APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Dalam novel modern Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi, Bimo menghadapi kehancuran harga diri karena terus dihina sang istri akibat performa ranjangnya yang buruk. Putus asa, ia menerima tawaran tak biasa dari mama mertuanya yang berjanji akan mengajarinya secara langsung demi memuaskan istrinya. Namun, situasi menjadi liar saat bantuan tersebut tidak hanya datang dari sang mertua, melainkan juga melibatkan kakak dan adik iparnya dalam pusaran rahasia keluarga yang tabu.
Bab
Bagikan

Bab 4

Pijatan Keperkasaan

​Bimo merebahkan tubuhnya dalam posisi telungkup di atas ranjang king size yang sangat empuk. Di tengah keheningan, Bimo merasakan detak jantungnya berdebar keras.

Sementara itu, Mayang sudah duduk di pinggir ranjang. ​Bimo hanya bisa memejamkan kedua matanya dengan perasaan cemas. Mayang membalurkan sedikit minyak zaitun di atas punggung Bimo, membiarkan cairan hangat itu mengalir dari pundak hingga ke tulang ekor.

​Bimo bisa merasakan tangan halus Mayang mulai menyentuh dan menekan punggungnya dengan teknik effleurage—gerakan mengusap yang panjang dan berirama dari pinggang naik ke arah bahu berulang kali. Sentuhan itu tidak hanya meredakan otot yang kaku, tapi juga membuat keperkasaannya semakin memberontak tak terkendali di balik sarung.

Bimo merutuki tubuhnya sendiri di dalam hati. “Mengapa tubuhku berkhianat seperti ini?”

Beberapa kali dia mengambil nafas dan menghembuskannya secara perlahan untuk mengusir perasaan gugupnya. Ia mencoba membayangkan hal-hal lain agar tidak terlalu terbawa suasana, namun semakin ia berusaha untuk tetap tenang, tetap saja tubuhnya bereaksi di luar kemampuannya.

Keperkasaannya yang menegang dan mengeras kini terjepit oleh bobot tubuhnya sendiri yang menekan ranjang—menciptakan rasa nikmat yang menyiksa tepat di bawah perutnya.

“​Sampai kapan aku harus bertahan dalam siksaan gairah ini?” batinnya menjerit.

Bimo tak memungkiri pijatan Mayang memang sangat nikmat sekali. Tekanan pekerjaan yang menumpuk membuat tubuhnya sering kali terasa pegal terutama di bagian bahu dan lengannya. Sentuhan Mayang seolah menemukan setiap titik lelah yang ia simpan selama ini.

​Mayang kemudian beralih ke teknik petrissage, yakni gerakan meremas dan menekan otot di bagian bahu serta belikat Bimo. Tekanannya begitu pas, seolah jemari Mayang tahu persis di mana letak titik-titik kelelahan Bimo.

"Rilekskan tubuhmu, Bimo. Jangan dilawan, biarkan sarafmu terbuka," bisik Mayang lembut. Hembusan nafasnya yang hangat terasa begitu dekat di telinga Bimo, mengirimkan getaran aneh yang membuat bulu kuduknya meremang.

​Di saat Bimo sedang terbuai oleh pijatannya, tiba-tiba Mayang mengubah posisi. Tanpa aba-aba, Mayang menduduki punggung bawahnya. Bimo agak tersentak kaget. Jantungnya serasa ingin melompat keluar saat ia merasakan kewanitaan dan bongkahan pantat Mayang bersentuhan langsung dengan kulit punggungnya yang licin oleh minyak.

“​Apakah Mama sama sekali tidak memakai celana dalam?!”batin Bimo dengan jantung berdebar keras di dalam dadanya. Ketakutan dan gairah bercampur menjadi satu di kepalanya.

Tekanan hangat dan empuk itu terasa begitu nyata menempel di pinggulnya, membuat aliran darah berdesir ke seluruh tubuhnya.

​“Bimo, Mama naik ke atas punggung kamu ya biar lebih leluasa. Mama akan gunakan teknik pijat tekan agar aliran oksigen di ototmu lancar,” bisik Mayang seraya membalurkan kembali minyak zaitun di atas punggungnya, lalu kembali memijatnya dari atas sampai ke bawah dengan bantuan berat badannya.

​“I… iya, Ma,” sahut Bimo dengan suara bergetar. Kepalanya mendadak blank karena gesekan pantat Mayang terus menekan punggungnya setiap kali wanita itu melakukan gerakan memijat. Bimo meremas ujung bantal dengan kuat, berusaha mati-matian menahan gairah yang menyiksa batinnya ini agar tidak segera meledak.

Cukup lama Mayang memberikan pijatan di atas punggungnya, menggunakan teknik dorongan telapak tangan yang kuat hingga ke pangkal leher. Setelah itu, Mayang perlahan turun dan berdiri di sisi ranjang.

​“Sekarang berbaliklah dengan posisi telentang, Nak Bimo. Mama akan memberikan pijatan untuk membuat keperkasaanmu menjadi semakin panjang, tebal, dan lebih tahan lama saat bertempur dengan istrimu nanti,” perintah Mayang.

​“I… iya, Ma,” Bimo kembali menelan ludahnya kasar. Dengan perlahan, ia berbalik dengan posisi telentang seperti yang sudah diperintahkan. Kini ia menghadap langsung ke arah langit-langit kamar dengan perasaan gugup dan malu.

​Mayang mulai melakukan pijatan di area perut. Pertama-tama, ia kembali membalurkan minyak zaitun di atas perut bawahnya Bimo yang berada dua jari di bawah pusar.

"Ini teknik penting untuk melancarkan sirkulasi di area vital," jelas Mayang lembut. "Pijatan ini berguna untuk membantu kontrol ejakulasi dan memperkuat kekuatan ereksi karena akan melancarkan darah tepat ke pusatnya."

​Mayang menekan lembut area itu dengan gerakan melingkar searah jarum jam, lalu diikuti dengan teknik vibration menggunakan ujung jarinya.

Tekanan itu membuat Bimo mendadak ingin pipis karena pijatan itu secara tidak langsung menekan kantung kemihnya. Namun, rasa tidak nyaman itu segera tertutup oleh desakan gairah yang kian meledak.

​Ditambah lagi, keperkasaannya terus memberontak di dalam sarungnya, membentuk gundukan besar yang sangat jelas terlihat di bawah lampu kamar yang redup. Bimo menutup matanya rapat-rapat, ia sangat malu dan takut Mayang akan menyadarinya.

Namun, tangan Mayang malah semakin aktif bergerak, seolah sengaja memancing reaksi tubuhnya lebih jauh.

​Mayang kemudian melakukan teknik pijat di area pangkal paha bagian dalam. "Saraf-saraf di sini adalah kunci daya tahanmu, Bimo," ucap Mayang lagi sambil melakukan gerakan gesekan yang menciptakan rasa panas yang menjalar di antara kedua paha Bimo.

Bimo meremas sprei ranjang hingga kusut, nafasnya tiba-tiba tercekat di tenggorokannya. Perasaannya berkecamuk antara ingin berhenti dan ingin merasakan lebih. Ia merasa sedang berada di ambang batas ketahanannya sebagai seorang pria.

​Tiba-tiba, Bimo merasakan ritme tangan Mayang berubah drastis. Pijatan itu tidak lagi berhenti di pangkal paha. Jemari yang licin karena minyak itu terus bergerak turun ke bawah, merayap melewati batas pinggang dan mulai menyelinap masuk ke balik kain sarungnya yang longgar.

​“T-tunggu, Ma! Itu—“

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan inginku Selingkuh
9.1
Menjunjung tinggi kesetiaan tak melindungi Ruela dari pengkhianatan Frans. Suaminya itu justru berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Alih-alih meratapi nasib, Ruela memilih bangkit demi menuntut balas. Di tengah rencana pembalasan dendam tersebut, takdir mempertemukannya dengan Felix, pemuda yang melewati malam penuh gairah bersamanya. Mampukah Ruela menghancurkan para pengkhianat di hidupnya? Inilah kisah penuh luka, ambisi, dan pertemuan tak terduga.
Sampul Novel Cintaku Sudah Habis
8.1
Fitnah kejam dari Rina menghancurkan kisah cinta Kaluna dan Citra hingga berakhir tragis. Kebencian mendalam kini menyelimuti hati Citra, namun sebuah rahasia besar yang selama ini tersembunyi perlahan mulai terungkap. Di tengah situasi pelik ini, Kaluna harus berjuang keras demi bertahan hidup dan menghadapi kemarahan sang mantan kekasih. Apakah kebenaran yang sesungguhnya dapat terungkap sebelum semuanya terlambat?
Sampul Novel Dimabukkan Cinta
8.3
Demi menyelamatkan pacar masa kecilnya yang terlilit utang miliaran, Delvina rela berhenti kuliah dan bekerja menjual miras. Sepuluh tahun berkorban, ia mengira lamaran sang kekasih adalah akhir yang bahagia. Namun, segalanya hancur saat Delvina menemukan riwayat obrolan di ponsel pria itu. Teman-temannya menghina dirinya terlalu tua dan kotor, bahkan mempertanyakan cara ia melunasi utang tersebut. Yang paling menyakitkan, terungkap bahwa kekasihnya telah memiliki anak dengan sekretarisnya.
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun menikah, rumah tangga Asmaraloka dan Cadis Diraizel yang harmonis mendadak diuji. Vonis mandul yang diterima Ara menjadi awal keretakan hubungan mereka. Walau sang CEO menerima keadaan tersebut dengan tulus, rasa rendah diri Ara justru memicu konflik baru. Keadaan kian rumit saat orang ketiga datang membawa kesalahpahaman di antara mereka. Akankah kekuatan cinta pasangan ini mampu melewati badai rumah tangga tersebut?
Sampul Novel Membakar Habis Rumah Empat Kekasih Gadunganku
8.4
Alina Barata, sang ahli waris tunggal kerajaan bisnis, dikhianati oleh Damian Adiputra beserta tiga pria pelindungnya. Damian rupanya mencintai Luna dan nekat merencanakan kecelakaan demi merebut seluruh kekayaan Alina. Setelah lolos dari maut, Alina menyadari persekutuan jahat mereka. Dalam sebuah pesta yang dirancang untuk mempermalukannya lewat video pribadi, Alina tidak lagi tinggal diam. Ia siap membalas dengan rekaman rahasia yang akan menghancurkan reputasi mereka selamanya.
Sampul Novel Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam
9.4
Sephia terjebak dalam pernikahan paksa dengan Elandro Varela, seorang pewaris tak berbelas kasih. Hubungan ini bermula saat Sephia harus mengurus ibu Elandro setelah kecelakaan tragis. Alih-alih membina rumah tangga, Elandro memakai ikatan tersebut untuk melampiaskan dendamnya. Bagi Sephia, pernikahan ini adalah hukuman dan penjara emas penuh kebencian. Di tengah perang dingin yang menyiksa, sanggupkah Sephia bertahan, atau justru hancur oleh amarah Elandro?