APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SWEET ESCAPE

SWEET ESCAPE

Sebastian Winata dan Ayuna Larissa bertemu saat sama-sama melarikan diri dari keputusasaan. Sebastian, yang didera konflik rumah tangga, terkejut melihat siswinya sendiri keluar dari kelab malam. Di tengah pelarian emosional tersebut, Ayuna menyadari posisi sulit mereka. Ia pun menegaskan bahwa Sebastian tidak mungkin membagi hati, sebab dirinya hanyalah tempat persinggahan sementara yang tak akan pernah menjadi rumah bagi sang guru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tian segera menurunkan dirinya, terlihat khawatir dengan luka milik Ayuna. 

Namun Ayuna memilih diam, hingga membuat Tian merasa jenggah sendiri. 

"Siapa yang memukulmu hingga seperti ini?" teriak pria itu frustasi melihat luka yang ada pada tubuh siswinya itu. 

Akhirnya air mata dan sesak yang Ayuna tahan sedari tadi tumpah juga, gadis itu menangis keras. Menumpahkan segera rasa sesak yang menghujam jantungnya. 

Melihat rapuhnya gadis di hadapannya kini tak kuasa bagi Tian untuk tidak memeluknya. Pria itu mengucapkan maaf berkali-kali, merasa menyesal dan bodoh atas tindakannya yang tak bisa dikontrol itu. 

Malam ini, untuk pertama kalinya Ayuna mencurahkan segala kepedihan hati dan hidupnya. Bagaimana perjalanan hidupnya hingga harus keluar masuk kelab malam. Bagaimana dirinya menahan rasa sesak ketika tak memiliki teman ataupun menahan hinaan yang selalu ia terima dari teman-temannya.

"Maafkan aku. Aku benar-benar menyesal memperlakukanmu seperti tadi," ujar Tian yang terlihat malu sekaligus menyesal atas tindakannya beberapa saat lalu. 

Ia tak menyangka jika beban hidup siswinya itu sekeras ini. Tian benar-benar merutuki kebodohannya yang hanya mengedepankan emosinya tanpa ingin mendengar penjelasan dari Ayuna. 

Ayuna menggeleng pelan, penampilan wanita itu sudah jauh lebih baik. Ia memakai kemeja milik Tian karena seragamnya yang sobek. 

"Tidak apa-apa, Pak Tian. Lagipula yang kau katakan juga tak sepenuhnya salah. Aku memang seorang pelacur," ucap Ayuna sembari mencoba tersenyum. Menerima nasibnya jika ia harus bekerja di kelab malam milik ayah tirinya sendiri. Menjadi pelacur di sana untuk mendapatkan uang dan biaya rumah sakit ibunya yang sedang sakit. 

Tian menggeleng cepat. Tidak setuju dengan ucapan gadis itu. 

"Tidak! Kau hanya tak punya pilihan," ucap Tian. "Mengapa kau tak melaporkan ayah tirimu itu ke kantor polisi?" ujar Tian sekali lagi ketika mengingat bagaimana jahatnya ayah Ayuna. Menjadikan anak sendiri sebagai pelacur, ingin sekali Tian marah saat ini. 

Ayuna tertawa kecil.

"Lalu bagaimana dengan pengobatan ibuku, Pak? Aku sudah bekerja paruh waktu namun biaya rumah sakit ibuku yang semakin mahal. Hanya dengan bekerja bersama ayah tiriku, aku bisa membayar biaya pengobatan ibu."

Bibir Tian mengatup rapat, matanya hanya bisa menatap Ayuna dan segala beban yang harus gadis itu terima pada usianya yang baru 18 tahun itu. 

"Jangan memasang wajah iba seperti itu, Pak. Rasanya tak nyaman sekali karena orang-orang selalu memandangku rendah dan jijik," ujar Ayuna sembari terkekeh pelan. 

Gadis muda itu pun mulai mengambil seragamnya dan memasukkan ke dalam tas miliknya. 

"Aku harus ke rumah sakit menemani ibuku, Pak. Besok ibu harus menjalani kemoterapi, aku harus segera membayar pengobatannya," ujar Ayuna. 

"Mau ku antar?" Ujar Tian menawarkan diri. 

Ayuna menggeleng. "Tidak perlu, aku bisa-.." Ucapan Ayuna terhenti ketika ia tak menemukan sesuatu yang paling penting di dalam tasnya. 

"Ada apa Ayuna?" ujar Tian yang melihat keresahan di wajah bulat milik Ayuna. 

"Uangku hilang, Pak!" pekik Ayuna yang mencari di mana uang bayarannya hari ini. Namun ternyata nihil. Gadis itu begitu panik, membongkar semua isi tasnya namun tak ada hasil. Uang itu hilang entah ke mana. Mungkin terjatuh saat Tian menariknya di depan kelab tadi. 

"Benar-benar tidak ada?" tanya Tian memastikan.

Ayuna menggeleng lagi. "Aku harus pergi Pak, aku harus kembali ke kelab untuk mencari pelanggan baru!" ucap gadis itu sembari melangkahkan kakinya menuju pintu apartemen milik Tian. 

Mata Tian terbelak mendengarnya. 

"Tunggu!" pekik Tian di saat Ayuna ingin membuka pintu kamarnya. 

Ayuna menoleh, "Ada apa, Pak?"

"Aku bisa memberimu uang itu," ujar Tian. 

Mata Ayuna memicing. "Pak Tian menyuruhku menghutang?" tanyanya. 

Tian menggeleng cepat. "Tidak bukan seperti itu!" 

Pria itu tampak mengigit bibirnya, sedikit ragu untuk mengucapkan keinginannya.

"Kau tidak perlu bekerja memuaskan pria, Ayuna. Aku bisa memberimu uang untuk pengobatan ibumu," ujar Tian pada akhirnya. 

Berbalas sebuah gelenggan kembali, lantas Ayuna berujar, "Terimakasih atas tawarannya Pak, tapi aku tidak bisa menerima pemberian seseorang secara cuma-cuma."

"Kalau begitu biarkan aku yang menjadi pelangganmu malam ini," sahut Tian dengan cepat. 

"Pak!" pekik Ayuna yang begitu terkejut dengan ucapan gila gurunya ini malam ini. 

Tian mendekatkan tubuhnya, meraih salah satu tangan indah milik Ayuna. Membawanya menuju ke bagian selatannya yang terasa sesak saat ini. 

"Hanya dengan berciuman dan menyentuhmu sedikit saja kau sudah membangunnya Ayuna. Kau ingin menyiksaku yang sudah terangsang seperti ini?" ujar Tian yang sebenarnya sedari tadi menahan mati-matian efek luar biasa yang di berikan gadis itu padanya. 

Jantung Ayuna kembali berdegup kencang, ia merasakannya. Sesuatu yang keras dan tegang di balik celana kain milik Sebastian. 

"T-Tapi aku hanya bisa-.."

"Tidak masalah. Meskipun hanya sekedar blow job, aku akan membayarmu dua kali lipat dari bayaranmu biasanya," ujar Tian sembari menatap pada gadis itu. 

~~~~

Kini Tian tengah menikmati apa yang siswinya itu berikan. Sebuah service yang mampu membuatnya melayang. Ini adalah pertamakali bagi Tian merasakan nikmat yang tiada tara, merasakan bagaimana hormon androgennya mencapai puncak dengan cepat. Bahkan permainan Ayuna jauh dari kata lihai dan justru terkesan kaku daripada wanita jalang selalu berusaha memuaskannya. 

Kenikmatan yang Tian dapat malam ini melupakan fakta jika ponselnya bergetar sejak tadi. Hingga sebuah pesan muncul di notifikasi layar ponselnya. 

'Maafkan keegoisanku tadi, Pi. Aku akan pulang besok. Kita berbaikan ya? Ngomong-ngomong aku sangat merindukan menghabiskan malam panas bersamamu, suamiku.'

Isi pesan yang diterima oleh Sebastian Winata.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Duda Kuat
9.7
Dalam setahun, Satria sudah bercerai tujuh kali karena semua istrinya tak sanggup melayani gairah ranjangnya yang luar biasa hingga tujuh kali sehari. Kondisi fisik yang tidak wajar ini membuat Satria bertanya-tanya. Ia mencurigai kekuatan berlebih tersebut muncul akibat efek samping obat misterius dari mendiang kakeknya semasa sekolah dulu. Kelanjutan dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia, gadis tulus yang jenaka, menaruh hati pada Steven Grellyn. Sayangnya, pemuda sedingin es itu terus mengabaikannya. Walau kerap menghadapi penolakan, keuletan Relva lambat laun mengikis sikap kaku Steven yang semula enggan membuka diri. Perjalanan cinta mereka tidaklah mudah, melainkan sebuah perjuangan emosional yang sarat rintangan serta air mata. Demi masa depan bersama, keduanya harus meredam ego agar kehangatan kasih dapat mencairkan kebekuan hati dan mengubah takdir mereka.
Sampul Novel Hot Love - Gairah cinta sesama wanita
7.8
Pasca suaminya tewas dalam kecelakaan pesawat di New York, Kara, mantan karyuki yang mendadak kaya, dicurigai Carlos dari FBI sebagai otak teror tersebut. Di tengah penyelidikan, Kara menjalin asmara sesama jenis dengan Rose, sang notaris, dan mengaku telah menyabotase pesawat demi dendam. Demi menyelamatkannya, Rose meminta bantuan pengacara andal bernama Rebeca. Namun, Rebeca malah ikut terpikat pada Kara. Mampukah ia melindungi wanita yang dicintainya dari ancaman hukuman mati?
Sampul Novel Lawyer With Benefit
8.2
Demi menjatuhkan ibu tirinya yang menggelapkan dana perusahaan saat ayahnya kritis, Adara meminta bantuan pengacara andal bernama Deva. Namun, hubungan kerja ini justru berkembang menjadi hubungan intim yang penuh gairah. Di tengah kesedihannya kehilangan sang ayah, pesona Deva di luar dan di dalam persidangan berhasil memikat hati Adara. Akankah jalinan asmara yang penuh skandal ini dapat berakhir bahagia bagi keduanya?
Sampul Novel Maria
9.3
Masa lalu yang kelam merenggut seluruh impian Maria. Usai dikhianati oleh sang kekasih, ia harus menanggung beban berat karena mengandung tanpa pertanggungjawaban. Penderitaannya kian mendalam ketika kedua orang tuanya meninggal dunia, tak mampu bertahan di tengah cemoohan publik yang menghancurkan kehormatan keluarga mereka. Kini, Maria harus berjuang sendirian dalam kepedihan, menghadapi kenyataan pahit akibat kesalahan fatal yang telah merusak hidupnya.
Sampul Novel Senyum Itu Luka
9.4
Akibat kesalahan masa lalu, Kamila diusir dari rumah hingga depresi berat dan hampir mengakhiri hidupnya. Beruntung, Arga hadir menyelamatkannya. Dua tahun berlalu, Kamila berhasil bangkit menjadi pembuat kue yang penuh cinta. Tanpa diduga, sebuah insiden memalukan mempertemukannya kembali dengan Arga. Akankah pertemuan tak disengaja ini menumbuhkan cinta di antara mereka setelah melewati masa-masa kelam?