APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Dalam novel modern Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi, Bimo menghadapi kehancuran harga diri karena terus dihina sang istri akibat performa ranjangnya yang buruk. Putus asa, ia menerima tawaran tak biasa dari mama mertuanya yang berjanji akan mengajarinya secara langsung demi memuaskan istrinya. Namun, situasi menjadi liar saat bantuan tersebut tidak hanya datang dari sang mertua, melainkan juga melibatkan kakak dan adik iparnya dalam pusaran rahasia keluarga yang tabu.
Bab
Bagikan

Bab 7

Penghinaan

S-Sella?! Sejak kapan kamu berdiri disana?!”Tanya Bimo terkaget-kaget saat melihat istrinya itu sudah berdiri di hadapannya.

Sella menatapnya dengan wajah penuh selidik.”Seharusnya aku yang nanya begitu sama kamu, Mas! Ngapain kamu keluar dari kamar Mama hanya dengan mengenakan sarung saja?”

Keringat dingin mulai bercucuran membasahi pelipis Bimo. Lidahnya terasa kelu untuk menjawab pertanyaan istrinya itu.

“Kenapa cuma diem, Mas? Apa kamu gak punya mulut?”Tanya Sella masih menunggu jawabannya.

“I-itu a-anu, aku.. “Belum sempat Bimo menjawab, terdengar suara derit pintu yang terbuka di belakangnya.

Mayang berjalan menghampiri mereka dan berdiri tepat di samping Bimo. ”Mama habis mijatin Bimo. Tadi Bimo ngeluh kurang enak badan pas balik ngantor. Mama kasihan melihatnya, makanya Mama bantu pijatin dia. Kamu kok ketus banget ngomong sama suami kamu, gak sopan.”

Sella memutar bola matanya malas.”Oh gitu, yaudah aku capek banget sekarang. Aku mau ke kamar dulu.”Sella melangkah pergi meninggalkan mereka menuju ke kamarnya dengan wajah acuh tak acuh.

Bimo kembali menarik nafas lega. Kali ini dia selamat berkat bantuan Mayang.

Mayang menepuk pundaknya. Wajah wanita itu tampak prihatin menatap Bimo. “Bimo maafin Sella ya. Sella hanya kecapekan saja makanya jadi ketus begitu. Tolong jangan diambil hati. “

“Iya ma, tidak apa-apa. Bimo sudah biasa kok. Bimo masuk ke kamar dulu,”Bimo buru-buru pergi menyusul Sella di kamarnya untuk menghindari situasi canggung ini. Ia benar-benar malu berhadapan langsung dengan mama mertuanya setelah sesi pijatan itu selesai dilakukan.

Sesampainya di kamar, Bimo kembali dikagetkan saat melihat Sella mengeluarkan benda panjang berwarna hitam legam yang jauh lebih besar dan panjang dari benda sebelumnya. Ukurannya Bimo perkirakan mungkin sekitar 20 cm.

“S-Sella, kamu membeli barang ini lagi? “ Tanya Bimo dengan suara bergetar, hatinya benar-benar hancur karena Sella sekarang sudah mulai mengoleksi benda-benda mati itu.

Sella menatapnya remeh.”Kalau iya kenapa? Masih mending aku begini kan dibandingkan nyari cowok lain di luar sana. Benda kemarin masih kurang enak. Kayaknya ‘mainan’ baruku ini jauh lebih mantap. “

Sella melepaskan celana dalamnya lalu melemparnya tepat di wajah Bimo. Setelah itu Sella membuka laci yang ada di sampingnya dan mengambil sebuah pelumas. Pelumas itu Sella oleskan langsung ke mainan barunya.

“Lihat baik-baik Mas, bagaimana mainan baruku ini lebih memuaskan aku dibandingkan milikmu yang tidak berguna itu,”Sella menekan tombol dan seketika benda hitam panjang itu mulai bergetar. Sella memasukkan benda itu ke dalam lembah kenikmatannya seraya menggigit bibir bawahnya.

Suara erangan lolos dari bibir Sella diiringi suara berisik dari benda itu. Bimo hanya bisa tertegun menatapnya tanpa berkedip. Hatinya terasa sesak hingga membuatnya sukar untuk bernafas dalam beberapa detik.

“Aduh enak banget, Mas. Rasanya aku ingin pipis! “

Tak sampai dua menit, Sella kembali mengerang panjang sambil menatap remeh ke arah Bimo. Dada Sella terlihat naik turun dengan nafas terengah-engah, keringatnya bercucuran dan terlihat mengkilap di bawah remang lampu kamar mereka.

“Lihat Mas, hanya sebentar saja benda ini mampu membuatku klimaks dengan mudahnya. Benda ini bisa mencapai titik nikmat terdalamku dengan mudah dibandingkan milikmu yang mungil dan loyo itu! “Hina Sella membuat hati Bimo semakin hancur berkeping-keping.

Bimo tidak menjawab sepatah katapun hinaan istrinya itu, ia mengepalkan kedua tangannya erat menahan luapan amarahnya yang selama ini ia simpan rapat-rapat.

Sella beranjak dari ranjang dan secara sengaja menabrak bahu Bimo. Bimo hanya bisa diam dan menatap punggung istrinya itu menghilang dari balik kamar mandi. Giginya gemeretak, ia sudah tidak tahan terus direndahkan seperti ini. Namun, ia kembali teringat kata-kata Mayang sebelumnya.

“Tunggu selama 3 bulan, setelah itu aku akan membuatmu menangis oleh kenikmatan di bawah kungkunganku, Sella,”Batinnya.

***

Keesokan harinya, Bimo terbangun dan melihat Sella sudah tidak ada lagi di sampingnya. Sepertinya Sella sudah lebih dulu keluar dari kamar mereka.

Selama ini Bimo merasa hampa tanpa adanya kehangatan yang nyata seperti yang ia rasakan saat mereka berpacaran dulu. Sella semakin bersikap dingin dan seringkali acuh tak acuh terhadap dirinya. Tatapannya tak sengaja menangkap benda hitam itu masih tergeletak di atas nakas.

Nyes

Hatinya terasa pedih, segala usahanya tidak pernah dihargai. Bimo mencoba memalingkan pandangannya dari benda itu lalu bangkit dari tidurnya. Ia bergegas mandi lalu memakai setelan kantornya yang rapi.

Selama ini yang mencuci dan menyetrika bajunya adalah Mayang. Sella tidak pernah sekalipun memperhatikannya untuk hal-hal sekecil apapun. Dia sangat mengerti kalau Sella juga memiliki kesibukan sendiri, tapi apakah ia salah jika menuntut perhatian sedikit saja dari istrinya?

Bimo melangkah gontai menuju dapur, tidak seorangpun ada di meja makan. Bimo hanya melihat Mayang yang tengah sibuk di dapur menyiapkan bekal untuknya seperti biasa. Suara senandung mama mertuanya itu terdengar begitu merdu diiringi musik yang diputar oleh radio.

Pinggul Mayang yang lumayan besar bergoyang kesana kemari mengikuti irama alunan musik. Saat Mayang berbalik, barulah Bimo segera memalingkan pandangannya ke arah lain.

“Bimo, kamu sudah sarapan?”Tanya Mayang menyapanya.

“B-belum, Ma. Apa Sella sudah berangkat duluan?”Tanya Bimo mengusir rasa gugupnya karena teringat pijatan semalam. Pagi ini benar-benar canggung karena hanya ada mereka berdua saja.

Mayang berjalan mendekatinya dan berdiri tepat di hadapannya. Aroma parfum mawar yang menguar dari tubuh mama mertuanya itu tercium begitu jelas menusuk indranya.“Matamu terlihat sembab, apa kamu tidak cukup tidur semalam? Apa kamu kembali bertengkar dengan Sella?”

“T-tidak, Ma. Kami tidak bertengkar kok. Hubungan kami baik-baik saja,”Jawab Bimo berbohong. Ia tak bisa menceritakan perlakuan kasar yang selama ini Sella lakukan terhadap dirinya.

“Mama tau kamu berbohong, tapi Mama tidak akan memaksamu untuk bicara jika kamu tidak ingin menceritakannya. Kalau ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan, kamu bisa curhat sama Mama. Sekarang ayo sarapan dulu, kamu pasti lapar. Mama akan menemanimu,”Mayang menuntun Bimo untuk duduk di meja makan bersamanya.

Bimo duduk di sebelahnya dan memperhatikan bagaimana mama mertuanya itu dengan telaten melayaninya. Mulai dari membalik piring dan menuangkan nasi goreng kampung di atasnya.

“Ayo makanlah, nanti kamu telat masuk ke kantor Nak Bimo,”Suara Mayang membuat Bimo langsung tersadar dari lamunannya. Ia sedikit berdehem mengusir rasa gugupnya karena tak sengaja menatap Mayang.

Tangannya bergerak menyendok nasi goreng itu ke dalam mulutnya dan mengunyah pelan. Sementara Mayang masih duduk di sampingnya dan memperhatikannya.

“Nak Bimo, kalau kamu mau Mama bersedia menggantikan tugas Sella,”ucap Mayang tiba-tiba hingga membuat Bimo tersedak dan terbatuk-batuk saat mendengarnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B72114" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B72114
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan inginku Selingkuh
9.1
Menjunjung tinggi kesetiaan tak melindungi Ruela dari pengkhianatan Frans. Suaminya itu justru berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Alih-alih meratapi nasib, Ruela memilih bangkit demi menuntut balas. Di tengah rencana pembalasan dendam tersebut, takdir mempertemukannya dengan Felix, pemuda yang melewati malam penuh gairah bersamanya. Mampukah Ruela menghancurkan para pengkhianat di hidupnya? Inilah kisah penuh luka, ambisi, dan pertemuan tak terduga.
Sampul Novel Cintaku Sudah Habis
8.1
Fitnah kejam dari Rina menghancurkan kisah cinta Kaluna dan Citra hingga berakhir tragis. Kebencian mendalam kini menyelimuti hati Citra, namun sebuah rahasia besar yang selama ini tersembunyi perlahan mulai terungkap. Di tengah situasi pelik ini, Kaluna harus berjuang keras demi bertahan hidup dan menghadapi kemarahan sang mantan kekasih. Apakah kebenaran yang sesungguhnya dapat terungkap sebelum semuanya terlambat?
Sampul Novel Dimabukkan Cinta
8.3
Demi menyelamatkan pacar masa kecilnya yang terlilit utang miliaran, Delvina rela berhenti kuliah dan bekerja menjual miras. Sepuluh tahun berkorban, ia mengira lamaran sang kekasih adalah akhir yang bahagia. Namun, segalanya hancur saat Delvina menemukan riwayat obrolan di ponsel pria itu. Teman-temannya menghina dirinya terlalu tua dan kotor, bahkan mempertanyakan cara ia melunasi utang tersebut. Yang paling menyakitkan, terungkap bahwa kekasihnya telah memiliki anak dengan sekretarisnya.
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun menikah, rumah tangga Asmaraloka dan Cadis Diraizel yang harmonis mendadak diuji. Vonis mandul yang diterima Ara menjadi awal keretakan hubungan mereka. Walau sang CEO menerima keadaan tersebut dengan tulus, rasa rendah diri Ara justru memicu konflik baru. Keadaan kian rumit saat orang ketiga datang membawa kesalahpahaman di antara mereka. Akankah kekuatan cinta pasangan ini mampu melewati badai rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Membakar Habis Rumah Empat Kekasih Gadunganku
8.4
Alina Barata, sang ahli waris tunggal kerajaan bisnis, dikhianati oleh Damian Adiputra beserta tiga pria pelindungnya. Damian rupanya mencintai Luna dan nekat merencanakan kecelakaan demi merebut seluruh kekayaan Alina. Setelah lolos dari maut, Alina menyadari persekutuan jahat mereka. Dalam sebuah pesta yang dirancang untuk mempermalukannya lewat video pribadi, Alina tidak lagi tinggal diam. Ia siap membalas dengan rekaman rahasia yang akan menghancurkan reputasi mereka selamanya.
Sampul Novel Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam
9.4
Sephia terjebak dalam pernikahan paksa dengan Elandro Varela, seorang pewaris tak berbelas kasih. Hubungan ini bermula saat Sephia harus mengurus ibu Elandro setelah kecelakaan tragis. Alih-alih membina rumah tangga, Elandro memakai ikatan tersebut untuk melampiaskan dendamnya. Bagi Sephia, pernikahan ini adalah hukuman dan penjara emas penuh kebencian. Di tengah perang dingin yang menyiksa, sanggupkah Sephia bertahan, atau justru hancur oleh amarah Elandro?