APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tahun Ketiga Setelah Kematianku

Tahun Ketiga Setelah Kematianku

Tiga tahun lalu dalam sebuah ekspedisi ilmiah ke Asantri, seorang peneliti berbakat tewas mengenaskan. Ia dibunuh oleh selingkuhan tunangannya, Kevin Pradana, yang merusak wajahnya, menjarah perbekalan, dan membuangnya ke air saat ia tengah mengandung anak mereka. Alih-alih mendapatkan keadilan, Kevin justru memfitnahnya melarikan diri karena mencuri, lalu menghapus namanya dari tim. Dianggap sebagai pengkhianat oleh semua rekan, misteri konspirasi ini mulai tersingkap saat jasadnya yang membeku akhirnya ditemukan tiga tahun kemudian.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jiwaku dipaksa mengikuti Kevin pulang ke rumah.

Rumah yang dulu adalah rumahku, kini sudah tak ada jejakku sama sekali.

Yang ada sekarang adalah barang-barang milik Vivi dan Kevin yang tinggal bersama.

"Kamu sudah pulang?" kata Vivi sambil langsung memeluk pinggang Kevin begitu dia pulang.

Kevin dengan lembut balas memeluknya, menenggelamkan wajahnya di leher Vivi, lalu memejamkan mata.

Betapa hangatnya pemandangan itu.

Gerakan mereka tampak begitu mesra serta alami. Dulu, Kevin tak pernah melakukan hal itu padaku.

"Apa tanganmu masih sakit?" tanya Kevin.

Vivi tersenyum sambil menggelengkan kepala, lalu menjawab, "Nggak sakit lagi!"

Kevin memandangnya dengan penuh kasih sayang, lalu berujar, "Apa kamu diam-diam minum obat pereda nyeri lagi?"

"Jessica sudah menikammu berkali-kali saat itu! Sekarang bahkan masih ada efek sampingnya."

Aku melayang di udara, ingin membela diri. "Ini jelas bukan perbuatanku, aku nggak melakukannya!" pikirku.

Mengapa hanya dari tuduhan tak berdasar Vivi, aku langsung dianggap sebagai orang yang bersalah?

Kevin sama sekali tak pernah memercayaiku.

Sebelum aku menjalin hubungan dengan Kevin, aku tak tahu bahwa dia punya Vivi, gadis yang selalu dia cintai.

Pada tahun kelulusan, Vivi dengan tegas memutuskan hubungan dengan Kevin, lalu pergi belajar ke luar negeri bersama seorang anak keluarga kaya.

Aku baru mengenal Kevin setelah mulai bekerja.

Saat bersama dengannya, Kevin selalu merawatku dengan sangat baik. Teman-temanku bilang dia adalah pacar yang sempurna.

Bahkan aku pun berpikir, kami akan selalu bersama seperti ini.

Namun, pada tahun kami merencanakan pernikahan, Vivi kembali.

Kevin mulai menjauh dalam hubungan kami.

Sudah tak terhitung berapa kali dia meninggalkanku demi Vivi. Dia bahkan menunda pernikahan kami beberapa kali demi wanita itu.

Kevin berkata, "Bisakah kamu berhenti bertingkah seperti orang gila?"

"Aku dan Vivi hanya teman biasa. Kamu jangan terus mencurigai kami."

Namun, apa teman biasa saling memberi hadiah di Hari Valentine?

Apakah dia akan meninggalkan pasangannya di tempat tidur hanya karena satu panggilan telepon dari wanita lain yang mengatakan dia takut petir?

Atau membiarkan teman-temannya mengatakan bahwa Vivi adalah pacar barunya tanpa menyangkal?

Sehari sebelum pernikahan, aku melihat pesan Vivi di ponsel Kevin.

"Kalau nggak ada Jessica, apakah kamu akan menikah denganku?"

Saat melihat balasan Kevin, seluruh tubuhku gemetaran.

Pria itu menjawab, "Ya, aku mencintaimu."

"Tapi Jessica sudah bersamaku selama bertahun-tahun. Menikahinya adalah tanggung jawabku."

Ternyata dalam hatinya, aku hanyalah sebuah tanggung jawab. Sedangkan Vivi adalah orang yang dicintainya.

Meski kemampuan dan prestasi Vivi biasa saja, entah bagaimana Kevin menggunakan koneksinya untuk memasukkan Vivi ke dalam tim ekspedisi ilmiah.

Pertengkaran kami yang paling hebat terjadi setelah itu. Namun, yang aku dapat sebagai balasan hanyalah kalimat dingin darinya.

"Jessica, kamu sudah gila! Kalau kamu berani mempersulit Vivi di tempat kerja hanya karena hubungan kami di masa lalu, lebih baik kita nggak menikah!"

Hari itu, aku dan Kevin mengalami konflik paling besar dalam hubungan kami.

Aku bahkan tidak peduli dengan pernikahan yang sudah di depan mata. Aku langsung mengajukan diri untuk ikut dalam ekspedisi ilmiah ke Asantri.

Namun, aku sama sekali tidak menyangka bahwa Vivi akan ikut serta.

Di minggu ketiga di Asantri, aku baru menyadari bahwa diriku hamil.

Agar tidak merepotkan orang lain, aku merahasiakan berita ini. Aku berpikir akan memutuskan semuanya setelah kami pulang.

Hanya saja, aku tidak menyangka kalau aku tidak akan pernah bisa pulang.

Karena kesalahan Vivi, kami semua terjebak di Asantri.

Anggota tim ekspedisi ilmiah lainnya meninggalkan aku dan Vivi di atas kapal. Mereka berniat mencari bantuan terdekat.

Namun, Vivi mencoba mencuri semua persediaan dan melarikan diri.

Saat aku memergokinya, semua persediaan kami jatuh ke celah es dalam pertengkaran.

"Apa kamu puas sekarang? Sekarang nggak ada yang bisa pergi! Semua ini salahmu!" kata Vivi menyalahkanku.

Di kejauhan, kapal penyelamat sedang mendekat ke arah kami.

Tanpa ragu sedikit pun, Vivi mengambil tali di sebelahnya untuk mencekikku.

Setelah aku pingsan, dia menikamku berkali-kali dengan pisau. Bahkan demi menutupi identitasku, dia juga merusak wajahku.

Pisau yang dia gunakan lebih dingin dari es di Asantri, mengiris kulitku sedikit demi sedikit.

Akhirnya, dia melemparkanku ke dalam danau Asantri.

Setelah aku mati, dia mendorong tubuhku ke luar kapal.

"Maaf, Jessica, hanya dengan kematianmu aku bisa menyimpan rahasiaku selamanya!"

Setelah semuanya beres, dia melukai dirinya sendiri beberapa kali, lalu memberi keterangan palsu.

"Maaf! Jessica kabur membawa persediaan ...."

"Ini semua salahku. Aku nggak menjaga semua ini dengan baik."

Vivi melemparkan semua kesalahan padaku, mengatakan aku melarikan diri karena rasa bersalah.

Aku memandang Vivi yang tampak tak berbahaya di depanku. Amarahku berkobar tak terkendali!

Mengapa setelah aku mati, si pembunuh ini bisa hidup dengan begitu baik?

Dia mengambil tunanganku, juga rumahku!

Vivi bersandar di pelukan Kevin sambil berkata, "Nggak apa-apa, beberapa luka ini bisa membuatmu melihat wajah asli Jessica. Menurutku itu sepadan!"

"Jadi, Kevin, setelah kita menikah, jangan mencari Jessica lagi. Biarkan masa lalu berlalu."

Kevin memandang Vivi dengan tatapan penuh kasih sayang. Suaranya penuh simpati ketika berujar, "Beberapa kali aku melihatmu kesakitan sampai nggak bisa tidur."

"Setiap kali aku memikirkannya, aku ingin sekali menemukan Jessica, membuat dia juga merasakan penderitaanmu!"

Namun, bukankah kamu sudah melakukannya, Kevin?

Bukankah aku sudah kamu bedah dengan tanganmu sendiri?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Altair Onder de
9.4
Akibat campur tangan dewa yang menukar tubuh mereka tanpa izin, Altair dan Claretta terjebak dalam situasi ganjil. Rasa murka Altair meredam saat melihat Claretta menangis merindukan kehangatan seorang ibu. Di tengah embusan angin dan guguran kelopak bunga, mereka saling memahami luka masing-masing. Keduanya pun sepakat menerima takdir baru ini. Altair melepas identitas lamanya, sementara Claretta berjanji merawat ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Sampul Novel Intuition
9.4
Hanna dituduh membunuh orang tuanya pada usia sembilan tahun dan dipenjara. Sepuluh tahun kemudian, ia kabur dan bertahan di jalanan. Pertemuan dengan teman lama membawanya bergabung dalam komplotan untuk membalas dendam masa lalu. Namun, rencana itu goyah saat Hanna jatuh cinta pada putra dari orang yang menghancurkan keluarganya.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Demi kakeknya, Sayudha Wistara terpaksa menikahi Diandra Safaluna, perempuan bercadar yang misterius. Meski awalnya berniat bercerai setelah dua tahun tanpa sentuhan, Yudha justru terpikat oleh keahlian tak biasa sang istri. Di balik kelembutannya, rahasia besar Diandra masih tersembunyi rapat. Mampukah Yudha mengungkap bahwa istri yang dicintainya adalah pemimpin dunia mafia yang mengendalikan kakeknya sendiri?
Sampul Novel Istri Penguasa Tak Terlihat
8.5
Kehidupan Roxelle Clementia Evelyn berbalik sepenuhnya setelah Hendrik Ou Gang membongkar rahasia bahwa ia adalah ahli waris sah Ou Gang Grup. Wanita keturunan Asia-Amerika yang lama hidup miskin dan dihina ini rupanya cucu yang dikira sudah meninggal. Kemunculannya langsung mengancam posisi Margarita dan Donna yang mendominasi selama ini. Sanggupkah Roxelle mengendalikan korporasi finansial raksasa di Kota Luo dan bertahan dari kejamnya intrik keluarga tersebut?
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, pemuda berparas menawan, memperoleh peluang emas untuk hidup kembali demi membalas dendam atas kematian orang tuanya. Terlempar ke tahun 2001, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan di masa lalu tersebut. Dengan strategi cerdik, Hades mulai mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas waktu ini menjadi langkah awal baginya untuk mengubah takdir sekaligus menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Legenda Tombak Halilintar
9.7
Riki, seorang pemain pemburu terlemah, mendapatkan Dragon Spear yang merupakan senjata legendaris tingkat tertinggi. Takdirnya pun berubah. Ia bertekad melindungi keluarganya dari hinaan dan berambisi menjadi legenda di dunia Sky Legend. Namun, ancaman besar yang tersembunyi di balik sistem gim kini mengintai bumi. Riki harus berjuang keras demi menjaga kehormatan keluarga, nama baik Indonesia, serta keselamatan dunia untuk meraih puncak kejayaan.