APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Dianggap Oleh Suami dan Anakku

Tak Dianggap Oleh Suami dan Anakku

Pernikahan lima tahun Chloe yang tampak sempurna ternyata menyimpan kepedihan. Di balik sosok suami penyayang dan putra menggemaskan, suaminya tak pernah melupakan cinta pertamanya. Saat malam tahun baru, sang suami justru membawa putra mereka menemani wanita itu menonton kembang api. Menyadari anaknya yang dilahirkan dengan taruhan nyawa kini ingin mengganti ibu, Chloe memutuskan untuk melepaskan mereka dan memilih bercerai.
Bab
Bagikan

Bab 7

Apa ini pilihan yang bisa dilakukan manusia? Luther selalu punya cara untuk terus menurunkan standar dirinya.

"Kelihatannya kamu sudah kehabisan bala bantuan." Pelaku pelecehan itu menyeringai puas.

Chloe mengeluarkan kunci dari saku dan langsung menusukkannya ke mata pria itu.

Pelaku menjerit keras, lalu melayangkan tinju ke arah Chloe. Perkelahian terjadi. Chloe menerima beberapa pukulan telak, tetapi dia memanfaatkan celah dengan menendang keras kemaluan pria itu. Saat pria itu kesakitan dan terkapar, Chloe merebut ponselnya dan menelepon polisi.

Polisi datang dan menanyakan situasinya. Chloe pun bertanya, "Apa tadi ada laporan polisi untuk lokasi ini?"

Polisi menjawab dengan santai, "Nggak ada."

Heh. Bahkan untuk menelepon polisi pun Luther malas.

Setelah selesai melapor di kantor polisi dan mengobati lukanya di rumah sakit, dokter memuji daya tahannya menghadapi pukulan berat. Chloe hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa. Serangan mental yang lebih parah pun bisa dia terima, apalah artinya cedera fisik ini?

Ketika semua urusan selesai, waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari. Chloe menyeret tubuhnya yang lelah untuk pulang. Rumah sunyi tanpa tanda-tanda kehidupan. Dia merebahkan diri di sofa, kehilangan semua energi.

Entah berapa lama, suara pintu terbuka memecah keheningan. Lampu menyala, menyilaukan mata. Chloe memicingkan mata, mengangkat tangan menutupi cahaya. Dari sela-sela jari, dia melihat Luther masuk bersama Raiden.

"Huh! Sudah kuduga kamu cuma berakting buat ganggu Papa!" Raiden mencibir tanpa ampun.

Chloe tak punya tenaga untuk menegur. Dia memejamkan mata, malas memedulikan ayah dan anak itu. Suaranya datar saat berujar, "Mau ambil apa, cepat ambil. Aku mau istirahat dengan tenang."

Luther menatapnya. Memar di sekujur tubuh, pipi bengkak, kuku patah. Namun, Chloe tetap diam, seolah-olah hanya tersisa kelelahan untuk Luther. Bahkan tidak ada niat untuk mengadu. Padahal, suaminya seharusnya menjadi tempat perlindungannya.

Melihat Raiden yang sama sekali tak peduli dengan kondisi ibunya, hati Luther mendadak mencelos. Bagaimana anaknya bisa berubah sekejam ini?

Karena tak mendengar suara untuk waktu yang lama, Chloe membuka mata dan melirik sekilas. "Mau aku minta maaf karena merusak kencanmu? Ya sudah, aku minta maaf."

Dia hanya ingin cepat-cepat mengakhiri percakapan.

Luther malah berkata pada Raiden, "Masuk kamar, tidur." Kemudian, pria itu keluar dari rumah.

Dia tak tahu suaminya mau ke mana dan tak peduli.

Namun, setengah jam kemudian, pintu terbuka lagi. Luther masuk dengan kantong berisi obat. Pria itu berjongkok di hadapan Chloe, menyiapkan kapas dan antiseptik.

Gerakan itu membuat Chloe membuka mata. "Mau apa? Lukaku sudah diobati. Berpura-pura peduli sekarang? Apa gunanya?"

Alis Luther berkerut, nadanya jengkel. "Aku sudah obati lukamu, kamu masih marah-marah? Chloe, kamu memang suka diperlakukan buruk ya? Harus disakiti baru puas?"

Chloe tersenyum sinis. "Jadi, kamu juga sadar kalau kamu memang jahat padaku?"

Pria itu terdiam, malas berpura-pura baik lagi. Dia melempar kapas dan antiseptik ke meja, berdiri tegak menatap ke bawah. "Sudah kubilang jangan ke tempat seperti itu. Kamu yang nggak dengar. Sekarang celaka sendiri, mampus!"

Mampus? Hebat. Luther selalu bisa menemukan celah di tubuhnya yang penuh luka untuk kembali menusukkan belati.

Chloe bahkan tak punya energi untuk marah. Dia hanya menatap Luther, lalu bertanya, "Terus, kamu dan Monica bertemu lagi di mana?"

Seingatnya, Monica sendiri yang bilang di bar. Setelah bertanya, dia tak peduli dengan ekspresi Luther, langsung menarik selimut untuk menutupi kepala. Lelah. Benar-benar lelah. Kenapa dia harus menanggung ini semua?

Masih ada setengah bulan, tetapi dia bahkan tidak bisa bertahan selama satu jam lagi.

Sayup-sayup, Chloe mendengar ponsel Luther berbunyi berkali-kali, tetapi tak diangkat. Beberapa saat kemudian, Raiden keluar dari kamar sambil membawa ponsel, berteriak tanpa sungkan, "Papa, Bibi Monica telepon!"

Setengah jam setelah itu, Luther dan Raiden pergi. Padahal sekarang sudah dini hari.

Setelah mereka pergi, Chloe baru bisa tidur dengan tenang. Saat bangun, hari sudah gelap lagi. Dia bangkit, tubuhnya terasa remuk.

Sudah berhari-hari, tetapi Luther tak pernah menanyakan soal ponselnya. Kalau pria itu menelepon sekali, pasti tahu ponselnya tak bisa dihubungi.

Dengan tenaga yang tersisa, Chloe keluar untuk membeli makanan. Baru sampai di bawah, dia melihat Luther dan Monica sedang bermesraan di tikungan.

Saat itu juga, bayangan hitam melintas di sisinya. Dalam sekejap, perutnya terasa perih. Dia pun menunduk, mendapati darah segar mengalir deras. Kepalanya terangkat, dia terpaku.

Di sana, Monica menjerit, memeluk lengan Luther erat-erat. "Luther! Aku takut!"

Pelaku itu panik karena mendengar teriakan. Dia buru-buru menusuk Chloe sekali lagi, lalu kabur. Tubuh Chloe perlahan ambruk ke tanah, pandangannya tertuju ke arah pria yang masih berdiri di sisi Monica ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel Hukum Sang Pewaris Cacat
8.7
Pasca kematian istrinya, Don mafia Damon Valenti frustrasi karena Enzo, bayinya, terus menolak susu formula. Di tengah situasi kritis ini, ia bertemu Isabella Moreno yang baru saja kehilangan anaknya. Damon pun menawarkan sebuah kontrak kerja dingin agar Isabella bersedia menjadi ibu susuan bagi Enzo. Namun, kelembutan Isabella justru memicu obsesi gelap dalam diri Damon. Sang penguasa mafia kini terjerat gairah berbahaya pada wanita yang seharusnya hanya menjadi pekerja.
Sampul Novel Malam Panas, Hati yang Membeku
9.8
Saat penglihatannya kembali, Mia justru menemukan bukti perselingkuhan Morin berupa pakaian dalam asing di kamar mandi. Memilih bungkam, ia menyaksikan langsung pengkhianatan kejam Morin yang bercumbu dengan wanita lain di hadapannya, memanfaatkan kebutaan Mia yang ia kira masih ada di bawah kebisingan musik. Terluka namun bertekad, Mia berpura-pura meraba jalan ke lantai atas untuk menghubungi Yuvan. Ia bersedia menjadi pengganti cinta pertama pria itu, asalkan Yuvan membantunya membalas dendam.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida, desainer perfeksionis yang menutup diri dari cinta, mendadak bimbang. Kakeknya menjodohkannya dengan Hadyan yang mapan. Di sisi lain, ada Leandra, pemuda yang jauh lebih muda dan berbeda status sosial, yang mengejarnya secara agresif. Saat Leandra nekat memperjuangkan perasaannya, sebuah rahasia besar muncul dan mengancam hubungan mereka bahkan sebelum dimulai. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Alvida di tengah konflik ini?
Sampul Novel Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!
9.6
Tiga tahun menikah, Shanaya menyadari Adrian hanya mencintai kakak iparnya. Sadar hanya dianggap istri penurut, ia diam-diam menyiapkan perceraian tanpa mengusik suaminya. Saat Shanaya sukses menciptakan obat kanker legendaris dan dipuja dunia, Adrian berlutut penuh penyesalan memohonnya kembali. Namun, segalanya terlambat ketika sosok pria paling berkuasa yang dingin dan tak tersentuh merengkuh pinggang Shanaya, menegaskan bahwa wanita itu kini siap melangkah ke pelaminan bersamanya.