APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku, ternyata cinta masa lampauku

Suamiku, ternyata cinta masa lampauku

Demi memperjuangkan Logan di masa depan, Nadine nekat mengakhiri hidupnya di sungai deras. Ia kemudian terbangun di era berbeda sebagai Raisa. Sadar telah bereinkarnasi, rintangan besar kini menghadang langkahnya. Apakah sosok Logan juga terlahir kembali di zaman yang baru ini? Di tengah ketidakpastian waktu dan identitas barunya, Raisa harus memulai pencarian panjang demi menepati sumpah cinta masa lalunya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Raisa tidak menyangka bapaknya mempermainkan dirinya seperti ini. Uang hasil jualan gorengan pun diambil pula. Mata Raisa berkaca-kaca dan menahan tangisnya itu.

“Kurang ajar! Aku nggak bisa membiarkan bapak semena-mena sama kita, Bu,” seru Raisa sambil berdiri dengan emosi yang meledak-ledak.

Ani mencoba menenangkan putrinya itu. “Kamu yang sabar, Raisa. Tolong maafkan bapakmu itu,” mohon Ani memegang tangan kanan putrinya itu.

Raisa memandang wajah keriput ibunya itu. Ia tidak menyangka ibunya selalu membela bapak yang selalu saja mendzolimi keluarganya itu.

“Gak, Bu. Maaf kali ini kesabaranku sudah habis! Aku akan membuat perhitungan dengan Bapak!” seru Raisa dengan tatapan tajam ke arah ibunya.

“Jangan Raisa,” sahut Ani sambil batuk.

“GAK!”

Raisa melepaskan tangan ibunya dengan kencang dan pergi berlari keluar tanpa menoleh ke belakang. Ani terus memanggil putrinya itu dan tetap saja Raisa tetap bergeming.

“RAISA! RAISA!”

Dengan perasaan marah yang Raisa pendam selama ini, ia sama sekali mengacuhkan ibunya dan kali ini ia tetap dengan keputusannya itu.

‘Ibu, maafkan aku, Bapak harus aku kasih pelajaran kali ini’ batin Raisa sangat sakit itu.

Raisa akhirnya mencari Bapaknya di terminal pulogadung. Peluh keringat dan perut yang keroncongan dirasakan olehnya. Ia pun mengacuhkan semua rasa yang ia alami sekarang ini.

“Raisa.”

Raisa menoleh karena ada yang memanggilnya itu. Terlihat teman bapaknya yang memanggilnya.

“Ada apa Om?”

“Pasti kamu mencari Bapakmu kan?” tebak lelaki yang sama tuanya dengan bapaknya. Om itu bernama Bahri.

Raisa mengangguk pelan dan berkata, “Dimana Bapakku berada, Om?”

“Bapakmu sedang main judi di warung pojok sana,” jawab Bahri dengan tangan menunjuk ke arah warung yang terlihat tertutup itu.

“Tapi warungnya tutup, Om?” jawabnya dengan ragu.

“Terlihat memang tutup, tapi jangan salah, kamu akan kaget,” sahut Bahri.

“Kalau begitu, aku ke sana dulu ya, Om.”

Bahri hanya mengangguk saja. Ia tahu jika pasti akan ada masalah yang akan terjadi jika Raisa melihat kelakuan bapaknya itu.

Langkah kaki Raisa sangat cepat menuju ke warung yang diberitahukan oleh Bahri itu. Perasaan marah sudah membuncah di dalam dadanya itu. Dan akhirnya kakinya pun sekarang berhadapan dengan warung itu, Netranya memperhatikan warung yang terlihat sangat mencurigakan baginya.

“Gue harus masuk ke dalam dan mencari bapak,” ujarnya bermonolog sendiri.

Raisa pun mencoba mencari celah untuk masuk ke dalam warung itu. Tepat di pintu belakang terdengar suara tertawa orang. Raisa tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam dan melabrak bapaknya yang sedang bermain judi itu.

“BAPAK! KEMBALIKAN UANGKU!” teriak Raisa dengan kencang di depan banyak orang di sana. Syamsul yang sangat terkejut dengan kedatangan putrinya pun bingung harus menjawab apa.

“BAPAK SINI UANGKU!” desak Raisa ngotot.

Syamsul pun akhirnya naik pitam.

“Raisa! Percuma duitnya sudah Bapak habiskan,” jawabnya enteng.

Amarah Raisa yang memuncak akhirnya menendang meja.

BRUKK

Syamsul yang melihat kelakuan putrinya yang melawan, akhirnya menampar Raisa dengan kencang.

PLAK

Tamparan keras itu membuat pipi Raisa merah. Air mata pun akhirnya keluar dari mata bulatnya. Anak dan Bapak itu saling bertatapan dengan tatapan yang sangat tajam. Hati Raisa sangat sakit diperlakukan seperti ini.

“Sudah Syamsul, kamu jangan kasar begitu sama anak kamu,” ujar bapak yang hampir seumuran dengan bapaknya.

“Lo gak usah ikut campur! Anak melawan orang tua begini gak usah dibela!” jawabnya kesal.

“Hiks…BAPAK MEMANG JAHAT!” teriak Raisa sambil pergi meninggalkan bapaknya itu.

Raisa terus menangis dan berlari. Hatinya sangat sakit sekali, begitu pula dengan dadanya yang sesak. Tangannya terus memegangi dadanya yang sesak itu.

“Hiks…Hiks….”

Raisa merasa marah dengan takdirnya ini. Ia merasa di kehidupan barunya sama saja, tidak ada kebahagiaan.

“Oh Tuhan, kenapa hidupku seperti ini lagi? Kenapa tidak berikan aku kehidupan yang bahagia? Dulu aku kaya aku juga menderita, kupikir aku miskin sekarang akan bahagia?’” Raisa bermonolog sendiri. Sepanjang jalan ia terus berpikir dengan takdirnya itu.

“Di kehidupan lampau pun, aku bahkan mempunyai bapak yang jahat. Oh Tuhan, berikanlah aku kebahagian, pertemukan aku dengan Logan.”

Deg

Jantung Raisa entah kenapa berdegup dengan kencang tidak karuan. Ia spontan melirik ke samping dan melihat mobil di sampingnya. Terlihat kaca mobil di depan terbuka dan ia melihat seorang pria mirip dengan Logan.

“Logan?”

Raisa mengucek kedua matanya untuk memastikan penglihatannya memang benar. Senyum sumringah langsung tersungging di bibirnya.

“LOGAN!” teriak spontan Raisa.

Tapi sayang sekali, mobil itu melaju kembali dengan kencang. Raisa pun berlari mengejar mobil tersebut.

“LOGAN!”

Mobil itu melaju sangat kencang dan Raisa tidak bisa menyusul mobil tersebut. Ia pun tersungkur di aspal jalanan sambil menangis.

“Hiks…Hiks…Logan ini aku…Kenapa kamu pergi secepat itu?” isaknya menahan sesak di dada.

“OH TUHAN, TOLONG PERTEMUKAN AKU DENGAN LOGAN! MAU ITU BAHAGIA ATAU MENDERITA! AKU INGIN HIDUP SAMPAI AKHIR DENGANNYA!”

DUARR

Langit seperti mendengar jeritannya. Seketika bunyi petir menggelegar di angkasa. Air hujan pun turun sangat deras. Tubuh Raisa basah kuyup oleh derasnya hujan. Ia merasa air hujan sedikit mengobati rasa sakit yang dideritanya. Dengan langkah lemas dan lunglai ia kembali berjalan kaki menuju ke rumahnya. Pikirannya saat ini sangat kacau. Di satu sisi ia memikirkan bagaimana caranya untuk membayar kontrakan dan di sisi lain ia merasa sakit hati dengan sikap bapaknya itu. Akhirnya sampai juga di gang rumahnya itu. Belum juga ia melangkahkan kakinya. Pak RT di daerahnya berjalan tergesa-gesa menghampirinya.

“Raisa, kemana saja kamu? Kami semua mencari kamu,” tuturnya dengan mimik serius.

“Memangnya ada Pak?” Raisa merasa bingung.

“Ibumu baru saja di bawa ke rumah sakit,” jawabnya.

“Rumah sakit? Memangnya Ibuku kenapa, Pak?” Raisa merasa cemas dan jantungnya kembali berdegup dengan kencang.

“Ibumu pingsan dan tidak sadarkan diri, makanya kami warga di sini memutuskan untuk membawa ke rumah sakit. Mendingan kamu segera kesana? Ini alamat rumah sakitnya,” desak Pak RT sambil memberikan secarik kertas berisi alamat itu.

Raisa menerima kertas itu dan sejenak membaca alamat rumah sakit yang tertera dengan tinta berwarna hitam itu. Ia merasa cemas dan mendadak kepalanya pening.

“Kalau begitu makasih ya Pak, aku ke rumah sakit dulu,” ujarnya dengan sopan.

Pak RT hanya mengangguk pelan dan meninggalkan Raisa sendiri. Tanpa berpikir panjang Raisa segera menuju ke rumah sakit dengan mengendarai ojek. Ia merasa takut akan terjadi apa-apa dengan ibunya itu.

“Mas ngebut dung,” titah Raisa yang merasa motornya terlalu lambat.

“Sabar Mbak, ini kan licin jalanan habis hujan, misal ngebut yang ada nanti motor jatuh atau gimana,” sahutnya dengan bijak.

Raisa mengerti dengan ucapan ojeg itu. Ia berdoa di dalam hati supaya tidak akan terjadi apa-apa dengan ibunya itu.

Bersambung…

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bapakku Dukun
8.5
Tuduhan sebagai pemuja setan dan pelaku pesugihan membuat keluarga protagonis dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Sejak usia dini, ia telah akrab dengan pemandangan kematian yang mengerikan di sekitarnya, sementara ayahnya kerap dicap gila. Meski awalnya ia memilih acuh terhadap segala stigma negatif tersebut, sebuah rahasia besar yang tersembunyi akhirnya tersingkap dengan sendirinya. Penemuan fakta mengejutkan ini justru mengubah sudut pandangnya, melahirkan rasa bangga yang mendalam terhadap identitas sang ayah sebagai seorang dukun.
Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Terbangun dengan pakaian kuno, aku merasakan nyeri hebat akibat guncangan di dalam kotak kayu. Padahal, memori terakhirku adalah mati mengenaskan akibat pengkhianatan tunanganku sendiri. Rasa sakit ini menegaskan bahwa aku tidak bermimpi. Ketika mencoba bangkit, aku terkejut mendapati diriku berada di dalam sebuah peti mati. Bagaimana mungkin aku bisa kembali bernapas setelah pembunuhan itu? Misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi pada hidupku sekarang?
Sampul Novel Kenangan Obsidian
9.3
Setelah kabur dari Kekaisaran Ezen, Asha, Kael, dan Lirien mengasingkan diri di Pegunungan Broken. Di tempat persembunyian ini, rahasia Penjaga kuno tersingkap bersamaan dengan perjuangan Asha mengendalikan kekuatan abu serta ingatan kelamnya. Di sisi lain, ancaman nyata mengintai Kael saat fisiknya perlahan mengeras menjadi batu. Di balik ketegangan antarras yang dipenuhi manipulasi dan pengkhianatan, Asha kini dihadapkan pada pilihan sulit: menjadi senjata pemusnah atau penyelamat dunia.
Sampul Novel Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat
9.2
Setelah dikhianati hingga tewas oleh suaminya dan selingkuhannya, Sarah, yang bersekongkol memalsukan kematian otak putrinya demi mencuri jantung sang anak untuk putri Sarah, seorang ibu mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup. Terbangun kembali di hari penandatanganan donor organ, ia bertekad melindungi putrinya yang terbaring di rumah sakit. Dengan ingatan dari masa depan, ia memulai aksi balas dendam yang penuh misteri untuk menuntut balas atas setiap rasa sakit dan nyawa yang telah direnggut.
Sampul Novel Penerus Para Dewa
8.7
Xiao Long tewas setelah menyelamatkan seorang anak dari penculik. Namun, di ambang kematiannya, sesosok makhluk bercahaya memberikan kesempatan hidup kedua. Terlahir kembali di dunia baru, ia dibekali ingatan dan ilmu dari para dewa. Kini, Xiao Long memulai petualangan besar demi menjadi sosok abadi yang tangguh. Ia bertekad untuk menaklukkan para dewa sekaligus menundukkan kaum demon yang menghalangi jalannya.
Sampul Novel Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu
8.8
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin bersama Bram akibat jebakan obat bius saudara tirinya, sang protagonis mendapat kesempatan kedua setelah sebuah tragedi banjir merenggut nyawanya. Terbangun kembali di masa lalu, tepat di hari ia dikurung bersama Bram yang sedang menderita, ia kini bertekad untuk tidak lagi menjadi obat penawar bagi pria tersebut demi mengubah takdir tragis mereka di masa depan.