APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku, ternyata cinta masa lampauku

Suamiku, ternyata cinta masa lampauku

Demi memperjuangkan Logan di masa depan, Nadine nekat mengakhiri hidupnya di sungai deras. Ia kemudian terbangun di era berbeda sebagai Raisa. Sadar telah bereinkarnasi, rintangan besar kini menghadang langkahnya. Apakah sosok Logan juga terlahir kembali di zaman yang baru ini? Di tengah ketidakpastian waktu dan identitas barunya, Raisa harus memulai pencarian panjang demi menepati sumpah cinta masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jakarta, Tahun 2010

Suara bising kendaraan motor mengiringi langkah kaki Raisa pagi ini. Ia sedang menjajakan gorengan seperti risol, tempe goreng, bakwan beserta gorengan yang lainnya. Hari ini adalah hari minggu, dan juga ia belum masuk ke sekolah SMA, karena setelah kenaikkan kelas dari XII menuju XIII ada libur selama dua minggu, dan hari ini adalah hari libur terakhir Raisa.

Raisa menguncir rambut panjangnya itu, ia sedang duduk di emperan jalan bus sambil menunggu para kenek atau sopir bus membeli dagangannya itu. Kali ini Raisa membawa 2 box berisi penuh dengan gorengan,dan satu box sudah habis dari pagi. Peluh keringat ia usap dengan tisu yang selalu berada di tas selempang kecilnya.

“Gue gak pernah menyangka, jika gue akan hidup kembali sebagai anak tukang gorengan dan bokap gue sopir angkot?” keluh Raisa yang sudah menyadari, jika kehidupannya sekarang tidak sama dengan kehidupan masa lampaunya dulu. Raisa mulai mengingat sepotong demi sepotong memori kehidupannya di jaman 1970 itu, walaupun tidak sepenuhnya itu.

“RAISA!” teriak seseorang dengan suara yang berat itu.

Raisa menoleh dan melihat bapaknya yang memanggil namanya itu.

Raisa hanya mengulum senyum dan langsung membawa box berisi gorengan menuju ke tempat bapaknya itu. Ia melangkahkan kaki dengan malas menghampiri bapaknya yang sedang berdiri di depan mobil angkot berwarna biru muda itu.

“Lo udah makan Raisa?” tanya bapaknya itu sambil melirik box gorengan itu.

Raisa paham, jika bapaknya ini hanya basa basi saja dan paling ujung-ujungnya minta gorengan yang di bawa oleh Raisa.

“Belum,” jawab Raisa singkat sambil menatap wajah bapaknya yang mulai keriput itu. Raisa tidak menyangka dunia sekarang pun bapaknya mirip dengan bapaknya di masa lalu.

“Yaudah, beliin Bapak nasi padang. Kali ini Bapak gak bakal minta gorengan lu. Ini duitnya ya, lu kalau mau sekalian aja beli mumpung Bapak ada duit, satu lagi jangan bilang Ibu lu kalau Bapak pegang duit” perintah bapaknya yang bernama syamsul.

Raisa hanya mengangguk saja tanpa curiga dan menerima uang berwarna merah menyala itu, lalu ia berjalan mencari nasi padang. Raisa bingung mau beli berapa, karena ia tidak mau makan enak tanpa ibunya makan. Akhir-akhir ini, setiap bapak pulang pasti ada saja pertengkaran, hal ini membuat Raisa merasa muak. Raisa sudah berusaha membantu perekonomian keluarga dengan menjual gorengan ini, jika hari biasa ibunya menjajakan gorengan ini, sedangkan Raisa bagian libur sekolah saja.

Raisa sampai juga di warung nasi padang. Ia masuk ke dalam warung itu.

“Pak pesan nasi padang dua ya, semuanya pakai rendang sama air teh hangat tawarnya dua,” ucap lembut Raisa dengan senyuman yang khas.

“Oh, kamu anaknya Pak Syamsul ya Neng?” jawab pedagang lelaki yang sedikit berumur sama dengan bapaknya.

Raisa menyahut dengan senyuman, ”Ya, Pak.”

“Anaknya Pak Syamsul sudah besar ya? Mana cantik, mau jualan keliling gorengan, masih sekolah Neng?” tanya bapak pedagang tersebut.

“Masih Pak, saya mau naik ke kelas 3 SMA,” jawab Raisa sambil duduk di kursi dan meletakkan boxnya di meja yang biasa orang makan.

“Wah, sebentar lagi lulus dung ya?”

Raisa mengangguk.

Setelah memberikan uang merahan itu kepada pedagang nasi padang, Raisa sekarang membawa dua bungkus nasi padang berisi lauk rendang dan dua bungkus plastik air teh tawar hangat, ia juga menjinjing dua box yang berisi gorengan itu. Dari jauh Raisa melihat bapaknya sedang mengobrol dengan seseorang yang sama tuanya dengan bapaknya itu. Raisa mempercepat langkah kakinya karena waktu sudah menunjukan pukul satu siang.

“Ini Bapak nasinya,” ucap lirih Raisa memberikan kantong kresek berwarna merah itu, kebetulan ia sudah memisahkan nasi bungkus untuknya, “Dan ini kembaliannya.”

Tangan Syamsul meraih kantong kresek merah dan meraih uang lembaran lalu memasukkannya ke kantong celananya.

“Makasih ya, Bapak mau makan dulu, atau kamu mau makan bersama Bapak?”

“Gak Bapak, Raisa ada urusan permisi,” tolak Raisa sambil memalingkan badan dan bergegas berjalan dengan cepat membawa barang bawaannya itu.

Raisa merasa aneh setiap melihat bapaknya, karena kehidupan lalunya bapaknya sangat berbeda dengan kehidupan sekarang.

Raisa akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah dengan membawa box yang masih berisi gorengan. Ia berencana akan makan nasi padang ini bersama dengan ibunya. Jarak rumah kontrakannya dengan terminal pulogadung tidak terlalu jauh, setidaknya ia tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk pulang ke rumah. Sekitar sepuluh menit Raisa akhirnya menuju ke gang kontrakannya itu. Raisa mendengar ibu kontrakan sedang memaki ibunya dari jarak satu meter itu.

“Saya tidak mau tahu Bu Ani! Besok uang kontrakan selama dua bulan yang menunggak harus dibayarkan! Kalau tidak kalian semua yang di sini pergi dari kontrakan saya!” hardik Ibu kontrakan itu di depan Ani yang tertunduk lesu dan hanya diam saja. Para tetangga pun keluar dan melihat apa yang terjadi dengan Ani. Raisa langsung melangkahkan kakinya dan mendekati Ibu yang mempunyai kontrakan yang bernama Melisa.

“Bu Melisa, bisa tidak sopan, jika menagih uang kontrakan!” hardik Raisa dengan tatapan tajam menatap wajah Ibu Melisa.

“Kamu anak kecil bisa apa! Memangnya kenapa kalau saya menagih hak saya! Kenapa kamu yang sewot!” balas sengit Melisa.

“Malu dung Bu, Ibu kan PNS masa menagih uang kontrakan seperti itu, kita bisa bicarakan dengan baik-baik masalah ini, bukan malah berteriak seperti tidak punya sopan santun,” sindir Raisa.

Melisa merasa menjadi pusat perhatian karena semua orang di situ melihat ke arahnya. Ia juga merasa tersindir dengan ucapan Raisa, ia mengakui jika Raisa adalah anak yang cerdas seperti gosip yang beredar di kalangan ibu-ibu, karena Raisa bisa masuk ke SMA Favorit di Jakarta dan juga masuk tiga besar di sekolah, apalagi sekolah itu berisi anak-anak orang kaya.

“Baiklah, saya tunggu minggu depan ya, awas aja kalau tidak bayar kontrakan, kalian semua kemaskan barang kalian dan pergi dari sini!” ancam Melisa dan pergi meninggalkan tempat Raisa. Tetangga sekitar pun masuk ke dalam rumah masing-masing setelah keributan berakhir.

Setelah bayang-bayang badan Melisa pergi, Raisa dan ibunya segera masuk ke dalam rumah kontrakan yang terdiri dari 3 ruangan yaitu kamar utama, ruang tamu, kamar mandi dan juga dapur kecil. Biaya sewa kontrakan itu sekitar 900 ribu perbulan.

Raisa meletakkan kedua box gorengan itu ke lantai dan duduk di ruang tamu yang hanya beralaskan tikar itu. Ibunya ke belakang mengambil termos berisi air putih dan dua gelas. Mereka berdua duduk bersama di tikar yang mulai lusuh itu. Ibunya menuangkan air putih ke gelas itu.

“Ini Raisa di minum dulu,” ucap Ani.

Raisa mengambil gelas itu dan meminum air itu sampai habis.

“Bu, gorengannya yang satu box habis yang satunya gak habis bu, nanti sore Raisa mutar lagi ya,” ucap lirih Raisa sambil memberikan uang hasil penjualan gorengan dan membuka kresek plastik berisi nasi padang itu.

“Ya gapapa, ada hal yang ingin ibu sampaikan sama kamu,” ucap Ani dengan suara lembutnya.

“Apa Bu?” tanya Raisa.

“Uang penjualan gorengan habis dibawa oleh bapakmu tadi pagi,” ungkap Ani dengan wajah sendu.

“APA!” jawab Raisa kaget dan mengepalkan tangannya. Amarahnya memuncak di dalam dadanya.

Bersambung…

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Tertukar
9.2
Kehidupan hampa Raya, seorang wanita kaya, mendadak berubah saat ia bertransmigrasi ke dunia novel menjadi Selina. Di sana, ia mendapati fakta bahwa Selina adalah anak yang tertukar sejak bayi akibat kelalaian suster. Menghadapi takdir baru yang manipulatif dan penuh intrik, Raya harus menentukan sikap. Apakah ia akan bertobat demi mengubah nasib buruk Selina, atau tetap menjadi sosok antagonis yang kejam? Setiap keputusan kini menentukan keselamatan jiwanya.
Sampul Novel Bermandikan Api: Kisah Reinkarnasi Seorang Putri
8.0
Putri Yun Shang terlahir kembali ke masa lalu saat dirinya masih berumur delapan tahun. Di balik raga kecilnya, ia memikul memori pahit dari masa depan tentang pengkhianatan sang suami, hilangnya buah hati tercinta, serta kekejaman kakak perempuannya. Berbekal kepedihan dan ingatan masa lalu, Yun Shang bertekad mengubah takdirnya. Ia menolak menjadi sosok lemah dan bersiap membalas dendam kepada semua orang yang dahulu menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi
9.0
Nasib Alfan Mananta berubah drastis setelah direktur rumah sakit yang cantik memaksanya untuk ikut pulang ke kediamannya. Sebagai dokter magang, Alfan tidak memiliki pilihan selain menuruti kemauan sang atasan. Sejak langkah pertama di rumah tersebut, dimulailah babak baru kehidupan mereka yang dipenuhi kedekatan tanpa batas. Hubungan intens ini membawa dinamika baru yang tidak terduga dalam keseharian sang dokter magang dan sang direktur di bawah satu atap yang sama.
Sampul Novel Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia
8.7
Di Almekia, kerajaan futuristik yang dikuasai seorang ratu, Pangeran Jasper menyimpan rasa penasaran mendalam tentang mendiang ayahnya. Identitas sang raja sengaja dirahasiakan rapat oleh pihak istana. Demi mengungkap kebenaran, Jasper bersama Diamond, Zircon, dan Opal nekat melanggar hukum kerajaan. Meski kini berstatus buronan dan menghadapi berbagai bahaya, mereka terus berjuang menembus misteri besar yang menyelimuti Almekia.
Sampul Novel TAMPAN TAPI REPTIL
8.2
Bone, manusia ular yang dibesarkan oleh dukun sakti berkuasa, memendam cinta mendalam pada gadis manusia biasa bernama Abigail. Namun, perbedaan wujud dan asal-usul mereka menjadi rintangan terbesar bagi perasaan tulus yang ia miliki. Di tengah perbedaan kodrat yang nyata, mampukah takdir menyatukan asmara mereka, ataukah identitas reptil Bone justru akan memupus harapan cinta itu untuk selamanya?
Sampul Novel TWIN FLAME
8.3
Hubungan rumit antara Kumba, Kanya, dan Asad kembali berlanjut di kehidupan modern ini. Walau dulu Kumba sempat menyerahkan Kanya kepada Asad, garis takdir tetap mendekatkan mereka lagi. Kanya menyayangi Asad, namun ia juga menemukan kedamaian saat bersama Kumba. Sebagai Twin Flame, ikatan jiwa Kumba dan Kanya terus saling mengikat tanpa batas waktu. Kini, mereka harus melewati badai emosi demi mewujudkan impian terbesar: hidup bersama selamanya di masa kini hingga masa depan.