APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SUKSES USAI DICERAIKAN

SUKSES USAI DICERAIKAN

Kehancuran menerpa Andini setelah dikhianati dan diceraikan oleh Agung. Selama ini, ia selalu dihina oleh mertua dan iparnya karena hanya lulusan SMA dari panti asuhan. Namun, status janda satu anak tak menghentikan langkah Dini untuk bangkit membuktikan kemampuan diri hingga meraih sukses besar. Di saat ia berada di puncak keberhasilan, Agung kembali hadir dan memohon rujuk demi anak mereka. Akankah Dini luluh atau justru menutup rapat pintu hatinya dari masa lalu yang pahit?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3

Agung Mulai Selingkuh

"Suatu saat, kalau aku nikah, aku gak akan biarin lakiku keluar rumah dalam keadaan kusut gitu!"

Agung terkekeh.

"Caranya?"

"Dengan memberikan service spesial!" bisik Siska di telinga Agung.

Entah sengaja atau tidak, bibir Siska sempat menyentuh daun telinga Agung. Dan, itu membuat Agung merasa panas dingin.

Akhir-akhir ini, Agung mulai malas menyentuh istrinya. Wajah kusam dan bau badannya yang tidak wangi seperti teman-teman wanitanya membuat dia tidak mood untuk menyentuh istrinya. Dia melakukannya hanya untuk menuntaskan hasratnya saja.

Agung tersenyum samar.

"Kayak udah pengalaman aja!" gurau Agung.

"Gak harus pengalaman. Semua hal bisa dipelajari," jawab Siska diplomatis.

Mereka tertawa bersama. Tawa yang penuh arti.

"Pulang, yuk! Naik apa tadi kesini?" tanya Agung kepada Siska.

"Nebeng teman-teman tadi!"

"Mau gue anterin. Tapi, tadi gue bawa motor. Mobil lagi di bengkel."

"Gak papa. Malah asik. Ayo!"

Setelah berpamitan kepada teman-teman, mereka segera pulang.

Agung melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Sepanjang jalan, mereka terus mengobrol. Siska memeluk Agung erat dari belakang. Tubuhnya yang menempel erat membuat Agung semakin panas dingin.

"Kamu tinggal dimana?" tanya Agung.

"Gue ngekost di kawasan Indah Permai. Elo jam segini belum pulang, gak dicariin bini?"

"Udah, biarin saja! Gak usah dipikirin!"

"Elo tinggal sendiri?"

"Iya, gue gak suka ada teman kost."

"Kenapa?"

"Rasanya gak nyaman saja. Kurang privasi."

"Ini mau langsung di antar pulang atau kemana dulu, nih?" tanya Agung.

"Kita muter-muter aja dulu, bagaimana? Dah lama gue gak naik motor."

"Emang dulu suka naik motor?"

"Iya. Pas jalan sama mantan."

"Sekarang jadi ingat kenangan sama mantan, nih, critanya?"

"Gak lah. Cuma gue emang suka aja naik motor."

"Kok bisa? Biasanya, cewek lebih milih naik mobil."

"Lebih romantis," jawab Siska sembari mengeratkan pelukannya.

Siska terus memeluk Agung erat hingga tiba di kost nya.

"Mampir dulu, yuk!" ajak Siska.

"Gak papa, nih, gue masuk?" tanya Agung.

"Gak papa, santai saja. Di sini bebas kok!"

Agung segera masuk mengikuti Siska.

"Mau minum apa?"

"Terserah elo!"

Saat mengantar minuman ke depan, Siska tersandung kaki meja sehingga minumannya tumpah dan dia jatuh menindih Agung.

Mereka terdiam untuk sesaat.

"Aduh, maaf ya! Jadi basah, deh, baju lo!"

Siska berusaha membersihkan pakaian agung menggunakan tisu.

"Udah, gak papa. Gak usah dibersihkan!" ujar Agung gugup.

Tapi, Siska tetap berusaha membersihkan kemeja Agung. Jarak yang begitu dekat dan kontak yang intens, membuat jantung Agung berdetak dengan cepat. Untuk sesaat, mereka terdiam dan saling berpandangan.

Siska memberanikan diri untuk terus mendekat dan mengecup bibir Agung. Agung yang kaget pun tak dapat mengelak. Entah bagaimana mulanya, akhirnya, malam itu, terjadi hal yang tidak seharusnya.

"Maafkan gue, Sis! Gue khilaf!" ujar Agung setelah selesai melakukannya.

"Ssst …." Siska menempelkan telunjuknya di bibir Agung.

"Tidak ada yang perlu dimaafkan. Kita melakukannya atas dasar suka sama suka," lanjut Siska.

"Lo tidak menyesal melakukannya?" tanya Agung.

Siska tersenyum.

"Tentu saja tidak. Gue melakukannya dengan orang yang gue cintai. Apa yang perlu gue sesali?"

"Lo tahu kan, kalau gue sudah menikah?" tanya Agung.

"Gue tahu. Gue juga gak peduli. Asalkan lo mau sama gue dan gak ninggalin gue" rayu Siska.

Agung pun tersenyum dan mengecup kening Siska. Tak lama kemudian, Agung terlelap karena kelelahan.

Siska tersenyum puas. Dia mengambil ponsel dan mengambil beberapa foto dengan berbagai pose. Dia yakin, suatu saat, foto-foto itu pasti berguna.

**********

Malam ini, Andini begitu khawatir. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00, tapi suaminya belum juga pulang. Dia sudah berusaha menghubungi ponsel suaminya, tetapi tidak aktif. Memang, Agung biasanya sering pulang malam. Tapi, tidak pernah selarut ini.

Tok...tok... tok! Suara pintu diketuk.

"Kok malam sekali pulangnya, Bang?"

Agung tidak menjawab. Dia ngeloyor pergi menuju kamarnya. Dia segera ke kamar mandi dan membersihkan badannya.

Dini mencium aroma parfum wanita. Tapi, dia mencoba berfikir positif. Mungkin, itu parfum teman kantornya. Atau, tadi ada penjual parfum yang meminta dia untuk mencobanya.

Di kamar, Dini mencoba menggoda suaminya. Sudah lama, dia tidak mendapat nafkah batin dari suaminya.

Dini memeluk suaminya yang berbaring membelakanginya dari belakang.

"Maaf, Din! Aku capek banget! Lain kali saja, ya!" ujar Agung, tak lama kemudian terdengar dengkuran halus.

Dini merasa kecewa dan sakit hati dengan penolakan Agung. Dia sudah berusaha menebalkan mukanya dengan menggoda suaminya. Namun, hasilnya nihil. Dia merasa dipermalukan.

*********

"Abang tadi malam kemana? Kok pulangnya sampai larut gitu?"

"Ada acara di rumah teman."

"Harusnya, Abang ngabarin dulu, agar aku gak cemas! Gak biasanya Abang selarut itu."

Prang…. Agung membanting sendok.

Dini melonjak kaget.

"Ngerusak mood saja!" ujar Agung, lalu beranjak pergi berangkat ke kantor.

Dini mengelus dada. Selalu begitu.

"Kapan kamu akan berubah, Bang! Aku lelah!"

Tok… tok… tok…!

Dini bergegas berjalan ke depan.

"Oh, Bu Hajjah! Mau ambil jahitan, ya! Silahkan masuk, Bu! Sebentar, saya ambilkan!"

"Iya, Mbak Dini!"

"Ini, Bu! Silahkan di cek dulu!"

"Gak perlu! Saya percaya kok! Jahitan kamu itu memang bagus! Saya yakin pasti cocok! Rasyid mana? Kok gak kelihatan?" tanya Bu Hajjah Salamah sambil celingukan.

"Rasyidnya belum bangun, Bu!"

"Oalah, ya sudah! Ini ongkos jahitnya! Dan, ini ada makanan untuk Rasyid!"

"Aduh, jadi merepotkan, Bu! Terimakasih banyak, Bu!"

"Iya, sama-sama. Ya sudah, saya pulang dulu!"

"Iya, Bu! Silahkan!"

"Dini!" Belum sempat Dini menutup pintu rumahnya, mertua dan iparnya tiba-tiba datang.

"Bu Hajjah kesini tadi ambil jahitan?" tanya mertuanya.

"Iya, Bu!" jawab Dini sambil beranjak masuk.

"Eh, Din! Itu apaan yang kamu pegang? Aku lihat!" ujar Niken.

"Oo … ini makanan dari Bu Hajjah untuk Rasyid."

Niken mengambil dari tangan Dini dan membukanya.

"Jangan, Mbak! Itu untuk Rasyid!" cegah Dini.

"Wuih … makanan enak, nih! Udah, buat aku saja! Makanan seperti ini cocoknya dimakan Rino. Bukan anak kamu yang kampungan itu!" ujar Niken.

"Mbak, tolong kembalikan! Itu untuk Rasyid!"

"Dini! Gitu aja kamu permasalahan! Udah, biar dibawa Niken. Rasyid buatkan telur ceplok saja," omel mertuanya. Niken tersenyum penuh kemenangan.

"Dapat uang berapa tadi dari Bu Hajjah?" tanya mertuanya lagi.

"Em … itu tadi ...em …."

"Ngomong yang jelas. Berapa?" teriak Ibu mertuanya.

"Ish … Ibu kelamaan," ujar Niken. Dia meletakkan makanannya di meja, lalu menggeledah saku baju Andini.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Kehidupan Prasasti menjadi rumit sejak berurusan dengan tiga putra konglomerat Adisurya. Hubungan asmaranya dengan si bungsu, Prasetya, hancur akibat tindakan Pramudya, sang sulung, yang hampir melecehkapannya hingga reputasi Sasti rusak. Demi menyelamatkan nama baik, Prahara yang merupakan anak kedua akhirnya menikahi Sasti. Sayang, pernikahan ini memicu dendam wanita lain yang ingin mencelakainya. Sanggupkah Sasti bertahan di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras?
Sampul Novel Istri Yang Kesepian
8.5
Pernikahan yang seharusnya penuh kehangatan justru berubah menjadi penuh tanda tanya dalam novel modern Istri Yang Kesepian. Sang suami menyimpan sebuah rahasia gelap yang tak sanggup ia ungkapkan. Alih-alih menyelesaikan masalah rumah tangga mereka sendiri, ia justru mengambil keputusan tak biasa dengan meminta bantuan dari pria lain untuk mendampingi istrinya. Kisah romantis berbalut misteri ini akan membawa pembaca menelusuri intrik, dusta, dan pencarian kebenaran di balik keputusan mengejutkan sang suami.
Sampul Novel Menikah dengan CEO Dingin
9.7
Demi melunasi utang sang ayah, Jasmine Mariana terpaksa menikahi Kevin Prakarsa, seorang CEO dingin yang tidak memiliki kehangatan. Alih-alih menjadi solusi, pernikahan ini justru menyeret Jasmine ke dalam badai masalah baru. Ia tidak hanya harus menghadapi dinginnya sikap sang suami, tetapi juga gangguan dari mantan istri Kevin serta berbagai konflik tak terduga. Perjuangan berat Jasmine baru saja dimulai. Sanggupkah ia bertahan dalam ikatan pernikahan tanpa cinta ini?
Sampul Novel My Angel Baby Is Werewolf
9.2
Fiona Megan Olaf, mahasiswi yang biasa ditindas, mengalami perubahan hidup drastis saat menginjak usia dua puluh tahun. Pertemuan tak terduga dengan seekor serigala misterius menyingkap rahasia besar bahwa dirinya adalah keturunan werewolf. Kini, ia harus belajar mengendalikan kekuatan barunya. Di tengah takdir baru ini, mampukah Fiona membalas perlakuan buruk para perundungnya dahulu sekaligus meraih cinta dari pria impiannya? Kisah perjuangan dan asmara pun dimulai.
Sampul Novel Proses kedewasaan
9.1
Cerita pendek romantis modern khusus pembaca 18 tahun ke atas ini mengupas kedewasaan dalam hubungan pria dan wanita. Kisahnya menyoroti dinamika intim di balik pintu tertutup secara jujur dan berani. Berfokus pada proses pendewasaan serta hasrat mendalam, alurnya menyajikan interaksi penuh gairah bagi audiens dewasa yang mencari narasi sensual.
Sampul Novel Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun
7.9
Tujuh tahun pernikahan kami hancur seketika saat aku memergoki Brama berselingkuh dengan Kinan, mahasiswi yang kubantu biayai kuliahnya. Pengkhianatan ini ternyata sudah berjalan empat tahun, dan Kinan kini mengandung anak suamiku—hal yang selalu dihindari Brama bersamaku. Muak dengan segala dusta yang mereka lakukan di rumah kami sendiri, aku enggan membalas dendam. Aku memilih menghubungi ahli saraf untuk menjalani prosedur eksperimental demi menghapus seluruh ingatan tentang Brama selamanya.