APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suara Desahan Di Kamar Maduku

Suara Desahan Di Kamar Maduku

Laras dilingkupi kecurigaan mendalam setelah mendengar suara desahan dari kamar Maya, istri kedua suaminya. Laras tidak pernah memercayai madunya itu. Meski Maya selalu punya alasan untuk membela diri, Laras yakin ada rahasia gelap yang disembunyikan. Demi menjaga sang suami dari pengkhianatan dan kelicikan Maya, Laras bertekad menyelidiki dan membongkar kebenaran sendiri. Mampukah ia mengungkap perselingkuhan ini? Ikuti kisah cinta segitiga penuh misteri.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ah, capek sekalo rasanya. Sepertinya minum es seger banget nih." Aku masui ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena memang sudah terbiasa seperti itu. Langkahku terhenti saat mendengar suara aneh.

"Aw, Mas, kamu nakal deh, aw! Jangan begini ah, kan geli, Mas! Hahahaha!" Suara mendesah dan manja terdengar di telingaku. Aku yang baru saja pulang dari tempatku mengajar sedikit mengernyitkan dahi. Kalau suara perempuannya aku kenal, dia adalah Maya istri kedua suamiku.

Akan tetapi, Maya sedang bergurau dengan siapa? Mas Satria? Itu tidak mungkin, sebab mas Satria sedang bekerja di luar kota. Pekerjaan mas Satria adalah seorang kontraktor. Mas Satria sering bepergian dan berpindah-pindah lokasi kerja karena memang pekerjaannya yang menuntut seperti itu.

Mas Satria menikah lagi memang atas persetujuan dariku. Sebab sudah lama kami menikah tapi belum juga dikaruniai momongan. Berbagai usaha sudah kami lakukan dan hasilnya aku juga mas Satria sama-sama subur tapi, kembali lagi bahwa kehadiran seorang anak adalah hak prerogatif Allah SWT. Sementara itu mami mertua yang sudah kbelet memiliki cucu memaksa mas Satria untuk menikahi anak sahabatnya.

Awalnya berat memang karena siapa sih wanita yang rela dimadu? Mas Satria pun awalnya menolak tapi, akhirnya dia mau karena aku terus membujuknya untuk menuruti apa kata mami. Aku tidak ingin karena mas Satria ingin membelaku maka membuatnya menjadi durhaka terhadap mami. Aku juga tidak memilih untuk mengakhiri pernikahan ini karena selain aku sangat mencintai suamiku juga aku yakin jika suamiku mampu berbuat adil. Lebih baik dia menikah secara terang-terangan dan meminta izin padaku daripada sembunyi-sembunyi dan itu tentu akan membuatku bertambah sakit. Hingga akhirnya terjadilah pernikahan kedua mas Satria secara siri.

Yah, aku memang hanya memperbolehkan mas Satria dan Maya menikah secara siri karena itulah syarat dariku untuk mengizinkannya menikah dan mami tidak keberatan soal itu.

Tiga bulan sudah Maya dan mas Satria menikah dan selama itu juga perlakuan mas Satria kepadaku tidak pernah berubah sedikit pun. Mas Satria justru berlaku sangat adil menurutku. Adil di sini dalam arti dia memberikan hakku dengan baik sebagai istri pertama sebab aku lah yang menemaninya mulai dari dia belum memiliki apa pun.

Contoh keadilan terhadap hakku adalah mas Satria memberi uang nafkah bulanan untukku jauh lebih besar dari yang ia berikan pada Maya. Awalnya Maya memang protes tapi itu sudah kesepakatan antara aku juga mas Satria dan Maya tentu saja tidak bisa menolak keputusan yang sudah kami buat. Bukankah itu yang dimakdud adil? Maya datang di saat mas Satria sudah memiliki segalanya. Jadi wajar kalau uang nafkah untukku jauh lebih besar daripada untuk Maya.

Soal tempat tinggal awalnya Maya meminta dibuatkan rumah yang sama mewahnya dengan rumah yang saat ini aku tinggali tapi tentu saja lagi-lagi ditolak oleh mas Satria. Beliau tetap membelikan rumah untuk Maya tapi tidak sebesar milikku melainkan rumah hanya dengan luas tanah tidak lebih dari 100 meter persegi dan dengan tipe lima puluh itulah yang mas Satria berikan untuk Maya.

Lagi-lagi awalnya Maya protes tapi dia tidak bisa apa pun karena itu sudah keputusan mas Satria.

Bukannya aku tak tahu kalau Maya mau menikah dengan mas Satria lantaran kemapanan suamiku dan ketampanannya. Akan tetapi, aku sebagai istri yang baik tentu saja berusaha menjaga mas Satria dari semua sifat buruk Maya. Karena aku sangat tahu seperti apa suamiku itu. Delapan tahun aku menikah dengan mas Satria membuatku hafal di luar kepala bagaimana luar dan dalamnya suamiku. Jangan sampai istana cinta yang sudah kita bangun dengan megah dan indahnya dihancurkan hingga berkeping-keping oleh pelakor seperti Maya.

"Aw, Mas! Jangan begini dong ah! Nanti kan kedengaran orang tau. Kamu ini benar-benar deh dasar mesum suka banget tangan nakal kamu itu menjalar kemana-mana." Lagi, suara menjijikkan itu kembali terdengar.

Beginilah memang jika mas Satria sedang pergi bekerja maka Maya akan tinggal di rumah ini bersamaku guna menjaga hal yang tidak diinginkan terjadi. Contohnya seperti ini, entah kenapa aku yakin yang di dalam itu adalah laki-laki lain yang tentunya bukan mas Satria. Akan tetapi, Maya akan kembali lagi ke rumah yang mas Satria belikan jika mas Satria sudah kembali.

Dadaku berdegup kencang, napasku memburu, dan tanganku mengepal erat. Berani sekali dia membawa laki-laki ke rumahku di saat aku sedang tidak di rumah. Kebetulan hari ini aku pulang lebih cepat dari biasanya dikarenakan sekolah akan mengadakan kegiatan pentas seni jadi para guru bisa sedikit bersantai.

Jika biasanya aku akan pulang ke rumah pukul satu siang maka hari ini aku pulang di jam sembilan pagi. Aku berjalan dengan langkah cepat menuju kamar di mana Maya tinggal selama mas Satria tidak ada.

Kubuka handle pintu kamar Maya tapi ternyata dikunci dari dalam. Kepalang emosi aku menggedor keras pintu kamar Maya. Ingin sekali rasanya aku menerjang pelakor murahan di dalam dana dan memberinya pelajaran yang tak akan pernah bisa dia lupakan.

Brak

Brak

Brak

"Maya buka pintunya! Cepat buka dasar jalang! Cepat buka Maya!"

Hening ….

Tidak terdengar suara apa pun lagi di dalam sana. Apakah aku salah dengar? Ah tidak mungkin telingaku belum tuli. Aku tidak salah dengar itu memang suara Maya. Aku sangat tahu itu.

"Maya buka May!"

Brak brak brak!

Lagi, aku menggebrak pintu kamar Maya keras. Hingga aku dibuat sedikit tersentak dengan kehadiran mbak Nur, art di rumahku yang entah dari mana.

"Bu Laras? Ada apa, Bu?" tanya mbak Nur padaku.

"Mbak, Maya mana?"

"Bu Maya? Dia tadi pamit pergi katanya ada urusan." Aku terdiam mencoba mencerna ucapan mbak Nur padaku.

"Maya pergi? Mbak Nur jangan bercanda! Jelas-jelas aku tadi dengan kalau Maya lagi ada di dalam kamar dan lagi bermesraan sama laki-laki di dalam sana! Kunci cadangan mana!"

"Kunci cadangan?"

"Iya cepat mana kunci cadangan ambil!" sentakku pada mbak Nur hingga membuatnya berjingkat dan segera mengambilkan apa yang kupinta.

"I-ini, Bu, kuncinya," ucap mbak Nur sembari menyerahkan kunci itu padaku. Dengan cepat aku menyambar kunci yang mbak Nur berikan padaku. Kumasukkan anak kunci tersebut ke dalam lubang kunci yang ada. Setelah kunci itu masuk, aku segera memutarnya.

Bergegas aku membuka pintu kamar Maya menggunakan kunci cadangan dan seketika mataku membelalak saat melihat keadaan di dalam sana. Ah betapa bodohnya aku, kenapa tidak sejak tadi saja aku membuka pintu ini, toh aku punya kunci cadangannya. Dasar aku ini memang bodoh! Kalau begini pasti mereka sudah siap-siapa di dalam sana. Akan tetapi, bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali bukan?

"Maya ….

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFFAIR WITH IPAR
9.4
Pernikahan Alma dan Evan yang berjalan tiga tahun mulai terasa hambar karena belum dikaruniai anak. Di tengah situasi dingin tersebut, Evan justru berselingkuh dengan Laras, adik iparnya sendiri. Pengkhianatan besar ini menguji keutuhan rumah tangga mereka. Saat hubungan terlarang suami dan adiknya ini terungkap, sanggupkah Alma memaafkan mereka? Sebuah kisah pilu tentang runtuhnya komitmen kesetiaan.
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Kegagalan asmara yang bertubi-tubi, mulai dari menyukai gurunya sendiri hingga terpikat kekasih orang, membuat CEO ADITAMA Group, Revan Aditama Perkasa, mati rasa terhadap cinta dan pernikahan. Di tengah apatismenya, sang ayah justru menuntutnya menikahi seorang wanita dari Suku Anak Dalam. Revan menentang keras rencana itu. Baginya, menikahi perempuan yang dianggap primitif tersebut sangat tidak masuk akal dan bertolak belakang dengan kehidupan modernnya yang serbaintelektual.
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta Menyembuhkan Patah Hati
8.2
Tiga tahun membina rumah tangga hanya menorehkan luka batin bagi seorang istri. Saat dirinya tengah berbadan dua, sang suami dengan tega memaksanya untuk bercerai. Kepergian sang istri rupanya menjadi titik balik bagi pria tersebut untuk menyadari perasaan cintanya yang tulus. Kini, ia bertekad menebus segala kesalahan masa lalu lewat kasih sayang yang melimpah, demi merebut kembali hati sang mantan istri yang terlanjur hancur dan didera kekecewaan mendalam.
Sampul Novel Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta
8.0
Rumah tangga yang dibina sekian lama hancur seketika saat sang suami, Benson, diam-diam mendonorkan sperma kepada janda mendiang sahabatnya. Bukannya merasa bersalah, Benson justru memarahi istrinya dengan dalih rasa kemanusiaan dan setia kawan. Pengkhianatan ini kian nyata ketika sang janda memamerkan penthouse mewah baru lengkap dengan foto Benson yang sedang memasak di dapur mereka. Sadar bahwa pengorbanan dan toleransinya telah dieksploitasi habis-habisan, sang istri akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri pernikahan beracun ini.
Sampul Novel SIX PRINCE || ALEXA RAWNIE
9.1
Takdir menyeret seorang pelayan ke pusaran tak terduga saat enam pria, beserta satu sosok misterius lain, mendadak mengejar cintanya. Kehidupan sang gadis seketika dipenuhi rahasia dan konflik rumit yang menguji ketahanan batinnya. Di tengah situasi pelik ini, ia dihadapkan pada dilema besar: memilih salah satu dari mereka atau justru merengkuh semuanya. Cinta kini menjadi belenggu erat yang memaksanya berjuang keras menemukan kunci demi mengakhiri segala kerumitan hidup.
Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI MANTAN
8.9
Tak pernah terbayang aku harus menjadi pengantin pengganti untuk Uswa, mantan pacarku semasa SMA. Takdir berubah saat Ilham, calon suaminya, mendadak kritis menjelang akad. Dalam kondisi darurat, Bang Adam dan keluarga besar Uswa mendesakku menggantikan posisi mempelai pria. Walau diliputi keraguan dan rasa syok, pernikahan ini akhirnya tetap digelar. Bagaimanakah kelanjutan kehidupan kami setelah takdir menyatukan kami kembali dalam ikatan ini?