikan, karena kalau pun dijawab jujur, belum tentu mendatangkan kebaikan.

“Tapi gak masalah juga sih. Kan dia yang nanya, kita mah cuma jawab doang. Urusan jujur dan bohong biar kita aja yang tahu. Emang beneran lu masih perjaka tingting, Raf?” Jay menatap intens mata Rafael seolah mencari jawab jujur dari sana.

“Jujur aja, saya emang udah gak tingting lagi, Bang. Walau belum nikah, tapi udah pernah ngelakuin gituan. Masa urusan begituan, harus diakui jujur depan Bu Yessy. Kan memalukan banget, Bang.” Rafael menjawab malu-malu.

“Pernah apa sering?” susul Jay sambil terus menatap tajam mata Rafael.

“Antara sering dan pernah aja deh, hehehehe.” Rafel makin tersipu-sipu.

Jangankan ditanya oleh Bu Yessy yang notabene atasannya juga seorang wanita, ternyata ditanya oleh Jay yang seorang lelaki dan relatif sudah akrab pun, tetap saja merasa jengah.

“Jawab dengan jujur ya. Lu udah gituan sama berapa cewek?” Pertanyaan Jay seketika membuat Rafael tersentak.

“Kok jadi malah Abang yang penasaran?” tanya Rafael yang mulai tidak nyaman dengan penyelidikan Jay yang dirasa sudah terlalu jauh.

“Hehehe, bukan penasaran sih. Kan tadi gua udah bilang, hanya tes kejujuran. Gua juga pengen tahu, sejauh mana lu berani bicara jujur,” elak Jay tak mau dicurigai.

“Oke, tapi Abang juga harus jujur. Udah pernah berapa kali gituan selain sama istri?” Rafael tak mau terjebak, dia pun balik menantang.

“Heheheh, bisa aja lu balikinnya. Udah gak kehitung. Apalagi kalau dilacak dari saat pertama kenal gituan. Percaya atau kagak, perjaka gua itu hilang waktu kelas dua SMP.” Jay berorasi dengan nada malu-malu namun terselip arogan dan rasa bangga.

“Masa sih, Bang?” Rafael kembali terperanjat, kedua matanya intens menatap wajah Jay yang sedikit cengengesan sok malu-malu namun sedang pamar diri.

“Serius. Dan percaya atau tidak, keperjakaan gua direnggut sama mantan guru SD gua. Udah punya anak tiga lagi, hahahahaha.” Akhirnya Jay tak kuasa menahan tawanya.

“Wow, amaziiing!” Mata Rafael terbelalak.

“Terus kalau lu, kapan pertama ngerasain ngentot?” Jay kembali bertanya, kali ini dengan bahasa yang sangat kasar.

“Waduh! Itu pertanyaannya kasar banget, Bang? Hihihihi.” Rafael terkikik geli.

“Ya elah, sesama cowok gak usah sok jaim segala kali. Kapan?” Jay menegaskan sekali lagi.

“Wah!” Rafael tertegun bingung, “Maaf, Bang. dalam urusan begituan, sepertinya kita emang gak jauh beda, hehehehe,” bisiknya sambil terkekeh.

“Waktu kelas dua SMP juga?” Kali ini Jay yang terbelalak menatap wajah ganteng nan polos Rafael yang tersipu malu-malu kucing.

“Kelas tiga, tepatnya usah hampir mau masuk SMA. Tapi bukan sama mantan guru. Tolong jangan disebarin, ya Bang. Saya malu, terlalu dini saya mengenal begituan.” Rafael mengklarifikasi dengan nada serius namun sedikit santai, dadanya pun sudah mulai terasa sedikit plong.

“Wow, ternyata….” Jay benar-benar terkesima dan kagum mendengar jawaban jujur Rafael yang tidak pernah diduga-duga sebelumnya.

“Ya begitulah, Bang. Anggap aja akibat salah pergaulan, hehehe.”

“Tapi setelah itu, jadi ketagihan kan?”

“Kagak ketagihan juga. Hanya emang jadi kaya gampang aja dapat yang gituan lagi setelahnya, heheheh….” Rafael terkekeh membekap mulutnya.

“Halah, sama aja namanya ketagihan, Rafa! Berarti lu udah lama jadi pemain. Pernah jadi gigolo?” Jay kembali bertanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

“Jadi gigolo? Kagak pernah lah, Bang!” tolak Rafael dengan nada keras. ‘Cuma hampir aja jadi itu,’ lanjutnya dalam hati.

“Hehehe, kalau pun pernah, ya gak masalah juga. Elu emang pantas jadi gigolo brondong, bisa langsung jadi idolanya tege. Komuk ganteng, body keren, and yang terpenting kontol lu juga keliatannya lumayan gede juga. Gua aja yang komuk pas-pasan gini, masih laris kok nyambi jadi gigolo.” Jay bicara terus terang.

“Abang suka jadi gigolo?” tanya Rafel pelan, takut terdengar oleh yang lain, padahal hanya mereka berdua di sana.

“Bukan suka sih. Anggap aja side job, alias kerja sampingan. Duit. Semua demi duit, Raf.”

“Istri Abang tahu?” Rafael makin terperangah dengan jawaban jujur dan sok bangganya dari Komandan Satpam yang ternyata sangat mesum itu.

“Kagak lah. Bini gua tahunya cuma duit, duit dan duit.”

“Oh my God! Jadi beneran, gigolo itu dapat duit ya, Bang?” Rafael pura-pura polos.

“Heheheh, lebih dari itu sih. Selain dikasih duit, dapat makan, tidur di tempat mewah, kadang jalan-jalan gratis. Yang terpenting lagi, bisa ngentot sepuas-puasnya. Nikmat mana lagi yang kau dustakan? Hahahahaha.” Jay tertawa terbahak-bahak.

“Astagfirullah, Bang Jay!” seru Rafael dengan kedua biji matanya yang sengaja dibelalakan agar tekesan kaget dan sangat polos.

“Ya, kenyataannya emang begitu, Raf. Kalau lu minat, gua bisa kok ngajarin atau masukin lu ke komunitas gua.”

“Komunitas gigolo?” Tak sadar pertanyaan itu meluncur dari mulut Rafael.

“Yes!” balas Jay mantap.

“Kagak mau! Saya udah insyaf, Bang.” Rafael menepis.

“Udah insyaf? Berarti lu pernah jadi gigolo doong?” Jay kembali tersentak.

“Kagak lah. Saya emang bukan orang suci. Pernah beberapa kali begituan sama beberapa cewek, tapi bukan jadi gigolo juga. Kan gak pernah dibayar, hehehehe.”

“Iya juga ya. Gua sih nawarin aja, siapa tahu lu mau cari duit dengan cara gampang.” Jay sedikit mengalah.

“Saya gak minat, Bang, maaf. Oh iya, kalau sama orang kantor sini, pernah gituan juga?” Rafael menyelidik lebih dalam.

“Kagak dong. Gua kan harus jaga image juga. Bahaya kalau sampai ketahuan, bisa dipecat itu, hehehehe.”

“Oh, kirain…...” balas Rafael ngambang.

“Gua berani terbuka aja cuma sama lu, karena yakin lu bukan cowok ember.”

“Iya sih, abang juga tolong jaga rahasia saya tadi itu.”

“Yoi, sesama bis kota, jangan saling usik apalagi saling mendahului, hehehehe…”

^*^

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Selingkuh
8.9
Dunia Stela runtuh seketika saat ia memergoki suaminya berselingkuh di depan matanya sendiri. Meski hatinya hancur lebur melihat pria yang dicintainya bermesraan dengan wanita lain, ia menolak untuk menyerah dan pergi begitu saja. Di tengah rasa sakit yang mendalam, Stela memilih bertahan demi menjalankan rencana balas dendam yang matang. Ia bertekad membuat sang suami membayar mahal kesalahannya dan merasakan kepedihan serupa yang kini tengah ia rasakan sendirian.
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Tiga tahun Giselle bertahan dalam pernikahan dingin, hanya menerima kebencian dari Lucian. Begitu menyerah dan memilih cerai, ia bangkit sebagai CEO rival yang disegani. Satu demi satu identitas rahasianya terkuak, mulai dari peretas andal hingga desainer elite. Lucian yang dulu memandang sebelah mata kini berbalik mengejarnya dengan obsesi besar. Namun, meski sang mantan suami memohon kesempatan kedua, bagi Giselle semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Kehidupan ceria Leora Adhisti, putri Prayoga Alexander, hancur setelah bisnis keluarganya di New York bangkrut. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas. Adnan adalah seorang miliarder tampan, dingin, dan angkuh yang dijuluki Mr. Devil. Di tengah kesulitan hidupnya, mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam dari suami kontraknya tersebut?
Sampul Novel Janji yang Hancur, Cinta yang Tak Terucap
9.5
Bara mendedikasikan enam tahun hidupnya untuk Isabella dan sang ibu mertua. Sialnya, pengorbanan itu dibalas pengkhianatan saat Isabella menyebut pernikahan mereka cuma utang budi. Usai ibunya wafat, Isabella berpaling ke mantan kekasihnya hingga hamil. Badai konflik berujung pada keguguran dan perceraian keduanya. Namun, saat Bara terancam ditabrak, Isabella justru tamengnya hingga tewas. Di akhir hayatnya, terungkap fakta pilu bahwa bayi yang gugur itu sejatinya anak kandung Bara.
Sampul Novel Suami Tiga Bulan
8.5
Manda, seorang direktur sukses berusia 35 tahun, terancam dicopot dari jabatannya jika tidak cepat menikah dan punya anak demi memenuhi syarat sang Oma. Di tengah keputusasaan, ia menawarkan kesepakatan gila kepada Adam, sekuriti tampan yang sedang terlilit utang. Manda bersedia melunasi seluruh utang Adam, asalkan pria itu mau menjadi suaminya selama tiga bulan dan membuatnya hamil. Akankah pernikahan kontrak ini berhasil menyelamatkan karier Manda?
Sampul Novel The Letter I Wrote For You
8.4
Arshaka Januar memendam rasa cinta mendalam pada sahabatnya, Earlyta Camille, walau tahu perasaan itu salah dan tak berbalas. Namun, melihat Earlyta sangat menderita dalam pernikahan yang menyiksa memicu hasrat Arshaka untuk merebutnya. Meski yakin mampu memberikan kehidupan yang jauh lebih membahagiakan, Arshaka didera kenyataan pahit bahwa dirinya mungkin bukanlah sosok yang bisa menjadi sumber kebahagiaan sejati bagi wanita tersebut.