APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sweet Mistake

Sweet Mistake

Pasca malam kelam yang merusak hidupnya, Valerie kini berada di bawah ancaman Gio yang berniat menyebar bukti pelecehan dirinya. Hubungan penuh benci ini perlahan berubah saat kebaikan Gio mulai menyentuh hati Valerie, meski ego besar menghalangi keduanya untuk saling jujur. Demi melindungi nyawa sang gadis dan bersatu tanpa bayang-bayang maut, Gio pun harus menuntaskan rahasia masa lalunya yang penuh bahaya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jangan memaki cinta. Karena kita tak pernah tahu dia datang untuk siapa.

=*=

Sebuah Lexus putih diparkir di seberang jalan tempat Val bersekolah. Seseorang di balik kemudi mengembuskan asap rokok dan menjentikkan abunya keluar jendela. Sudah satu jam lebih dia menunggu dan mengamati tapi sosok yang dicari belum juga muncul.

Dia sudah memastikan jika tidak ada pintu lain tempat siswa keluar masuk. Kecuali jika orang yang dia cari mengendarai sepeda motor, maka dia menunggu di tempat yang salah. Tapi dia yakin sosok yang dia maksud tidak mengendarai motor.

Jika tidak diantar jemput, pasti naik kendaraan umum. Dia berharap, sangat berharap, jika kemungkinan yang kedua yang tepat.

Dia menjentikkan puntung rokoknya hingga melenting ke trotoar. Jika satu batang lagi orang yang dicari belum muncul juga, dia memilih pergi dan kembali lagi esok pagi. Atau siang.

Namun baru saja dia menyalakan pemantik, sosok yang dia tunggu muncul. Menoleh ke kanan dan ke kiri lalu menyeberang jalan dengan terburu-buru. Dengan perlahan, dia memajukan mobilnya hingga tiba di depan sosok yang sedang berdiri di tepi jalan. Dengan tergesa dia keluar dari mobil dan menarik tangan gadis itu.

"Masuk! Lama banget, sih. Sampai kram perut gue nungguin elu!"

"Eh, eh, apa-apaan ini. To--"

"Kalau lu teriak, gue sebarin video lu telanjang tadi malam."

"Ap-apa?"

"Masuk. Penjelasannya di dalam aja," katanya sambil mendorong tubuh gadis itu ke kursi di belakang pengemudi.

"Siapa lu?" tanya Val sambil memandang ke kaca mobil. Pemuda di depannya membuka kaca mata hitamnya dan tersenyum sinis pada Valerie. Sontak tubuh Val menegang ketika melihat wajahnya lebih jelas.

"Inget?"

"Mana mungkin gue lupa. Dasar brengsek!" Val menerjang pemuda yang sedang menyetir itu dan memukulinya dengan membabi buta.

"Eh, eh, lu mau bikin kita berdua mati?" tanyanya sambil berusaha mengendalikan mobil.

"Lu pikir gue masih pengen hidup setelah yang lu dan temen-temen lu lakuin semalam?" Val masih berusaha menyakiti pemuda itu sebisanya.

"Nyatanya lu masih hidup. Lu bukan tipe cewek yang gampang mati.. gue yakin. Stop! Stop! Kalau lu mo cakar-cakar gue, tunggu sampai kita berhenti. Oke?"

"Biar aja kita berdua mati!"

"Fine!" Pemuda itu melepas kemudi. Seketika mobil menjadi oleng dan meluncur cepat tak terkendali. Membuat beberapa kendaraan membunyikan klakson keras-keras sebagai tanda peringatan. Seorang supir truk memaki dalam bahasa sunda yang kasar.

"Ahhh!" Val terempas ke sandaran kursi ketika mobil mengerem mendadak dan membentur bahu jalan. Pejalan kaki memandang heran ke arah mobil dan mereka mulai berjalan mendekat.

"Oke. Oke. Jalanin mobilnya cepat. Gue nggak mau disergap massa berdua di dalam mobil sama orang nggak dikenal."

"Gue Gio. Setelah kejadian semalam, gue rasa kita sudah lebih dari sekadar saling kenal," ujarnya sambil tersenyum dan mengedipkan mata nakal. Dia mengendarai mobil perlahan. Meninggalkan orang-orang yang mulai berkerumun.

=*=

"Apa?!!" Val memandang Gio dengan tatapan yang tak bisa dilukiskan. Marah. Benci. Jijik. Muak.

"Lu pikir gue akan setuju ama semua keinginan brengsek lu? Dasar mesum!" Val menerjang dan menyerang setiap bagian tubuh Gio yang bisa dia jamah.

Sedikit kewalahan, Gio berusaha menghindar dari serangan membabi buta Val. Hingga pada satu kesempatan, Gio bisa menangkap kedua tangan Val dan menahannya di sisi tubuh. Tubuh mereka kini berhadapan. Rapat. Val bisa mencium aroma manis cengkeh dari napas Gio. Gio bisa mengendus aroma keringat Val yang bercampur parfum lembut beraroma buah. Segar terasa di hidung Gio.

"Lu nggak punya pilihan. Kecuali kalo lu mau video lu yang lagi terkapar kelelahan itu tersebar di dunia maya. Lu bayangin aja efeknya. Buat lu. Sekolah. Temen-temen. Dan keluarga. Lu siap?"

Pertanyaan Gio menusuk pendengaran Val. Hawa dingin menyergap tengkuknya. Di tepi jalan yang sepi tempat mereka berhenti kini, Val mematung dan memandang ngeri pada Gio. Dia bisa membayangkan rasa malu yang akan dia terima. Pandangan jijik teman-temannya. Dikeluarkan dari sekolah karena telah mencemarkan nama baik sekolah. Kemana dia akan melanjutkan sekolah nanti?

Tidak sampai setahun lagi dia sudah menempuh ujian akhir dan lulus. Melanjutkan kuliah di PTN favorit. Dengan nilai-nilainya yang cemerlang kemungkinan besar dia bisa diterima tanpa tes di jurusan yang diidamkannya. Masa depah cerah sudah terbayang di pelupuk mata. Senyum bangga orang tua sudah terkembang di benaknya.

Dan kini semua bayangan indah itu terancam musnah karena seseorang yang egois dan rakus yang kini berdiri di hadapannya.

"Tidak bisakah kita membuat ini berjalan seperti seharusnya? Lu pelaku dan gue korban. Lu menghilang dan gue tenggelam dalam trauma dan mencoba bertahan untuk terus hidup. Lu bener, gue bukan orang yang gampang mati."

"Sayangnya, lu lagi berada di posisi yang nggak bisa untuk tawar-menawar. Gue yang berkuasa. Gue yang punya aturan. Lu kudu ikut atau tanggung sendiri akibatnya." Gio mengecup singkat pipi Val dan melepaskan kedua tangannya begitu saja. Dia berjalan sedikit menjauh dan menyalakan rokok.

"Tapi permintaan lu berlebihan! Gue nggak mungkin bisa ..." Val tak sanggup melanjutkan perkataannya. Ekpresi jijik terlihat di wajahnya.

"Apanya yang nggak bisa? Lu tinggal nurutin kemauan gue. Cuma nerusin yang udah terjadi semalam. Kepalang basah. Lu udah nggak perawan, jadi kenapa nggak sekalian aja dijadiin profesi?"

"Brengsek lu!" Val hendak mengamuk lagi. Kali ini Gio lebih sigap. Tangannya menangkis tangan Val.

"Gue janji ... Kali ini akan memperlakukan lu sebaik mungkin. Nggak terburu-buru dan terlalu memaksa. Gue janji bakal bikin lu ketagihan dan nggak bisa lepas dari gue. Akui aja, Valerie, semalam lu menikmati saat bersama gue, kan?"

Val tak sanggup lagi bertahan. Amarah yang meluap seakan surut oleh hinaan Gio. Dia berlari masuk ke dalam mobil dan menangis sejadinya di sana. Berteriak, memukul-mukul kursi mobil dan membenturkan kepalanya ke sandaran kursi.

Gio hanya memandangi kegilaan Val sambil tersenyum sinis. Dia mengembuskan asap rokoknya ke atas dengan perasaan puas. Valerie, siswi kelas tiga SMU yang kartu pelajarnya dia temukan tercecer di mobil Stephen, gadis yang semalam dia perkosa bergiliran dengan dua temannya, Valerie juga yang dia lumat bibirnya sampai bengkak dan berdarah, gadis itu sebentar lagi akan menjadi miliknya. Memuaskan napsunya.

Hanya dia. Tanpa harus berbagi dengan yang lain.[]

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner kini harus mengemban tugas sebagai pengawal pribadi Avyana Burcardo. Avyana, seorang putri mafia dengan hobi mengoleksi pria rupawan, terus melancarkan godaan intens yang menguji keteguhan hati Drystan. Meski mulai goyah, sang bodyguard tetap berupaya keras menjaga profesionalitasnya. Hal ini membuat Avyana geram karena Drystan selalu mempertegas batasan status mereka. Mampukah sang putri mafia mengubah pengawal yang polos ini menjadi sosok pria yang lebih agresif?
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Demi ambisi pendidikan, Marlina kehilangan kehormatan hingga terbuang ke dunia gelap narkoba sebagai pengedar. Saat berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival justru menjebloskannya ke penjara. Di balik jeruji besi, ia memperdalam ilmu agama. Namun setelah bebas, penolakan keras masyarakat kembali menghadangnya. Kini, Marlina dihadapkan pada pilihan sulit: kembali ke jalan haram yang menjanjikan atau tetap teguh pada proses hijrahnya.
Sampul Novel I Love You, Om Bodyguard!
8.6
Mayzura terjebak rencana pernikahan dengan pria tua akibat utang ayahnya. Ketika mencoba kabur bersama sang kekasih, ia diserang penjahat sebelum akhirnya diselamatkan oleh Sadewa. Sadewa kemudian didelegasikan sebagai pengawal pribadi Mayzura menjelang hari pernikahan. Siapa sangka, interaksi intens justru menumbuhkan benih cinta di antara mereka. Sanggupkah Sadewa melindungi Mayzura di tengah rintangan yang menghadang? Apa rahasia besar yang disembunyikan sang bodyguard?
Sampul Novel IPRIT
7.9
Di Kampung Keris yang kental akan dunia persilatan dan mistis, Wisaka bertekad mengungkap misteri kematian tragis para pengantin baru. Para suami tewas setelah malam pertama, sedangkan para istri diperkosa hingga bungkam. Demi mencari kebenaran, Wisaka pun mempelajari ilmu kanuragan. Namun, ia harus menghadapi hadangan bandit, makhluk halus, hingga siluman yang menyamar sebagai manusia. Mampukah ia menang, atau justru gugur di tangan iblis?
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Tragedi malam pertama merenggut Camila, istri Joseph Hunter, yang hanyut ke laut demi menghindari restu maut ayahnya. Nyaris tewas, Joseph terikat kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi berbahaya ini, ia bertemu Vanessa, kekasih musuhnya yang berwajah persis mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terbongkar menyeret Joseph ke pusaran dendam membara, memaksanya bertarung demi sebuah kepercayaan di dunia mafia yang kejam.
Sampul Novel Less Than Evil
9.6
Di dunia yang kejam ini, seni menjilat dan kepalsuan menjadi senjata utama demi meraih kekuasaan. Hubungan antarmanusia tak lebih dari alat untuk saling memanfaatkan demi ambisi pribadi, tanpa menyisakan ketulusan sedikit pun. Kehidupan bertransformasi menjadi arena pertempuran bagi mereka yang pandai bersandiwara dan berganti topeng. Pada akhirnya, hanya sosok paling licik yang mampu bertahan di tengah persaingan hidup yang penuh tipu daya ini.