APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Dianggap Oleh Suami dan Anakku

Tak Dianggap Oleh Suami dan Anakku

Pernikahan lima tahun Chloe yang tampak sempurna ternyata menyimpan kepedihan. Di balik sosok suami penyayang dan putra menggemaskan, suaminya tak pernah melupakan cinta pertamanya. Saat malam tahun baru, sang suami justru membawa putra mereka menemani wanita itu menonton kembang api. Menyadari anaknya yang dilahirkan dengan taruhan nyawa kini ingin mengganti ibu, Chloe memutuskan untuk melepaskan mereka dan memilih bercerai.
Bab
Bagikan

Bab 4

Pukul 10 malam, Chloe berbaring di bawah selimut, membungkus dirinya rapat-rapat, tetapi tetap tak bisa menahan rasa dingin yang menjalar ke seluruh tubuh. Kepalanya terasa berat, pandangannya berkunang-kunang, tubuhnya panas dingin.

Dia tidak tahu kapan tertidur, juga tidak tahu kapan terbangun. Chloe bangkit dengan langkah goyah, ingin menuangkan air panas untuk dirinya sendiri. Namun, tangannya melemas. Teko air panas jatuh menghantam lantai, air mendidih memercik mengenai kakinya.

Rasa perih yang menusuk membuatnya sedikit sadar. Dia refleks masuk ke kamar mandi untuk menyiram air dingin. Baru saja memutar kran, tiba-tiba kepalanya berputar hebat dan tubuhnya jatuh terjerembap ke dalam bak mandi.

Dalam kesadaran yang memudar, pikiran terakhirnya adalah apakah dirinya akan mati di sini?

Ternyata Tuhan masih mengasihinya. Saat Chloe terbangun di rumah sakit, dia merasakan kelegaan sekaligus rasa syukur karena masih hidup. Namun, Tuhan tidak terlalu berbaik hati padanya karena orang pertama yang dia lihat adalah Luther. Pria itu berdiri di ambang pintu dengan wajah kelam, seakan-akan menyimpan bara amarah.

Luther melangkah cepat ke sisi tempat tidurnya. Tanpa peduli wajah pucat Chloe, pria itu langsung mencengkeram kerah bajunya dan menghardik dengan suara keras, "Kamu gila ya? Drama kasihan biasa nggak mempan, sekarang pakai cara ekstrem begini buat cari perhatianku?"

"Uhuk ... uhuk ...." Chloe yang baru saja siuman dan belum pulih total pun tersentak oleh cengkeramannya hingga batuk hebat. Dia batuk sampai bibirnya memucat dan matanya memerah.

Namun, Luther mengira dia hanya berpura-pura sehingga menghardik lebih keras, "Jangan pakai trik murahan ini! Kamu bisa tipu orang tuaku, tapi nggak bisa tipu aku!"

Setelah batuk mereda, Chloe menarik napas dengan susah payah, menepis tangan Luther. Kemudian, dengan wajah pucat, dia berkata pelan, satu demi satu kata, "Aku bukan cari perhatian. Semalam aku jalan kaki empat jam dari pemakaman, kehujanan, demam, dan jatuh karena kehabisan tenaga."

"Kalau bisa memilih, aku lebih rela kamu nggak memberiku perhatian apa pun untuk seumur hidup." Dia sudah cukup menderita untuk pria ini.

Luther tertegun, melepaskan genggamannya, bertanya dengan ragu, "Kamu ... jalan kaki pulang?"

Untuk apa membahas itu sekarang? Chloe merapikan kerah bajunya, berbaring kembali, menarik selimut menutupi tubuhnya.

Tak lama kemudian, Raiden masuk sambil berteriak, "Papa! Ngapain lama-lama sama si nenek sihir? Bibi Monica sudah nunggu lama!"

Dia melotot ke arah Chloe seolah-olah Chloe adalah pengganggu keluarga mereka.

"Sekarang teknologi canggih, nggak bisa pesan taksi? Pasti pura-pura, 'kan? Aku sering lihat di TV, orang kayak kamu sangat menjijikkan!"

Luther sempat merasa ucapan itu berlebihan, tetapi demi menghindari rasa bersalah yang menyeruak, dia memilih percaya dan tertawa dingin. "Chloe, aku sudah meremehkanmu."

Saat ini, Monica muncul, bersandar di pintu sambil berkata dengan lemah, "Luther, aku pulang dulu saja. Sepertinya kondisi Chloe parah banget ...."

Belum sempat lanjut, tubuhnya oleng ke samping.

Luther langsung menyerbu ke arahnya, menahan tubuh Monica dengan wajah penuh kecemasan. "Kalau pusing, duduk saja. Aku cuma lihat sebentar, lalu pergi."

"Heh." Chloe terkekeh-kekeh. Ternyata Luther bukan datang untuk menjenguknya.

Monica kembali bersandiwara. "Nggak apa-apa, kamu urus Chloe saja ... eh!"

Dia terkejut karena Luther tiba-tiba menggendongnya.

Saat pergi, Luther hanya melontarkan kalimat dingin, "Berhenti lakukan hal yang sia-sia."

Raiden mengikuti sambil menjulurkan lidah dan membuat wajah mengejek.

Seorang perawat masuk untuk mengganti perban Chloe, memandang dengan iri. "Itu kakak dan kakak iparmu ya? Kompak sekali."

Chloe menjawab dengan nada datar, "Itu suami dan anakku, bersama cinta pertamanya."

Perawat terdiam, lalu mendadak marah. "Pantas saja kelakuan cewek itu lebai. Nggak sakit serius, tapi periksa ini itu. Cuma cari perhatian!"

Emosi perawat yang tiba-tiba meledak justru membuat Chloe agak lega, bahkan tersenyum tulus untuk pertama kalinya dalam setahun ini.

Untungnya, cederanya tidak parah. Setelah seminggu, dokter mengizinkannya pulang. Hari itu, tak ada yang menjemputnya.

Chloe menatap langit biru dengan awan putih, merasakan semilir angin di wajahnya. Belum pernah dia merasa sebebas ini, seolah-olah dia hidup kembali.

Dia berjalan sendirian di jalanan rindang, langkahnya semakin cepat, hingga akhirnya berlari kecil. Ternyata, melepaskan beban hati terasa sebebas ini.

Sesampainya di rumah, pintu terbuka. Teko yang jatuh itu masih tergeletak di lantai, seolah-olah menunjukkan betapa paniknya situasi saat dia diselamatkan hari itu. Namun, ini juga menunjukkan bahwa Luther tidak pernah pulang sekali pun.

Namun, dia tidak merasakan apa-apa. Dia langsung masuk ke ruang pakaian, mengemasi baju-baju baru yang masih berlabel dan boneka-bonekanya. Kalau bukan karena tetangga yang menolong memanggil ambulans, mungkin dia sudah mati di rumah ini.

Dia mengemas baju, boneka, dan peralatan dapur yang belum pernah dipakai. Totalnya ada tiga kotak besar. Setelah berbicara dengan tetangga, tetangganya setuju menyimpannya.

Ruang pakaian kini kosong, hanya tersisa satu mantel dan beberapa baju yang dipakai sehari-hari. Matanya menyapu sekeliling, lalu dia membuka sebuah laci tersembunyi dan mengeluarkan sebuah buku berisi desain.

Dulu sebelum menjadi istri Luther, dia adalah desainer perhiasan yang cukup terkenal. Semua itu dia tinggalkan demi pria itu.

Nanti saat pergi, dia akan membawa mimpinya sendiri. Ketika sedang berkemas, tiba-tiba terdengar suara Luther dari pintu. "Chloe?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel Hukum Sang Pewaris Cacat
8.7
Pasca kematian istrinya, Don mafia Damon Valenti frustrasi karena Enzo, bayinya, terus menolak susu formula. Di tengah situasi kritis ini, ia bertemu Isabella Moreno yang baru saja kehilangan anaknya. Damon pun menawarkan sebuah kontrak kerja dingin agar Isabella bersedia menjadi ibu susuan bagi Enzo. Namun, kelembutan Isabella justru memicu obsesi gelap dalam diri Damon. Sang penguasa mafia kini terjerat gairah berbahaya pada wanita yang seharusnya hanya menjadi pekerja.
Sampul Novel Malam Panas, Hati yang Membeku
9.8
Saat penglihatannya kembali, Mia justru menemukan bukti perselingkuhan Morin berupa pakaian dalam asing di kamar mandi. Memilih bungkam, ia menyaksikan langsung pengkhianatan kejam Morin yang bercumbu dengan wanita lain di hadapannya, memanfaatkan kebutaan Mia yang ia kira masih ada di bawah kebisingan musik. Terluka namun bertekad, Mia berpura-pura meraba jalan ke lantai atas untuk menghubungi Yuvan. Ia bersedia menjadi pengganti cinta pertama pria itu, asalkan Yuvan membantunya membalas dendam.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida, desainer perfeksionis yang menutup diri dari cinta, mendadak bimbang. Kakeknya menjodohkannya dengan Hadyan yang mapan. Di sisi lain, ada Leandra, pemuda yang jauh lebih muda dan berbeda status sosial, yang mengejarnya secara agresif. Saat Leandra nekat memperjuangkan perasaannya, sebuah rahasia besar muncul dan mengancam hubungan mereka bahkan sebelum dimulai. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Alvida di tengah konflik ini?
Sampul Novel Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!
9.6
Tiga tahun menikah, Shanaya menyadari Adrian hanya mencintai kakak iparnya. Sadar hanya dianggap istri penurut, ia diam-diam menyiapkan perceraian tanpa mengusik suaminya. Saat Shanaya sukses menciptakan obat kanker legendaris dan dipuja dunia, Adrian berlutut penuh penyesalan memohonnya kembali. Namun, segalanya terlambat ketika sosok pria paling berkuasa yang dingin dan tak tersentuh merengkuh pinggang Shanaya, menegaskan bahwa wanita itu kini siap melangkah ke pelaminan bersamanya.