APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SUKSES USAI DICERAIKAN

SUKSES USAI DICERAIKAN

Kehancuran menerpa Andini setelah dikhianati dan diceraikan oleh Agung. Selama ini, ia selalu dihina oleh mertua dan iparnya karena hanya lulusan SMA dari panti asuhan. Namun, status janda satu anak tak menghentikan langkah Dini untuk bangkit membuktikan kemampuan diri hingga meraih sukses besar. Di saat ia berada di puncak keberhasilan, Agung kembali hadir dan memohon rujuk demi anak mereka. Akankah Dini luluh atau justru menutup rapat pintu hatinya dari masa lalu yang pahit?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2

Anak Magang

Hampir setiap hari mertua dan iparnya pasti membuat masalah. Jarak yang dekat membuat mereka bebas keluar masuk rumah Dini. Bahkan, Dini merasa, dia kehilangan privasinya di rumah sendiri.

Sering sekali mereka ikut makan di rumah Dini. Masakan yang disiapkan Dini, habis oleh mereka. Itulah sebabnya, pengeluaran jadi membengkak.

Setelah kelahiran Rasyid, Dini minta izin kepada Agung untuk membuka jasa menjahit pakaian.

********

Flash back on

"Bang, aku mau ngomong, boleh?" ujar Andini.

"Mau ngomong, ya, ngomong aja!" jawab Agung acuh.

"Aku mau minta izin untuk buka jasa jahit disini!" ujar Dini ragu-ragu.

"Apa? Aku aku gak salah dengar? Memangnya uang dariku kurang?"

"Bukan begitu, Bang! Aku hanya ingin mengisi waktu sambil momong Rasyid! Kan, gak mungkin aku kerja di luar!"

"Gak usah! Malu-maluin aja! Apa kata orang, istri seorang Agung jadi penjahit."

"Gak papa dong, Bang! Yang penting kan halal!"

"Udah dibilang gak ya gak!" teriak Agung.

Andini menjengit kaget.

"Ada apa sih, Gung? Kok kamu teriak-teriak?" tanya Ibu Agung yang tiba-tiba muncul. Beliau segera duduk di sebelah Agung.

"Itu, Bu! Masak, Dini izin mau buka jahitan di sini! Kan, malu-maluin!" adu Agung kepada Ibunya.

"Benar itu, Din?"

"Iya, Bu!"

"Memangnya uang yang dari Agung kurang? Harusnya dengan uang segitu, kamu bisa nabung. Wong anak masih kecil, belum banyak kebutuhannya," one Ibu Agung.

"Dengerin, tuh!" tambah Agung.

"Bukan kurang, Bu! Dini hanya ingin ngisi waktu luang saja, sambil momong Rasyid. Kan, lumayan hasilnya, bisa buat nabung!" Dini masih keukeuh dengan keinginannya.

"Memangnya, kamu punya uang untuk beli mesin jahit dan perlengkapannya? Jangan minta uang Agung buat modal," tanya Ibu Agung.

"Dini punya, Bu. Dini akan jual perhiasan untuk modal," jawab Dini.

"Udah, Gung. Ijinin aja. Lumayan, bisa bantu-bantu cari uang," ujar Ibunya kepada Agung.

"Tapi, Bu, apa itu tidak malu-maluin?"

"Gak papa. Yang penting ada hasilnya. Kan, dia juga bisa kasih yang ke Ibu kalo punya uang."

"Ya sudah, aku ijinin. Tapi, pakai modalmu sendiri, dan jangan sampai pekerjaan rumahmu terganggu," ujar Agung kepada Dini.

Dini tersenyum lega. Niatnya untuk mencari uang tambahan bisa dia wujudkan.

Flashback off

**********

"Masak apa kamu?" tanya Agung sebelum berangkat kerja.

"Oseng kangkung dan orek tempe, Bang!"

"Memangnya kamu tidak bisa masak yang lain apa? Setiap hari seperti itu terus! Sekali-kali masak ayam goreng apa rendang, gitu!" omel suaminya.

"Kalau mau makan enak, ya tambahin uang belanjanya, Bang! Uang segitu, ya, hanya cukup untuk masak seperti ini!"

"Uang terus! Uang terus! Kamu kan punya uang sendiri! Ya, pakai itu saja kan bisa!"

Dini hanya diam saja. kalau diteruskan, pertengkaran pun bisa saja terjadi. Agung bukan tipe pria yang mau mengalah.

Agung menyeruput kopinya,lalu beranjak pergi.

"Gak sarapan dulu, Bang?"

"Gak. Sudah gak mood," jawab Agung sambil ngeloyor pergi.

Sebenarnya, bukannya Dini tidak pernah membeli ayam. Dia selalu punya stok, tetapi dia sembunyikan khusus untuk anaknya. Walaupun ayahnya pelit, dia tidak ingin anaknya kekurangan gizi.

"Din, kamu masak apa?" tanya Niken yang tiba-tiba muncul.

"Mbak Niken ini ngagetin orang saja! Mbok, ya, ngucap salam dulu kalau mau masuk ke rumah orang!"

"Alah, rumah adik sendiri saja kok!" ujar Niken sambil membuka tudung saji.

"Gak ada yang lain ini? Masak ginian doang?"

"Iya, aku cuma masak itu tadi!"

"Ya udah, deh! Daripada kelaparan!"

"Emang, Mbak gak masak?"

"Gak, lagi malas!"

"Lha ibu sama mas Bimo?"

"Mas Bimo sarapan di pabrik, kalo Ibu tadi minta dibawakan lauk dari sini!"

Ini juga yang membuat biaya untuk kebutuhan sehari-hari semakin membengkak. Mbak Niken sering sekali ikut makan di sini. Bahkan, tak jarang, dia pulang masih membungkus sisa makanan dan bahan makanan di kulkas.

Sebenarnya, Dini sudah sering membicarakan hal ini dengan Agung. Tapi dia tidak menanggapinya dengan serius. Agung sering bilang untuk membiarkan saja. Toh, uang belanja dari dia juga. Kalau sudah seperti ini, Dini lebih memilih diam.

Mbak Niken masih tinggal bersama Ibu mertua yang letak rumahnya tidak jauh dari rumah Dini. Suami mbak Niken bekerja sebagai buruh di pabrik rokok. Dia memiliki seorang anak yang berusia lima tahun. Selain mereka, masih ada satu orang lagi penghuni rumah mertua yaitu Shelly, adik ipar Dini. Dia kini masih kuliah semester enam.

Dulu, awal menikah, Dini sering kewalahan mengatur keuangan. Tapi sekarang, dia sudah bisa menyiasati. Dini hanya berbelanja untuk hari itu saja. Tidak pernah menyetok makanan di kulkas. Untuk masakan jadi, dia tidak pernah meletakkan semua di meja makan. Hanya sebagian saja. Sebagian lain dia sembunyikan karena mbak Niken tidak segan membungkus semua makanan. Jadi, dia harus masak lagi.

***********

"Kusut banget itu muka. Kenapa? Ada masalah ya sama bini lu?" tanya Doni, rekan kerja Agung.

"Iya, nih! Bosen gue! Di rumah bini masak cuma gitu-gitu doang! Mana penampilannya kucel lagi!" curhat Agung.

"Alah, paling elu kurang kali ngasih nafkahnya!"

"Apanya yang kurang? Seharusnya uang segitu sudah lebih dari cukup dan bisa makan enak!" ujar Agung. Dia tidak pernah cerita kepada temannya tentang jumlah uang nafkah. Bisa ditertawakan dia.

Agung berprinsip, gaji suami tidak boleh diserahkan kepada istri. Secukupnya saja. Karena dia masih harus menafkahi ibunya dan membiayai kuliah adiknya. Dia anak laki-laki satu-satunya. Jadi, hanya dia yang bisa diandalkan untuk mencari nafkah.

"Daripada bete, ntar pulang kerja ikut kita ja, yuk!" ujar Ricky.

"Mau kemana?"

"Ngopi di cafe yang baru buka itu! Teman-teman yang lain juga mau ke sana!"

"Boleh juga, tuh!"

*************

"Gung! Tuh, lihat! Siska merhatiin elo dari tadi!" ujar Ricky.

Agung melirik sekilas. Dia tahu kalau selama ini Siska berusaha mencuri perhatiannya. Wajah tampan dan jabatan yang lumayan membuat seorang Siska yang hanya karyawan magang ingin memilikinya. Dia tidak peduli walaupun Agung sudah menikah.

"Udah, hajar saja! Lumayan, buat hiburan!" tambah Ricky.

"Dasar teman gak ada akhlak lu! Ngajarin gak bener! Jangan dengerin dia, Gung!" samber Doni.

"Lha daripada lihat muka dia ditekuk. Kayak gak dikasih jatah sebulan saja!" ujar Ricky sembari tertawa terbahak.

"Kusut banget itu muka! Mau gue temenin gak?" tanya Siska setelah mendekat.

"Ekhm… ekhm!"

"Elu kenapa, Rick! Keselek kodok ya?" tanya Doni.

"Dasar lu! Ayo, gabung sama yang lain! Gung, kita kesana dulu!"ujar Ricky ngeloyor pergi sambil merangkul Doni.

Kini, Agung hanya berdua dengan Siska.

"Lagi ada masalah, ya? Aku perhatiin dari pagi itu muka kusut banget!" ujar Siska.

"Biasalah! Masalah rumah tangga! Suatu saat, kalau kamu nikah, pasti akan mengalaminya juga!"

"Suatu saat, kalau aku nikah, aku gak akan biarin lakiku keluar rumah dalam keadaan kusut gitu!"

Agung terkekeh.

"Caranya?"

"Dengan memberikan service spesial!" bisik Siska di telinga Agung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Kehidupan Prasasti menjadi rumit sejak berurusan dengan tiga putra konglomerat Adisurya. Hubungan asmaranya dengan si bungsu, Prasetya, hancur akibat tindakan Pramudya, sang sulung, yang hampir melecehkapannya hingga reputasi Sasti rusak. Demi menyelamatkan nama baik, Prahara yang merupakan anak kedua akhirnya menikahi Sasti. Sayang, pernikahan ini memicu dendam wanita lain yang ingin mencelakainya. Sanggupkah Sasti bertahan di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras?
Sampul Novel Istri Yang Kesepian
8.5
Pernikahan yang seharusnya penuh kehangatan justru berubah menjadi penuh tanda tanya dalam novel modern Istri Yang Kesepian. Sang suami menyimpan sebuah rahasia gelap yang tak sanggup ia ungkapkan. Alih-alih menyelesaikan masalah rumah tangga mereka sendiri, ia justru mengambil keputusan tak biasa dengan meminta bantuan dari pria lain untuk mendampingi istrinya. Kisah romantis berbalut misteri ini akan membawa pembaca menelusuri intrik, dusta, dan pencarian kebenaran di balik keputusan mengejutkan sang suami.
Sampul Novel Menikah dengan CEO Dingin
9.7
Demi melunasi utang sang ayah, Jasmine Mariana terpaksa menikahi Kevin Prakarsa, seorang CEO dingin yang tidak memiliki kehangatan. Alih-alih menjadi solusi, pernikahan ini justru menyeret Jasmine ke dalam badai masalah baru. Ia tidak hanya harus menghadapi dinginnya sikap sang suami, tetapi juga gangguan dari mantan istri Kevin serta berbagai konflik tak terduga. Perjuangan berat Jasmine baru saja dimulai. Sanggupkah ia bertahan dalam ikatan pernikahan tanpa cinta ini?
Sampul Novel My Angel Baby Is Werewolf
9.2
Fiona Megan Olaf, mahasiswi yang biasa ditindas, mengalami perubahan hidup drastis saat menginjak usia dua puluh tahun. Pertemuan tak terduga dengan seekor serigala misterius menyingkap rahasia besar bahwa dirinya adalah keturunan werewolf. Kini, ia harus belajar mengendalikan kekuatan barunya. Di tengah takdir baru ini, mampukah Fiona membalas perlakuan buruk para perundungnya dahulu sekaligus meraih cinta dari pria impiannya? Kisah perjuangan dan asmara pun dimulai.
Sampul Novel Proses kedewasaan
9.1
Cerita pendek romantis modern khusus pembaca 18 tahun ke atas ini mengupas kedewasaan dalam hubungan pria dan wanita. Kisahnya menyoroti dinamika intim di balik pintu tertutup secara jujur dan berani. Berfokus pada proses pendewasaan serta hasrat mendalam, alurnya menyajikan interaksi penuh gairah bagi audiens dewasa yang mencari narasi sensual.
Sampul Novel Tujuh Tahun, Dusta Empat Tahun
7.9
Tujuh tahun pernikahan kami hancur seketika saat aku memergoki Brama berselingkuh dengan Kinan, mahasiswi yang kubantu biayai kuliahnya. Pengkhianatan ini ternyata sudah berjalan empat tahun, dan Kinan kini mengandung anak suamiku—hal yang selalu dihindari Brama bersamaku. Muak dengan segala dusta yang mereka lakukan di rumah kami sendiri, aku enggan membalas dendam. Aku memilih menghubungi ahli saraf untuk menjalani prosedur eksperimental demi menghapus seluruh ingatan tentang Brama selamanya.